Anyelir

Anyelir
Daphne Odora


__ADS_3

Fyi "Daphne odora memiliki arti lukisan lily"


***


Tawa Hazel sedari tadi tak ada hentinya. Gadis tersebut masih saja heboh dengan tayangan ponsel di depannya tanpa mempedulikan sekitar yang padahal tengah ramai. Kini Hazel tengah berada di cafe bersama dengan Akasa yang kali ini menemaninya.


“Nonton apa sih seru banget?” tanya Akasa yang kini sudah menggeser kursinya untuk duduk di samping Hazel yang kini mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah Hazel.


“Ini tuh kek acara kencan gitu, tapi bagus tau. Aku bener-bener di bikin baper sama Egeon. Kelihatan pemain tapi servicenya bikin melting,” ucap Hazel dengan senyumannya menjelaskan pada Akasa yang menjawabnya dengan anggukan.


"Nanti aku nonton deh," ucap Akasa yang kini sontak membuat Hazel mengerutkan keningnya sambil menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Tumben?" Tanya Hazel. Karena memang tak biasanya Akasa akan menonton hal yang berbau Korea apa lagi ini termasuk romance bukan action.


"Buat belajar, biar kamu melting nya ke aku aja. Gantengan aku ini timbang di ogon ogon itu," ucap Akasa dengan begitu percaya dirinya yang malah membuat Hazel kini menganga mendengar ucapan laki-laki tersebut.


Bahkan kini akhirnya Hazel meledakkan tawanya. Akasa memang begitu percaya diri. Namun saat mengingat panggilan Akasa yang salah memanggil Egeon malah membuatnya kesal laku memukul pundak Akasa keras.


"Egeon, Akasa. Bukan Ogon-ogon," ucap Hazel kesal sambil memukuli Akasa yang kini malah tertawa.


"Udah percaya diri sama tampang tapi nyebut nama aja masih salah," ucap Hazel dengan dengusan kesalnya.


Ia tidak terima jika sampai idola nya di hina oleh laki-laki di sampingnya tersebut.


"Iya, ogon ogon kan?" Tanya Akasa dengan tawanya yang memang sengaja tengah menggoda Hazel.


"Ngeselin lo ya. Demen banget ngajakin ribut," kesal Hazel sambil menatap tajam pada Akasa yang masih saja tertawa karena berhasil menggoda Hazel juga membuatnya kesal.


"Pis deh becanda doang," ucap Akasa yang akhirnya memilih mengalah. Karena ia tahu jika dilanjutkan yang ada mereka akan bertengkar beneran.


"Gue lagi pms jangan ngajak ribut lo, gue tenggelamin  lo," marah Hazel sambil menunjuk wajah Akasa yang kini masih saja tertawa.

__ADS_1


Akasa akhirnya memilih mengalah karena tahu jika Hazel tengah PMS gadis tersebut begitu sensitif dan di hari pertama sampai keempat gadis tersebut akan terus mengelus jika perut dan pinggang nya sakit.


Akasa akan datang dengan berbagai obat juga makanan untuk gadis tersebut. Benar-benar memberikan perhatian lebih pada Hazel. Lalu jika begini bagaimana ia bisa untuk melepaskan laki-laki tersebut?


|”Ok ok\,” ucap Akasa yang akhirnya mengalah dan lebih memilih membiarkan Hazel melakukan apa yang gadis tersebut suka. Sedangkan Akasa kini tengah memainkan game di ponselnya.


“Woy lah ini si Luna kek jadi begini? Weh di kasih yang ganteng dan perhatian malah ambil yang modelan begini,” ucap Hazel yang kini sudah marah-marah melihat apa yang tengah di tayangkan di depannya. Akasa yang berada di samping Hazel cukup terkejut mendengar pekikan Hazel.


“Setan, sialan. Egeon lo ngapain sama dia. Woy,” teriakan Hazel kembali menggelegar kini bahkan seisi cafe tersebut menoleh ke arah Hazel dengan tatapan anehnya. Hazel memang tidak punya malu lagi jika sudah berkaitan dengan tayangan ataupun apa yang dibacanya Hazel memang melupakan segalanya.


“Malu Zel, apa sih teriak-teriak?” tanya Akasa sambil mengusap wajahnya karena terlalu malu dengan tingkah gadis yang dicintainya tersebut. Akasa segera menarik tangan Hazel agar gadis tersebut segera duduk di tempatnya lagi. Hazel melihat ke sekitar lalu menyengir karena merasa malu sudah menjadi pusat perhatian.


“Hehe sorry ini lagian ngeselin. Masak couple yang gue dukung udah gak bareng lagi,” ucap Hazel sambil mengerucutkan bibirnya kesal. Akasa yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya. Ia tak mengerti lagi harus berkata apa. Hazel dengan Oppa Oppa nya tersebut memang kadang membuatnya frustasi.


“Balik aja yuk,” ajak Akasa yang Hazel balas dengan anggukan.


Namun baru saja mereka akan pergi tiba-tiba saja ada seorang gadi yang kini menghampiri mereka dengan senyuman mengembangnya.


"Sayang?" Tanya Hazel menaikkan sebelah alisnya bingung. Hazel menatap Akasa yang kini terlihat menegang lalu menatap gadis yang kini menatapnya penuh tanya tersebut.


Hazel mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Senyuman kini terbit di wajah cantik gadis tersebut. Gadis dengan pakaian yang begitu seksi tersebut menyambut uluran tangan Hazel.


"Hazel, sahabatnya Akasa," ucap Hazel dengan senyumannya menampilkan lesung pipinya. Senyuman yang terlihat tulus namun nyatanya untuk menutupi amarah, kecewa, juta terluka.


"Nema pacarnya Akasa," ucap gadis tersebut yang Hazel balas dengan anggukan. Hazel menyugar rambutnya ke belakang. Tersenyum sinis saat menundukkan kepalanya.


"Kalian mau bareng aja? Gue mau balik soalnya. Btw gue duluan ya," ucap Hazel yang setelahnya segera pergi dari sana namun akasa lebih dulu menahan tangan gadis tersebut.


"Aku anter," ucap Akasa namun Hazel segera menepisnya. Tatapan tajam yang menyiratkan kekecewaan terlihat mata gadis tersebut namun dengan pandainya Hazel menutupi nya dengan senyumannya.


"Gak usah kali, lo juga sama pacar lo kan. Gue balik sendiri aja," ucap Hazel tegas. Dari cara bicara Hazel yang sudah memakai Lo-Gue Akasa tahu, Hazel kini kembali membangun benteng pembatas untuk ya lagi.

__ADS_1


Hazel setelahnya langsung keluar dari cafe tersebut dengan perasaan kesalnya. Berbeda dengan Akasa yang kini mengusap wajahnya kasar.


"Sial," ucap Akasa frustasi. Nema bisa melihat bagaimana Akasa yang terlihat begitu frustasi tersebut. Nema tahu ada yang lebih dari persahabatan di antara Akasa dan Hazel.


"Dia orang Jakarta? Dia bener sahabat kamu?" Tanya Nema yang membuat Akasa menatap Nema dengan tajam dan kasar. Wanita tersebut memang kekasih Akasa namun akasa hanya menjadikannya bahan taruhan.  Gila memang, namun ia tak tahu jika akhirnya akan seperti ini. Padahal ia akan memutuskan gadis tersebut beberapa hari lagi.


"Aku balik duluan, kamu pulang sendiri aja," ucap Akasa tegas lalu setelahnya segera pergi dari sana.


Sedangkan Hazel kini berjalan di trotoar jalan dengan perasaan kesalnya. Ia tak percaya akan kembali di bohongi dan di khianati.


Hazel berjalan sambil menendang kerikil yang berada di jalan hingga sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya. Hazel segera menoleh dan sontak dibuat terkejut saat melihat siapa yang kini berada di mobil sambil menatap datar tersebut.


"Sial, bisa nya semesta kompak banget buat gue ada di masalah begini"


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.


__ADS_1


__ADS_2