Anyelir

Anyelir
Getrouwd


__ADS_3

Pagi ini, saat sarapan Pak Bowo ayah tiri Rico berpamitan, besok harus kembali ke Belanda.


" Mohon maaf, besok saya harus kembali ke Belanda, sebab pekerjaan menunggu, izin juga sampai lusa".


"Oooo ya nggak pa pa Pak Bowo, Anya disini aman, tidak akan terjadi apa-apa, banyak penjaga di depan, mereka tiap delapan jam selalu bergantian".


"Ibu kalau mau ikut besok sekalian, kalau nggak pingin nemani Anya dulu nggak pa pa, aku tinggal dulu".


Sebelum ada jawaban dari ibu, Rico menyela pembicaraan mereka.


" Maaf saya mengganggu sebentar pembicaraan ini. Sebelumnya saya ingin menyampaikan sesuatu".


Rico berdehem sebentar, sebab apa yanv akan ia sampaikan belum ia bicarakan dengan Anya.


" Saya bermaksud menikahi Anya, bila bisa hari ini juga, yang penting kami menikah secara sah dulu, untuk lain-lain nanti menyusul".


Mereka yang ada di ruang makan tersebut melongo, tak terkecuali Anya. Tak ada pembicaraan itu semalam, tapi tiba-tiba saja Rico menginginkan pernikahan sekarang juga.


Tak terkecuali Bu Anggraeni ibunya Anya, dia tidak menyangka ada peristiwa sekonyong-konyong seperti ini.


" Nak Rico, apa sudah difikirkan masak-masak, apa nggak terlalu mendadak?"


"Saya sudah fikirkan semalam tante, dan saya sudah mantap".


" Berarti ini sudah lamaran secara langsung bukan?" ujar Pak Bowo dengan nada bergurau


"Ya Om, saya melamar secara resmi, gimana pa ma, nggak masalah kan?"


"Tentu saja nggak masalah papa malah seneng kamu ada kemajuan".


"Mama gimana ma ?"


" Mama terserah kamu Ric, apalagi mantu mama Anya, mama seneng banget, mama pingin cepat menimang cucu".


Mereka tertawa secara bersamaan.


"Tapi tunggu dulu, bagaimana ini jawaban calon mempelai wanita, siapa tahu dia menolak", gurau papa Rico.


Anya malu, mukanya merah, dia tak menyangka akan dinikahi Rico dengan cara yang mendadak seperti ini.


Ia melihat ke arah Rico, Rico memandangnya dengan tersenyum.


"Gimana Anya, terima atau tolak ni", ujar papa Rico, sambil menggoda.


Mengetahui semua orang yang ada di ruang tersebut menggodanya, Anya ikut dalam banyolan tersebut. Ia menganggukkan kepalanya berkali-kali, untuk mengiyakan lamaran Rico.


Melihat itu, mereka tertawa bersamaan.

__ADS_1


"Oke kita segera mempersiapkan diri, untuk sementara cukup orang-orang terdekat yang kita undang, sebagai pengumuman kalau Rico dan Anya sudah menikah" Timpal Papa Rico.


Secara kilat mereka mempersiapkan pernikahan.


Dan untunglah penghulupun sedang tidak ada jadwal hari ini, sehinggga bisa menikahkan mereka.


Halaman sekitar kolam ditata dengan sedemikian rupa, sehingga tampak indah.


Terdapat panggung kecil di kiri kolam, tepat di balik jendela kamar yang ditempati Anya, sedang di seberang kolam diletakkan beberapa kursi untuk tamu berwarna putih.


Kolam renang bertabur bunga mawar putih, panggung kecil untuk pernikahan di letakkan bunga white lili hidup beserta dedaunanya.


Bagian atas dipenuhi dengan lampu lampion berwarna putih.


Meja prasmanan diletakkan di teras belakang, untuk memudahkan tamu bila ingin mengambil makanan.


Ada lima puluh dua jenis makanan yang dihidangkan.


Semua diatur sendiri oleh Mama Rico, beliau sangat exsited.


Melihat halaman belakangnya terlihat sangat indah, cukuo membuat Mama Rico bahagia, bayangan akan menjadikan Anya sebagai menantu, dan segera memberinya cucu, menambah kebahagiaan Mama Rico.


Sementara ibu Anya ikut membantu kesibukan tersebut.


Jelang maghrib, tamu undangam mulai berdatangan, mereka rata-rata mengenakan gaun putih, memang itu barcode pernikahan ini. Putih. Melambangakan kesucian dan kebersihan.


Mereka berkumpul sambil bergurau. Dengan setelan jas warna hitam dan dasi kupu-kupu Rico tampak menawan.


Sementara Anya masih belum keluar dari kamar dimana ia dirias.


Saat semua tamu sudah datang, acara akan segera dimulai.


Rico dan penghulu, beserta beberapa saksi naik ke dalam panggung kecil tersebut.


Sebagai wali, karena Anya sudah tidak memiliki ayah kandung, sehingga ia menggunakan wali hakim, dan wali hakimnya tentu saja, bapak penghulu sendiri.


Saat acara hijab dimulai, Anya masih berada di dalam, ia akan keluar bila prosesi akad telah usai.


Akhirnya kata 'Sah' keluar dari mulut dari saksi dan seluruh tamu.


Anya keluar ruang dituntun oleh kedua sahabatnya Airin dan Yesi, sementara teman yang lain mengikuti dari belakang


Mereka terpukau dengan tampilan Anya yang sangat elegan.


Dengan mengenakan kebaya ketat berwarna putih, lengan panjang dan krah rendaah, menujukkan kejenjangan leher Anya. serta sanggul kecil di kepala serta sedikit riasan yang natural, cukup membuat Anya sepuluh kali terlihat lebih cantik.


Semua tamu undangan berdecak kagum. Pasangan yang sangat serasi.

__ADS_1


Sedang Rico sendiri tidak berkedip memandang istrinya.


Ia lihat Anya meneteskan air mata sambil tersenyum padanya, sedang ia sendiri juga tak bisa membendung rasa haru.


Wanita yang ia cintai, akhirnya jadi miliknya.


Rico menyongsong kedatangan Anya dengan turun dari panggung.


Ia mengambil alih menuntun Anya berdiri di samping kolam.


MC menyampaikan supaya mereka saling berciuman, sebagai penanda sahnya hubungan mereka.


Mereka berdua terlihat sangat bahagia, walaupun masih terlihat Anya menangis dan mata Rico menahan air mata bahagianya untuk tak jatuh.


"Cium cium cium cium cium !!"


Teriak seluruh undangan di tempat tersebut


Rico memandang Anya dengan mesra, begitupun dengan Anya.


Mereka saling berciuman dengan disaksikan oleh para tamu undangan.


Serentak para tamu undangan bertepuk tangan.


Semua acara selesai, tinggallah acara bebas, Rico dan Anya menghampiri tamu satu persatu, sambil terus bergandengan tangan, seolah tak terpisahkan.


Mereka dalam kondisi seperti itu, sampai tamu berpamitan satu persatu.


Mereka mengantar kepulangan tamu-tamu dengan lambaian tangan.


Tangan mereka tak lepas dari bergandengan tangan. Mata mereka sering beradu, disaat mereka berada di tempat yang agak gelap dan kebetulan tak ada orang yang lewat.


Rico segera meraih tubuh istrinya, secara cepat dia mencium dan .... bibir sexy Anya.


Nampaknya Rico sudah tak sabar lagi.


Anya kaget, tapi ia maklum ia dorong dengan pelan tubuh atletis suaminya.


" Nanti dilihat orang, jangan, masih banyak orang yang sedang membereskan dekorasi dan meja-meja, sabar ya" goda Anya sambil tersenyum.


Anya dan Rico tersenyum dan masuk rumah.


Semua asisten sibuk membereskan rumah.


Sementara papa, mama Rico serta ayah ibu Anya juga sudah tak tampak. Mungkin mereka sedang istirahat.


Rico dan Anya bergandengan tangan menuju ke lantai atas, sambil sesekali saling pandang dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2