Anyelir

Anyelir
Coreopsis


__ADS_3

Fyi "Coreopsis memiliki arti selalu bahagia"


***


“Kamu di mana? Temui aku sekarang, ada yang mau aku omongin,” ucapan tegas dari Hazel melalui sambungan telepon tersebut membuat Akasa yang kini baru saja keluar dari kelasnya bersama sahabatnya sontak mengerutkan keningnya bingung.


Ia tak tahu apa yang terjadi pada Hazel namun ia tahu jika ada yang salah di sini. Akasa jadi khawatir jika semua ini adalah akibat dari Selin yang menghubungi dan mengganggu Hazel. Jika saja semua itu benar, ia akan membuat perhitungan untuk wanita tersebut yang sudah berani mengganggu Hazel dan membuatnya berada dalam masalah.


“Kenapa sayang? Aku lagi di kampus,” ucap Akasa dengan nadanya yang tetap lembut. Tak berubah Akasa selalu berkata dengan lembut padanya dan tak pernah untuk membentak nya ataupun menggunakan nada tinggi saat bersama dengannya.


Hazel selalu di buat luluh oleh laki-laki tersebut yang benar-benar menjaga dan memperlakukannya dengan baik. Lalu bagaimana bisa ia menuruti permintaan kakaknya untuk menjauhi Akasa? Hazel tak akan bisa.


“Aku kirim alamatnya, dateng sekarang,” tegas Hazel yang tak menerima penolakan. Tanpa menunggu jawaban dari laki-laki tersebut Hazel segera mematikan sambungan teleponnya.


“Aku duluan ya,” pamit Akasa pada sahabatnya tersebut. Setelahnya ia segera pergi menuju motor nya berada untuk segera menemui Hazel, ia begitu khawatir dengan gadis tersebut.


Selama di perjalanan Akasa terus saja memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi, lak-laki tersebut terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang cukup ramai.


Setelah sampai di tempat yang Hazel maksud Akasa segera menghentikan laju motornya hingga keningnya di buat mengerut bingung saat melihat kini ia sudah berada di sebuah danau yang berada di Surabaya.


Akasa semakin di buat bingung untuk apa Hazel mengajaknya untuk ke Danau ini. Akasa melihat ke sekitar, namun terlihat begitu sepi. Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon Hazel dan menanyakan kemana gadis tersebut pergi.


Baru saja Akasa akan menelepon gadis tersebut namun tiba-tiba saja terdengar suara yang menyanyikan lagu Birthday.


Akasa tersenyum dengan begitu lebar saat melihat Hazel juga keluarga nya serta teman-temannya kini berjalan ke arahnya, dengan Hazel yang membawa kue ulang tahun sambil tersenyum dengan begitu lebarnya pada Akasa.


Bahagia? Tentu saja. Ia yang awalnya mengira jika Hazel memiliki sesuatu yang akan ia sampaikan ternyata di luar dugaan ternyata gadis tersebut mempersiapkan ulang tahunnya.


Rencananya dengan Rima memanglah merayakan ulang tahun Akasa. Hazel berjalan mendekat ke arah Akasa sambil menyodorkan kue yang gadis tersebut bawa.


"Tiup lilinnya dong," ucap Hazel pada Akasa yang kini malah tertawa mendengar ucapan gadis tersebut. Namun akhirnya tetap saja akhirnya ia meniup lilin tersebut setelah memanjakan doanya.


"Makasih," ucap Akasa dengan senyuman tulisannya yang memperlihatkan lesung pipi nya yang terlihat jelas di wajah Akasa.


Akasa segera memeluk Hazel, menghiraukan semua orang yang berada di sana yang kini sudah bersorak melihatnya. Orang tua Akasa hanya menggeleng melihat tingkah anaknya tersebut.

__ADS_1


Selanjutnya mereka saling mengucapkan mengucapkan selamat pada Akasa secara bergantian.


***


"Psychopath Korea emang gak pernah gagal ya, muka malaikat hati iblis," ucap Hazel sambil melihat ke arah televisi di depannya yang kini sudah memperlihatkan salah satu drama baru tentang Psychopath yang membuat karya seni dari mayat yang ia bunuh.


"Bener sih, Psychopath Korea tuh Psychopath versi Novel tapi sedikit nyata," ucap Lyly menimpali.


Hazel kini tengah berada di kamarnya bersama dengan sahabatnya yang hari ini berniat untuk bermalam di rumah nya.


"Sayang nya sama-sama gak bisa di miliki, padahal aku kalo di kasih Psychopath tapi kayak mereka mau," ucap Nira dengan  tawanya yang membuat kedua sahabatnya mengangguk setuju.


Psychopath drakor memang Psychopath yang banyak diidamkan para wanita.


"Hazel, abang bawa makan buat Hazel," suara pintu dibuka menginstruksi mereka untuk melihat ke arah sumber suara yang ternyata kini Tara baru saja masuk ke kamar adiknya tersebut sambil membawa dua kotak pizza yang berada berada tangannya.


Kedua sahabat Hazel sudah senyum-senyum melihat kakak Hazel yang selalu berhasil menarik perhatian mereka. Selain tampa kakak Hazel memilih sikap yang begitu diidamkan banyak wanita. Dingin, cuek, datar, misterius namun jika sudah bersama dengan orang yang di sayang akan berubah begitu lembut.


Bahkan Lyly yang memang begitu pemilih juga begitu menyukai kakak sahabatnya tersebut.


"Kakak dari mana?" Tanya Hazel saat melihat kakak nya ternyata dari luar.


"Kakak tadi ada urusan di luar," ucap Tara yang Hazel balas dengan anggukan.


"Udah lama?" Tara sekedar menyapa sahabat adiknya tersebut yang memang sudah beberapa kali pernah ia temui. Karena memang mereka sering bermain di rumah Hazel ataupun menginap di sana.


"Udah kak, kebetulan besok libur jadi nginep sini," ucap Nira menjelaskan yang hanya Tara balas dengan anggukan.


"Kakak ke kamar dulu. Jangan tidur terlalu malam," pesan Tara sambil mengelus puncak kepala adiknya tersebut sayang yang hanya Hazel balas dengan anggukan dan senyuman.


Setelah Tara keluar dari kamarnya dan menutup kembali pintu kamar. Hazel segera berjalan ke arah sofa yang sudah di duduk oleh sahabatnya yang sedari tadi memang berada di sofa.


Hazel meletakkan makanan yang dibawanya ke atas meja yang kini sudah dipenuhi dengan sampah bekas makanan juga makanan ringan serta minuman kaleng juga air putih.


"Kamu gak bilang kalau kakak kamu dateng," ucap Nira pada Hazel yang kini tengah membuka Pizza yang kakaknya berikan.

__ADS_1


"Kalau nanti aku bilang kalian malah rajin ke sini," kelakar Hazel yang malah membuat sahabatnya tertawa mendengarnya.


"Emang bener sih," setuju Lyly yang di jawab anggukan oleh Nira.


Memangnya siapa yang akan menyia nyiakan kesempatan untuk berada di dekat ciptaan tuhan yang begitu indah tersebut.


"Kapan dateng nya Zel?" Tanya Lyly yang kini sudah begitu antusias bertanya tentang Tara.


"Kemarin," ucap Hazel yang kini mulutnya sudah penuh dengan makanan.


"Makin cakep aja calon imam aku," ucap Nira dengan tawahya yang malah membuat Hazel berjalan ke arah Nira lalu mengelus puncak sahabatnya tersebut.


"Bukan gimana Ra, gue lagi gak open rekrut calon kakak ipar dulu," ucap Hazel sambil memejamkan matanya dan menganggukkan kepala sedangkan Lyly sudah tertawa mendengarnya.


"Sialan lo," ucap Nira dengan senyumannya.


Nira jelas tak merasa tersinggung karena ia juga hanya menganggap Tara sebagai bahan halu nya saja juga idola yang tak bisa ia miliki padahal ia memiliki peluang karena Hazel adalah sahabatnya. Namun ia cukup menghargai sahabatnya tersebut.


Mereka terus saja bercanda dan tertawa bersama sambil menonton drama di depan mereka.


****


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.

__ADS_1



__ADS_2