Anyelir

Anyelir
Spindle Tree


__ADS_3

Fyi "Spindle Tree bunga ini memiliki arti pesonamu terukir di hatiku"


***


“Akasa, Dek,” jawab Rima yang kali ini benar-benar membuat Hazel membeku mendengarnya. Hatinya kini seolah siap untuk menangis namun ia masih berusaha menahannya dan menggantinya dengan sebuah senyuman.


“Wah, Akasa mau tunangan mbak? Sama siapa?” tanya Hazel yang terdengar begitu antusias walaupun jelas jika semua yang ia ucapkan dan ekspresi yang ia tampilkan hanya sebuah cover untuk menutupi lukanya.


Rima terdiam. Tak menjawab pertanyaan Hazel. Hanya terlihat sebuah penyesalan di sana. Senyuman yang tadi sempat ia lihat saat Rima membawa buket tersebut sirna. Namun Hazel malah masih mempertahankan senyumannya sambil menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban dari Rima.


Namun wanita tersebut malah hanya diam saja tak menjawab pertanyaannya. Seolah tak enak hati untuk menjawab pertanyaan Hazel. Hingga suara dari dering ponsel Hazel mengalihkan perhatiannya. Hazel yang memang sudah ingin pergi dari sana namun tak enak untuk berpamitan. Takut jika Rima berpikir Hazel terluka. Hazel tak ingin kesedihannya di lihat oleh orang lain. Itulah Hazel.


Dan beruntung panggilan tersebut menyelamatkannya. Hazel segera melihat siapa yang menelponnya. Saat melihat nama kakaknya Hazel segera menjawabnya. Namun lebih dulu ia berpamitan pada Rima.


“Mbak maaf, Hazel pulang dulu ya. Abang nelpon,” ucap Hazel berpamitan pada Rima yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya Hazel dengan segera keluar dari kediaman Akasa.


Kini ia mengerti mengapa satpam tersebut menatapnya iba. Dan mengapa Akasa tidak bisa menemaninya besok. Mengapa Akasa mengatakan jika ia Hazel tak ingin pergi dengannya untuk mengambil SIM maka laki-laki tersebut akan meminta Rima mengantarnya. Mengapa Akasa mengatakan ia tak tahu satu minggu lagi Hazel masih mau jalan dengannya.


Kini satu persatu puzzle mulai tersusun rapi di kapal Hazel. Ucapan Nira ternyata benar jika Akasa akan bertunangan. Namun dengan siapa? Jika Selin saja tak mengetahui tentang pertunangan ini. Sebenarnya seberapa banyak wanita yang Akasa miliki? Dan kenapa harus Hazel yang kembali merasakan ini?


Saat sampai di depan rumah Akasa. Ternyata di samping pagar sudah ada kakaknya yang menunggu Hazel. Melihat hal tersebut tentu saja Hazel terkejut. Dengan segera ia menghampiri kakaknya tersebut yang sepertinya memang selalu mengetahui jika ia berada dalam keadaan kacau.


Hazel langsung memeluk kakaknya tersebut. Melihat adiknya yang akan segera menangis Tara dengan segera membawa adiknya tersebut masuk ke dalam mobilnya. Setelah mendengar jika Akasa akan bertunangan dari bawahannya beberapa jam yang lalu. Tara dengan segera kembali ke Indonesia. Ia tak tahu jika keadaan akan sehancur ini.


“Aku tak akan diam saja Akasa. Lihat apa yang bisa aku lakukan,” ucapan tegas penuh dengan dendam.


Hazel kini sudah menangis dalam pelukan Akasa. Ia baru saja sampai. Dan belum sempat untuk mencegah adiknya untuk keluar dari rumah ataupun mengetahui info ini terlebih dulu. Saat mengetahui adiknya berada di rumah Akasa. Tara langsung menuju rumah Akasa.

__ADS_1


“Nangis aja. Keluarin semua nya, tapi setelah ini jika terjadi sesuatu padanya. Jangan pernah menangisinya lagi,” ucap Tara dengan begitu tegas. Namun Hazel memilih untuk abai. Rasa sakit di hatinya kini begitu besar.


Tara terus menenangkan adiknya tersebut. Hingga gadis tersebut tertidur dalam pelukannya karena terlalu lelah menangis. Tara memutuskan untuk membawa Hazel pulang.


***


Hazel membuka matanya saat merasakan pusing dikepalanya. Dengan lemah Hazel bangkit dari ranjang nya lalu berjalan ke arah sofa untuk mengambil air karena sudah begitu haus. Setelah nya bukannya tidur kini Hazel malah berjalan ke arah balkon melihat hamparan bintang yang terlihat indah.


Tatapannya kini begitu sendu. Kembali mengingat tentang rasa sakit yang kini ia rasakan.


“Untuk kedua kalinya gue di tinggal tunangan,” ucap Evelyn dengan air matanya yang kini perlahan tanpa sadar mulai mengalir membasahi pipi putihnya.


Jam kini menunjukkan pukul 2.40 dini hari. Udara yang begitu dingin menembus kulit Hazel yang terbuka. Namun Hazel sama sekali tak menghiraukannya. Hatinya yang terluka membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih. Mengapa hal seperti ini kembali terjadi padanya? Apa ia memang tak berhak untuk bahagia?


Hazel memejamkan matanya berusaha untuk menahan air matanya yang terus saja berjatuhan dengan deras. Akasa yang berjanji tak menyakitinya kini justru menyakitinya begitu dalam. Akasa yang ia cintai dengan bodoh kini membuatnya begitu hancur.


Mengapa takdir cintanya begitu jahat padanya hingga membuat ia kembali merasakan luka?


“Lo Jahat Akasa, gue benci,” teriak Hazel berusaha melepaskan sesak di dadanya.


Nafas gadis tersebut kini sudah tak beratur. Tangannya kini sudah banyak luka karena ia terus memberikan cakaran di tangannya juga kakinya. Rambutnya kini bahkan sudah rontok karena terus ia tarik.


Dulu Hazel pernah berkata tak akan menyakiti dirinya sendiri hanya karena cinta. Namun siapa yang dapat mengendalikan rasa sesaknya? Hingga akhirnya kini ia melakukannya. Melukai dirinya sendiri hanya karena cinta.


“Hazel,” suara panggilan yang hampir berteriak tersebut tidak Hazel hiraukan. Ia tahu jika itu adalah kakaknya. Hazel menangis dengan sesenggukan membuat Tara tak tega melihatnya.


Tara segera membawa Hazel dalam pelukannya. Harusnya dari awal ia mengikuti ucapan Martin agar segera menjauhkan Akasa dari Hazel. Namun ia malah tetap dengan pendiriannya untuk memanfaatkan Akasa sebagai orang yang menjaga Hazel. Padahal ia tahu sendiri bagaimana Akasa namun ia tetap menjerumuskan adiknya untuk mencintai Akasa lebih dalam lagi.

__ADS_1


Dan kali ini ia akhirnya melihat kehancuran adik nya tersebut.


“Abang di sini sayang. Abang gak akan ninggalin Hazel,” ucap Tara beursaha menenangkan adiknya tersebut sambil menahan tangan Hazel untuk tidak menyakiti dirinya sendiri.


“Kenapa semua orang yang Hazel cintai jahat sama Hazel Bang? Apa Hazel kurang tulus untuk mereka?” tanya Hazel dengan tangisnya yang masih terdengar, kini gadis tersebut meringkuk dalam pelukan kakaknya yang memejamkan matanya mendengar pertanyaan Hazel.


Sedari kecil adiknya tersebut selalu mendapatkan banyak sekali kecaman juga rasa sakit. Namun Hazel masih bertahan sampai sekarang. Bahkan setelah banyak hal yang di lalinya kini masih saja banyak orang yang ingin menyakiti adiknya tersebut. Kesedihannya seperti tak ada habisnya.


“Abang nggak. Abanag gak akan ninggalin harus dan jahat sama Hazel. Hazel adalah adik abang yang begitu berarti. Abang pastikan mereka akan menerima balasannya,” tegas Tara tak main-main dengan ucapannya.


Tara akan membalaskan rasa sakit yang adiknya dapatkan. Tentu Tara tak akan tinggal diam melihat adik kesayangannya tersebut di sakiti.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.

__ADS_1



__ADS_2