Anyelir

Anyelir
Candytuft


__ADS_3

Fyi "Candytuft memiliki arti lalai"


***


“Jadi kamu mau ketemu sama Fernando?” tanya Nira dengan wajah terkejutnya mendengar ucapan dari sahabatnya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan. Kini mereka tengah berada di kantin fakultas Hazel, sangat tidak biasanya kedua sahabatnya tersebut datang ke fakultasnya.


“Berusaha cari yang lain, sama Akasa dah pusing banget,” ucap Hazel dengan dengusan kasarnya. Hazel kini fokus dengan makanannya.


“Aku juga kurang setuju sih kalau kamu sama Fernando. Entah gimana aku ngerasa dia pemain,” ucap Nira yang kali ini menimpali.


“Tau dari mana sih Nir?” tanya Hazel dengan menaikkan sebelah alisnya. Gadis tersebut kini terlihat begitu lahap menyantap makanannya.


“Dia kan temen aku waktu SD,” ucap Nira yang membuat Hazel kini malah meledakkan tawanya sedangkan Lyly hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari sahabatnya itu.


“Emang waktu SD ketahuan ya buaya kagak ya?” tanya Hazel masih dengan sisa tawanya. Sedangkan Nira menghela nafasnya kasar mendengar ucapan Hazel.


“Bukan gitu bege, cuma kan emang aku sama temen SD tuh masih banyak yang deket, jadi tau lah ya,” ucap Nira menjelaskan. Hazel dan Lyly yang mendengar hanya mengangguk mengerti sambil melanjutkan makan mereka.


“Aku juga gak terlalu suka sama dia. Kamu tahu sendiri dia waktu SMP gimana,” ucap Lyly mengingatkan Hazel. Hazel mengangguk. Saat SMP Fernando memang terkenal anak yang nakal bahkan saat itu ia sudah berani untuk merokok dan minum minuman keras dan sampai membawanya saat tour sekolah.


“Itu juga alasan aku dulu nolak dia terus,” ucap Hazel gusar. Dulu Hazel begitu anti dengan perokok ataupun pemabuk namun Tuhan malah mengirim Akasa yang kenakalannya paket komplit padanya hingga kini ia merasa terbiasa dengan hal seperti itu.


“Gak tau lah, coba aja dulu,” putus Hazel akhirnya.


“Nanti kalau galau juga kita yang ribet,” ucap Lyly yang di jawab dengan anggukan setuju oleh Nira.


“Yang ini gak bakal, cinta aku kek udah abis di Argo sama Akasa,” ucap Hazel yang hanya dibalas dengan gelengan oleh kedua sahabatnya tersebut. Namun mereka seolah percaya apa yang Hazel katakan jika dilihat dari bagaimana bodohnya gadis tersebut jika sudah menyangkut Akasa dan Argo. Tapi yang paling bodoh saat bersama dengan Akasa.


“Balik lah kita, bentar lagi kelas. Nanti kamu pulang duluan aja. Aku ada kegiatan sampai sore,” ucap Nira mengajak Lyly untuk pergi menuju fakultas mereka.


“Aku juga ada kegiatan sampek sore,” ucap Lyly yang Hazel balas dengan anggukan. Setelahnya kedua sahabatnya tersebut segera pergi sedangkan Hazel kini masih melanjutkan acara makannya.


***


Seperti yang sudah di janjikan kini Hazel tengah mengemudikan mobilnya menuju tempat janjiannya dengan Fernando. Tanpa mau repot pulang dulu, Hazel langsung menuju cafe sepulangnya dari kampus. Saat sampai di depan cafe Hazel memilih untuk menghubungi Fernando untuk menanyakan apakah dia sudah datang atau belum


Di dering kedua laki-laki tersebut sudah menjawab panggilan Hazel.


“Udah sampe?” tanya Hazel pada Fernando langsung tanpa basa basi saat panggilan tersebut sudah di jawab.


“Zel, maaf ya tadi aku ada urusan dulu. Ini aku mau otw,” ucap Fernando yang membuat Hazel berusaha untuk menahan kekesalannya. Ia paling tidak suka dengan orang yang tidak bisa menepati ucapannya dan tak bisa tepat waktu. Hazel begitu benci harus menunggu.


“Ok deh, gue masuk duluan aja ya. Lo mau pesan apa? Biar sekalian gue pesen,” ucap Hazel pada Fernando. Tentu ia tak mungkin tak memesan apapun saat menunggu laki-laki tersebut. Dan tak mungkin ia hanya memesan makanannya saja. Hazel adalah orang yang tak enakan.

__ADS_1


“Samain aja,” ucap Fernando yang Hazel balas dengan anggukan.


“Ok deh,” ucap Hazel yang setelahnya segera menutup panggilan tersebut tanpa mengucapkan salam ataupun kalimat penutup. Memang begitu cuek dan minim akhlak.


Setelah nya kini Hazel dengan segera memasuki cafe tersebut lalu segera menuju ke arah tempat memesan. Dan karena memang peraturan cafe tersebut harus bayar lebih dulu jadi Hazel lah yang kini membayar makanan mereka.


First impression yang buruk bagi Hazel untuk Fernando. Hazel adalah orang yang gampang ilfeel dan sekarang ia sudah mulai sedikit ilfeel pada laki-laki tersebut.


Setelah memesan makanannya Hazel dengan segera mencari meja. Sambil menunggu Hazel memutuskan untuk memainkan ponselnya sambil mengirim pesan di grup teman-temannya.


Petinggi Jomblo


Kalian tau gak sih dia gak tepat waktu banget


Bilangnya di suruh ngabarin 20 menit sebelum gue balik ngampus


Udah dihubungi eh tetep ngaret juga


Lyly-put


Terus sekarang kamu masih nunggu?


Nira-rojonggrang


Iya lah masih nunggu.


Gemes banget gue kalau sama orang gak on time tuh


Emang kagak bener ini mah.


Nira-rojonggrang


Sok banget bilang gitu padahal dia sering banget ngaret


Lyly-put


2 in


Hazel yang membaca pesan tersebut hanya tertawa. Hazel memang kadang suka ngaret bahkan ia sering ngaret selama satu jam. Namun hal itu ia lakukan jika ada janji bersama sahabatnya itu saja, jika bukan mereka Hazel selalu ontime.


Setelahnya Hazel tak lagi membaca pesan tersebut hingga ia merasakan seseorang yang duduk di depannya yang tak lain adalah Fernando yang kini baru saja datang dengan senyumannya. Kesal? Jelas. Bahkan setelah datang terlambat ia masih bisa tersenyum tanpa rasa bersalah.


“Maaf ya telat,” ucap Fernando yang Hazel balas dengan anggukan.

__ADS_1


“Santai aja,” ucap Hazel yang setelahnya tak lagi memulai pembicaraan. Jika bersama dengan orang baru Hazel memang tidak pandai membuka pembicaraan. Ia juga begitu pendiam dan terkesan cuek saat bersama dengan orang baru.


“Gimana kuliah nya?” tanya Fernando yang akhirnya membuka pembicaraan lebih dulu.


“Baik,” jawab Hazel singkat yang hanya laki-laki tersebut balas dengan anggukan.


Hingga tak lama pesanan mereka akhirnya datang juga. Mereka makan dalam diam. Benar-benar hening karena tak ada yang memulai pembicaraan. Keadaan begitu canggung dan kaku. Berbeda dengan Akasa yang bisa langsung mencairkan suasana saat mereka pertama kali bertemu. Fernando justru hanya diam saja begitu canggung.


Hazel rasanya ingin cepat-cepat terbebas dari keadaan canggung ini.


“Eh makananya udah bayar ya?” tanya Fernando yang akhirnya membuka pembicaraan lagi setelah mereka hanya diam saja sedari tadi.


“Udah, kan emang harus bayar dulu. Emang gak pernah makan disini?” tanya Hazel pada Fernando dengan menaikkan sebelah alisnya bingung. Pasalnya ini adalah cafe yang tengah hits.


“Pernah tapi waktu itu sama temen dan dia yang bayar,” ucap Fernando yang malah membuat Hazel diam-diam meringis mendengarnya.


“Udah kan? Balik yuk. Gue ada urusan soalnya,” ucap Hazel dengan alibinya yang sebenarnya hanya ingin menghindar saja.


“Makannya berapa?” tanya Fernando yang Hazel balas dengan gelenan.


“Udah biar aja,” ucap Hazel acuh. Pasalnya Hazel bukanlah orang yang perhitungan dan suka pake kalkulator jika sedang makan dengan temannya dan harus ia yang membayarnya.


Fernando hanya menganggukkan kepalanya. Lalu segera nya mereka memilih untuk segera pergi. Meskipun kini rasanya jari Hazel sudah siap untuk membuat laporan di grup sahabatnya tersebut. Saat Hazel baru saja keluar dari cafe. Suara seseorang yang memanggilnya menghentikan langkah wanita tersebut.


“Hazel”


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.


__ADS_1


__ADS_2