
Walaupun dilaksanakan secara private, ternyata pernikahan Rico dan Anya akhirnya didengar juga oleh Rachel.
Rachel merasa ditelikung dan dikhianati oleh Rico, belum lagi ia sempat dituduh sebagai pelaku penculikan Anya membuatnya menyimpan kesumat pada Anya.
'Kenapa aku, bukan aku yang selingkuh, mereka yang selingkuh, lalu kenapa mereka yang bahagia, sedangkan aku, tidak memiliki Rico lagi'.
Rachel marah-marah lagi, ia teriak-teriak di dalam rumah, siapapun yang berdekatan dengan Rachel pasti akan jadi korban Rachel, didamprat habis-habisan.
Sehingga semua asisten rumah tangga yang akan berpapasan memilih jalan yang lain, daripada berhadap-hadapan dengan anak majikanya yang sedang dirasuki setan.
"Jangan mendekat ke mba Rachel, kayaknya doi lagi PMS, serba salah terus didepanya".
"Iya, biasanya juga begitu, tapi nggak parah kayak hari ini, hiiiiii ngamuknya kaya kerasukan demit hutan larangan".
" Apaan tuh hutan larangan?"
" Tahu, ngomong aja ".
"Huuuh ada-ada aja, udah jangan kesana...."
praang !!!!
Dari dapur bersih terdengar suara barang pecah belah dibanting.
Sedang Bu Wulan, ibu Rachel berusaha menenangkan anaknya.
" Jangan gitu Anya. mama tahu kamu sedih, tapi kamu nggak boleh seperti ini".
"Mama nggak tahu apa yang aku rasakan Maaaa ! sakiiit !!! berani-beraninya mereka mengkhianati aku".
" Mama ngerti, tapi kamu nggak boleh bertingkah gila seperti ini, buat apa kamu sekolah jauh-jauh ke luar negeri kalau kamu nggak bisa jaga sikap ??!"
" Mama diam, jangan banyak bicara, aku benci benci benci ", tangisnya terdengar lagi lebih keras dibandingkan tadi.
"Aku bunuh perempuan sialan itu, dia nggak tahu sedang berhadapan dengan siapa !!".
" Rachel jangan bicara begitu, nanti ada setan lewat ".
" Biar saja, dulu perempuan itu sudah aku peringatkan, sudah aku pukul habis-habisan, tapi nggak juga bikin dia kapok, awas aja kamu bang...."
Mama Wulan segera menutup mulut Rachel dengan telapak tanganya. Supaya Rachel tidak melanjutkan kata-kata kotornya.
__ADS_1
Ia tuntun anaknya ke lantai atas dimana kamarnya berada, Mama Wulan sedih melihat keadaan Rachel, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
Beliau sangat memaklumi bila Rico, pindah ke lain hati, melihat tingkah anak perempuannya yang memang kadang lost control, seperti hari ini.
Mama mengambilkan air putih untuk diminum Rachel supaya tenang.
Tapi justru Rachel menampik gelas yang disodorkan mamanya sampai pecah dan mengotori lantai.
Mama Wulan hanya bisa mengambil nafas dalam dan mengelus dada, ' hasil dari didikan papanya yang terlalu dimanja, salah dibuat benar, akhirnya seperti ini', batin Mama Wulan dengan sedih.
" Sudah kamu istirahat saja, mama tunggu kamu disini, kamu mau nangis, nangis saja, mama turun sebentar panggil mbak buat bersihin lantai".
Saat Mama Wulan sampai di atas lagi dengan Mbak Lastri, Rachel sedang memandangi langit-langit kamarnya, suara tangisan Sudah tak terdengar tapi matanya masih mengalirkan air mata, yang sebentar-sangat ia usap.
Mama Wulan memerintahkan Mba Lastri supaya membersihkan lantai bekas tumpahan air minum, serta pecahan gelas. Mama Wulan dan semua asisten pribadinya memang sangat hafal, begitulah Rachel saat marah.
Mama Wulan sedih melihat kenyataan tersebut, walau bagaimanapun jahatnya Rachel, dia tetap anaknya, anak satu-satunya yang ia sayangi.
Beliau tetap sabar menunggu belahan hatinya sampai tertidur, beliau tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,
Satu jam kemudian Mama Wulan lihat Rachel sudah tertidur pulas, beliau pergi meninggalkan anak semata wayangnya dengan membetulkan selimut yang dipakai anaknya terlebih dulu.
Tidak lama mamanya turun, Rachel membuka matanya.
' Gue nggak mau terpuruk, gue nggak mau mikirin hal kayak gini, gue harus happy, malam ini gue musti pesta,' batin Rachel.
Jam sembilan malam Rachel turun dari tangga rumahnya. Papa-nya yang kebetulan belum tidur, dan sedang mengetik sesuatu di ponselnya, menengok ke arah anaknya yang berdandan dengan pakaian minim.
" Mau kemana Cheel ??"
" Clubing pa, sumpek di rumah terus".
" Tadi kata mama kamu marah-marah ada apa?"
" Rachel dikhianati Rico pa, baji... itu kawin sama Anya, pegawainya".
" Kurang ajar !!!, tanpa bicara apa-apa dia nikahi perempuan itu".
" Rico memang sudah mutusin aku pa, beberapa minggu yang lalu, dia sengaja mau nikahin pegawai rendahanya itu".
" Biar, biar papa minta pertanggung jawabannya, enak saja slonong boy ".
__ADS_1
" Terserah pa pa, aku jalan dulu ya pa".
" Ya sana, hati-hati".
" Oke pa ".
Pak Joko menelpon seseorang, dia berbicara secara pelan, terlihat bahwa apa yang ia sampaikan rahasia, dan tak boleh didengar oleh orang lain.
Sementara Rachel keluar dari rumah langsung menuju ke rumah salah satu sohib kongkownya, Teresa. Sampai disana, ternyata teman-temanya sudah ramai, ada Nikyta, Aura, Rere dan Bianca.
Saat kedatangan Rachel, mereka riuh menyambutnya.
" Hallo bossque, kita happy-happy yoook nggak usah dipikiran yang nggak penting"
Mereka melihat kekusutan muka Rachel, tak ada dari mereka yang berani komentar, bila tidak.mau disemprot oleh Rachel, berbeda bila Rachel sendiri yang curhat.
Pukul sepuluh mereka berangkat clubing, seperti biasa mereka joget sampai lupa diri.
Dan diantara wanita-wanita cantik yang sedang clubing, biasanya ada saja lelaki pemangsa, yang mengincar wanita-wanita bermasalah di club itu.
Lelaki itu sedang duduk sambil memperhatikan lantai dansa.
Mata elangnya menemukan wanita itu, Rachel, dengan wajah cantik, tubuh semampai dan pakaian minim, dan dalam kondisi hampir mabuk merupakan salah satu mangsa yang pas, untuk melampiaskan dahaganya.
Ia turun ke lantai dansa, menuju dimana Rachel berada. Lelaki itu langsung membisikkan sesuatu di telinga Rachel.
Rachel memandang lelaki di depanya dan dia tersenyum dengan genit, dan menganggukkan kepala.
Mereka keluar dari discotique itu untuk mencari hotel terdekat.
Disanalah Rachel yang memang doyan se.. melampiaskan segala nafsu bejatnya dengan lelaki yang baru saja ia kenal.
Disaat Rachel tertidur, ia tak sadar lelaki tersebut mengambil gambarnya dalam berbagai posisi dan dalam kondisi telanjang bulat.
Lelaki tersebut tersenyum, foto ini bisa ia gunakan sebagai sarana, sarana untuk mendapatkan uang. Lelaki tersebut menyeringai dengan penuh kemenangan.
Kepuasan ia dapat, uangpun nantinya juga ia dapat.
Dalam kondisi setengah sadar ia gauli sekali lagi Rachel sambil terus mengambil gambar ekspresi wajah Rachel yang merasakan kenikmatan.
Ia lakukan itu berulang sampai larut berubah menjadi dini. Sebelum Rachel bangun, pria tersebut mengambil ponsel Rachel, ia kirimkan pesan ke nomor ponselnya sendiri, ini untuk memudahkannya menghubungi Rachel nanti.
__ADS_1
Sambil tersenyum penuh kemenangan, lelaki itu keluar dari kamar, tanpa berpamitan dengan Rachel, yang masih tertidur sangat pulas.