
Selesai makan Briana meminta Rico untuk mengajaknya jalan-jalan.
Rico menuruti kemauan Briana.
Rico berfikir, selama ini memang ia selalu abai pada Briana. Ia berharap dengan memberikan perhatian, Briana akan lebih memperhatikan kesehatan kandungannya.
Biarlah ia untuk saat ini menuruti kemauan Briana. Kelihatanya Briana juga happy banget. Suasana happy bagus untk baby yang ada dalam kandungan Briana.
Sepanjang jalan, Briana selalu menggenggam tangan kiri Rico. Dan Rico membiarkannya.
" Sayang, aku ingin seperti ini terus, kamu lebih perhatian padaku dan anak kita".
Rico diam dan konsentrasi ke jalanan.
" Kita nginap di hotel yuk ? aku pingin suasana lain, bosen di rumah terus, mau ya sayang".
" Ada ada saja, kita punya rumah, kenaoa musti tidur di hotel?"
" Aku pingin suasana bagus sayaang, ya .. mau yaaaa?"
" Aku antar kamu ke hotel, tapi aku balik, mau ?".
" Aaaah kok gitu sih, aku kan mau sama kamuuu", dengan suara manja dan merajuk".
" Sudahlah kita pulang saja, di rumah lebih nyaman".
" Nggak mau!", menunjukkan wajah kesal dan merajuk
" Atau kamu mau aku turunkan disini?"
Pernyataan Rico terasa seperti godaan di telinga Briana.
" Aaaah apaan siiii ?".
Rico membawa mobilnya ke arah pulang. Ia memasukkan mobilnya ke garasi.
Saat memasuki rumah, tangan Briana tak mekepaskan peganganya pada Rico.
Rico menjatuhkan diri duduk di sofa, disusul oleh Briana, sambil meletakkan tas tanganya di meja.
__ADS_1
" Mau minum sayang, aku ambilin ".
" Nggak", jawab Rico pendek.
" Aku ganti baju dulu di kamar, sayang tungguin aku disini ya ?".
Rico diam sambil menonton tivi.
Briana masuk ke dalam kamar, ia membersihkan diri ke kamar mandi, ia semprotkan parfume di belakang telinga, ia kenakan lingerie yang tampak transparan berwarna hijau mengkilap.
Malam ini Mas Rico tak mungkin menolakku, aku terlihat cantik dan sexy.
Ia berjalan menuju ruang tengah, ruang berkumpulnya keluarga, yang langsung menghadap keluar berbatasan dengan kaca. Disitulah Rico berada.
Ia lihat Rico tertidur pulas di sofa, dengan masih mengenakan pakaian yang tadi dipakainya.
Briana mendekati Rico, ia cium pipi Rico, turun ke bibir, Dan Briana merasa surprise Rico membalas ciumanya.
Ia semakin bersemangat, sementara Rico sudah tidur lagi, ia lepas kancing kemeja santai Rico, ia ...... dada Rico, Rico terbangun, dan masih dalam kondisi setengah sadar Rico memanggil,
" Anyaaa, sayangku Anya..."
Menyadari wanita yang ia pegang kepalanya bukan Anya, Rico segera menjauh, ia kaget, dilihatnya Briana dengan wajah berantakan dan terlihat memohon.
Rico segera mundur dan membereskan kemejanya.
" Maaf aku kira kamu orang lain". kata Rico.
Rico segera beranjak pergi menuju ke kamarnya, ia segera mengunci pintu kamarnya, sambil memegang dadanya.
Untung aku segera sadar, bila tadi aku lanjut dan mengira wanita dihadapanku Anya, bahaya, masa mau dua kali khilaf. Batin Rico.
Sementara Briana masih tercenung di sofa.
Bagaimana mungkin, dia yang tadi kelihatan perhatian, masih juga tak mau menggauli aku. Apa kurangnya aku, tubuhku tak kalah molek dengan tubuh Anya.
Kexantilanku juga sebanding dengan Anya. Lalu apa kekuranganku ?.
Ada setetes air mata bergulir di pipi Briana, ia merasa malu dan terhina, karena ditolak oleh suaminya sendiri.
__ADS_1
Briana melangkah lunglai menuju kamarnya, entah kenapa kali ini, ia merasa malu ditolak oleh Rico.
Tidak seperti sebelum-sebelumnya, ia cuek saja saat ditolak Rico.
Malam ini Briana tak bisa tidur, ia malu bagaimana besok menghadapi Rico.
Ataukah aku pulang ke Jakarta saja, sebelum Mas Rico bangun.
Sementara di kamar, Rico membayangkan bertemu dengan Anyelir.
Ia sudah sangat merindukan kehadiran Anya berada di sampingnya.
" Dimana kamu Nya ?, aku sangat merindukan kamu, seandainya kamu tak mau kembali padaku, setidaknya aku bisa melihatmu sekali saja, itu sudah cukup mengobati rasa rinduku padamu".
Bila mengingat Anya, ada perih di hati Rico.
Ia merasa bersalah pada Anya, karena secara tidak sadar tidur dengan Briana, sehingga menyebabkan Briana hamil.
Hari ini, ia baik pada Briana bertujuan untuk menebus hari-hari sebelumnya, dimana ia sama sekali tak.pernah memperhatikan Briana, padahal Briana mengandung anaknya.
Dia ingin walaupun tak mencintai Briana, tapi bayinya yang dikandung Briana sehat, sebab bayi itu butuh makanan bergizi, sementara Briana masih memikirkan tubuhnya supaya tetap langsing, sehingga ia tetap diet walaupun dalam kondisi hamil.
ππππππππππ
Ka Nor.. mesti jengkel nih, kenapa si nyeritain Briana, maaf ya aku males bacanya.
Maaf ya kaaa, lope lope deh padamu πππ
Sekarang berduka,
Nanti, tiba saatnya kita bahagia
Buat Readersku tercinta, setelah ini aku up lagi deh episode baru, jangan manyun ketu πππ
Tunggu yaaa, bentaaaar lagi
Jangan lupa like, koment n vote-nya banyakin, jangan kasih kendor, biar author makin cemungudth eksekusi Anyelirnya.
Saranghaeyo πππ
__ADS_1