
Bangun tidur dengan mata bengkak tak terelakkan lagi. Akibat mencoba menjadi gadis kuat, tetapi gagal total. Semalaman Arinda menangis dipelukan Zacky.
Dadanya terasa sesak, saat melihat banyaknya pemberitaan tentang rencana pertunangan Ricko. Di tambah, satu minggu setelah acara tukar cincin tersebut, pernikahan akan berlangsung. Itu membuat pikirannya semakin membuncah.
Arinda nelangsa. Tak enak tidur, tak enak makan. Dan, akhirnya air mata luruh juga. Ia menyerah.
Arinda pikir kisah cintanya akan seperti drama romantis. Berakhir manis dan bahagia. Ternyata, kenyataan tak seindah itu.
Suara ketukan pintu membuat Arinda beranjak bangun. Berjalan tertatih-tatih untuk membukanya dan terlihatlah Zacky membawa nampan berisi makanan.
“Makan dulu.”
“Enggak laper.”
“Masa, sih? Apa perlu gue periksa perut lu buat tahu laper atau enggak?”
“Ish, mentang-mentang dokter. Bentar-bentar periksa.”
“Makan, deh. Jangan kayak ABG.”
“Zacky, ih.”
“Kalo gak makan, terus sakit. Rugi, Rin. Gak usah berlarut-larut bersedih karena laki-laki. Nangis semalaman udah cukup. Lihat muka lu sana, ngaca. Enggak beda jauh sama panda, lingkaran mata item kayak Suketi.”
“Lu kalo ngasih perumpamaan yang bener dong, Zack. Masa dari panda yang cute ke Suketi yang horor.”
Mereka berdua tertawa.
“Nah, gitu dong ketawa. Jangan nangis lagi. Gue kapok, deh, liat lu mewek. Durasinya panjang.”
“Ih, Zacky. Waktu itu aja lu nyuruh gue nangis.”
“Iya, udah. Gue nyesel. Kagak lagi-lagi, deh.”
“Terus kapok?” canda Arinda.
“Gue masih itungan pemula sebagai kakak, Rin. Mau coba-coba. Daripada penasaran dan, ya, gue kapok. Tapi, kan semalem gue gak minta. Tahu-tahu lu udah nangis.” Zacky meledek.
Arinda mencebik. “Zack, gue mau makan piza aja.”
“Hah! Pagi-pagi gini, yang bener aja, Rin.”
__ADS_1
“Cari yang buka 24 jam.”
“Enggak mules masih pagi gini makan begituan.”
“Kalo mules kan ada elu, Zack. Tinggal periksa.”
“Duh-duh. Adek gue pinter banget jawabnya.”
“Asal lu tahu. Ricko pun suka kewalahan meladeni omongan gue.” Arinda memandang Zacky. Gadis itu keceplosan. “Tu kan, Zack. Gue gak bisa lupa sama sohib lu. Namanya kesebut terus.”
Arinda. Bersabarlah, setelah hujan biasanya akan ada pelangi. Zacky membatin seraya menatap lekat sang adik.
🌺🌺🌺
“Zack.”
“Ya.”
“Kasus Nirwan apa kabar?”
“Udah resmi menjadi tahanan dan mendekam di penjara.”
“Syukur, deh.”
“Zack.”
“Apa sekolah kedokteran sulit?”
“Buat gue yang zaman sekolahnya males, ya, lumayan bikin mumet. Kenapa tanya-tanya? Mau jadi dokter juga?”
Arinda mengangguk. “Kalo lu mengizinkan. Gue mau nerusin cita-cita gue yang sempat tertunda. Toh, menuntut ilmu gak memandang usia.”
Zacky menatap Arinda. “Itu alasan atau hanya mau menghindari kenyataan?”
“Zack, please. Gue butuh kesibukan untuk melupakan sohib lu.”
“Yakin setelahnya lu bakal lupa?”
“Coba dulu. Lagi pula, gue mau sekolah di luar negeri aja. Supaya benar-benar lupa.”
“Gue pikir-pikir dulu.”
__ADS_1
Arinda mendekati Zacky dan menarik-narik lengannya seraya menatap dengan mode puppy eyes. “Please.”
Zacky mengembuskan napas lelah. Kemudian, mencubit gemas pipi sang adik. “Pantes si Ricko cinta mati sama elu. Lah kelakuan kayak begini.”
“Ish, Zacky. Cinta juga percuma kalo gak jodoh.”
Zacky menggelengkan kepala.
“Terus gimana? Gue di kasih kuliah gak?” tanya Arinda lagi.
“Ada syaratnya?”
“Apa?”
“Besok malam ikut gue ke pertemuan para dokter. Setelahnya, ada sedikit pesta. Kali, di sana lu kecantol temen gue satu profesi.”
“Zacky, ih. Niat lu, kok, jelek? Kalo gitu gue gak mau ikut.”
“Loh, niat jelek dari mana? Salah satunya supaya bisa move on, harus ada pengganti Ricko. Kasih bukti sama sohib gue dan keluarganya yang udah mencampakkan lu. Kalo lu bisa dapat yang lebih baik dari si pewaris itu. Adek gue cantik gini, masa ditolak. Bikin emosi aja!” Sorry, Rin, agak maksa untuk ikut. Setelahnya, lu pasti berbahagia.
Arinda membisu. Ia tak berniat sama sekali untuk mencari pengganti Ricko. Gadis itu ingin sendiri selamanya.
Seandainya pun memaksakan kehendak bersama orang lain. Arinda hanya khawatir tidak akan bisa membalas perasaan pria itu. Cintanya terhadap Ricko kadung terjerat di relung hati terdalam. Jadi, daripada menyakiti hati lelaki yang tak bersalah nanti, gadis itu memilih untuk menjadi jomlo seumur hidup.
Lagi pula, tak adil rasanya bersama pria lain hanya untuk ajang unjuk gigi. Bahkan, yang diucapkan Zacky lebih terdengar seperti balas dendam.
Arinda tahu, Zacky hanya ingin melihatnya bahagia. Karena, sang kakak sangat menyayanginya.
Akan tetapi, Arinda sudah cukup dewasa untuk mengetahui apa yang bisa membuatnya bahagia.
Namun, Arinda menjadi bimbang memilih. Menuruti kata hatinya atau keinginan sang kakak. Bagaimanapun, Zacky hanya ingin yang terbaik untuk sang adik.
Setuju sama yang mana?
Kata hati Arinda
Keinginan Zacky
Ricko aja
__ADS_1