Anyelir

Anyelir
Snapdragon


__ADS_3

Fyi "Snapdragon memiliki arti kecurangan, gadis yang sangat ramah, anggapan"


***


Akasa berjalan di koridor kampusnya dengan tidak bersemangat. Bahkan saat sampai di kelasnya ia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kosong. Seorang wanita berjalan ke arah Akasa dengan senyuman yang mengembang di wajah wanita tersebut. Namun melihat Akasa yang terlihat tak bersemangat dan seperti berada dalam mood yang tidak baik membuatnya menaikkan sebelah alisnya bingung melihat laki-laki tersebut.


“Akasa kamu kenapa?” tanya gadis tersebut yang kini sudah duduk di depan Akasa yang tengah menelungkupkan kepalanya di atas meja.


“Kamu mending balik ke kelas kamu deh, aku lagi males buat ngomong,” ketus Akasa tanpa mau melihat ke arah gadis tersebut yang kini mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan dari Akasa yang mengusirnya.


“Kamu kenapa sih, padahal baru kemarin kamu bilang suka sama aku,” ucap gadis tersebut dengan mengerucutkan bibirnya berusaha membuat Akasa untuk tertarik padanya sata ia membuat raut wajah sok imut.


“Gak usah sok imut deh, ayam kampus modelan kayak kamu tuh cuma buat mainan doang, jangan berharap lebih,” sarkas Akasa yang setelahnya segera pergi dari sana meninggalkan wanita tersebut dengan kekesalannya. Wanita tersebut mengepalkan tangannya kesal lalu juga memilih pergi dari sana dan berjalan ke arah kelasnya sendiri.


Akasa kini berjalan menuju gedung belakang. Pikirannya kini tengah kacau sebatang rokok seperti akan menenangkan untuknya.


Bimo yang tengah berada di sana dengan kekasihnya terkejut melihat kedatangan Akasa namun laki-laki tersebut malah acuh.


“Lanjut aja, anggep aku gak ada,” ucap Akasa dengan acuh. Namun untuk menghargai laki-laki tersebut Bimo meminta kekasihnya tersebut untuk pergi lebih dulu dan ia akan berbicara pada Akasa. Menurut. Kekasih Bimo hanya menurut lalu segera pergi dari sana. Memberikan kekasihnya tersebut ruang untuk berbincang dengan sahabatnya.


“Kenapa? Masalah Hazel?” tebak Bimo yang tepat sasaran. Akasa menghembuskan nafasnya kasar sambil melihat ke arah Bimo dengan tangannya yang masih mengapit rokok.


“Kemarin dia pulang duluan, dan ternyata dia sekarang di Malaysia,” ucap Akasa dengan dengusan kasarnya. Bimo mengambil rokok yang Akasa pegang lalu mengambil satu batang rokok untuk ia sendiri.


“Emang pantes sih dia begitu,” ucap Bimo yang kini membuat Akasa menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar ucapan Bimo tersebut. Seolah ia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Hazel pergi.


“Kamu tahu?” tanya Akasa dengan tatapan penasarannya pada Bimo yang malah mengedikkan bahunya acuh. Kini laki-laki tersebut bersandar ke tembok dan saling berhadapan dengan Akasa namun ia malah tak mau menatap Akasa.

__ADS_1


“Aku emang bajingan yang suka nidurin anak orang Sa. Tapi kalau aku udah saka sama satu orang hanya dia yang aku perjuangin, bukannya berlindung di balik kata-kata kita temenan aja ya biar pas putus gak musuhan,” ucap Bimo yang kini malah meniru ucapan Akasa pada Hazel. Akasa menatap tajam ke arah Bimo. Ia tak suka mendengar ucapan tersebut.


“Apa kamu masih anak SMP yang suka mengatakan hal tersebut? Kita udah memasuki masa pendewasaan diri Sa. Perlahan kini juga udah harus berhenti untuk mempermainkan wanita dan fokus dengan orang yang hanya akan kita ajak serius. Gak sekarang emang tapi gak juga dengan memberikan banyak harapan pada banyak perempuan,” ucap Bimo panjang lebar. Akasa terdiam mencerna ucapan laki-laki tersebut. Bimo tak berbeda jauh dari Akasa. Mereka sama-sama nakal dan sama-sama suka menjadikan kekasih sebagai alat pemuas nafsu namun Bimo jika sudah memiliki orang yang di suka ataupun kekasih maka hanya ada perempuan tersebut tidak dengan yang lain.


“Pikirin baik-baik,” ucap Bimo sambil menepuk pundak Akasa dan hendak pergi dari sana namun baru saja ia akan pergi Bimo menghentikan langkahnya.


“Hazel kemarin liat apa yang kamu lakuin di kelas. Dia ngelarang aku buat ngasih tahu kamu tapi kayaknya kamu emang harus tahu biar kamu bisa merenunginya,” ucap Bimo yang setelahnya segera pergi dari sana. Berbeda dengan Akasa yang kini masih terdiam dengan keterpurukannya mendengar ucapan Bimo tersebut.


“Hazel pasti marah karena itu,” ucap Akasa sambil memejamkan matanya lalu mengusap wajahnya gusar. Ini memang salahnya lagi-lagi ia menyakiti gadis tersebut dan bagaimana jika Tara sampai mengetahuinya? Bisa dipastikan ia tak akan bisa lagi untuk bertemu dengan Hazel jika Tara sampai mengetahuinya.


***


Hazel kini menatap pemandangan dengan tatapan berbinar. Tempat yang sudah lama tak dikunjunginya tersebut kini terlihat semakin indah. Kini Hazel tengah berdiri di depan bangunan kantor milik keluarganya yang berada di Malaysia. Bangunan besar dan mewah.


Dengan langkah pasti gadis tersebut berjalan memasuki bangunan tersebut untuk mencari keberadaan kakaknya karena ia ingin mengajak kakaknya tersebut untuk berlibur. Katakan saja Hazel tak tahu waktu namun biarkan saja karena kini ia sudah tak sabar untuk jalan-jalan.


Saat memasuki kantor tersebut Hazel celingukan mencari keberadaan asisten kakaknya yang mengatakan akan menjemputnya karena di bagian depan untuk benar-benar masuk ke kantor tersebut harus memakai kartu karyawan karena selain karyawan tak ada yang bisa masuk tanpa Izin.


“Maafkan saya Miss saya nampak awak terus berdiri di sini, ada apa-apa yang awak perlukan?” tanya seorang wanita menghampiri Hazel. Hazel terdiam sejenak bingung harus berkata apa dan menggunakan bahasa apa. Ia hanya mengerti apa yang orang tersebut katakan namun ia tak tahu cara berbicara nya dalam bahasa Malaysia.


“Hm saya mencari Abang saya, Bang Tara,” ucap Hazel berharap wanita tersebut mengerti apa yang ia katakan. Lagi pula menurutnya bahagia Indonesia tak berbeda jauh dengan Bahasa Malaysia.


“Anda dari Indonesia? Saya juga dari Indonesia. Tapi maaf Nona Anda tidak bisa sembarangan bertemu dengan Tuan,” ucap wanita tersebut dengan senyuman ramahnya.


“Saya adik Bang Tara. Apa Anda bisa mengantar saya ke ruangannya? Saya sudah meminta Bang Martin untuk menjemput saya namun ia malah belum datang juga,” ucap Hazel panjang lebar menjelaskan maksudnya datang.


“MAaf Nona tapi Anda tidak bisa menggunakan alasan tersebut untuk bertemu seenaknya dengan Tuan. Anda bisa membuat janji lebih dulu,” ucap wanita tersebut masih ramah pada Hazel. Hazel menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan dari wanita tersebut yang tak mempercayainya.

__ADS_1


“Tak apa jika Anda tidak percaya, saya memakluminya,” ucap Hazel akhirnya memilih untuk menelpon Martin agar segera menemuinya.


Namun baru ia akan menelpon laki-laki tersebut dari arah depan ada yang melambaikan tangan padanya membuat Hazel menghela nafasnya melihat hal tersebut. Pegawai perempuan tersebut tampak terkejut melihat kedatangan Martin yang berjalan ke arah mereka. Siapa yang tak tahu dengan orang kepercayaan atasan mereka itu.


“Nona maaf membuat Anda menunggu lama. Tadi saya sedang ada urusan di luar,” ucap Martin meminta maaf pada Hazel yang hanya menjawabnya dengan anggukan.


“Mengapa kau tidak mengantarnya ke ruangan Mr. Tara?” tanya Martin pada pegawai di depannya tersebut yang ia tahu berasal dari Indonesia.


“Maaf Tuan, saya pikir Nona mengatakan kebohongan jika ia adalah adik dari Mr. Tara,” ucap pegawai tersebut sambil menunduk takut.


“Nona maafkan saya,” ucap Pegawai tersebut pada Hazel yang hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Sudah lah, ayo Bang kita langsung ke atas aja,” ajak Hazel yang Martin balas dengan anggukan.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah_ dan Wphilmiath_


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.

__ADS_1


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.



__ADS_2