ARINDA

ARINDA
Flashback: Kecelakaan


__ADS_3

Sebuah mobil melaju oleng di atas jalan berkelok di kawasan puncak. Rem kendaraan roda empat itu blong. Saat melintasi turunan, kemudi semakin tak terkendali. Menabrak pembatas jalan dan berakhir dengan membentur sebuah pohon besar dengan bunyi cukup keras.


Sang pengemudi sudah tak bergerak dengan posisi wajah menelungkup di atas kemudi. Darah pun mengalir dari pelipis, hidung, dan mulut.


Seorang lainnya yang merupakan wanita duduk di kursi penumpang di samping kemudi. Kondisi perempuan tersebut tak berbeda jauh dengan si pengemudi. Namun, masih setengah tersadar. Ia memeluk gadis kecil berusia dua tahun. Anak itu pun terus menangis.


Kecelakaan tersebut disaksikan oleh seorang wanita yang tengah melintas. Ia adalah Nita.


Nita baru saja pulang dari acara Cooking Class yang diselenggarakan di puncak. Acara sebulan sekali tersebut untuk semua class member di seluruh Indonesia. Agar bisa bertatap muka dan saling mengenal.


Nita segera meminggirkan mobil dan turun untuk menolong. Dari jarak beberapa meter, suara tangis anak kecil sudah terdengar di telinga. Ia segera mempercepat langkahnya.


Begitu sampai, Nita mengintip ke dalam lewat kaca depan. Terlihatlah laki-laki dan perempuan dengan seorang gadis kecil tengah menangis.


Wanita yang setengah tersadar tersebut mengetahui ada seseorang datang. Menoleh dan menatap penuh permohonan agar menolong mereka.


Dengan sigap, Nita mencari sesuatu untuk membuka mobil. Beruntung tak jauh dari sana ada sepotong kayu. Segera saja ia memecahkan kaca belakang. Setelah tiga puluh menit memukul sekuat tenaga. Akhirnya, perlahan retak kemudian pecah.


Walaupun suara pukulan itu membuat gadis kecil di dalam semakin menangis akibat ketakutan. Nita tidak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkan mereka. Ia membuka pintu depan lewat kaca yang pecah tadi dengan cara memasukkan tangannya ke dalam.


Seorang wanita berbicara dengan lirih agar menolong sang putri. Nita menurut. Ia mengambil anak tersebut kemudian menaruh di dalam mobil miliknya.


Setelah itu, Nita bermaksud kembali untuk menolong mereka. Namun nahasnya, belum sempat melakukan, mobil tersebut mengeluarkan bunyi ledakan dan api.

__ADS_1


Nita syok di tempatnya berdiri. Ia terlambat menyelamatkan yang lain.


Nita terbengang seraya berdiri beberapa saat memandangi kobaran api tersebut. Ketika kesadaran kembali, ia memilih segera pergi dari sana. Pikirnya, akan ada yang datang untuk menolong. Karena, kepulan asap itu kentara terlihat membubung.


Nita hanya berharap semoga api itu tidak membakar banyak pepohonan sehingga terjadi kebakaran.


Tak berapa lama setelah bunyi ledakan tersebut. Banyak warga yang tinggal di sekitar kejadian datang.


Selang satu jam kemudian, polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans tiba di lokasi. Mereka mulai memadamkan api, mengevakuasi korban, dan mengamankan tempat kejadian perkara.


❄️❄️❄️


Dahlan beserta Rani tergopoh mencari kamar jenazah. Tempat jasad sang saudara kembar, Darius, bersama istri, Zahra, kini berada.


Keesokan hari pemakaman berlangsung cukup menyayat hati. Tangis pecah dari seluruh keluarga. Para kolega sesama dokter pun turut larut dalam kesedihan.


Hanya satu orang yang tetap tersenyum bahkan tertawa. Putra sulung dari Darius dan Zahra yang baru berusia tiga tahun, Zacky Aldiano. Anak kecil tersebut belum mengerti jika jasad yang sudah masuk ke dalam liang kubur adalah orangtuanya.


Zacky kecil pun belum paham jika sang adik, Zaskia Alicia, hilang.


Saat polisi mengevakuasi korban, tak ditemukan jasad seorang anak kecil. Mereka memperkirakan jika gadis berusia dua tahun tersebut kemungkinan keluar dari mobil. Karena, melihat pintu yang terbuka.


Polisi pun masih menangani kasus tersebut. Para petugas itu masih menyusur tempat kejadian perkara. Berharap ada jejak dari Zaskia.

__ADS_1


Akan tetapi, satu Minggu ... satu Bulan ... tak jua ditemukan di mana keberadaan Zaskia. Dahlan beserta istri pasrah. Pasalnya, polisi telah menghentikan pencarian.


Dahlan mengambil alih hak asuh Zacky. Ia yang berprofesi sebagai pengusaha properti itu juga terpaksa mengurus sementara rumah sakit milik Darius. Dan, akan memberikannya kepada sang kemenakan saat sudah siap.


❄️❄️❄️


Nita pulang ke rumah dengan membawa Zaskia kecil. Beruntung kondisi anak itu tidak terluka parah. Mungkin, karena sang ibu melindungi dengan memeluknya erat saat kecelakaan.


Kepulangannya bersama anak kecil, tentu saja membuat Erwin berang. Sang istri mengatakan jika menemukan anak ini di jalan.


Nita sengaja tak memberi tahu secara detail. Pikirnya, sang suami pun tak bertanya lebih dalam. Jadi, tak perlu menjelaskan lebih jauh.


Nita pun kadung jatuh cinta kepada gadis kecil yang awalnya hanya berniat untuk ditolong. Melihat wajah cantik dan menggemaskan tersebut membuatnya ingin memiliki. Di tambah ia dan suami belum dikarunia satu anak pun.


Toh, Nita pikir anak ini sebatang kara. Mengingat orang yang berada di dalam mobil dan tak lain adalah kedua orangtuanya. Sudah pasti tidak akan selamat dari peristiwa kecelakaan tersebut.


Bertengkar hampir setiap hari dengan Erwin tidak membuat Nita mundur dan takut. Pasalnya, sang suami menyuruh untuk melaporkan kepada polisi.


Akan tetapi, Nita tetap pada pendirian bahwa akan merawat anak ini sebaik-baiknya. Akhirnya, Erwin mengalah dengan catatan jangan menyusahkan dirinya.


Nita pun menyanggupi. Ia berbahagia pada akhirnya bisa memiliki anak walaupun bukan dari rahimnya sendiri.


Nita memberi nama gadis kecil tersebut Arinda Nabila.

__ADS_1


__ADS_2