
Fyi "Saffron memiliki arti hati-hati overdosis"
***
Tari Masuk ke kamar anaknya tersebut dengan pelan. Menghampiri Hazel yang kini masih setia terlelap dalam tidurnya. Tanpa tersadar kini air matanya sudah mengalir dengan begitu deras melihat mata Hazel yang sudah sembab dengan banyak luka bekas cakaran di tangan dan kakinya.
"Maafin Mama nak, mama gak pernah tau kondisi mental kamu," ucap Tari dengan tatapqn nanarnya pada anaknya tersebut yang masih setia memejamkan.
Tari mendudukkan dirinya di samping Hazel sambil menatap anaknya tersebut lama. Ia tak menyangka jika anak yang selama ini Tari pikir baik-baik saja dan bahagia tersebut ternyata malah menyimpan begitu banyak luka seorang diri.
Hazel beruntung karena ia memiliki kakak, namun bagaimana jika Hazel tak memiliki seorang kakak? Apa ia harus berjuang sendiri untuk kesembuhan mentalnya dan hidupnya sendiri?
Melihat pergerakan dari Hazel. Tari dengan segera menghapus air matanya agar anaknya tersebut tidak mengetahui jika ia tengah menangis. Selama ini ia selalu menganggap enteng kesehatan mental anaknya tersebut.
“Mama?!” Hazel membuka matanya dan langsung menegakkan tubuhnya saat melihat keberadaan ibunya tersebut.
“Kamu sakit lagi? Mama udah minta abang setelah ini buat anter kamu ke dokter,” ucap Tari dengan senyumannya sambil memeriksa kening anaknya tersebut yang masih hangat.
“Iya Ma,” ucap Hazel singkat. Matanya kini benar-benar sembab. Setelah menangis dalam waktu yang begitu lama. Dan Tari dapat dengan jelas melihat semua itu.
“Jangan sakit-sakit terus Nak. Mama khawatir,” ucap Tari dengan tatapan sendu pada anaknya tersebut. Hazel memang terkadang begitu mudah sakit. Jika salah makan sedikit saja bisa membuat nya sakit. Hazel juga begitu suka begadang hingga membuat sering darah rendah.
“Iya Ma. Maaf ya Ma, udah buat Mama khawatir,” ucap Hazel dengan tatapan sendunya yang hanya Tari balas dengan anggukan dan senyuman.
“Sekarang kamu mending siap-siap, setelah ini biar abang langsung anter kamu,” ucap Tari yang Hazel balas dengan anggukan.
Tari mengelus puncak kepala anaknya tersebut lalu keluar dari kamar Hazel sambil mengusap air matanya yang jelas tak bisa dilihat oleh Hazel. Sedangkan Hazel segera berjalan ke arah kamar mandi sekedar mencuci wajah nya dan menggosok giginya. Rasanya ia masih malas untuk mandi.
Setelah selesai dan keluar dari kamar mandi ternyata di kamarnya sudah ada Tara yang menunggunya sambil memainkan ponselnya. Saat melihat Hazel yang keluar dari kamar mandi dengan segera Tara berdiri dan berjalan ke arah adiknya yang sudah rapih.
“Jaket nya mana?” tanya Tara saat melihat Hazel yang tak mengenakan Jaketnya. Hazel menunjuk pada sebuah gantungan jaket.
Tara dengan segera mengambilnya lalu memakaikannya pada adiknya tersebut dengan begitu telaten.
“Udah cantik,” ucap Tara dengan senyumannya yang juga membuat Hazel tersenyum mendengarnya.
Setelah selesai bersiap Hazel dan Tara segera keluar dari kamar Hazel dan berjalan ke arah mobil. Sesuai yang telah mereka rencanakan kini Hazel dan Tara akan memeriksakan kondisi Hazel di klinik milik tante mereka.
***
Setelah memeriksakan keadaannya yang ternyata hanya kelelahan dan ditambah beban pikiran kini Hazel tengah merebahkan tubuhnya di sofa kamarnya bersama dengan Tara yang kini pahanya Hazel jadikan sebagai bantalan untuknya.
__ADS_1
Suara dentingan ponselnya membuat Hazel yang mulai semalam enggan untuk membuka ponselnya tersebut akhirnya memutuskan untuk membuka ponselnya dan ternyata ada pesan Akasa.
Big Bos
Aku denger dari mbak Rima kamu udah tau ya kalau hari ini aku tunangan.
Maafin aku ya Zel, lagi-lagi aku nyakitin kamu.
Tapi semua di luar kendali aku Zel.
Aku di jebak. Sampai aku harus mau nerima pertunangan ini.
Satu minggu yang lalu waktu aku gak kerumah kamu malam sabtu aku di rumah temen aku.
Temen baru aku yang kebetulan aku kenal di bengkel.
Di rumah dia cuam ada neneknya aja sama dia.
Akhirnya aku kesana pas dia telpon minta aku buat ke rumahnya.
Tapi di luar dugaan aku ternyata di sana ada dua cewek. Yang satu pacarnya temen aku itu.
Mereka lagi minum. Awalnya aku udah nolak tapi mereka malah maksa.
Akhirnya aku mutusin buat pulang aja karena ngerasa gak nyaman.
Apa lagi perempuan itu terus-terusan buat godain aku secara terang-terangan.
Tapi besok paginya aku malah di datengin sama RT dan Polri setempat
bersama kedua orang tua dari perempuan tersebut.
Mereka memfitnah aku kalau aku udah melecehkan anak mereka. Padahal aku sedikitpun gak nyentuh anak mereka.
Aku berani sumpah Zel.
Perempuan itu malah ngancem buat bunuh diri kalau aku gak ngelamar dia.
Keluarga aku juga gak ada yang setuju Zel. Mama, kakek, bahkan Ayah aku setujunya aku sama kamu.
Tapi kita juga gak bisa nolak karena disana ada foto kita lagi minum dan perempuan itu yang gelendotan ke aku.
__ADS_1
Karena gak mau buat berurusan sama polisi akhirnya keluarga setuju buat ngelamar dia.
Tapi aku sama sekali gak cinta sama dia Zel.
Aku harap kamu bisa ngerti posisi aku.
Aku juga berharap kamu masih mau baca pesan aku.
Aku gak minta buat di maafkan Zel. Karena aku tahu kesalahan aku emang fatal.
Aku gak ada bedanya dari Argo. Aku hanya ngerasa perlu buat ngasih tau kamu semua ini.
Hasil akhirnya semua ada di tangan kamu.
Kalau kamu emang gak bisa buat maafin aku dan tunggu aku buat selesaikan semua ini.
Bahagia selalu Zel. Sehat terus cantik.
Pesan tersebut tanpa sadar membuat air mata Hazel menetes membacanya. Ia tak menyangka jika semua akan berakhir seperti ini. Jika saja kesalahan Akasa hanya masalah pertunangan ini. Jika di lihat dari cerita Akasa ia masih bisa untuk memaafkannya dan bersikap biasa saja karena Akasa pun tak menginginkan pertunangan ini.
Namun di satu sisi Hazel mereka juga harus sadar diri jika pertunangan bukan lagi hubungan yang main-main dan bisa di batalkan begitu saja apa lagi Akasa yang juga malah balikan dengan Selin. Bukankah jika begini yang Akasa tahu hanya menyakiti Hazel? Karena tak bisa menyentuh Hazel, laki-laki tersebut malah bersama dengan masa lalunya dan tanpa sadar membuat Hazel terluka?
Tara yang melihat adiknya yang menangis langsung mengambil ponsel Hazel dan terkejut saat mendapati pesan yang Akasa kirimnya. Dengan kesal Tara langsung memblokir kontak Akasa dan menghapusnya agar laki-laki tersebut tak lagi mengganggu adiknya tersebut.
“Jangan pikirin dia lagi. Kalau emang harus pergi. Ikut kakak ke Malaysia. Kita tinggal di sana,” tegas Tara yang membuat Hazel hanya diam sambil memeluk perut Tara dan menangis dalam pelukan kakaknya tersebut. Tara memejamkan matanya sambil mengelus puncak kepala Hazel sayang.
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.
__ADS_1