
Fyi "Hop memiliki arti ketidak adilan"
***
Setelah sampai di rumahnya Hazel segera membiarkan tubuhnya. Kini gadis tersebut tengah berendam berusaha untuk menenangkan pikirannya sambil menghilangkan lelahnya dengan berendam. Kini bukan hanya badannya saja yang lelah, namun juga pikirannya kini terasa begitu lelah.
Hazel memilih untuk memejamkan matanya. Hingga suara gaduh dari luar kamarnya membuat Hazel dengan segera membuka matanya merasa terganggu dengan suara dari luar kamarnya.
“Hazel, kamu di dalam?” tanya suara tersebut mengetuk pintu kamar mandi Hazel dengan tidak sabaran. Hazel menghela nafasnya kasar mengetahui jika suara tersebut adalah suara dari sahabatnya.
“Gak mati kan Zel di dalem?” tanya suara lain yang menyusul. Hazel hanya bisa menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan dari sahabatnya tersebut yang terkadang memang minta dibersihkan mulutnya dan di pasang filter baru agar lebih berakhlak mulut temannya yang satu itu.
Hazel segera membilas tubuhnya lalu memakai pakaian dalamnya dan memakai handuk kimononya. Baru setelahnya Hazel segera keluar dari kamar mandi sambil membawa jus yang sebelumnya sudah disiapkan untuk ia bersantai sambil berendam di kamar mandi.
“Ganggu aja, lagi menikmati hidup juga,” ucap Hazel pada sahabatnya tersebut yang kini hanya menyengir mendengar ucapan Hazel.
Hazel kini duduk di balkon kamarnya yang diikuti oleh sahabatnya setelah mereka mengambil minuman kaleng di kulkas kecil yang berada di kamar Hazel. Memang jika di rumah Hazel, terutama di kamar Hazel mereka sudah seperti Tuan rumah bisa melakukan apapun tanpa canggung dan seenaknya. Hazel juga tak pernah keberatan soal itu.
Kini mereka sudah duduk di balkon dengan minuman di tangan mereka masing-masing. Langit senja yang memang jika dilihat dari kamar Hazel memang begitu indah. Dan kini mereka tengah menikmati mentari yang tenggelam tersebut dengan begitu tenang.
Mereka saling terdiam dalam waktu yang cukup lama, hingga akhirnya Nira yang lebih dulu membuka suaranya untuk menanyakan tentang date yang Hazel lakukan bersama dengan Fernando.
“Jadi gimana ketemuannya?” tanya Nira menoleh ke arah Hazel dengan menaikkan sebelah alisnya pemasaran tentang cerita seru apa yang kini Hazel miliki. Mereka begitu tahu Hazel yang memang selalu sering memiliki cerita serunya tersendiri yang mampu membuat mereka tertawa mendengarnya.
“Udah lah ancur. First impression nya buruk,” ucap Hazel yang membuat kedua sahabatnya tersebut tertawa bahkan mereka belum mendengar dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi. Lalu bagaimana jika mereka tahu yang sebenarnya terjadi? Mereka mungkin bisa tertawa sambil guling-guling.
__ADS_1
“Emang ada apa nih?” tanya Lyly penasaran tentang apa yang terjadi sebenarnya pada sahabatnya tersebut.
“Pertama dia telat datang, kalian sudah tahu sendiri kan. Gue dongkol banget sih itu. Gue nunggu lama banget woy,” ucap Hazel dengan memutar bola matanya malah kala mengingat tentang hal tersebut. Lyly dan Nira berusaha menahan tawanya untuk mendengarkan apa yang terjadi selanjutnya.
“Terus gimana?” tanya Lyly lagi dengan tatapan penasarannya. Hazel meneguk minumannya terlebih dulu untuk menenangkan pikirannya dan melanjutkan ceritanya.
“Itu cafe yang bayar dulu gitu gak sih?” tanya Nira yang Hazel balas dengan anggukan. Cafe tersebut memang sering mereka jadikan untuk tempat nongkrong jadi jelas Nira dan Lyly mengetahuinya.
“Terus gimana? Kamu masuk dulu tanpa pesan apapun gitu? Malu-maluin banget,” ucap Lyly dengan decihannya yang Hazel balas dengan gelengan.
Bukannya menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut kini Hazel malah berjalan masuk untuk mengambil makanan ringan yang berada di kulkas nya. Setelahnya baru Hazel segera berjalan ke arah balkon kembali dan duduk di posisi nya semula.
“Cepet Zel, cerita. Penasaran nih. Kamu bener gak pesen apapun sambil nunggu?” tanya Nira saat melihat Hazel yang masih saja diam sambil membuka bungkus makanannya.
“Ya kali aja kamu gak pesen apapun nunggu di bayarin. Kan kamu biasanya selalu di bayarin kalau keluar sama temen cowok kamu,” ucap Lyly yang dibalas dengan anggukan setuju oleh Nira. Kedua sahabatnya tersebut bukannya tak tahu bagaimana loyalnya Deniz. Mereka bahkan tahu jika Deniz sering mengirimkan Hazel barang branded ataupun saat Hazel sedang butuh saldo untuk berbelanja dan meminta bantuan pada Deniz. Laki-laki tersebut tak pernah mau jika Hazel menggantinya.
Dan Akasa. Mereka jelas tahu Akasa yang paling sering membelikan Hazel makanan. Dan selalu memberikan apa yang Hazel mau. Jadi mereka berpikir jika Hazel sudah terbiasa dengan semua perlakuan istimewa dari kedua laki-laki tersebut yang akhirnya membuat Hazel ogoh untuk membayar makanannya sendiri saat bersama dengan laki-laki.
“Malah aku yang bayarin makanan kita,” ucap Hazel dengan dengusannya yang membuat kedua sahabatnya tersebut terkejut mendengar ucapan Hazel. Mereka tentu terkejut juga tak menyangka jika Hazel yang biasanya selalu dibayarkan makanan setiap makan sama cowok kini akhirnya gadis tersebut yang membayarnya.
“Serius?” tanya Nira yang Hazel balas dengan anggukan. Mendengar hal tersebut kini kedua sahabatnya tersebut sontak tertawa dengan begitu keras mendengarnya. Begitulah perempuan, mengatakan jika mereka baik-baik saja jika harus membayar makanan saat sedang jalan dengan laki-laki namun jika sudah bersama dengan sahabatnya pastilah hal tersebut menjadi bahan gosip untuk mereka. Satu hal yang perlu laki-laki ketahui. Jangan percaya cewek akan baik-baik saja jika harus membayar makan saat kalian sedang bersama. Mereka mengatakan baik-baik saja di depan kalian namun di belakang kalian mereka akan menjadikan kalian bahan obrolan di grup mereka ataupun saat bertemu.
“Gila, minimal split bill lah ya,” ucap Lyly yang masih saja tertawa mendengar cerita dari sahabatnya tersebut yang kini hanya bisa menghela nafasnya kasar mendengar ucapan dari Lyly.
“Itu gimana ceritanya kamu yang bayar?” tanya Nira dengan penasarannya. Ia begitu mengetahui Hazel saat bersama dengan laki-laki biasanya ia pura-pura bego dan miskin untuk melihat apakah laki-laki tersebut loyal atau pelit. Hazel orang yang begitu loyal dan membenci orang pelit. Apa lagi ia sudah terbiasa hidup dengan orang-orang baik yang tak pernah perhitungan dan begitu loyal padanya.
__ADS_1
“Ya, aku kan datang dulu. Gak mungkin dong aku beli makan buat sendiri. Gak enak dong aku kesannya malah aku orang pelit yang gak mau bayarin dia makan sekalian. Jadi ya udah aku bayarin aja sekali sama punya kita,” ucap Hazel menjelaskan. Hingga akhirnya ceritanya mengalir tentang bagaimana Fernando yang hanya menanyakan apakah sudah membayarnya atau belum dan berniat mengganti namun Hazel tolak.
“Harusnya dia cowok ya. Harusnya datang lebih awal lah apa lagi kan itu cafe terkenal ya. Yakali gak tau kalau makan di sana kudu bayar dulu. Harusnya datang duluan terus pesenin kamu makan. Bukannya datang belakangan dan mau-mauan aja makanannya kamu pesenin, dah tau bayar duluan. Apa gak malu di bayarin cewek,” timpal Lyly sambil menggelengkan kepalanya setelah menyampaikan pikirannya.
“Lagian bukannya maksa kek. Atau minuman beli bungkus buat keluarga kamu lah, anggep aja uang ganti. Emang pelit sih Zel kali,” ucap Nira yang kini dibalas dengan anggukan oleh Hazel juga Lyly yang setuju dengan ucapan sahabatnya tersebut.
Setelahnya pembicaraan mereka berlanjut hingga kedua sahabatnya tersebut memutuskan untuk menginap saja. Dan Hazel belum bercerita tentang ia yang akhirnya bertemu dengan Akasa. Karena merasa belum siap menceritakannya.
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.
__ADS_1