
Mohon dukunganya kaka, tinggalkan jejak di setiap episodenya, like, koment atau vote, makasih 😘😘
Â
Pak Joko sedang sibuk di kantornya, saat sendirian ia menelpon beberapa orang yang dikenalnya.
" Oooo sekarang mereka sedang bulan madu ? dimana ? Bali ?" deket, kamu bisa terbang kesana, bawa empat orang saja cukup."
"Usahakan yang perempuan saja, biar mereka sama-sama menderita, sebab harus terpisah".
"Ya, ah kalian mainnya yang halus, jangan sampai ketahuan, jadi apa kek, cleaning servis atau apa yang penting bisa masuk dan ambil tuh ceweknya, oke.... oke...."
Kelihatanya Pak Joko sedang berencana melakukan sesuatu, dengan memerintahkan beberapa orang.
" Ya, nanti uangnya aku transfer ke nomor biasa "
Pak Joko memanggil sekretarisnya untuk segera mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang diberikan.
" Disty, transfer uang ke nomor ini ".
" Berapa pak ?"
" 300 juta aja dulu"
" Baik pak "
Pak Joko menelpon lagi,
" Sudah aku kirim, segera kalian lakukan"
" Baik Boss"
Di tenpat lain masih di Jakarta, Rachel sedang janjian dengan Davie. Mereka berada di cafe yang sama.
" Silahkan baca dulu surat kontraknya".
__ADS_1
Davie membaca surat kontrak tersebut dengan hati-hati, siapa tahu ia bisa menemukan celah yang bisa ia gunakan dikemudian hari untuk membalikkan keadaan.
Walaupun seorang gigo.. Davie adalah sarjana lulusan hukum, jadi dia tahu betul bagaimana surat yang kuat dan bagaimana surat yang nemiliki celah untuk digunakan menyerang balik.
Sampai di nominal, dia tersenyum, ia puas dengan angka yang tertera disana.
" Oke ini belum saya tanda tangani dulu, sebab ada dua hal dalam surat yang harus diperbaiki, kalau sudah diperbaiki nanti aku tanda tangani perjanjian kontrak kita".
" Apa itu ?"
" Nanti aku kirim pesan ke kamu, atau surat aku bawa untuk aku perbaiki, setelah selesai aku kirim ke WA kamu".
" Apa-apaan kamu yang bikin surat ...!!"
Suara Rachel tampak meninggi, dia merasa dianggap tidak bisa menulis surat kontrak.
Dengan kesabaran ekstra seorang gigo.. Davie menjelaskan dengan tenang.
" Jangan teriak, semua mata memandangmu".
Rachel menengok kesekeliling, benar saja semua mata memandang kearahnya.
" Apa-apaan kamu menulis surat kontrak itu, kamu pikir aku nggak bisa bikin surat".
" Bukan itu, surat kamu sudah benar, cuma aku juga punya hak untuk menentukan nasibku disini, aku juga terlibat dalam pernikahan kontrak ini, wajar dong kalau aku menambahkan point yang menguntungkan aku ?"
" Apakah uang segitu tidak cukup buat kamu".
" Relatif Chel, kamu bilang cukup, kalau aku bilang nggak cukup kamu bisa apa ?"
Rachel terdiam, ternyata pria di depannya tidak bisa dianggap enteng, dia pandai berdebat.
Menyadari itu Rachel akhirnya mengalah.
" Oke, aku beri kamu waktu sampai besok. Tunjukkan surat kontrak yang baru, aku tidak mau menunggu terlalu lama".
__ADS_1
Davie tersenyum penuh kemenangan.
' Kamu yang butuh aku, kamu harus tunduk pada apa mauku' batin Davie.
" Oke, besok pagi jam sembilan, surat kontrak yang baru sudah bisa kamu baca, dengan sedikit perubahan dan tambahan".
" Baik aku tunggu". Sambil berdiri untuk meninggalkan Davie, Rachel akan beranjak pergi saat Davie berbicara.
" Nggak usah dibayar, kali ini aku yang traktir"
Rachel memandang Davie sekilas dan menjawab sambil jalan.
" Terserah "
Davie memandang Rachel dengan swnyum menyungging di bibir, bagaimana mungkin wanita yang secantik ini bisa keras kepala dan liar.
Sekali lagi Davie mengingat pada saat bergelut dengan Rachel. Wanita yang luar biasa, tidak cukup sekali dalam semalam.
Pas menjadi istriku, kami sama-sama hiper.
Sekali lagi Davie tersenyum.
'Bukan cuma uangmu yang aku butuhkan Rachel... tapi tubuhmu juga'
Sementara Rachel sudah masuk ke dalam mobilnya.
Dadanya berpacu dengan cepat antara marah dan nafsu birahi bercampur jadi satu.
Marah karena Davie tidak bisa begitu saja menerima tawaranya.
Nafsu, karena dia merasa bila di dekat Davie, hasratnya semakin bergejolak dan tak berdaya ingin dipuaskan.
Rachel melajukan mobilnya menuju ke tempat teman-temanya berkumpul. Dia mau memuaskan diri bersama teman-temanya untuk merawat diri. Rasanya sudah lama ia tidak merawat diri sendiri.
Ia sudah menghubungi gang-nya dan mereka setuju. Akhirnya mereka janjian dimana mereka biasa merawat diri.
__ADS_1
Tubuh Rachel terasa pegal, mungkin dengan di massage tubuhnya akan enakan, sekalian lulur dan lain-lain, seperti wanita-wanita lainya.
Ia melajukan mobilnya ke arah dimana ia biasa merawat diri.