
Hari yang ditentukan telah tiba, Rico menjemput Anya di rumahnya, tak terlihat rasa khawatir di wajah Anya, bahkan dia tampak bahagia, begitu juga dengan Rico.
Mereka berencana pergi liburan ke Lembang, Selama di perjalanan mereka tampak berbincang dengan santai.
Mereka saling menanyakan kegiatan masing-masing saat akhir pekan.
Sampai tanpa sadar Anya tertidur, Berkali-kali Rico melihat ke arah Anya takut apabila Anya kedinginan.
Rico melihat Anya tampak begitu cantik dalam tidurnya, bibinya yang mungil, matanya yang lebar dan hidungnya yang bangir membuat Anya terlihat seperti artis India.
Rico tampak tersenyum, menyenyumi dirinya sendiri. Seperti inilah bila pria jatuh hati. Tak tampak keburukan Anya sedikitpun dimatanya.
sebelah tanganya menggengam tangan Anya ada rasa nyaman mengalir di dalam dadanya, dia ambil tangan Anya untuk diciumnya.
Gerakan itu membuat Anya terbangun. Ia bingung sejenak dan baru sadar bahwa ia sedang melakukan perjalanan ke Lembang dengan Rico.
Anya tersenyum sambil menahan kantuk melihat bahagia ada di mata Rico. Kegiatan Rico mencium tangan Anya belum berhenti, sampai Anya ikut menirukan mencium tangan Rico.
Mereka tampak seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu dan tampak bahagia.
"Enak tidurmu Nya. kamu lelap sekali, capek ya?"
" hehem..... Sampai dimana kita?"
"Sudah hampir sampai, tuh lihat, kita sudah berada di dataran tinggi kan?"
"Mau langsung ke Villa, atau makan dulu, Mbok Kani, pelayan yang biasa bikinin kita makanan sudah aku undang ke rumah".
"Ya udah, kita langsung ke villa aja".
Sampai di villa, mbok Kani sudah bikin masakan kesukaan Rico, yaitu ikan mas goreng, sambal belacan dan daun ketela rebus. Tak lupa berbagai macam lalapan dan sayur lainya.
Mbok Kani dan Pak Cecep memang ditugaskan untuk membersihkan dan menjaga villa, anaknya Kang Aip ditugaskan untuk merawat berbagai jenis tanaman. Bu Broto sangat menyukai keindahan, di sekitaran villa banyak ditanam berbagai jenis bunga-bunga.
" Aiiih kasep parantos sumping", sambut Mbo Kani dengan bahagia.
"Ini siapa, deeen cantik bener... " disambung pertanyaan lain oleh mbok Kani sambil mengambil tas yang dipegang Anya.
__ADS_1
Rico hanya tersenyum, dan mengajak Aip untuk membawakan tas pakaian yang diletakkan dibagasi.
Anya menjabat tangan mbok Kani, dan memeluknya sebentar.
"Saya Anya mbok"
"Neng Anya pacarnya Den Rico ya?"
Anya hanya tersenyum mendengar pertanyaan Mbok Kani. Mbok Kani langsung menyeret Anya menuju ke ruang makan.
"Langsung makan aja Neng, sambil nunggu Den Rico, Den Rico kalau kesini kalau nggak sama keluarga ya sama teman-temanya, tapi biasanya ngga ada yang cewek.... "
Sebelum melanjutkan bicaranya, Pak Cecep sudah menegur Bu Kani dengan panggilan lembut.
"Ibu Aip, sudah sini bantu bapak ambil singkong di belakang".
"Eh ya maaf ya neng, ibu mau bantu bapak dulu"
Anya mengedarkan pandanganya pada villa keluarga Rico yang tampak besar dan megah.
Villa dengan bentuk U ini dilengkapi dengan kolam renang di halaman belakang.
Setiap kamar memiliki pandangan langsung ke taman belakang yang dibatasi dengan jendela kaca yang tinggi.
Ayah Rico sudah merencanakan saat pensiun tiba ia akan tinggal disini.
Saat Anya melihat-lihat halaman belakang, ada Rico yang menyusulnya dari depan.
Rico langsung memeluk Anya dari belakang.
" Kamu suka Nya ?"
"Ya, aku suka, tamannya asri, Pak Rico mau renang", Rico tidak menjawab pertanyaan Anya. Ia membalikkan tubuh Anya supaya menghadapnya.
Rico langsung..... bibir Anya dengan mesra. Awalnya Anya kaget, tapi tak lama dia sudah mengalungkan tanganya ke leher belakang Rico dan menyambut .... di bibirnya dengan lembut.
Mereka saling tatap penuh cinta. Rico menggandeng Anya untuk diajak makan.
__ADS_1
"Yuk makan dulu, nanti aku tunjukkan ruangan-ruangan yang ada dalam rumah".
Anya mengangguk dan mengikuti Rico, untuk makan bersama.
Mereka makan sambil bercznda, Anya dan Rico terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka berdua.
Di rumah Rico di Jakarta, Rachel sedang berkunjung, ia ngobrol dengan Bu Broto.
"Rico mana mah ?"
" Loh memang Rico tidak berpamitan sama kamu ? Dia kan ada di Pulau Lombok, melihat potensi wisata yang ada disana, kelihatanya dia mau beli hotel, kemaren mama sempat denger dia ngobrol sama papanya".
Rachel langsung waspada, jangan-jangan iRico kesana dengan perempuan binal itu. pikir Rachel.
" Mama tahu nggak alamat Rico beli hotel ?"
" Nanti aku tanyakan papanya, sebentar ya?"
Rachel beberapa kali menghubungi nomor ponsel Rico, tidak aktif.
Rico sebetulnya tidak bermaksud membohongi ibunya. Dia memang berencana melebarkan sayap bisnisnya ke Lombok, tapi bukan sekarang saatnya.
Dan apabila dia bicara jujur sama mamanya dia yakin, Rachel menanyakan keberadaanya, dia akan menyusul.
Seperti saat ini, Rachel bermaksud menyusul Rico ke Pulau Lombok.
Bu Broto keluar bersamaan dengan Pak Broto.
" Gimana Chel, kamu mau nyusul Rico ke Lombok?"
" Ya Pah, masak week end aku ditinggal sendiri di Jakarta".
" Tapi ini kan urusan kerjaan Rachel, nanti kalai kamu ditinggal-tinggal gimana?".
"Nggak pa pa Pah, yang penting aku deket sama Rico".
"Oke, terserah kamu".
__ADS_1
Papa Rico memberikan secarik kertas yang sudah tertulis alamat.
Sore itu juga Rachel berangkat ke Pulau Lombok menuju ke alamat yang tertera dalam tulisan Pak Broto.