Anyelir

Anyelir
Lemon Verbena


__ADS_3

Fyi "Lemon verbena memiliki arti memikat lawan bercinta"


***


Tara masuk ke kamar Hazel yang ternyata tak di kunci. Saat berada di kamar Hazel terlihat kini adiknya tersebut tengah berdiri di depan pagar balkon kamarnya. Melihat hal tersebut Tara menghembuskan nafasnya lalu segera menghampiri adiknya tersebut lalu menyodorkan susu hangat untuk Hazel.


Hazel menoleh lalu menatap kakaknya tersebut dengan tatapan sendunya. Tak lama Hazel langsung memeluk kakaknya tersebut membuat Tara yang tak siap tentu saja terkejut karena nya namun akhirnya tetap saja ia membiarkan adiknya tersebut memeluknya.


“Minum dulu susu nya lanjut peluknya,” ucap Tara dengan senyumannya. Hazel melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut yang membuat Tara tertawa geli melihat wajah menggemaskan dari adiknya tersebut.


Hazel mengambil gelas yang Tara sodohkan untuknya lalu melihat minuman untuk kakaknya tersebut yang kini juga Tara pegang.


“Itu punya Abang apa?” tanya Hazel sambil melihat minuman kakaknya.


“Kopi, kamu gak bisa minum kopi kan. Jadi jangan coba-coba,” ucap Tara dengan tegasnya yang membuat Hazel mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan kakaknya tersebut. Namun memang benar ia sangat tidak bisa meminum kopi bahkan hanya sedikit. Hazel bisa tidak tidur semalaman hanya meminum satu sendok kopi.


“Kenapa pintu nya gak di kunci? Abang sering bilang kan selalu kunci pintu,” ucap Kakaknya tersebut dengan tegas. Tara hanya tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada adiknya tersebut.


“Iya tadi lupa maaf,” ucap Hazel dengan mengerucutkan bibirnya. Tara menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban dari adiknya tersebut lalu mengelus puncak kepalanya sayang.


Kini mereka memilih untuk duduk di kursi sofa balon yang berada di lantai balkon kamar Hazel yang terdapat tiga kursi mengingat sahabatnya memang sering menginap.


Setelah menghabiskan minumannya Hazel bersandar pada dada bidang kakaknya tersebut. Tara merangkul Hazel sambil mengelus puncak kepala adiknya tersebut sayang.


“Abang beneran mau ninggalin Hazel?” tanya Hazel dengan tatapan sendunya pada kakaknya tersebut. Hazel berharap jika kakaknya tersebut tidak meninggalkannya lagi dan tetap berada di sampingnya.


“Kakek dan nenek udah tua. Abang janji setelah abang nyelesain semua di Malaysia, abang bakalan bawa kakek nenek untuk tinggal di sini,” ucap Tara dengan senyumannya pada Hazel. Hazel melihat kakaknya tersebut dengan tatapan tidak percayanya berharap apa yang Tara ucapkan benar adanya. Tara hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Hazel membuat senyuman cerah terbit di wajah Hazel yang membuat Hazel memeluk kakaknya tersebut dengan erat.


Selain tak ingin tinggal bersama dengan ayah tirinya tersebut. Tara juga memikirkan kakek dan nenek mereka yang sudah tua. Tak mungkin mereka hanya tinggal berdua bersama para pelayan saja di Malaysia mengingat ibu nya memang anak tunggal, jadi cucu nya lah yang kini bisa menjaga mereka. Dan Tara adalah cucu pertama dan ia ingin menjaga sepasang pasangan tua tersebut. Mengingat mereka lah yang begitu baik selama ini pada Tara juga Hazel.

__ADS_1


“Kalau Abang tinggal di sini, Hazel mau tinggal sama Abang,” ucap Hazel pada kakaknya tersebut yang Tara balas dengan anggukan. Karena memang itulah yang Tara inginkan. Ia ingin membawa adiknya tersebut untuk keluar dari rumah ini.


Setelahnya mereka saling terdiam dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya Tara melihat ke arah Hazel yang ternyata kini sudah tertidur. Hal tersebut membuat Tara terkekeh melihat bagaimana menggemaskan adiknya tersebut. Terlalu lama menangis membuat adiknya tersebut lelah.


Setelahnya Tara memutuskan untuk membawa Hazel ke ranjang adiknya tersebut ia segera menuju ke arah pintu untuk mengunci pintu kamar adiknya tersebut dari dalam. lalu berjalan ke arah pintu lain yang berada di samping kamar yang merupakan pintu penghubung ke kamarnya.


Tara keluar dari kamarnya sendiri dan tujuannya kali ini adalah untuk menemui Akasa, dan dari yang ia tahu saat malah begini laki-laki tersebut biasanya selalu ada di tempat nya nongkrong bersama dengan teman-teman laki-laki tersebut.


 Tak membutuhkan waktu lama bagi Tara mengendarai mobilnya menuju tempat biasa Akasa nongkrong bersama dengan taman-tamannya. Kini ia sudah sampai di tempat tersebut. Tara segera turun dari motornya dan kini tujuannya adalah untuk menghampiri laki-laki tersebut.


Akasa yang melihat kedatangan Tara mengerutkan keningnya bingung. Juga teman-teman Akasa yang tak mengetahui siapa Tara juga ikut berdiri menganggap jika Tara adalah musuh mereka dan datang untuk berperang.


“Abang nya Hazel, aku samperin dulu,” ucap Akasa memenangkan sahabatnya yang terlihat tegang tersebut. Mendengar ucapan tersebut teman-temannya akhirnya duduk kembali dan mulai memainkan ponselnya kembali.


“Bang ngapain kesini?” tanya Akasa saat ia sudah berada di depan kakak dari gadis yang disukainya tersebut.


“Kita bicara sebentar,” ucap Tara yang Akasa balas dengan anggukan. Setelahnya Tara segera berjalan lebih dulu yang diikuti oleh Akasa di belakangnya mereka berjalan menuju ke arah samping cafe yang cukup sepi.


Sebuah bogeman mentah mendarat di wajah Akasa membuat Akasa terkejut reflek akan memukul Tara balik namun ia berusaha menahannya.


“Buat lo yang udah nyakitin adek gue,” ucap Tara sinis lalu segera menyandarkan tubuhnya pada dinding di belakangnya. Tara mengeluarkan bungkus rokok dari kantung celananya lalu menyodorkannya pada Akasa yang kini tengah ke bingung. Namun tak ayal laki-laki tersebut tetap mengambilnya walau masih bingung.


Apa semua ini karena ia yang telah mengkhianti Hazel dengan menjalin hubungan dengan gadis lain. Jika ia maka ia menerimanya karena ia memang pantas mendapatkannya.


Mereka sama-sama menghidupkan rokok mereka lalu segera menyesap batang nikotin tersebut. Lama mereka saling terdiam hingga Tara akhirnya memulai pembicaraan lebih dulu.


“Gue titip Hazel. Gue harus balik ke Malaysia dan gak ada yang bisa gue percaya buat jagain dia selain lo. Meskipun gue gak percaya sama lo tapi gue bisa liat lo tulus sama adek gue,” ucap Tara menatap lurus ke arah depan tanpa mau untuk menatap Akasa.


“Aku tau, aku salah karena udah nyakitin Hazel tapi aku serius suka sama dia Bang. Dan aku akan jagain dia,” ucap Akasa dengan sungguh- sungguh.

__ADS_1


“Kalau sampek lo sakitin adek gue, gue gak akan ngelepasin lo gitu aja,” ucap Tara tegas. Bisa Akasa rasakan ucapan tersebut begitu menusuk.


“Gue yang akan ngehukum diri gue sendiri kalau gue sampai nyakitin dia Bang,” ucap Akasa yang membuat Tara mengangguk mendengarnya.


“Makasih udah nenangin Hazel tadi,” ucap Tara yang sontak membuat Akasa menoleh ke arah Tara dengan memelototkan matanya terkejut mengetahui jika Tara mengetahui dirinya dan Hazel yang berada di taman.


“Abang liat?” tanya Akasa terkejut yang Tara balas dengan anggukan.


“Gue sebenernya gak suka lo peluk peluk adek gue, cuma untuk kali ini makasih udah nenangin Hazel,” ucap Tara tulus. Bagi nya yang boleh menyentuh adiknya hanya dia, ayahnya, juga suami adiknya nanti.


“Hazel dia….” belum sempat Akasa melanjutkan ucapannya Tara lebih dulu menjawabnya.


“Iya, terlalu banyak yang ngehancurin mental dia dan gue sendirian yang bantu dia bangkit juga bantu dia sembuh. Tapi ada aja orang akan ngehancurin mental dia. Jadi gue mohon, jaga dia dengan baik dan jangan sakitin dia. Lo tau sendiri gimana dia.”


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.

__ADS_1



__ADS_2