
Rico dan Anya bergandengan tangan dan menuju lantai atas, sesekali mereka saling pandang dan tersenyum.
Rico membukakan pintu kamar untuk istri tercinta.
Anya menuju ke cermin yang berada di sudut kamar. Memang kamar Rico belum terdapat meja rias, sebab seperti pria lainya, Rico merupakan cowok sejati yang tidak memikirkan hal-hal yang ribet. Dia merupakan pria simple dan praktis.
Oleh sebab itu, untuk membuka sanggul, Anya harus berdiri di cermin panjang Rico. Melihat itu Rico tersenyum, ia menuju dimana Anya berdiri.
" Sini aku bantu".
Rico berusaha membantu melepas sanggul di kepala istrinya, Walaupun tidak besar tapi benda asing menempel di kepala dan lama itu membuat tidak nyaman.
"Sakit nggak", sambil mengutak utik sanggul Anya.
" Nggak Pak Rico "
" Heeeei come on, aku suamimu, masa kamu masih panggil Pak".
" Masih perlu pembiasaan pak, butuh proses" jawab Anya sambil tersenyum.
" Memang aku harus panggil Pak Rico dengan sebutan apa sekarang?"
" Terserahlah, panggil honey boleh, sayang boleh, suka-suka kamu".
"Ok honey boney " jawab Anya sambil tertawa kecil, sedang Rico hanya tersenyum.
Rico berbisik pelan di telinga Anya,
" Butuh bantuan membuka baju ?"
Muka Anya memerah, ia diam tak bergerak, dadanya berdegup dengan keras. 'Inilah saatnya, aku menyerahkan milikku yang paling berharga, pada suamiku', batin Anya.
Rico memeluk Anya dari belakang, ia mencium tengkuk, dan belakang kuping istrinya.
Ia balikkan tubuh Anya untuk menghadap kepadanya, Rico tersenyum melihat muka Anya layaknya kepiting rebus, merah karena malu.
Ia cium kening istrinya dengan lembut, turun ke bawah, giliran bibir Anya. Sambil.mencium bibir Anya, tangan Rico membuka kancing kebaya Anya dengan pelan.
Sampai kebaya yang Anya kenakan lepas, giliran Anya yang membuka jas dan kemeja Rico.
Semua berjalan seperti yang mereka inginkan.
Anya menyerahkan kegadisannya kepada orang yang tepat, yaitu suaminya sendiri, walaupun ia merasakan sakit, tapi ia cukup lega sebab komitmennya untuk menyerahkan diri pada suaminya, orang yang benar-benar ia cintai, sudah ia lakukan.
__ADS_1
Sedangkan Rico merasakan hal yang berbeda saat .... kegadisan Anya.
Rico benar-benar merasakan melambung di atas awan. 'Aku tidak pernah merasakan yang seperti ini' batin Rico.
Mereka berdua terkapar di atas tempat tidur. Rico mencium mesra kening Anya.
" Terima kasih sayang".
Tampak Anya menitikkan air mata, Rico melihat itu, dan mencium sudut mata Anya yang mengeluarkan air mata.
Rico menutupi tubuh polos mereka dengan selimut, dan memeluk mesra istri tercintanya.
"Kita istirahat", Rico beringsut ke arah Anya dan memeluknya dengan mesra.
Mereka berdua saling berpelukan dengan hanya menutup tubuh dengan bed cover.
"Jangan tidur dulu ya Nya, aku belum ngantuk". Sambil terus menciumi rambut lembut istrinya yang beraroma harum.
Anya menjawab dengan melingkarkan tanganya di pinggang suaminya.
" Ini sudah lewat dini hari Pak Rico, apa nggak ngantuk ?"
" Belum, aku masih ingin mereguk nikmat tubuhmu" ujar Rico sambil menggoda istrinya.
" Iiih apaan siih", Sambil mencubit mesra pinggang suaminya.
" Mau aku antar ?" goda Rico pada istrinya.
Anya hanya tersenyum manja
" Pintunya nggak usah ditutup kalau kamu takut".
" Apaan si Pak Rico".
Anya mencari-cari sesuatu untuk menutupi tubuh polosnya.
" Cari apa sayaaang".
" Apa aja, yang penting bisa menutup tubuh".
" Nggak usah ditutup, aku kan suamimu, apa ya kamu malu sama suami sendiri" Rico terus menggoda istrinya.
" Saya belum terbiasa Pak, risi rasanya dipandangi Pak Rico, terus".
__ADS_1
Tiba- tiba Rico mengangkat Anya dari tempat tidur, ia bopong istrinya ke kamar mandi, Anya terpekik kaget.
" Pak Ricoooo" serunya manja.
Sampai di dalam kamar mandi Rico sekaligus mendudukkan istrinya ke water closet.
" Pak Rico keluar dulu"
Rico sebetulnya masih ingin menggoda istrinya, tapi dia kasihan melihat Anya menahan buang air kecil terlalu lama.
Dia mengalah keluar dengan tubub polosnya.
Tapi tak lama Rico kembali berlari ke kamar mandi mendengar pekikan tertahan Anya.
" Ada apa Nya ? kamu kenapa ?"
Anya menggigit bibir bawahnya, sambil menaham tangis.
" Perih Pak Rico".
Rico mendekati istrinya
" Kamu masih gadis Nya, tentu saja sakit bila pertama melakukan"
Rico tampak kasihan melihat istrinya kesakitan.
Setelah membantu Anya membersihkan mis V-nya, Rico bermaksud membantu istrinya untuk kembali ke kamar tidur lagi.
" Yuk sini aku bopong lagi".
Sebetulnya Rico ingin sekali mengambil jatah ronde kedua, tapi melihat Anya kesakitan, dia membiarkan istrinya untuk beristirahat.
Ia menidurkan tubuh polos istrinya ke atas bed-nya yang empuk dan nyaman. Rico selimuti istrinya dengan bed cover
" Kita istirahat sayang, Kamu tidur saja, dan nggak usah mikir apa-apa".
Sebetulnya Anya merasa bersalah pada suaminya, tapi untuk.mengulang lagi ia masih merasakan kesakitan.
" Maaf Pak Rico, kalau Pak Rico menginginkan lagi, aku akan tetap melayani"
Rico memandang istrinya dengan mesra dan berujar.
" Kita istirahat saja sayang, aku nggak pa pa, jangan khawatir".
__ADS_1
Sambil mengelus rambut istrinya dan mencium keningnya dengan lembut.
Malam ini mereka tertidur sangat pulas, sambil saling berpelukan dan hanya tertutup bed cover.