Anyelir

Anyelir
Star of Bethlehem


__ADS_3

Fyi "Star of Bethlehem memiliki arti kesucian, perbaikan kesalahan"


***


“Hazel kok belum turun tumben?” tanya Tari saat tak melihat anak perempuan nya tersebut di meja makan. Biasanya jika hari minggu apa lagi ada Tara, gadis tersebut akan bangun begitu pagi untuk mengajak Tara berolahraga atau sekedar jalan-jalan di taman.


“Sakit,” jawab Tara singkat. Memang tadi malam saat Tara membawa adiknya tersebut ke ranjangnya saat Hazel sudah tertidur ternyata adiknya tersebut sakit. Tara yang panik langsung saja mengompres Hazel hingga panasnya kini sudah lumayan turun.


“Lagi? Baru aja beberapa hari lalu sembuh setelah lambung, sekarang sakit apa lagi? Mending kamu cepet bawa ke dokter deh,” ucap Tari pada anaknya tersebut karena merasa khawatir pada Hazel. Hazel memang baru sembuh setelah ia sakit lambung selama dua minggu. Tari hanya takut terjadi sesuatu pada anaknya tersebut.


“Akasa tunangan,” ucap Tara yang sontak membuat kedua orang tua Hazel terkejut mendengarnya. Perasaan mereka kini rasanya campur aduk. Antara kecewa, marah, juga sedih. Namun semua sudah terjadi, tak ada yang bisa mereka lakukan.


“Mama akan ke atas,” ucap Tari yang semakin khawatir dengan keadaan Hazel. Ia tahu pasti anaknya tersebut kini tengah terluka dan sedih mengetahui berita tersebut. Tari tak menyangka jika Akasa akan mengkhianati Hazel dan keluarga Akasa yang sudah begitu dikenalnya akan melukai perasaan mereka.


“Jangan Ma, biarin Hazel istirahat. Dia perlu waktu dan Hazel baru tidur lagi setelah shalat subuh tadi,” ucap Tara melarang ibunya tersebut untuk menghampiri Hazel. Tara hanya ingin adiknya tersebut bisa untuk beristirahat karena. Dan Tara takut jika saat bangun Hazel akan melukai dirinya sendiri lagi.


“Kalau udah bangun nanti, langsung bawa ke dokter bang,” ucap Tari dengan tatapan sendunya yang Tara hanya menganggukkan kepalanya.


“Tadi malam abang pulang Mama udah tidur, tumben banget pulang katanya banyak kerjaan,” ucap Tari menaikkan sebelah alisnya. Memang kemarin belum sempat Tara pulang ke rumahnya lebih dulu ia sudah ke rumah Akasa untuk menjemput Hazel.


Dan membutuhkan waktu lama untuk Tara menenangkan Hazal akhirnya mereka pulang saat hari sudah begitu malam dan keadan rumah sudah sepi karena penghuninya yang sudah tidur.


“Karena Tara tau Akasa bakal tuangan mangkanya pulang,” ucap Tara menjelaskan yang membuat Tari mengerutkan keningnya bingung. Pasalnya ia yang dekat saja tak mengetahuinya lalu bagaimana Tara yang jauh dapat mengetahuinya?

__ADS_1


“Kok kamu tau? Mama aja gak tau? Dan Hazel kapan dia tahu?” tanya Tari. Karena saat siang saja hubungan Akasa dan Hazel masih baik-baik saja. Mereka bahkan masih liburan bersama.


“Hazel baru tahu tadi malam dari Rima karena Hazel yang gak sengaja dateng kesana dan malah liat Rima bawa seserahan," ucap Tara menjelaskan. Tara memang sudah mengetahui semuanya karena Hazel yang bercerita padanya bagaimana ia bisa berada di rumah Akasa malam-malam. Termasuk pertemuannya dengan Selin dan Selin juga Akasa yang sudah kembali bersama.


"Terus kamu kenapa bisa tahu duluan?" Tanya Ayah mereka dengan mengerutkan keningnya bingung. Sebenarnya Tara malas untuk menjawab pertanyaan dari laki-laki tersebut namun melihat ibunya yang juga penasaran akhirnya Tara menjawabnya.


"Karena Tara selalu narok penjaga untuk Hazel, jadi Tara bisa tau apa yang Hazel lakukan dan Tara selalu menyelidiki setiap pergerakan orang yang dekat ataupun mengancam ketenangan Hazel," jelas Tara yang tentu membuat kedua orang tuanya terkejut mengetahui Tara yang ternyata begitu menjaga Hazel sampai seperti itu.


"Tapi untuk apa Tara? Kamu terlalu berlebihan menjaga adik kamu. Bahkan Mama denger kamu sampai buat Argo masuk rumah sakit. Jangan terlalu posesif pada adikmu Tara. Hazel juga pasti butuh kebebasan," ucap Tari menasihati anaknya tersebut sambil menghembuskan nafasnya. Sebelumnya Tari memang sempat mendengar pertengkaran Hazel dan Tara karena Tara yang memberikan pelajaran pada Argo.


"Itu harus," ucap Tara tegas.


"Tapi kenapa Tara? Dan untuk kali ini. Mama gak mau denger kalau Akasa sampai kenapa-napa karena kamu. Biarkan saja semuanya berjalan sesuai takdirnya. Jika Akasa memang tak bersama dengan Hazel maka berarti Akasa bukan orang yang baik untuk Hazel," ucap Tari dengan lembut menasehati anaknya tersebut.


"Karma nya sudah berjalan. Sesekali kita gak perlu merepotkan tuhan dengan menunggu Karma yang allah berikan, bulan," ucap Tara yang membuat Tari memelot mendengarnya sedangkan Ayah mereka kini hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Tara.


"Mama tau kamu marah karena adik kamu di sakiti. Mama juga marah karena anak Mama di sakiti. Ibu mana yang tidak marah anaknya di sakiti. Tapi kekerasan dan main hakim sendiri bukan hal pantas, kita bisa memberi mereka pelajaran dengan cara kekerasan bukan? Kita bisa saja mengambil Akasa kembali," ucap Tari yang kini malah membuat Tara tertawa mendengarnya.


"Aku gak akan pernah ngerestuin mereka. Hazel pantes buat dapet yang lebih dari Akasa. Mama kira aku melakukan semua ini karena marah Akasa tidak bersama Hazel? Tidak Mama salah. Aku ngelakuin ini karena aku marah ada yang nyakitin adik aku,” ucap Tara dengan amarahnya. Matanya kini bahkan sudah memerah dipenuhi dengan amarah nya.


“Mungkin ini cara Allah buat jauhin Hazel dari Akasa yang memang bukan orang yang baik untuk Hazel,” ucap Tari berusaha untuk menenangkan anaknya tersebut yang kali ini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan ibunya tersebut.


“Ya mama bener. Tapi aku masih gak bisa terima Akasa dan keluarganya nyakitin Hazel. Aku susah payah berjuang buat ngejaga mental Hazel agar cepat pulih. Aku susah payah mengobati mental Hazel yang terus saja di gempur dengan sama banyak nya orang yang ingin terus menghancurkan mental Hazel,” ucap Tara dengan amarahnya sambil melihat ke arah ayah tirinya tersebut dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Tari yang mendengar ucapan Tara terdiam sambil mengerutkan keningnya bingung juga terkejut.


“Mama gak akan tau kan kalau Hazel punya Self injury and mental illness? Dia juga pernah terkena Anxiety disorder. Mental Hazel udah gak baik-baik aja Ma. Karena itu aku menjaga Hazel dengan ketat karena aku gak pengen gangguan mental nya yang udah aku sembuhin kembali. Mama tahu saat aku bawa Hazel ke Malaysia? Aku di sana mengobati mental Hazel yang hancur. Kalian pikir Hazel baik-baik saja karena dia anak yang ceria tanpa kalian tahu mentalnya sudah hancur,” jelas Tara panjang lebar.


Hingga tanpa tersadar air mata Tara kini sudah mengalir. Ia yang mengetahui sendiri saat Hazel seolah tak memiliki semangat hidup dan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Tari yang mendengarnya juga tak kalah terkejut dengan air matanya yang sudah mengalir.


“Kamu bercanda?” tanya Tari berharap jika apa yang anak nya tersebut katakan adalah sebuah kebohongan.


“Mama lihat Hazel di kamar, sekarang dia penuh luka. Self injury Hazel yang sudah sembuh ternyata gak bener-bener sembuh,” ucap Tara yang setelahnya segera pergi dari sana meninggalkan Tari yang kini terasa lemas mendengar ucapan dari anaknya tersebut.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.

__ADS_1


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.



__ADS_2