Anyelir

Anyelir
Gagal


__ADS_3

Pernikahan Rachel dan Davie dilaksanakan secara sederhana, siang ini mereka sah sebagai suami istri.


Perkawinan mereka hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat, bahkan Pak Joko tak peduli dengan menantunya itu.


Dari awal dia sudah tidak respek dengan Davie. Rachel memang tidak cerita pada papa-nya siapa Davie, tapi Pak Joko punya anak buah yang bisa ia perintah untuk menyelidiki latar belakang Davie.


Dari situ dia tahu siapa Davie, sebelum pernikahan Pak Joko sudah mengingatkan Davie supaya tidak macam-macam dengan Rachel.


" Aku tahu siapa kamu, walaupun Rachel tidak cerita laki-laki macam apa yang akan ia nikahi, kamu jangan macam-macam dengan aku, aku tidak akan membiarkan cerita miring tentang kamu setelah jadi mantu jadi-jadianku, uang tidak sedikit yang diberikan Rachel sama kamu, ngerti nggak ??!!"


" Ya, saya paham pa".


" Jangan panggil aku pa, jijik aku dengarnya"


Davie diam saja, nyalinya ciut berhadapan dengan Pak Joko yang didampingi oleh pria-pria bertubuh gempal.


" Baik Om".


" Masa lalumu aku tidak peduli, kamu mau cari *****, silahkan, tapi jangan lagi berhubungan dengan perempuan-perempuan langgananmu lagi, ngerti kamu ?!"


" Baik Om".


" Kalau sampai aku dengar kamu masih berhubungan dengan mereka, akan aku cincang tubuh kamu!!"


Davie bergidik mendengar apa yang dikatakan oleh papa Rachel, Davie percaya, papa Rachel bisa melakukan apapun padanya, Sedangkan dalam surat kontrak dia sudah menambahkan klausul, apabila Rachel tidak mau melayaninya sebagai istri, ia boleh bercinta dengan perempuan-perempuan yang selama ini menghidupinya.


Dan Rachel menyetujuinya.


Secara hukum persyaratan yang tertuang dalam surat sudah kuat, tapi Pak Joko pasti tidak perduli dengan surat, seakurat apapun itu.


Menurutnya uang lebih berkuasa dari apapun di muka bumi ini.


Dan sekarang ia sedang berada di dalam kamar Rachel, kamar pengantinya, malam pertama bersama dengan orang yang sama brengseknya dengan dia.


Davie tersenyum kecut, lihatlah apa yang pernah aku baca ternyata ada benarnya juga.


pezinah pasti berjodoh dengan pezinah juga.


Davie memandang sekeliling kamar Rachel, bagus seperti kamar-kamar anak pemilik perusahaan lainnya, berkelas.


Ia berfikir ini malam pertama, maukah Rachel bercinta denganya malam ini.


Kalau tidak, celakalah dia, dia harus mencari perempuan yang bisa memenuhi hasrat birahinya yang sedang naik. Tapi di malam pertama mungkinkah? Apa pandangan orang di rumah ini ?


Tok tok tok


" Tuan ditunggu keluarga untuk makan malam"

__ADS_1


" Baik mbak"


Davie marapikan pakaianya, dia menuju ke bawah.


Ternyata keluarga sufah berkumpul di meja makan, kelihatanya merwka hanya menunggu Davie.


Bu Wulan yang terlebih dulu menyapa Davie,


" Sini Vie, kita makan malam bersama"


Meja makan yang berjumlah dua belas itu hanya digunakan tiga orang saja, dan sekarang tambah dia, luar biasa, aku harus bisa meraih hati mereka, pikir Davie.


" Ya ma, makasih"


Sementara Pak Joko dan Rachel sama sekali tidak memandang Davie.


Di meja makan tampak mereka sangat canggung dan kaku, apabila Bu Wulan orangnya tidak luwes, pasti ruang makan jadi tidak ada suara.


Setelah selesai makan, Bu Wulan mengajak Davie untuk ngobrol di pinggir kolam renang.


Sementara Oak Joko menyibukkan diri di ruang kerjanya.


Rachel masuk ke kamarnya lebih awal.


Bu Wulan tahu bahwa menantunya ini tidak diterima oleh anak dan suaminya, tapi beliau kasihan apabila di rumah ini Davie tidak diacuhkan.


Pada dasarnya, Pak Joko dan Rachel memang tidak menceritakan siapa Davie sebenarnya pada Bu Wulan, sedang Bu Wulan berfikirnya bahwa Davie adalah suami bayaran yang tugasnya untuk menutupi kahamilan Rachel supaya keluarga itu tidak malu.


Bu Wulan mempersilahkan Davie untuk istirahat.


Davie pandai bergaul, sebelum ia masuk ke kamar, terlebih dulu, ia menyapa asisten rumah tangga dan tukang beserta sopir yang ditempatkan di ruang belakang.


Disana mereka juga disediakan televisi, jadi saat istirahat seperti ini mereka berkumpul disana.


" Hallooo semua apa kabar ?"


Semua yang ada disana tampak terkejut dan tergopoh mendekati menantu tuanya.


" Mas Davie, ada yang dibutuhkan?"


" Oh tidak, saya cuma mau nyapa saja, lagi nonton apa ini ?"


" Ini mas, buat ngisi waktu luang, jadi ya kita biasa ngumpul disini, nonton tipi, biasanya kami nontonya terserah yang perempuan, kita mah ngikut aja daripada berisik" Jawab Pak Parjo yang nerupakan tukang membersihkan lingkungan rumah atau tukang kebun.


Davie tertawa


" Mari mas, masuk ", Mas Subur sopir Pak Joko.

__ADS_1


" Besok saja mas, saya mau istirahat, yang penting sudah menyapa semua".


" Oh ya mas, silahkan mas"


"Mari semua"


" Silahkan Mas Davie ".


Saat Davie sudah pergi, mereka membicarakanya, selain Bu Wulan, Davie merupakan salah satu anggota keluarga yang menyenangkan.


Davie melangkah menuju kamar pengantinnya.


Ia ragu-ragu saat akan masuk kamar, tapi masak iya pengantin malam pertama harus tidur terpisah.


Davie nylonong masuk ke kamar, tak ada Rachel. Dari kamar mansi terdengar gemericik air.


Davie mengganti pakaianya dengan celana pendek dan kaos street yang mencetak dadanya yang six pack, sia merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dengan menggunakan tangan sebagai bantal sambil memperhatikan kamar mandi, siapa tahu Rachel keluar dari sana.


Tak lama kemudian Rachel keluar dari kamar mandi, dengan mengenakan celana pendek di bawah pantat dan kaos oblong.


Melihat itu Davie tersenyum nakal


" Malam pertama kita Chel, mau model seperti apa ? aku jabanin".


Rachel memandang Davie. Davie tampak sexy dengan pakaian seperti itu.


" Jangan mimpi kamu, kita tidur sendiri- sendiri, kamu bisa tidur di sofa".


" Jangan gitu Chel, ini kasur kan lebar masa iya suamimu kamu suruh untuk tidur sendiri di sofa, ini malam pertama kita looo".


" Udah jangan banyak ngomong, kalau mau tidur ya tidur saja, sana ke sofa".


" Tega kamu Chel"


Rachel diam saja, Dia mengambil selimut dari lemarinya, dan menyerahkan pada Davie.


" Silahkan tidur di sofa".


" Dalam surat kontrak nggak ada tertera aku tidur di sofa".


"Bodo amat, sana tidur sofa".


Davie menarik nafas panjang, ia mengambil bantal, guling dan selimut, pindah ke sofa.


Kamar yang full ac kayak gini enaknya buat ehem ehem, tapi ternyata malam pertama Davie saat ini gagal total, ternyata ekspektasiku terlalu tinggi.


Davie merebahkan dirinya di sofa yang terlalu kecil untuknya, beberapa kali ia harus membolak-balikkan tubuhnya untuk mencari posisi yang nyaman.

__ADS_1


Sementara di ranjang, Rachel terlihat sudah tertidur pulas.


Davie mengumpat dalam hati, ia tak bisa berbuat apa-apa, sementara yuniornya meronta-ronta.


__ADS_2