
Sepulang dari Belanda semangat Rico untuk bekerja entah kenapa makin berkurang. Energinya habis hanya untuk memikirkan Anya.
Saat di rumah Pak Broto dan Bu Anggraeni dia menyimpulkan bahwa Bu Anggraeni tak tahu apa-apa, sedang Pak Broto menyimpan rapat rahasia kenapa Anya pindah ke Belanda.
Aku harus bertemu lagi dengan Anya, dan langsung bertanya apa sebetulnya yang terjadi.
Disaat dia memikirkan bagaimana cara bertemu Anya.
Ia kedatangan tamu. Tamu yabg sebetulnya tak diharapkan.
" Sayaaang, ayo fitting baju pengantin, kamu sibuk melulu, jadi kita ngga ada kesempatan buat fitting".
"Kenapa nggak kamu sendiri aja yang fitting, kamu kan tahu aku sibuk"
" Ya nggak gitu dong sayaang, masa aku berangkat fitting sendiri, kalau nanti ada yang tanya calon suamiku mana gimana dong ...."
" Baiklah aku antar kamu" Saat Rico akan berdiri, secara tiba-tiba Rachel memeluk Rico dari belakang.
" Sayaaaang, apa kamu ngga kangen sama aku, kamu nggak lihat aku semakin berbeda, ini aku lakukan demi kamu, supaya kamu puas berhubungam denganku".
Ada rasa risih mendengar kata-kata Rachel. Tapi memang betul, dada Rachel lebih montok. Bokongnya sudah ngga tepes lagi seperti.dulu, sepertinya dia melakukan tindakan operasi supaya badanya lebih sexy.
__ADS_1
Rachel mrnciumi Rico dari belakang, kupingnya, leher belakangnya. Lalu maju ke depan, dan langsung mencaplok .... Rico.
Rico diam, dia berusaha menikmati apa yang Rachel mainkan.
Tapi percuma justru ia semakin risi saat Rachel mulai memainkan ..... dalam mulutnya.
Dia mendorong Rachel pelan, supaya Rachel tidak marah.
" Ayo... katanya mau fitting, sudah reserfasi dengan perancangnya kan" tolaknya halus.
" Apa-apan si sayaaaang, aku kan belum selesai", dengan wajah yang kesal sambil menghentakkan kakinya.
Sampai di tempat fitting, Rachel mencoba baju yang sudah dipesanya. Pakaianya tampak pas dikenakan oleh Rachel, dadanya terlihat montok dan memang dengan mengenakan pakaian tersebut Rachel tampak seksi dan cantik.
Tapi entah kenapa yang ada dalam kepala Rico, itu adalah Anya.
Anya tampak cantik dengan balutan busana pengantin berwarna putih, dengan panjang menyapu lantai, krah rendah berenda, Anya tampak luar biasa menawan. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai dengan mengenakan mahkota bunga di kepalanya dan dilengkapi denga kerudung di dalamnya.
Rico tersenyum dan berdiri sambil menyambut Anya, aaah dia bukan Anya, dia Rachel.
Senyum di wajah Rico seketika hilang. Tapi terlambat untuk pergi, Rachel sudah melihat senyuman manis Rico, dan mengira senyum manis itu adalah untuknya.
__ADS_1
Rachel memeluk Rico, dia terlihat sangat bahagia.
" Terima kasih sayang, kamu suka dengan gaunku kan?"
Rico tampak diam mematung, dia tidak tahu harus berkata apa.
Sampai sebuah suara membuyarkan lamunanya.
" Mari Pak Rico sebelah sini, jas pengantinya sudah siap, bisa fitting sekarang".
Rico membiarkan tanganya digandeng oleh Rachel, saat ini ia tampak seperti kerbau dicocok hidungnya.
Jas Rico ada dua warna, satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna gold, warna ini sesuai dengan gaun pengantin Rachel.
Mereka yang membantu memakaikan baju Rico tampak kagum, melihat ketampanan dan kegagahanya.
Mesti begitu, muka tak bahagianya jelas terlihat.
Hal ini menjadi gunjingan para asisten perancang tersebut.
Pasangan yang serasi secara fisik. Tapi calon pengantin pria terlihat tak bahagia.
__ADS_1