Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 10


__ADS_3

"Kaila dara Prayoga" panggil Pram dengan suara tinggi. "apa" terkejut Kaila hingga terlonjak menjatuhkan pakaiannya. "apa kamu mau menggodaku dengan melihatmu keadaan mu saat ini" tanya Pram gusar melihat layar ponselnya, "apaan sih kak, nggak jelas kalo ngomong kamu" kesal Kaila tidak sadar dengan keadaannya. "apa maksudmu ganti baju di depanku, aku laki-laki normal, Kai" kata Pram seraya menyugar rambutnya dan meremasnya kuat.


"oh..... God" tersadar Kaila melihat dirinya dan segera berlari menutup panggilan video dari Pram tadi, Pram mengumpat geram dari tadi bolak-balik menghubungi Kaila tapi tidak bisa terhubung hingga membuat dia tambah kesal dan uring-uringan. "jawab dong Kaila... ayo..." tekan tombol Pram terus-terusan. disisi lain Kaila menutup wajah nya dengan bantal merasakan malu yang teramat sangat sekali, beberapa kali ponsel nya berdering terdapat nada panggilan dari Pram. Kaila menghembuskan.nafasnya sebelum menjawab panggilan tersebut, dia tahu pasti bahwa akan ada banyak pertanyaan dan pernyataan pidato dari Pram hanya untuknya. "ya kak...." angkat ponsel Kaila sambil tetap menutup wajahnya dengan bantal, Pram lega pada akhirnya Kaila mengangkat panggilan video darinya kembali, ia tergelak melihat kelakuan Kaila yang menutup mukanya dengan bantal.


"kamu kenapa Kai" tanya Pram pelan setelah agak lama, "nggak tau harus bagaimana" jawab Kaila merasa malu sekaligus merasa bodoh. "jangan-jangan kamu sering tidak sengaja begitu ketika ada panggilan dari laki-laki lain Kai" goda Pram, "tentu saja tidak kak... nggak lah kak. aku nggak pernah menerima panggilan video dari laki-laki lain. cuman kak Pram doang yang berani melakukan panggilan video, itupun nggak sengaja" bela Kaila pada dirinya sendiri. "sama Arga juga nggak kan" pastikan Pram menatap Kaila. "nggak kak, jarang melakukan panggilan video karena kesibukan" jawab Kaila cepat menggelengkan kepalanya.


Pram tersenyum lega mendengarnya. "syukurlah, aku sudah takut setengah mati tadi" ucap Pram merasa senang. "tapi belum mati kan, kak" goda Kaila balik. "kalo aku mati sekarang apa kamu mau jadi janda" balas Pram, "Pramudya jelek" teriak Kaila merasa kesal dengan Pram. Pram tertawa lebar menanggapi kekesalan Kaila. "kakak nggak ada kerjaan lain apa malam-malam gangguin aku" tanya Kaila merebahkan tubuhnya diranjang yang membuainya untuk segera tidur, "justru aku baru kerja ini buat ganggu kamu" senyum Pram, "kakak kenapa selalu nggak jelas gini" jengah Kaila menarik cover bed nya sedada.


"kamu nggak makan dulu Kai" lihat Pram sesekali mengecek laptopnya, "males kak, dah ngantuk" pejam mata Kaila, "kamu terlihat cantik Kai" puji Pram menatap Kaila yang memejamkan matanya. "makasih, sudah banyak yang bilang" balas Kaila. "aku juga ganteng" puji Pram pada dirinya sendiri, "narsis" buka mata Kaila. "melihat matamu membuatku tenang Kai serasa sejuk dan teduh. tapi saat melihatmu di bukit menatap matamu membuatku sakit Kai" pandang Pram. "hmmm..." dehem Kaila memejamkan matanya kembali, "aku mencintaimu Kaila Dara Prayoga" tatap Pram, Kaila seketika membuka matanya lebar.


"ketika pertama kali bertemu denganmu, hatiku sudah bergetar hanya dengan melihatmu membuat hidupku lebih berarti" pandang Pram. "berapa banyak perempuan yang kakak rayu begini" senyum Kaila disudut bibirnya, "hanya kamu.... satu-satunya yang secara sadar, aku dekati dan rayu mati-matian" jawab Pram serius. "makasih kak, aku merasa tersanjung, tapi sayangnya aku tidak menyukaimu" senyum Kaila menggeleng. Pram tertawa pelan mendengar jawaban Kaila yang tidak berpikir panjang. "I luv U Kai, Sarange, aku tresno Karo kowe" kata Pram dengan berbagai bahasa. "makasih kak, jawabanku tetap sama. jika bisa cari yang lain saja jangan menungguku terlalu berat menanggung rindu" senyum Kaila menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"tidurlah Kai, aku akan menemanimu tidur Kai, jangan dimatikan" ingatkan Pram. "hmmm...." dehem Kaila. "kenal Arga dimana Kai" tanya Pram tiba-tiba, kaila membuka matanya kembali, "don't" geleng Kaila pelan agar tidak usah mengungkit masa yang telah lalu. "Kai, boleh datang dan memelukmu nggak" lihat Pram yang menginginkan untuk selalu didekat Kaila. "boleh aja asal kalo kakak bisa lewati bodyguard dirumah noh" jawab Kaila sekenanya karena yakin ayahnya pasti nggak akan mengijinkan Pram untuk datang dan berada dikamarnya, "janji yaa.. nggak boleh ingkar nanti kalo ayah mengijinkan ku kesitu, aku akan memelukmu tidur" senyum-senyum Pram merasa kemenangan ada di tangannya, "iya, bawel ikh.... kayak emak-emak kompleks sedang nunggu arisan" pejam mata Kaila mengantuk. "Kai, jangan tidur, ini baru jam berapa... weekend lho ini Kai" seru Pram dari seberang. "aku ngantuk kak" jawab Kaila pelan menutup seluruh tubuhnya dengan cover bed agar tidak diganggu Pram yang tersenyum lebar.


"malam om" sapa Pram segan, "malam, mau ketemu Kaila kan dia ada di kamarnya dari tadi, katanya mandi tapi kok nggak keluar kamar" senyum ayah. "iya tadi panggilan video sama dia" angguk Pram, "kebetulan kamu disini, ayah mau keluar sebentar nih Pram, Kalai kerumah mertuanya Ayah nggak tega ninggalin Kaila sendirian temeni dia bentar ya.. " pandang ayah seraya beranjak dari sofa ruang tengah. "baik om dengan senang hati" senyum Pram mengangguk. "baiklah kalo begitu, ini juga baru jam 8, malam, tadi temen ayah ngabarin kalo pada ngumpul jadi nggak enak kalo nggak menampakkan diri" kata ayah sembari keluar rumah.


"oh ya om... sekalian besuk mau minta ijin ajak Kaila riding motor, om" kata Pram, ayah berhenti sejenak. "apa Kaila yang memintanya " tanya ayah memandang Pram. "iya, tapi saya berpikir untuk mengajaknya bersama saya daripada dengan laki-laki lain yang tidak saya kenal" angguk Pram, ayah terdiam sejenak.


"momi Kaila terlibat kecelakaan karena sepeda motor yang berlawanan arah mengambil lajur terlalu ke kanan Pram, karena itu ayah melarang mereka untuk naik motor sendiri" hela nafas ayah merasa tidak tenang. "maaf om, Pram tidak tahu detailnya" kata Pram merasa tidak enak, ayah tersenyum. "tidak apa-apa Pram, ayah mengerti dan yakin kamu dapat menjaga Kaila dengan baik, ayah akan memberi ijin kamu riding bersama Kaila besuk, kalian berencana mau kemana" tanya ayah. "yang dekat om, Bogor atau Bandung" jawab Pram. "baik, apakah akan menginap" tanya ayah memastikan semuanya. "kemungkinan besar begitu om, tidak tega jika melihat Kaila seharian duduk di motor nanti jika langsung balik, sekalian Pram juga mau ketemu dengan teman-teman" angguk Pram memberi penjelasan. baiklah, ayah mengerti, kalo begitu ayah keluar dulu" senyum ayah masuk ke dalam mobil dan keluar dari halaman rumah.


Pram tertawa kecil menciumi rambut Kaila dan mengusap perutnya dengan lembut. "U looks so Beautiful honey" peluk erat Pram merasa damai. "Kai" panggil Pram pelan, "hmmm...." gumam Kaila mulai merasa sedikit terganggu, "boleh kah aku menciummu" bisik Pram pelan. "apa" buka mata Kaila dan segera berbalik. "kak Pram... apa yang kakak lakukan disini" tersadar Kaila melihat Pram berada diranjang yang sama dengannya, Pram tersenyum memeluk Kaila erat."tadikan kamu udah janji jika bodyguard kamu bisa aku taklukkan aku boleh memelukmu bukan" senyum Pram. "siapa, bodyguard apa" picing mata Kaila.


"ini jam berapa" raba Kaila mencari ponselnya, Pram meraih tangan Kaila untuk meraba paras Pram. "jam 8 malam" gumam Pram. Kaila ingin duduk, namun Pram memeluknya erat. "kak, ngapain kesini, aku ngantuk" toleh Kaila merasa tidak suka. "ya udah tidur lagi" ujar Pram mengelus punggung Kaila, "pulang" kata Kaila yang berada dipelukan Pram. Pram menciumi puncak kepala Kaila. "menikah denganku Kai" tatap mata Pram sesaat kemudian, "aku bukan orang yang tepat untukmu kak" geleng Kaila, Pram memegang kedua pipi Kaila agar Kaila menatap lurus kearah nya. "menikah denganku Kai" kata Pram tegas, "aku..." ucap Kaila belum menyelesaikan kalimatnya Pram sudah mencium bibir Kaila dengan lembut. "menikah denganku Kai" ulang Pram kembali.

__ADS_1


"aku ..." ucap Kaila kembali, namun Pram kembali mencium bibir Kaila dengan lembut, "menikah denganku Kai" ulang Pram, Kaila terdiam lama. "jika Arga tidak meninggalkanmu, maka aku tidak akan bisa mendekatimu, kamu pasti menutup hatimu dan berlindung dibalik Arga makanya aku bersyukur Arga meninggalkanmu" senyum Pram.


"jika kau mengatakan kalau aku tidak berperasaan, maka aku bilang iya. aku tidak bisa melepas pandangan darimu sejak berjumpa denganmu." belai rambut Pram. "hatiku terasa sakit jika melihatmu dekat dengan laki-laki lain, siapapun itu. apalagi Arga, aku sudah lama melihat dia bersama Kalai tapi aku tidak bisa memberitahumu, sebisa mungkin aku tidak mencampuri urusanmu dengannya" desah Pram frustasi menatap Kaila yang hanya terdiam. "karena aku tidak berhak untuk itu menghakimi hubungan kalian" tatap Pram lembut. "tunggu dulu kak, berarti saat aku melihat mereka bersama waktu itu sebenarnya kamu sudah tahu semuanya" kerut Kaila menatap Pram, "hmmm..." angguk Pram.


"jadi kakak sengaja mengajakku kesana karena tahu mereka ada disana" cecar Kaila membuka matanya lebar tidak percaya dengan pendengaran nya, "tidak, saat itu aku juga tidak tahu kalau mereka juga ada disana, yaa..... memang aku tahu mereka sering kesana karena kebetulan tempat itu adalah cafe tempat aku sering nongkrong bersama teman-temanku, saat itu hanya kebetulan aja Kai.... beneran, aku nggak bohong..." geleng Pram. "kenapa tidak memberitahuku" airmata Kaila keluar dengan sendirinya, "how could you do that to me" seka airmata kaila menatap Pram.


"no.... no...." rengkuh Pram melihat Kaila balik, "lepas" geram Kaila merasa dibohongi oleh Pram, merasa Pram juga bagian dari kebohongan mereka berdua. "aku tidak mau melepasmu saat ini Kai. aku sudah bilang aku tidak bisa mengatur hubunganmu dengannya bukan... maafkan aku... cepat atau lambat kamu memang akan tahu tapi itu dari dirimu sendiri bukan karena aku yang mengatakannya kepadamu, apa jika aku atau yang lain memberitahu, kamu akan percaya begitu saja" elus punggung Pram. "lepas nggak" ronta Kaila dalam dekapan Pram yang kuat, "apa yang mau kamu lakukan sekarang ha... semua sudah terjadi, jika kamu tahu dari awal, apa kamu akan merengek pada Arga untuk meninggalkan Kalai" pandang Pram, Kaila terdiam terisak, menyeka air matanya yang terus turun tanpa henti. "ayolah... honey, kamu adalah seorang gadis yang sangat berharga, berapa banyak orang yang menyukaimu, berapa banyak orang yang menyayangimu, jangan terus menoleh kebelakang tidak ada yang perlu diingat" pandang Pram lekat, Kaila menyeka air matanya menggunakan t-shirt Pram. "aku mencintaimu Kaila dara Prayoga, aku akan menunggumu dan selalu di sisimu" peluk Pram menciumi rambut Kaila yang terurai berantakan namun terlihat indah Dimata Pram. "jangan coba-coba dekat dengan pria lain lagi Kai, aku nggak kuat melihatmu, jantungku rasanya seperti akan berhenti berdetak. I Haven't strenght with you" seka air mata Pram.


"aku belum pernah merasakan seperti ini, melakukan hal seperti ini dengan gadis manapun hanya denganmu aku merasa begini kau ditakdirkan untuk ku, hanya untukku Kaila Dara Prayoga" ucap Pram lembut. Kaila memeluk erat Pram terisak, Pram mengusap punggung Kaila agar tenang, menemani hingga Kaila tertidur karena kelelahan.


hai.... hai..... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang goreng, selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung terus karya pertama ku. luv... luv.... luv... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak. thanks a lot pisang sekebon...

__ADS_1


stay healthy all


__ADS_2