Anyelir

Anyelir
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Perjalanan Briana untuk bertemu Rico dan wanita simpanannya terasa begitu lama.


Briana sudah ingin melabrak perempuan itu, sepanjang perjalanan dia sudah menyusun banyak rencana dengan Alin.


Mereka akan mengancam mempublish wajah Rico dan wanita tersebut sebagai ancaman, yang bertujuan untuk menakuti Rico.


Briana berfikir video itu nanti bisa digunakan untuk melawan Rico bila suatu saat ingin menceraikannya.


Briana tersenyum puas, setidaknya ia punya senjata yang akan melemahkan keinginan Rico menceraikannya.


Mendengar itu Mang Ujang yang merupakan sopir Rico berusaha mencari siasat supaya nanti kedua perempuan sesat ini tidak mengambil gambar boss-nya.


Bagaimanapun keluarga Pak Broto sangat baik memperlakukan semua pesuruhnya, dia nggak akan tinggal diam mengetahui boss-nya akan dipermalukan.


Sebetulnya Mang Ujang geram, tapi untuk sementara ia akan diam, sampai tiba saatnya ia bertindak.


Mobil sudah memasuki kawasan puncak, Mang Ujang berusaha mencari cara untuk mengulur waktu.


" Non, saya mau kr belakang sebentar, maaf".


" Kan sudah dekat Mang Ujang, nanti disana aja".


" Sudah nggak tahan Non".


Ia minggirkan mobil di salah satu warung yang menyediakan tempat untuk MCK, disana ia menghubungi Sutisna yang merupakan tukang kebun di villa itu.


" Tisna, kamu lagi di pilla ?"


" Ya Mang ada apa ?"


" Ini istri mudanya Pak Rico mau kesitu mau ngelabrak".


" Ngelabrak siapa Mang, Mbak Anya istri pertamanya?"


"Bukan, wanita yang bareng mas Rico".


" Wanita yang mana? mas Rico disini bareng mbak Anya, Mang, welaaah mas Rico mah orangnya nggak begitu Mang"


" Ooo Mbak Anya, ya udah biarin aja, nanti kan si borokokok Ini yang bakalan dimarahi mas Rico, ya udah kalau gitu".


Mang Ujang keluar warung sambi senyum-senyum.


Terang selera anjeun engkè


Mobil melaju kembali ke arah villa.


Sampai di halaman Villa, mereka tidak juga keluar,


" Mang, bener ini villanya", tanya Alin


" Ya Non, mangga atuh".


Mereka masuk menuju koridor, masuk dari tengah, Mang Tisna membuka pintu,


" Mana mas Rico ?"


" Dia ada di kamar Teh".


" Sama siapa dia di kamar ?!", Mang Tisna diam tak menjawab.

__ADS_1


" Mana kamarnya ?!, tunjukkan !"


Mang Tisna melihat ke arah Mang Ujang, Mang Ujang akan seperti apa endingnya, jadi ia menganggukkan kepala.


" Sini Teh"


Tanpa ba tanpa bu, Briana langsung berjalan ke arah kamar Rico, ia menyimpan kemarahan yang sangat dalam.


Sedang Alin, sudah menyiapkan ponselnya untuk merekam kejadian tersebut.


" Mana kamarnya ?"


" Ini Teh ".


Briana segera membuka pintu dan disusul oleh Alin yang mulai merekam peristiwa tersebut.


" Mas Rico !! apa-apaan !!!"


Di tempat tidur, tampak Rico tertidur sambil memeluk seorang wanita. Wajah wanita tersebut tertutup rambutnya, sehingga tidak jelas terlihat.


Dengan kemarahan yang memuncak Briana, menarik rambut Anya. Anya kaget dan menjerit kesakitan.


" Sayaaang tolong".


Rico bangun dengan serta merta, dia mendorong Briana dengan keras, sampai badannya limbung dan terjatuh menabrak pintu kamar mandi.


hal ini tidak dilewatkan oleh Alin untuk merekam kejadian tersebut.


Saat melihat siapa perempuan tersebut sekarang giliran Briana yang kaget, lututnya langsung lemas ia yang sebelumnya perkasa dengan kemarahannya, tiba-tiba jatuh terduduk begitu saja.


Mang Ujang segera merampas ponsel yang digunakan untuk merekam peristiwa tersebut dari tangan Alin.


" Apa-apaan ini, tindakan kampungan kalian, mau mempermalukan kami haaah ??!!"


Briana tak bisa berkata apa-apa, dia masih tak percaya, wanita yang sedang berada dalam pelukan suaminya adalah Anya, wanita yang selama ini sudah berhasil ia usir dari rumah.


Sementara Alin, berusaha merebut ponsel yang dipegang Mang Ujang.


" Sini Mang, apaan si si mamang".


" Tuh liat teman kamu, lagi ngapain".


Alin melihat ke arah Briana, ia kaget melihat Briana jatuh terduduk sambil memandang wanita yang bersama suaminya.


" Heh wanita murahan, gara-gara kamu, temanku jadi stress, kurang aj..." Sebetulnya Alin akan memukul Anya, tapi Rico lebih sigap memegang dan melemparkan tubuh Alin, sehingga Alin terpelanting jatuh terduduk.


Rico mengambil ponselnya, ia memutar video dari Zein, di kamar itu semua pesuruh berkumpul, sehingga mereka semua mendengarkan percakapan yang ada di video.


Setelah video selesai diputar, semua mata tertuju pada, Briana dan Alin.


Muka Briana dan Alin pucat, mereka tak bisa berkata apa-apa.


Bagaimana Rico bisa mendapatkan perbincangan mereka saat di cafe. Bagi Briana itu sudah skak mat, dia tak bisa melakukan apa-apa lagi. dia sudah mati langkah.


Rekaman hari ini yang sediannya akan ia gunakan sebagai senjata, akhirnya tidak ada gunanya lagi.


Briana menangis karena malu, sementara Anya hanya melihat dari sudut kamar, dia merasa ketakutan. Dia takut dipukul seperti saat Rachel memukulnya, ada kisah traumatis yang membuat Anya tidak berani mendekat.


Melihat itu Rico segera mendekati Anya, ia memeluk istrinya tercintanya. Ia cium kepala Anya, dan punggung Anya dielus-elus supaya lebih tenang.

__ADS_1


" Keluar kalian !!, Jika tidak keluar, saat ini juga aku akan hubungi polisi !!,


" Tapi ini istrimu Rico, kenapa kamu lebih membela wanita lain?!" teriak Alin marah.


" Ini istriku, istri pertamaku, sedang kamu dan teman kamu, adalah wanita-wanita bejat yang berusaha menjerat lelaki kaya untuk dijadikan suami. Pergi !! dan kamu Briana tunggu saja gugatan cerai dariku, kalau kamu tolak, rekaman ini bisa aku jadikan bukti, betapa busuknya kalian berdua !!"


Alin semakin pucat, ia segera membawa Briana untuk keluar dari villa tersebut.


" Ayo Briana, kita pergi, kita bisa dilaporkan polisi kalau tetap disini" bisik Alin ke telinga Briana.


Tiba-tiba perut Briana kontraksi,


" Aduh perutku, perutku ".


" Kenapa An, perutmu sakit, kamu mau melahirkan?"


" Iya, kayaknya, perutku sakit banget".


Anya hendak mendekat ke Briana. Rico hafal betul dengan perangai istrinya, yang gampang tersentuh hatinya.


Rico menahan tangan istrinya,


" Jangan biar aku hubungi ambulance".


Rico mengambil ponselnya, ia sama sekali tidak mendekati Briana.


Ia menyuruh Mang Ujang dan Tisna untuk membantu Briana.


" Angkat Mang, ke sofa depan!"


Briana menampik tangan kedua orang itu. Sebenarnya ia berharap dibantu oleh Rico, tapi ia jengkel ternyata Rico mendekatpun tidak.


Alin yang akhirnya menuntun Briana.


"Ayo kita ke depan dulu"


Sekitar setengah jam kemudian ambulance datang, Anya sama sekali tidak boleh mendekat oleh Rico, dia tak mau istrinya yang baik hati ini dijahati kembali oleh perempuan-perempuan tak tahu malu itu.


Briana sibawa ambulance menuju rumah sakit terdekay dengan diantar Rico menggunakan mobil lain.


Ini sebetulnya bentuk tanggung jawab, walaupun yang dalam kandungan bukan anaknya, tapi ia masih berstatus suami Briana.


" Aku urus yang disini dulu sayang, kamu nggak usah kemana-mana, jangan mikirin apa-apa, kalau urusan disini dah selesai aku segera pulang".


Rico menghubungi Anya dari rumah sakit, tak lupa Rico juga menghubungi orang tua Briana.


Setelah orang tua Briana menyanggupi akan datang saat itu juga, Rico langsung meluncur pulang.


Briana akhirnya melahirkan hanya ditunggu oleh sekutunya, Alin.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Pasti sudah tersenyum legaaa ini kaka-kakakku terzheyeeenk


Yuk kasih masukan lagi, lewat koment, like n vote


lanjutanya besok lagi yaaaa...


Biarkan hari ini Author santuy-santuy sejenak, ngopi-ngopi 😏😏😏🍡🍩

__ADS_1


Sarang ❀❀


__ADS_2