
Satu bulan kemudian
“Saya terima nikah dan kawinnya Zaskia Alicia binti Darius Adiwarman dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI!”
“Bagaimana para saksi? Sah?”
"SAH!"
"SAH!"
"ALHAMDULILLAH!"
Satu tarikan napas dan ucapan lantang lagi mantap dari Ricko membuat ikrar ijab kabul tersebut ‘Sah’. Resmi sudah keduanya menyandang gelar sebagai suami-istri.
Senyum sumringah tak luntur dari bibir Ricko. Bahkan, bertambah mengembang bagai adonan donat, ketika melihat sang pujaan yang telah menjadi istri tersebut datang. Arinda memancarkan aura pangling pengantin.
Gadis itu mengenakan kebaya cantik berleher sabrina. Warna pun senada dengan Ricko, yakni putih gading. Belum lagi riasan yang sangat memesona. Semakin terpancar saja kecantikan dari Arinda.
Dengan sigap Ricko berdiri untuk membantu sang istri duduk.
Acara tukar cincin pun berlangsung manis. Ricko tak melepas sedikit pun tatapannya kepada Arinda.
Sebelumnya, Ricko mengecup tangan sang istri. Baru memakaikannya cincin bermata berlian. Kemudian, mengecupnya kembali bolak-balik antara telapak dan punggung tangan. Itu dilakukan beberapa kali. Puas melakukan hal tersebut. Berlanjut, mengusapnya lembut.
Kemudian, mengecup kening Arinda cukup lama. Membuat para tamu, keluarga, bahkan sang penghulu mengulum senyum.
Tiba saat Arinda yang memakaikan cincin di jari Ricko kemudian mencium tangan sang suami.
__ADS_1
“Istriku.”
“Suamiku.”
Keduanya tersenyum sumringah.
Semua proses ijab kabul berlangsung lancar dan khidmat. Tukar cincin, tanda tangan buku garuda, dan menyungkem kepada kedua orangtua dan seluruh keluarga, usai sudah.
Sesi pemotretan dan salam-salaman kepada kerabat dan sahabat juga telah rampung. Tinggal menunggu perhelatan pernikahan yang akan dilakukan pada malam hari.
🌺🌺🌺
Karangan bunga membeludak memenuhi area pintu sampai ke luar tempat acara. Selain itu, penjagaan juga cukup ketat. Pasalnya, ini adalah hari pernikahan antara sesama bungsu dari dua keluarga penting dan cukup terhormat. Jadi, kondisi keamanan harus dipastikan aman terkendali. Bahkan, seluruh anak buah Shavic ikut turun tangan mengamankan.
Pada pesta pernikahan, Ricko memakai setelan jas hitam, kemeja dalam putih, dan berdasi kupu-kupu. Sementara Arinda mengenakan gaun berwarna putih ala princess. Kalung mutiara dan mahkota turut menghiasi. Eyebrow on point, glowing skin, dan polesan bibir berona merah menambah cantik sang pengantin wanita.
Sebelum mulai bersalam-salaman dengan para tamu. Beberapa proses acara pembukaan lebih dulu dilakukan. Usai semua selesai. Barulah Ricko dan Arinda bisa duduk di atas singgasana pelaminan. Kemudian, menjadi raja dan ratu sehari.
Senyum tak luntur sama sekali dari bibir kedua pengantin. Ketika tamu mulai berdatangan untuk bersalaman, bahkan tiada hentinya datang. Mereka tetap tersenyum.
“Sayang, kamu duduk aja kalau sudah merasa capek. Karena sepertinya, tamu masih banyak.”
__ADS_1
“Aku mau bersalaman dengan mereka bareng kamu, Sayang. Kaki aku hanya pegal. Hak sepatunya terlalu tinggi.”
Usai mengucapkan ijab kabul. Ricko dan Arinda memutuskan untuk kembali saling memanggil dengan panggilan ‘Sayang’.
“Ya, sudah duduk dulu. Aku lepas sepatunya.”
Arinda menurut.
Kemudian, Ricko berjongkok dan membuka kedua sepatu sang istri. Lalu, meminta seseorang mengambil flat shoes. Sambil menunggu, Ricko memijat kedua kaki Arinda.
Adegan tersebut tentu saja membuat semua yang hadir mengembangkan senyum.
Seluruh Keluarga Besar Narendra pun turut berbahagia. Ricko-nya yang sempat beku telah mencair dan kembali menghangat.
MC pernikahan turut sigap memberhentikan antrean para tamu. Agar sepasang pengantin tersebut bisa memiliki jeda istirahat sebentar. Sambil menunggu sepatu datang.
Para fotografer pun dengan cepat mengarahkan kamera mereka untuk mengabadikan momen langka tersebut.
Bahkan, para wartawan yang hadir, turut menjepret lensa ke arah sepasang pengantin. Menurut mereka, keduanya sangat serasi dan manis dengan polahnya yang cukup menggemaskan.
Sepatu pun datang. Ricko memakaikan kembali. Kemudian, meminta Arinda terus memegang tangannya agar kuat berdiri lama. Pasalnya, antrean sudah dibuka kembali.
Saking banyaknya kerabat, kolega, dan teman-teman dari dua keluarga. Membuat tamu tak kunjung habis. Waktu tiga jam pun terasa kurang, karena para undangan masih mengantre untuk bersalaman.
Yuhuuuu, mau lanjut lagi?
Akooh spoiler sedikit next episode, yess. Ada pernikahan, pasti ada juga malam pertama dong, ya. Uhhuuyyyy. Eiittzzz, jangan berpikir ada adegan teramat detail. Oke 😉
__ADS_1
Mau kuposting, tetapi ... nunggu sampe 20 akun yang komentar dulu, ah 😉😀 #authorpamrih 😁😁😁✌️