Anyelir

Anyelir
Mistletoe


__ADS_3

Fyi "Mistletoe memiliki arti ciumlah aku, kutaklukkan berbagai kesulitan, tanaman suci India, tanaman ajaib dari pendeta Celtic"


***


.Hari ini adalah hari keberangkatan Tara ke Malaysia. Keluarganya juga Akasa kini sudah berada di bandara untuk mengantar Tara. Hazel yang berada dalam pelukan Tara kini sudah menangis karena ia akan jauh dari kakaknya tersebut. Padahal kini ia masih ingin terus bersama dengan kakaknya tersebut.


“Abang harus cepet balik, Hazel gak bisa kalau lama gak sama Abang. Hazel sudah mulai terbiasa lagi untuk terus sama Abang,” ucap Hazel pada kakaknya tersebut. Akasa yang melihat hal tersebut hanya diam namun ia tahu jika gadis tersebut pasti begitu kehilangan kakaknya tersebut.


“Pasti. Untuk sekarang Abang pergi dulu, Hazel sama Akasa dulu. Abang udah titipin Hazel ke dia. Kalau dia sampai ngapa-ngapain kamu, bilang ke Abang,” ucap Tara sambil menatap laki-laki tersebut dengan tajamnya yang membuat Akasa memutar bola matanya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut. Jika saja Tara bukan kakak Hazel mungkin ia sudah memberikan bogeman mentah pada laki-laki songong itu.


Setelahnya mereka saling melepaskan pelukan mereka. Tara mulai berpamitan pada Mama nya tersebut lalu menghadap Akasa dengan tatapan tajamnya.


“Jagain adik gue. Terlalu banyak yang berusaha buat ngerusak dan ngehancurin dia jadi lo harus jagain dia,” ucap Tara dengan tegas pada Akasa yang kebingungan mendengar ucapan Tara tersebut namun akhirnya ia tetap menganggukkan kepalanya.


“Dan kamu, jagain Mbak Hazel baik-baik dari tangan-tangan nakal,” ucap Tara pada Roy sambil sambil mengelus puncak kepala Roy lalu setelah nya segera pergi tanpa repot-repot berpamitan pada keluarganya yang lain, dan jujur saja hal tersebut membuat Akasa terkejut sekaligus bingung melihatnya.


Ia jadi berpikir apa Tara memang tak akur dengan keluarganya yang lain? Tara bahkan hanya memperingatkan Roy untuk menjaga Hazel bukannya menyampaikan salam perpisahan. Dunia Tara seolah hanya Hazel, keluarganya seolah Hazel.


Tara melambaikan tangannya sambil tersenyum dengan tatapan lurus pada Hazel yang kini juga melambaikan tangannya. Setelahnya kakaknya tersebut mulai menghilang dari pandangannya.


“Hazel, Mama langsung pulang ya. Kamu sama Akasa kan?” tanya Tari pada anaknya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


“Iya Tante, Akasa yang bakal nganter Hazel nanti,” ucap Akasa dengan senyumannya yang Tari balas dengan anggukan dan senyuman.


“Ya udah kita duluan ya. Kalian hati-hati ya,” ucap Tari berpamitan. Setelahnya mereka segera berjalan bersama namun berpisah di parkiran.


Setelah sampai di depan motornya Akasa dengan segera membantu Hazel memakai helm nya, setelah nya ia membukakan injakan kaki untuk Hazel lalu membantu Hazel untuk naik ke atas motornya tersebut. Setelah merasa aman Akasa dengan segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan.


“Jadi mau kemana dulu?” tanya Akasa setelah melajukan motornya.


“Cafe dulu deh, laper,” ucap Hazel yang Akasa balas dengan anggukan.

__ADS_1


Setelahnya laki-laki tersebut melajukan motornya ke arah cafe yang biasanya sering mereka datangi.


***


Hazel kini tengah duduk di supermarket yang tak jauh dari komplek rumahnya. Tadi ia merasa bosan berada di rumah dan ada yang harus dibeli jadilah kini ia memilih untuk menuju supermarket yang berada di dekat kompleks perumahannya.


“Hazel?!” suara tersebut mengalihkan fokus Hazel yang semula tengah memainkan ponselnya sambil menikmati susu kotaknya. Hazel menoleh ke arah sumber suara dengan menaikkan sebelah alisnya bingung.


“Fernando,” ucap laki-laki tersebut yang sontak membuat Hazel memelotot saat mengingat siapa yang kini berada di depannya tersebut. laki-laki yang bernama Fernando tersebut kini duduk di sambil Hazel dengan senyumannya.


“Udah lama ya kita gak ketemu,” ucap Fernando yang hanya Hazel balas dengan senyuman canggung. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang beberapa hari lalu mengirimnya direct message, laki-laki yang terus saja ia tolak saat masih SMP.


“Kamu sendiri?” tanya Fernando yang Hazel balas dengan anggukan. Hazel memang cukup pendiam saat bersama dengan orang baru.


“Iya sendiri,” ucap Hazel seadaannya lalu kembali fokus pada ponselnya lagi.


“Sibuk banget, lagi menghubungi pacar nya ya?” tanya Fernando yang sontak membuat Hazel menoleh ke arahnya dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Serius? Berarti boleh dong kalau aku suka kamu?” tanya Fernando dengan senyumannya.


“Ya terserah lo, gue gak bisa maksa lo buat gak suka gue. Perasaan gitu gak bisa dilarang jadi ya terserah lo aja sih,” ucap Hazel dengan acuh. Jujur saja ia cukup risih dengan laki-laki di sampingnya tersebut. Hazel berharap ada yang bisa membantunya keluar dari zona ini.


 Suara dering telepon membuat Hazel segera melihat siapa yang menelponnya dan tertera di sana nama Iryan yang menelponnya. Iryan adalah kekasih baru Eden. Mereka saling mengenal karena Eden yang mengenalkan Iryan pada Hazel.


“Hola Yan, kenapa?” tanya Hazel setelah menjawab telepon tersebut. Ia cukup senang Iryan menelponnya karena dengan begitu ia bisa terbebas dari laki-laki di sampingnya tersebut.


“Gue mau cerita tentang Eden, lo sibuk?” tanya Iryan dengan begitu pas nya. Kini Hazel jadi memiliki alibi untuk pergi.


“Gak kok, bentar ya tapi,” ucap Hazel lalu menoleh ke arah Fernando.


“Sorry ya gue balik dulu,” ucap Hazel lalu segera pergi dari sana. Baru saja Fernando akan menawarkannya tumpangan namun Hazel malah sudah lebih dulu pergi. Fernando menghela nafasnya. Baginya Hazel tetap sama. Begitu sulit untuk didekati.

__ADS_1


“Siapa Zel?” tanya Iryan saat mendengar Hazel yang tengah berbincang dengan orang lain.


“Cowok, gak ngerti gue dia deketin gue dari SMP sampek sekarang,” ucap Hazel menjelaskan.


“Terus?” tanya Iryan dengan menaikkan sebelah alisnya bingung sekaligus nya penasaran tentang kisah cinta Hazel.


Sebelumnya Iryan hanya mendengar dari Edel jika dulu Hazel memiliki kekasih namun mereka putus karena kekasih Hazel yang malah selingkuh dan setelah itu Iryan sudah tak pernah lagi mendengar tentang kisah cinta temannya itu.


“Ya gue tetep nolak, dari dulu gue emang selalu nolak dia sih. Karena emang gue gak pernah suka sama dia,” ucap Hazel menjelaskan. Iryan di seberang sana hanya mengangguk walau tahu Hazel tak dapat melihatnya.


“Oh iya, lo mau cerita apa tentang Edel?” tanya Hazel mengalihkan pembicaraan agar tidak lagi membahas tentang laki-laki tersebut.


Iryan yang akhirnya ingat tujuan awalnya ia menghubungi Hazel menepuk keningnya. Terlalu penasaran dengan kisah cinta teman yang sering ia jadikan tempat curhat karena sikap Hazel yang menurutnya terlalu bijak dan dewasa tersebut sampai membuatnya lupa tentang tujuan awalnya.


“Oh iya Edel,” ucap Iryan. Setelahnya laki-laki tersebut mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada hubungannya dengan Edel. Hazel yang memang selalu bisa menjadi telinga dan penasehatan yang baik tentu saja mendengarkannya dengan seksama dan memberikan nasihatnya pada Iryan.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.

__ADS_1



__ADS_2