ARINDA

ARINDA
Tertangkap


__ADS_3

Tiga pasang mata tengah ketakutan di dalam sebuah ruangan pengap. Tempat itu berbau tak sedap dengan sorot lampu temaram. Ingin mencoba kabur, tetapi apa daya, mereka sedang di cari.


Semua bandara, stasiun, sampai terminal bertebaran anak buah Shavic. Memburu Dennis, seno, dan Leni.


Bahkan, rumah mereka sudah terkepung. Tak ada lagi tempat pelarian selain di dalam gudang sebuah ruko kecil di pinggiran Kota Jakarta. Tempat tersebut milik orang lain yang telah terbengkalai. Mereka memilihnya secara asal, yang penting ada tempat bernaung sementara.


Seno melayangkan sebuah pukulan ke arah Dennis. Karena, kesal dengan rencana yang gagal.


Merasa tak terima. Kemudian, Dennis membalas. Baku hantam tak terelakkan lagi. Mereka tak menghiraukan jeritan histeris dari Leni. Justru suara tersebut hanya menambah suasana semakin mencekam.


Pada akhirnya, kedua pria itu berhenti sendiri karena lelah dan sakit di sekujur tubuh.


“Dasar bodoh! Berkelahi tak ada gunanya. Semua sudah terlambat. Kita hanya tinggal menunggu tertangkap.”


“Ini semua salahmu, Kak Leni. Menjerumuskan adiknya sendiri dalam rencana pembunuhan,” ucap Dennis.


Sebuah tamparan mendarat dengan kencang. "Jaga mulutmu, Dennis! Kita ini memang penjahat!” seru Leni kesal.

__ADS_1


“Itu juga hasil hasutanmu dan selama ini aman-aman saja, bukan? Tapi, semenjak kau selalu menuruti obsesi anak gilamu untuk mendapatkan Ricko, semua menjadi berantakan.”


“Kau sendiri setuju untuk melakukannya dengan imbalan naik jabatan!”


“Itulah kebodohanku karena menuruti rencana tak masuk akal darimu. Seharusnya, dari awal aku menolak!”


“Dasar kau memang rakus!”


“Iya, aku memang rakus dan sekarang menyesal.”


“Sudah seperti ini baru kau bilang menyesal. Terlambat!”


Seno dan Leni merupakan orangtua dari Siska. Sekaligus pemilik salah satu mal dan satu salon kecantikan yang lumayan besar di Jakarta. Obsesi keduanya adalah menjatuhkan nama baik Narendra dan ingin melihat mereka bangkrut. Pasalnya, mal mereka menjadi sepi sejak adanya Diamond’s Mall.


Namun, segala upaya selalu gagal. Oleh karena itu, sejak Dennis diangkat menjadi Direktur Keuangan, Leni menghasut sang adik agar berbuat curang. Awalnya, pria itu menolak. Karena, tak mau menodai persahabatannya dengan Rahardian.


Akan tetapi, Leni gencar merayu Dennis. Akhirnya, sang adik luluh juga. Dan, selama dua puluh tahun mereka berhasil meraup banyak pundi-pundi rupiah lewat jalan kecurangan.

__ADS_1


Bahkan, obsesi semakin menjadi. Karena, bukannya gulung tikar. Justru, Narendra Corp semakin berkembang pesat.


Saking susahnya menjatuhkan Keluarga Narendra. Leni berencana lain. Yakni ingin membunuh siapa pun orang yang sang pewaris cinta. Agar putra mahkota itu gila dan tak bisa melanjutkan kerajaan bisnis keluarga.


Di bantu sang putri, Leni merencanakan semuanya ini. Setidaknya, permintaan Siska semenjak satu sekolah dengan Ricko dulu bisa terkabul juga. Yakni, ingin memiliki sang pewaris.


Pikir Leni, jika Ricko kehilangan kewarasannya akan cocok bersanding dengan Siska. Karena, sang putri memiliki riwayat penyakit saraf di bagian otak sejak kecil.


Siska harus seumur hidup meminum obat. Jika tidak mengonsumsinya secara rutin, penyakit akan kambuh. Itu bisa membuat putri semata wayangnya berbicara melantur. Lebih parahnya bisa kehilangan ingatan.


❄️❄️❄️


Keesokan hari, tepat di waktu sore. Tempat persembunyian mereka di kepung. Shavic sendiri yang memimpin langsung anak buahnya. Tanpa perlawanan semuanya menyerah.


Ketiganya cukup tahu betul sepak terjang Shavic di masa lalu. Pria bule itu merupakan mantan ketua mafia yang amat kejam. Membunuh adalah makanan kesehariannya. Bahkan, hanya mendengar nama kelompok mereka saja orang-orang akan gemetar ketakutan.


Walaupun sekarang Shavic sudah insaf semenjak jatuh cinta dengan Rifa. Namun, Dennis, Leni, dan Seno tetap tak mau ambil risiko.

__ADS_1


Ketiganya memilih pasrah agar terhindar dari mati konyol. Kalau mereka melarikan diri, takutnya naluri membunuh Shavic muncul. Kemudian, menembak tanpa ampun hingga tewas.


Shavic pun mengantarkan ketiganya pada polisi.


__ADS_2