Anyelir

Anyelir
Surprise


__ADS_3

Rico menekan nomor temanya,


" Hallo Wayan, pa kabar ?"


" Hello Ric, pa kabar Brooo, lama amat kita nggak ngobrol ya?"


" Ya nih Yan, aku ada perlu".


" Ok ok, ada yang bisa tiang bantu?"


Wayan adalah teman Rico kuliah saat di London, dia berasal dari Bali, sekarang ia tinggal di Tangerang, dan kebetulan disana dia memiliki perusahaan di bidang jasa. dia memiliki beberapa anak buah, yang pandai menyamar.


Selain sebagai pengusaha di bidang jasa, dia juga memiliki perusahaan yang maju di bidang broadcast.


Dari dulu Wayan terkenal sebagai mahasiswa yang selalu ingin tahu, dia pandai menyelidiki sampai menemukan suatu kebenaran, beberapa teman dari Indonesia pernah menyewanya untuk menyelidiki sesuatu, dan pasti berhasil. Jiwa detektifnya inilah yang membawanya sebagai pengusaha di bidang jasa


Wayan anaknya ramah dan pandai bergaul, saat di London dia merupakan salah satu mahasiswa yang disukai oleh cewek-cewek bule, karena wajahnya yang tampan dan badanya yang sexy.


" Ini cuma kamu yang boleh tahu".


" Oke siap-siap boss, pekerjaan gue juga memgharuskan kita bergerak secara rahasia boss".


" Aku minta mulai hari ini ya , aku kirim foto dan identitasnya".


" Oke aku tunggu".


Rico mengirimkan identitas Anya sekaligus foto dan kapan terakhir ia menemukan Anya tanpa sengaja.


Setelah harga disepakati, mereka ngobrol mengenang masa saat kuliah.


Frend is frend, bisnis is bisnis. Ada saatnya pertemanan tidak bisa dimasukkan dalam bisnis, begitu juga sebaliknya.


Rico merebahkan diri di kasurnya yang empuk, ada rindu yang semakin menambah sesak didadanya.


Malam ini, ia tak bisa tidur, beberapa kali ia hanya bisa membolak-balikkan tubuhnya yang sebetulnya merasa capai, tapi matanya tak jua mau terpejam.


Sampai dini hari, barulah Rico tertidur dengan pulas.


Dan pagi ini Rico harus bangun kesiangan, beberapa kali Briana mengetuk pintu kamarnya, untuk membangunkannya, tapi karena Rico masih tertidur lelap, sehingga ia tak mendengar suara ketukan di pintunya.


Rico bangun saat jam sudah melewati delapan pagi, tidak seperti biasa dia selalu tergesa-gesa, kali ini Rico santai.


Ia memasukkan badanya di bathup, ia menikmati air hangat yang menyelimuti badanya.


Pertemuan dengan perusahaan perlengkapan alat rumah tangga asal Turky akan diadakan pukul sebelas hari ini, masih ada kesempatan untuk keliling-keliling dulu kota Tangerang. siapa tahu bertemu dengan Anya.


Rico sengaja tidak berangkat ke kantor, dia langsung menuju ke arah Tangerang, saat itu jam.menunjukkan jam sembilan pagi.


Rico beberapa kali memutari jalan yang kemarin ia lihat ada Anya, di sebarang jalan Rico menemukan cafe, tempatnya asik, ada dua tingkat Rico memilih untuk duduk di atas, dari situ Rico bisa melihat sekitar.

__ADS_1


Rico janjian dengan Pak Hasan dan Pak Rexy, keduanya adalah pegawainya di kantor, mereka adalah orang-orang andalan Rico di kantor, mereka juara dalam hal negosiasi, dan yang membuat Rico bangga pada mereka berdua, mereka sangat bertanggung jawab.


Rico pagi ini tak sempat minum kopi dan sarapan di rumah, jadi dia pesan di cafe, masih kepagian jam segini masuk cafe, tapi cafe sudah buka, lumayan banyak juga pengunjungnya.


Rico menikmati sarapan pagi ini, terasa lebih nikmat saat membayangkan sebentar lagi ia ketemu dengan Anya. Rico senyum-senyum sendiri, dia merasa sudah tak waras.


Tapi saat ini dia felling good, sepertinya akan ada sesuatu yang baik sebentar lagi.


Di tempat lain, di kantor, Anya sedang menyusun surat kontrak kerja sama antara boss-nya dengan sang pembeli saham yang berasal dari Jogja.


Surat Perjanjian kerjasama sudah dibuat Anya dengan sangat teliti, tak ada sesuatupun yang terlewat, Anya memang terkenal sangat teliti, Ini merupakan kebiasaan Anya.


Sebentar lagi pertemuan akan dilakukan masih kurang tiga puluh menit lagi.


Masih ada waktu untuk Anya memperbaiki make up nya.


Anya masuk ke toilet wanita, ia memperbaiki.make up-nya, masih bagus tapi dia ingin kelihatan rapi di depan investor.


Rico melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan dimana ia akan menandatangani perjanjian pembagian saham.


Perusahaan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan saham empat puluh persen.


Rico sampai di depan perusahaan tersebut, ia disambut oleh Pak Hasan dan Pak Rexy, dan dari perusahaan Ekrem mempersilahkan untuk naik ke ruang pertemuan.


Mereka berjalan dengan diperhatikan oleh bebrapa pegawai baik laki-laki maupun perempuan.


Semua mengangguk dengan hormat.


Keren, cakep dan cool.


Rexy sebetulnya lebih muda, dan nggak kalah cakep dengan Rico, tapi penampilan Rico jaih lebih percaya diri dan menawan.


" Gila cakep banget itu cowok".


" Itu yang mau beli saham empat puluh persen".


" Indonesia asli brooo, Mr. Adskan lewat" sambil berbisik


Mereka berdua tertawa cekikikan.


" Beruntungnya yang punya suami se -handsome itu".


" Kelihatannya dah nikah belum ?"


" Kayaknya sih sudah, tapi mau dooong jadi yang kedua ".


" Ssstttt".


Mereka cekikikan lagi.

__ADS_1


Rico, Pak Hasan dan Pak Rexy masuk ke ruang pertemuan yang sangat intimate, mereka disambut oleh Mr. Adskan.


Mereka semua berjabat tangan.


" Mari silahkan duduk".


" Terima kasih"


" Nanti kami akan ajak bapak-bapak untuk melihat-lihat produk kami yang untuk sementara ini kami buat masih di Turky, setelah itu, kita akan langsung membicarakan berapa yang akan perusahaan anda peroleh dari laba bersih yang kita hasilkan".


" Ya sebetulnya kami bermaksud melihat produk-nya terlebih dahulu, sehingga kami bisa memastikan kualitas-nya".


" Sebetulnya yang akan mengajak melihat-lihat produk kami adalah Riana, tapi.... Pak Teguh, bisa dipanggilkan Riana, sehingga kita akan segera bisa melakukan tour ini, dan penandatanganan segera dilakukan"


" Baik Pak ,saya akan memanggil Ibu Riana"


Pak Teguh keluar untuk memanggil Anya.


Kebetulan Anya keluar dari kamar mandi.


" Bu Riana, tamunya sudah datang".


" Oh ya, maaf Pak, saya habis dari belakang".


" Ya Bu Riana, mari ".


Anya di perusahaan tersebut sangat dihormati, karena dedikasinya yang sangat tinggi.


Walaupun termasuk baru di perusahaan tersebut jabatan tinggi segera diraihnya, karena memang dia layak.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang pertemuan, dan kebetulan tamu-tamu sedang berbincang dengan Mr. Adskan Ekrem.


Mr. Adskan segera berdiri menyanbut Riana,


" Ini Riana, pegawai kami yang luar biasa, membantu perusahaan ini, karena beliaulah perusahaan ini maju dengan pesat.


Rico dan yang lain berdiri untuk berjabat tangan dengan Riana. Posisi mereka yang semula membelakangi saat ini sudah berbalik dan menghadap langsung Riana.


Alangkah terkejutnya mereka. Riana yang diperkenalkan pada mereka adalah, wanita yang selama ini dicari Rico.


Secara tak sadar Pak Hasan memanggil Anya.


" Ibu Anya " Mereka memandang Anya dengan takjub, bahkan Rico hanya bisa terpaku memandang wanita yang dicarinya selama ini berdiri tepat dihadapannya.


πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚


Hari ini aku up dua episode kaaa


jangan lupa like, koment n vote-nya ya...

__ADS_1


Saranghaeyo 😘😘😘😘😘


__ADS_2