
Kebahagiaan seluruh keluarga sampai juga di rumah, Anyelir mereka bersama-sama makan di luar, sebagai rasa syukur karena Anyelir sudah pulang ke rumah.
Papa dan mama mertua Anya semakin menyayangi Anya, ibu Anya akhirnya pulang ke Indonesia untuk menunggu kelahiran cucunya.
Akhirnya, hari kelahiran itu tiba, Anya dibawa ke rumah sakit.
Menurut dokter Anyelir bisa melahirkan s4cara normal. Sungguh kuasa Tuhan, Anyelir yang awalnya memiliki rahim yang tipis ia bisa melahirkan secara normal
Bayi cakep itu akhirnya lahir juga, Rico menemani selama proses kelahiran di ruang melahirkan.
Ia selalu menguatkan Anya supaya Anya bisa melahirkan dengan selamat.
Sementara di ruang tunggu kedua mertua dan ibu Anya menunggu sampai persalinan selesai.
Semua menyambut gembira kelahiran baby Al mereka menyebutnya.
Dengan bobot empat kilo, baby Al termasuk berukuran besar.
Selama ini Anya selalu menjaga asupan gizi putra yang dikandungnya dengan benar, sehingga Baby Al lahir dengan sehat.
Tiga tahun telah berlalu Baby Al tumbuh dengan sehat dan cerdas serta dicintai oleh orang-orang yang mengelilinginya.
Tidak heran apabila kecintaanya pada dunia luar tumbuh sangat subur.
Anya selalu mengajarkan kebaikan pada putra semata wayangnya.
Dia mencintai Baby Al dengan caranya, Limpahan kasih sayang tak kurang dari keluarga ini untuk Baby Al. Sayang sekaligus tegas bila Baby Al membuat kesalahan dia akan mendapat hukuman sesuai usianya.
Tahun ini, keluarga ini berencana untuk keliling Eropa, tentu saja Baby Al ikut serta.
" Aku ingin Baby Al punya adik" Bisik Rico di telinga Anya.
" Baby Al kan masih kecil sayang..."
__ADS_1
" Nggak pa pa, biar jarak mereka tidak terlalu jauh, lucu kali ya jika Al punya adik perempuan ", tanya Rico yang tidak meminta jawaban.
Anya hanya tertawa mendengar apa yang disampaikan oleh Rico, dia tahu betul kemana arah pembicaraan Rico.
Selama keliling Eropa Aldian Putra Rico tak pernah bersama kedua orang tuanya, mereka selalu bersama oma dan opanya.
Papa dan mama Broto juga sengaja membiarkan Rico dan Anya selalu berdua, supaya mereka segera mendapatkan cucu kembali, adik Aldian.
Sama seperti hari ini, Mama dan papa mengajak Aldian untuk bermain sky di pegunungan Alpen, tepatnya di danau Sant Moritz. Sementara Rico dan Anya tetap dibiarkan berada di hotel, rencananya mereka akan menyusul kemudian.
Rico mencium bibir Anya dengan lembut, turun ke bawah ke leher jenjang Anya, sampai di .... .... Anya, Rico bermain-main disana.
Mereka menginginkan putri cantik, sebagai teman untuk Aldian.
Rico menuntaskan permainan dengan wajah yang puas, begitu juga dengan Anya.
Rico memeluk Anya, ia mencium rambut istri tercintanya.
Rico tak berhenti meminta Anya untuk bercinta lagi,
Anya tersenyum dan menjawab,
" Satu kali lagi, setelahnya kita menyusul Aldian oke?"
Rico menganggukkan kepalanya dengan cepat dan berkali-kali.
Seperti anak kecil yang dituruti kemauanya.
Mereka, menyusul Aldian bersama Opa dan Omanya setelah matahari sampai di ubun-ubun.
Mama, papa, Rico, Anya beserta Aldian bermain sky,
Walaupun masih kecil Aldian cepat belajar, dia sudah pandai bermain sky, walaupun baru diajarkan oleh instruktur.
__ADS_1
Sementara Anya masih dalam tahap belajar dan berpegangan dengan Rico, sambil Rico berjalan mundur.
Mereka tampak sebagai keluarga bahagia dan harmonis.
Beberapa kali Anya dan Rico tertawa sebab beberapa kali juga mereka jatuh secara bersamaan.
Sesi terakhir mereka foto bersama yang dibantu oleh instruktur sky.
Gambaran lakon dalam cerita Anyelir
Anyelir
Rico
Baby Al
Terima kasih kesetiaan Readers dalam mengikuti cerita Anya.
Author nggak mau hidup mereka rumit kembali sehingga Author akhiri dengan happy Ending.
Tunggu cerita Author yang lain dengan judul NAMAKU GENDIS WILHELMINA
Terimakasih pada kaka yang menyempatkan diri meninggalkan jejak, yaitu like, koment dan vote, ada juga point, makasih, walaupun cerita Anyelir belum masuk peringkat atas, tapi semoga berkesan di hati para readers.
Terima kasih kaka sampai jumpa di cerita lainnya.
Saranghaeyo 😘😘😘😘❤❤❤
__ADS_1