ARINDA

ARINDA
Kemarahan Dito


__ADS_3

“ARINDA ADIK GUE! ZASKIA ALICIA!”


Spontan Ricko dan Dito bersitatap. Mereka saling melempar tatapan bingung. Kemudian, keduanya menatap Zacky tak percaya atas apa yang dokter muda itu katakan.


“Jangan bercanda lu, Zack!” Dito mulai angkat bicara.


“Gue serius. Arinda adalah Zaskia Alicia. Kia ... Kia adik gue yang hilang.” Zacky berucap meyakinkan.


Sementara Ricko terpaku di tempat dengan pikiran yang menjelajah. Perlahan, ia melepaskan cengkeraman tangannya kepada Zacky.


Namun, tiba-tiba satu tinju tepat mendarat di pipi Zacky yang memang sudah babak belur. Kemudian, lanjut meninju Ricko. Pukulan tersebut di beri dengan sekuat tenaga karena letupan amarah.


Keduanya tercengang seraya memegang bekas pukulan di pipi masing-masing tanpa berniat membalas. Pasalnya, ucapan yang keluar berbarengan dengan pemukulan tersebut sangat menohok.


“BRENGSEK! LU BERDUA ANGGAP APA PERSAHABATAN KITA?! HAH!” Dito meneriakkan kedua sahabatnya dengan wajah murka.


Baik Ricko ataupun Zacky memilih menundukkan kepala.


“Kalo ada masalah itu ngomong! Kebangetan lu pada! Lihat kan, jadi ada salah paham! Tahu gitu gue biarin berkelahi! Satu mati, satunya lagi sampe modar di penjara! Ketemu, deh, entaran lu berdua di Neraka!”


Keduanya semakin membisu. Tak ada satu pun di antara mereka berani menyahuti Dito.


“Emang dasar bangcat!” Dito menarik baju Zacky dan menatapnya lekat. “Sejak kapan lu tahu Arinda adik lu? Hah!” Kemudian menghempasnya secara kasar.


Lalu, Dito beralih kepada Ricko dan melakukan hal yang sama. “Dan, elu, sialan! Alasan bodoh apa sampe lu bisa-bisanya bertindak seenaknya sama perempuan?!” Kembali ia menghempasnya juga kasar.


Hening!


Sepuluh menit kemudian


“JAWAB!” suara teriakan Dito memecah keheningan. Sekaligus membuat mereka satu per satu mulai angkat bicara.


Zacky menceritakan semuanya perihal pertama kali merasakan getaran sesuatu kepada Arinda.


Kejadian beberapa tahun silam saat Arinda memeluknya waktu Ricko pergi ke London. Ada rasa aneh terselip. Tapi, saat itu belum mengetahui secara pasti perasaan menghangat apa itu.


Seiring waktu berlalu, Zacky merasa ingin melindungi Arinda. Sampai kepada perpisahan gadis itu pergi dari rumahnya membuatnya sedih dan merasa bersalah.


Pada intinya, Zacky bilang saat belum mengetahui identitas Arinda. Dia selalu ingin berada di dekat gadis itu. Dan, sempat berpikir kalau perasaan itu adalah cinta pada umumnya kepada lawan jenis.


Zacky juga menceritakan perihal acara wisuda bertemu Arinda tanpa sengaja. Dorongan untuk selalu membuatnya nyaman, bahagia, dan selalu tersenyum semakin kuat.


Namun, sebelum kembali berangkat ke Jerman, Om Dahlan datang memberikan kabar mengejutkan. Jika Arinda adalah Kia-nya yang hilang.


Tentu ia merasa senang sekaligus mengerti tentang rasa menghangat tersebut. Tak lain dan tak bukan karena Arinda adalah Zaskia. Ikatan batin antara saudara kandung.


“Lu berdua tahu? Gue hampir aja jatuh cinta sama adik sendiri. Sekarang, sih, cinta dan sayang juga. Tapi, tentu hanya sebagai kakak kepada adiknya.” Zacky tersenyum di tengah perihnya bekas pukulan.

__ADS_1


Walaupun berpisah sejak kecil. Namun, dua tahun bersama-sama tentu membekas. Buktinya, saat Arinda memeluk kali pertama rasa menghangat muncul. Meskipun, awalnya salah mengartikan.


“Kalo lu udah tahu, kenapa gak langsung bilang ke Arinda?” tanya Dito seraya mengepalkan tangan.


“Arinda gak bakal percaya begitu aja, Dit. Gue butuh bukti supaya dia yakin.”


“Udah dapet?” tanya Dito lagi.


“Sudah. Tadi pagi dokter Faris memberi tahu kalau hasilnya gue sama Arinda memang saudara kandung. Besok rencananya mau ambil buktinya.”


Zacky menceritakan rencananya agar bisa mengambil darah Arinda dengan mudah. Yakni melalui donor darah.


“Donor darah? Jangan bilang kalau ....”


“Iya, Rick. Sorry, gue gak bilang. Tapi, kan rumah sakit gue masuk sesuai prosedur perizinan di kantor lu. Dan, semua kantong darah gak ada yang sia-sia, kok. Hanya milik Arinda yang gue ambil buat test DNA.”


Ricko menggelengkan kepala atas ide Zacky yang menurutnya cerdas.


Berbeda dengan Dito, justru ia semakin mengeratkan kepalan tangannya. “Lu sendiri mau beralasan apa, Rick?”


“Opa belum kasih restu. Jadi, sampe merestui, ya, hanya bisa temenan. Tapi, gue serius bakal nikahin Arinda, kok, Dit.”


“Kenapa Opa Roni belum merestui?” tanya Dito penasaran.


Dito terus menginterogasi kedua sohibnya macam hakim pengadilan.


Namun, pencarian siapa keluarga kandung Arinda belum ditemukan. Dan, baru saja mengetahuinya dari Zacky jika mereka beradik-berkakak.


Dito bertepuk tangan. Membuat Ricko dan Zacky keheranan.


“Dit, lu kenapa tepuk tangan?” tanya Ricko.


“Lu sehat kan, Dit?” Zacky ikut bertanya.


Dito menghentikan tepukannya. Kemudian, tersenyum sinis ke arah dua orang yang masih menatapnya dengan heran.


Tiba-tiba, kembali Dito melayangkan pukulan ke arah mereka berdua. “ITU UNTUK ARINDA!”


“Dito.” Zacky dan Ricko berucap berbarengan seraya memegang kembali pipi masing-masing.


“Mikir dong! Siapa disini akhirnya yang paling sakit hati akibat keegoisan dan rencana konyol lu pada? Arinda! Adik lu, Zack, dan orang yang lu cinta, Rick!”


“Maksud gue gak gitu, Dit. Gue juga mau kasih Ricko pelajaran. Supaya cemburu dan gak mempermainkan Arinda. Makanya gue mengulur waktu.”


Satu tinju kembali mendarat di perut Zacky. Kali ini, Ricko yang meleraikan.


Namun, apa daya Ricko pun ikut terkena samsak emosi Dito. Pria yang tak pernah memukul orang itu, kali pertama melakukannya kepada kedua sahabatnya. Dan, sudah memberi pukulan beberapa kali kepada mereka. Pasalnya, ia kesal dengan sahabat-sahabatnya yang menurutnya bodoh dan bertindak tanpa memikirkan perasaan Arinda.

__ADS_1


“Seharusnya masalah ini bisa cepat kelar kalo lu berdua menganggap persahabatan kita tu solid. Tapi, lihat! Ricko mencari keluarga Arinda untuk restu Opa Roni. Sampe tega lu, Rick, anak orang digantung. Padahal, yang di cari ada di dekatnya sendiri.” Dito beralih menatap Zacky. “ Zack, kalo aja lu kasih tahu perihal kebenaran siapa Zaskia, gak bakal berbelit gini.”


“Sorry, Dit,” ucap mereka berdua bersamaan.


Mereka berdua menunduk dalam. Merasa bersalah karena telah mengabaikan persahabatan yang sudah terjalin cukup lama. Sehingga salah paham harus sampai terjadi.


“Punya rahasia boleh aja. Tapi, ini menyangkut Arinda. Gue pribadi sudah menganggapnya seperti adik sendiri. Lu Zack, semua kisah hidup Arinda tahu persis, bukan?” Dito menoleh ke arah Ricko. “Elu, Rick. Mau tahu kisah pahit hidup demenan lu? Gue akan cerita sekarang.”


Dito menceritakan semua kisah hidup Arinda tanpa ada satu pun yang terlewat.


Ricko menyimak dengan saksama. Ia menggeleng tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Pria itu menyesal telah menjadi lelaki egois. Bahkan, tak pernah mencari tahu kehidupan Arinda seperti apa.


Ricko pikir, Arinda memiliki kehidupan normal sama seperti dirinya dan yang lain, tetapi ternyata tidak.


“Jadi, lu berdua udah tahu. Tapi, gak memberi tahu gue. Kenapa?”


“Arinda yang minta. Dia mau lu jatuh cinta lagi bukan karena kasihan. Melainkan memang benar-benar cinta.” Dito menerangkan.


Ricko semakin menunduk malu. Ia telah banyak menyakiti Arinda.


“Tunggu!” Ricko menatap kedua sahabatnya satu per satu. Mendengar kisah Erwin yang seringkali memukul Arinda. Membuatnya teringat jika pria itu sekarang tinggal bersama sang pujaan.


“Kenapa, Rick?” tanya Dito.


“Arinda kan sekarang tinggal dengan Om Erwin di apartemennya,” jawab Ricko memberi tahu.


“APA?!” Refleks Zacky dan Dito kaget.


“Wah, gawat dong! Adik gue ....”


“Kuy, kita ke apartemen Arinda!” ajak Dito seraya beranjak bangun.


“Tunggu, gue suntik pereda rasa sakit dulu. Gara-gara lu berdua mukul kayak algojo. Sakit sekujur badan gue.”


“Manja lu, Zack!”


“Oy, sakit beneran gue, Dit.”


“Buru, deh, Zack. Gue khawatir sama Arinda.”


“Iya, bentar, Rick.”


Sementara di tempat lain, seseorang terlihat pasrah dengan pistol mengacung tepat di kepala.


Tenggsss selalu mampir untuk membaca.


Tenggsss like, comment, dan vote-nya juga 😘

__ADS_1


Maapkeun kadang telat update, yesss. Saranghaeyo ailophyuufull 😘💞


__ADS_2