Anyelir

Anyelir
Anemone


__ADS_3

Fyi "Anemone bunga ini memiliki arti cinta yang tidak luntur, kebenaran, ketulusan, antisipasi, menyerah, harapan yang pudar"


***


"Emang dasar tukang molor, padahal gue udah ambil penerbangan siang biar gak ganggu waktu tidur dia. Tapi ini tetap aja telat," gerutuan Hazel sedari tadi terus saja terdengar, merutuki Akasa yang tak kunjung menjemputnya. Sudah hampir setengah jam Hazel menunggu di bandara dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda jika Akasa akan datang.


“Awas aja lo kalau dateng, gue tuntut lo Akasa karena udah buat gue lama nunggu,” ucap Hazel dengan kekesalannya. Gadis tersebut kembali melihat jam yang melingkar di tangannya dan kini jam sudah menunjukkan pukul 11. 25 rasanya kini Hazel sudah begitu mengantuk.


“Udah lama nunggu?” suara laki-laki yang kini terdengar memburu tersebut masuk ke indra pendengaran Hazel.


Hazel yang awalnya menundukkan kepalanya kini sontak mendongak. Pandangannya langsung menajam saat melihat siapa yang kini berdiri di depannya dengan nafas yang memburu.


Hazel yang awalnya tengah duduk di kopernya sambil menunggu Akasa kini sontak berdiri dan mengulurkan tas nya untuk memukuli laki-laki di depannya tersebut.


“Dasar ya lo, gue udah nunggu setengah jam lebih. Kemana aja lo? Lo kira gak capek nunggu lo lama banget? Gue juga ngantuk, dan lo enak-enakan molor. Gue udah bilang jemput gue jam sebelas kurang lima belas menit tapi sampai jam setengah dua belas lo baru nongol? Emang kurang ajar lo Sa,” amukan dari Hazel dan diiringi diucapkan gadis tersebut yang tak ada putusnya membuat Akasa berusaha untuk melindungi dirinya dari serangan Hazel yang terus memberinya pukulan.


“Aduh iya iya maaf sayang, gak lagi-lagi deh. Udah ya jangan marah lagi,” ucap Akasa sambil memegangi tangan Hazel. Deru nafas Hazel kini memburu dengan kekesalannya pada Akasa yang sudah membuatnya menunggu begitu lama.


“Aku tadi ketiduran, maaf banget ya,” ucap Akasa dengan tatapan menyesalnya. Hazel mengatur nafasnya lalu berdecak kesal.


“Aku traktir makanan sepuasnya, aku temenin ke mall, aku temenin ke toko buku, dan aku temenin jalanan-jalan seharian mulai dari sekarang sampai besok gimana?” tanya Akasa menawarkan, berusaha membutuh Hazel agar tak lagi marah pada nya. Hazel berpikir sebentar sebelum akhirnya menjawabnya dengan anggukan setuju.


“Awas nanti banyak ngeluh nya,” ucap Hazel mengancam yang Akasa balas dengan anggukan dan senyuman.


“Nggak sayang,” ucap Akasa dengan lembutnya. Hazel sama sekali tidak risih bahkan tidak peduli dengan panggilan Akasa padanya karena memang laki-laki tersebut sering memanggilnya seperti itu jadi Hazel merasa sudah terbiasa dengan panggilan tersebut.


“Janji ya,” ucap Hazel sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Akasa tersenyum gemas melihat tingkah sahabatnya tersebut namun akhirnya ia tetap menjulurkan jari kelingkingnya dan menuatkannya.


“Iya janji,” ucap Akasa. Hazel menganggukkan kepalanya lalu menarik tangannya dari Akasa.


“Ayo aku antar pulang, nanti sore aku jemput. Sekarang kamu istirahat dulu,” ucap Akasa yang setelahnya merangkul pundak Hazel dan membantu membawa koper gadis tersebut menuju mobilnya kini terparkir.


“Aku habis ini mau ke bengkel, jadi kamu langsung istirahat aja ya,” ucap Akasa berpamitan pada Hazel. Hazel hanya menjawabnya dengan anggukan lalu segera masuk ke mobil Akasa.

__ADS_1


Di dalam mobil mereka saling terdiam karena Hazel yang biasanya begitu bawel kini hanya diam saja. Akasa menoleh sekilas ke arah sampingnya saat lampu menunjukkan warna merah. Senyuman laki-laki tersebut mengembang saat melihat Hazel yang ternyata kini sudah tertidur dengan pulasnya.


“Kamu pasti capek banget hm,” ucap Akasa sambil mengelus puncak kepala Hazel sayang. Tak dapat Akasa pungkiri Hazel mamang begitu cantik, bahkan saat sudah tertidur seperti sekarang, dengan mulut yang sedikit terbuka malah membuat Hazel terlihat menggemaskan.


“Imut banget sih, jadi pengen aku unyel-unyel,” ucap Akasa yang begitu gemas melihat Hazel yang tengah tertidur itu.


Setelahnya Akasa kembali fokus menyetir hingga tak lama mereka akhirnya sampai di depan rumah Hazel. Namun karena tak tega membangunkan gadis tersebut akhirnya Akasa memilih untuk tetap di mobil dan memainkan ponselnya.


Akasa juga akhirnya memberitahu temannya jika ia tak bisa untuk ke bengkel atau mungkin akan datang terlambat.


Hazel tidur terlalu pulas hingga Akasa tak ingin membangunkanna.


***


“Akasa kita sekarang ke mall aja ya sekalian ke toko buku, setelah itu makan. Jalan-jalannya besok,” ucap Hazel yang kini sudah berada di dalam mobil Akasa yang melaju dengan kecepatan sedangnya.


Sesuai yang telah mereka rencanakan, kini Hazel dan Akasa memutuskan untuk jalan-jalan. Mereka yang awalnya akan pergi sore namun akhirnya harus pergi setelah magrib karena Akasa yang ada urusan mendadak.


“Siap laksanakan Tuan putri,” ucap Akasa yang sudah berlaga menjadi kacung untuk Hazel.


“Ngapain? Mau liat saudara kamu?” tanya Akasa dengan begitu santainya yang sontak membuat Hazel memukul kepala laki-laki tersebut dengan tidak ber perasaannya.


“Sembarangan kalau bicara,” dengus Hazel kesal yang justru membuat Akasa tertawa. Memang hobby Akasa adalah membuat Hazel kesal dan menggoda gadis tersebut.


“Aku ada misi mempertemukan kembaran yang terpisah lama,” ucap Hazel dengan ekspresi seriusnya yang membuat Akasa menaikkan sebelah alisnya.


“Iya, kamu sendiri kan?” tanya Akasa yang masih setia ingin membuat Hazel kesal.


“Ngomong lagi, gue tabok lo,” ancam Hazel yang membuat tawa Akasa menggelegar.


“Iya engga, ok besok kita ke sana,” ucap Akasa akhirnya memilih mengalah. Senyuman Akasa terbit di wajah laki-laki tersebut lalu mengelus puncak kepala Hazel.


“Ini EXO kapan comeback nya? Aku kalo mereka konser pengen nonton langsung di Korea,” ucap Hazel dengan senyumannya yang mengembang. Kini gadis tersebut tengah menonton salah satu acara dari boyband korea kesayangannya itu.

__ADS_1


“Apa gantengnya sih dari mereka, apa lagi sih Chanyeol Chanyeol itu, gantengan aku ini,” ucap Akasa dengan begitu percaya dirinya. Hazel menoleh ke arah Akasa sekilas lalu bergidik ngeri mendengar ucapan Akasa.


Akasa memang tampan namun jelas jika dibandingkan dengan idolanya itu, oppa Korea jelas pemenangnya.


“Terlalu percaya diri itu gak baik,” ucap Akasa mengingatkan sambil menepuk puncak kepala Akasa mengingatkan laki-laki tersebut.


“Kan kamu sendiri yang ngomong, gak pede gak idup,” ucap Akasa menirukan ucapan Hazel yang sering kali gadis tersebut lontarkan saat Akasa mengatainya percaya diri.


“Ih gak boleh ikut-ikut,” ucap Hazel yang malah membuat Akasa tertawa mendengarnya.


“Emang udah hak paten nya?” tanya Akasa yang Hazel balas dengan anggukan.


“Abis ini aku daftarin untuk hak patennya,” ucap Hazel yang semakin membuat Akasa tertawa mendengarnya.


Selama di perjalanan mereka tak pernah kehabisan topik untuk terus mereka bahas membuat perjalanan mereka tak ada sepinya dan dipenuhi dengan canda tawa dari Akasa dan Hazel. Nyaman, kata itulah yang mereka rasakan saat ini.


Saling nyaman dengan kehadiran satu sama lain.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.

__ADS_1



__ADS_2