Anyelir

Anyelir
Upaya Anya membebaskan diri 2


__ADS_3

"Hai kamu !!"


Anya menoleh dengan sangat kaget. Ia mengira ada preman yang mengejarnya.


Ternyata suara itu terdengar dari dalam ruang gudang, dimana semalaman Anya di sekap.


Menyusul suara bentakan selanjutnya.


" Bangun semua, perempuan itu melarikan diri !!, Bangun ****** !!"


Anya panik dan ketakutan, pintu ruang tamu yang sudah berhasil ia buka akhirnya ia biarkan terbuka, sementara ia mencari ruang yang memungkinkan dia untuk bersembunyi.


Anya memilih salah satu ruang dan ia memasukinya. Ternyata ia masuk di ruang kerja.


Tempat Anya disekap ini memang tampak terawat, walaupun model rumahnya kuno tapi masih terlihat semua barang dibersihkan secara berkala.


Anya bersembunyi di balik almari yang memang posisinya agak ke depan, sehingga memungkinkan tubuh kecil Anya masuk ke baliknya.


Dia masih mendengar keributan di luar. Kakinya lemas, sehingga ia menyandarkan badannya di dinding.


Tapi tiba-tiba tubuhnya terdorong ke belakang, Anya terpekik kecil. Dia masih bisa menahan suaranya, supaya tidak terdengar dari luar.


Anya berada di ruang rahasia, dia baru menyadari dia berada dimana saat sudah berada di dalam.

__ADS_1


Anya segera menutup pintu ruang rahasia tersebut, dan meraba-raba untuk mencari saklar listrik. Ia menemukan.


Di dalam ruang tersebut tampak terang.


Anya melihat sekeliling ruangan dan ia berdecak dengan takjub. Ruang rahasia itu berukuran luas di tengah terdapat tempat tidur yang sangat besar dengan sofa di sebelah kirinya.


Sedang hiasan dalam ruang tersebut tampak seperti terbuat dari emas, tidak hanya berjumlah satu, dua, tiga, tapi berjumlah puluhan. Yang ditata rapi di dalam lemari kaca.


Anya menuju ke ujung, disana terdapat semacam lorong yang sebelah kananya merupakan ruangan, saat Anya buka, itu adalah kamar mandi dengan segala kemodernya.


Anya masuk ke dalam, dia bermaksud untuk membilas mukanya, tapi melihat ada sikat gigi bersih belum terpakai, ia segera membuka boks nya dan sekalian membersihkan diri. Tak perlu mandi toh hawanya dingin.


Setelah selesai Anya berjalan lagi ke arah lorong. Lorong ini panjang, tapi terang, sebab sepanjang lorong di atasnya diberi lampu, sampai ia menemukan lorong tersebut mengarah ke pepohonan.


Semakin dekat, Anya melihat ada pintu yang terbuat dari besi dengan ditutup jaring-jaring berwarna hijau, sepertinya cukup membantu untuk kamuflase.


Anya membuka pintu yang hanya dikaitkan saja. Saat ia membuka tumbuhan menjalar, ia terkejut, ternyata ia berada di ketinggian kurang lebih 2 meter dari tanah.


Benar saja, rumah tempat dia disekap memang dataranya lebih tinggi, dibandingkan rumah-rumah yang lainya.


Tiba-tiba dari arah atas kirinya, terdengar suara ribut-ribut. Anya bersembunyi lagi, kelihatanya orang-orang yang menyekapnya. Betul saja dari balik tanaman menjalar itu Anya melihat para preman mencari-cari keberadaan dirinya.


Bahkan jumlah mereka menjadi tambah banyak. Sepertinya salah satu dari mereka menghubungi komplotanya yang berada di luar villa.

__ADS_1


Melihat itu, Anya menjadi takut, hampir saja ia berhasil melarikan diri, tapi bala bantuan dari para preman yang semakin banyak membuat nyalinya ciut.


Siapa sebetulnya mereka, kenapa mereka menculik Anya yang bukan siapa-siapa.


Apa mungkin mereka salah menculik orang ?, tapi tidak mungkin, kemarin salah satu penculik memanggilnya, berarti memang ada yang sengaja menculiknya.


Tapi siapa?


Berbagai pikiran berkecamuk, mungkinkah Rachel ?, dia mwrasa tidak punya musuh. Tapi tiba-tiba ada yang menculiknya tanpa alasan yang jelas.


Anya masuk lagi ke dalam kamar rahasia tersebut, sebelumnya ia menutup pintu kembali dengan sangat pelan. Supaya orang-orang yang mencarinya tidak dengar suara pintu yang sedikit berdecit karena kurang pelumas.


Sampai di dalam kamar ia ingat masih ada ponsel di saku celanaya. Buru-buru ia membuka ponsel, dan sepertinya ponselnya kehabisan daya, segera ia mencari carge, siapa tahu mungkin ada disitu.


Sampai beberapa saat, dia tidak mrnemukan apa yang dia cari.


Sementara ia mencari-cari carge, dari luar pintu ruang rahasia, tepatnya di ruang kerja terdengar seseorang memerintah yang lain.


"Kamu cari disana aku sebelah sini".


Anya melihat ke arah kunci ruang tersebut, dia ingat dia sudah menguncinya.


Biarlah untuk sementara aku tinggal disini dulu, sampai suasananya aman, baru aku akan cari jalan keluar, batin Anya.

__ADS_1


__ADS_2