
"Aku bicara fakta, Ibra ... sebelum kau lahir, aku sudah lebih dulu ada!!" Olivia mendorong dada Ibra hingga pria itu mundur beberapa langkah.
Dia bukan lengah, akan tetapi apa yang Olivia sampaikan saat ini benar-benar mengusik pikirannya. Ibra menatap manik Olivia, mencari kebohongan di sana namun kali ini dia merasa tidak menemukannya.
"Katakan jika kau berbohong, Olivia!!" Dada Ibra bergemuruh, dia benar-benar tidak percaya dengan hal ini. Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa semua bertentangan dengan otaknya.
"Aku tidak berbohong."
"Diam!! Wanita munafik sepertimu tidak bisa dipercaya!!" Ibra berharap ini hanya mimpi yang selamanya akan jadi mimpi.
"Munafik? Sekarang coba kau pikir ... bagaimana Mama bisa jadi ibu susu untukmu jika dia tidak memiliki anak? Bukankah itu mustahil?" Olivia berucap dengan nada bergetarnya, wanita itu lemas bahkan lututnya tak berdaya.
"Aarrrrggghhhh!! Kenapa semuanya segila ini!!" Ibra menendang angin, Ibra mundur beberapa langkah dan merasa jijik dengan dirinya.
"MAMA!!"
Dalam keadaan begini, Ibra hanya meyesali satu hal. Penjelasan itu tidak bisa dia dapatkan dari Indira, dan kepergian wanita itu juga karenanya. Sandiwara yang dibawa sampai mati, dan kini Ibra menatap hina Olivia.
Anak kandung? Saudara sepersusuan dan dengan bodohnya Indira menjadikan mereka suami istri. Entah dimana otaknya, Ibra benar-benar merasa tengah diperbudak seseorang yang tidak mengenal agama.
"Sejak kapan kau tau? Hah?!!" Menatap kecewa Olivia yang di depannya, jika memang dia anak Indira, lalu kemana otaknya hingga mau-mau saja ketika dijodohkan.
__ADS_1
"Sejak lama, Mama tetap datang padaku walau sebentar ... sampai akhirnya, Mama memintaku untuk hidup bersamanya ketika dia menjanda."
Penjelasan singkat yang cukup memusingkan kepala. Meski ada beberapa hal yang menguatkan pernyataan Olivia, wanita itu memang selalu menang di mata Indira sejak dia mengenalkannya pada Ibra.
"Woah, kalian berdua memang sinting sepertinya ... Hahaha, menjijikkan sekali."
Mau tidak mau, jika memang itu benar, artinya Indira benar-benar gila. Karena selama dia hidup, baru kali ini dia mendengar ada seorang ibu yang nekat menyatukan seseorang yang dibaramkan untuk menikah.
"Tidak ada yang sinting!! Semua bisa saja terjadi, aku menginginkanmu dan hanya Mama yang bisa memberikan semua yang aku mau."
Semua terdengar tidak masuk akal bagi Ibra, namun bagi Olivia mungkin saja. Dia menginginkan Ibra sejak pertama Indira memperlihatkan foto anaknya yang lain pada Olivia.
Kala itu dia masih remaja, hidup di tempat berbeda dengan fasilitas yang Indira sediakan layaknya anak orang kaya bersama satu pengasuh sejak kecil ia lalui dengan sempurna.
Menjual kesedihan lantaran ditinggal menikah lagi oleh sang suami, dan meninggalnya sang putri membuat Indira memiliki ruang untuk masuk dalam kehidupan rumah tangga Sofia, sang kakak.
Dan takdir nampaknya lebih mengasihani Indira hingga lahirnya Ibra merenggut nyawa seorang Sofia. Ibra yang saat itu butuh seorang ibu, dan keberadaan Indira sangat memungkinkan hidup Ibra lebih baik, maka Megantara tanpa pikir panjang menikahi wanita itu dengan alasan Ibra butuh mamanya.
"Anak mama? Sandiwara kalian luar biasa ...."
Kecewa, sakit, batin Ibra terguncang rasanya. Wanita itu tertunduk dan tak memiliki keberanian untuk menatap Ibra. Pria yang tadinya memiliki ambisi untuk menghabisinya, kini justru lemah dan diam tanpa suara.
__ADS_1
"Licik!! Apa sebenarnya tujuan kalian masuk dalam keluargaku!!"
Andai Indira masih ada, mungkin dia akan meluapkan keseluruhan amarah pada wanita itu. Bak dihantam bongkahan batu besar, Ibra merasa manusia paling bodoh yang ada di dunia.
IQ tinggi, kecerdasan di atas rata-rata pada nyatanya tidak menjamin seseorang takkan terpedaya dunia. Ibra yang biasanya tangkas dalam segala hal, nyatanya hanya pria bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang hidupnya.
Sandiwara yang serapih itu, sama sekali Ibra tak curiga dan berpikir kebebasan Olivia di rumahnya hanya karena wanita itu tidak tahu malu. Faktanya, semua itu terjadi karena memang Olivia merasa memiliki hak di rumah itu.
"Aku mencintaimu!! Dan aku tidak peduli apapun itu!!"
Obsesinya terlampau besar, Indira melakukan segalanya demi keinginan putrinya bisa terlaksana. Pemalsuan identitas, umur Olivia yang dia manipulasi dan semua itu benar-benar diatur sempurna.
Dikenalkan sebagai keponakan, dan bahkan Indira membawa pasangan suami istri yang rela mengaku sebagai orangtua kandung Olivia saat pernikahan mereka terjadi.
"Gila! Otakmu benar-benar tidak berguna ternyata."
Ibra menggeleng pelan, tak habis pikir kenapa ada manusia sejenis Olivia.
"Iya, aku memang gila!! Kamu yang membuatku gila," ucapnya singkat sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat. Cintanya pada Ibra tak tergambarkan dengan apapun, bahkan ketika Ibra menjatuhkan talak hanya Olivia anggap sebagai angin lalu.
Hatinya hancur, Ibra yang menikah tanpa sepengetahuannya. Sementara Indira yang diam saja ketika mengetahui bagaimana kelakuan Ibra membuatnya marah hingga bertindak semaunya tanpa sepengetahuan Indira lebih dulu.
__ADS_1
To Be Continue.