
Kaila duduk dikursi penumpang bergantian dengan Pram yang sekarang mengemudikan mobil, Kaila segera tertidur setelah Pram melajukan mobil dengan kecepatan sedang, Pram menggeleng melihat Kaila yang tertidur nyenyak sekali terlihat wajahnya lelah setelah beberapa hari disibukkan dengan segala aktifitas sebelum mereka menikah, Pram mengelus pipi istrinya yang hari ini telah sah menjadi miliknya yang putih bersih.
"luv U more honey bersamaku sampai akhir Kai" gumam Pram menggenggam tangan Kaila yang memakai cincin nikah blue saphir langka mengecup punggung tangan Kaila lembut. Pram melajukan mobilnya lebih pelan sambil menikmati pemandangan London malam hari yang masih gemerlap, suara motor mendekat dikaca mobil. Pram membuka kaca samping. "ke hotel xx pinggir kota" pandang Pram dingin, mereka mengangguk dengan patuh, satu motor melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan mobil Pram, satu mobil mengikuti dari belakang masih dalam jangkauan Pram.
mobil meninggalkan kota London menuju pinggiran kota, Pram segera mengangkat Kaila yang tertidur dengan nyenyak meletakkan kepala Kaila lekat didadanya agar tak terganggu tidurnya. Pram segera menuju ruangan yang telah dibooking pengawalnya, meletakkan istrinya diranjang besar dan menyelimuti tubuhnya. Pram keluar berkomunikasi satu dua hal dengan para pengawalnya mereka mengangguk dan pergi berlalu Pram kembali ke kamar dan ikut tidur memeluk Kaila.
pagi hari
Kaila bergerak pelan mengerjapkan bola matanya menyesuaikan dengan ruangan sekitar ada tangan yang melingkar diperutnya ia menghembuskan nafas mengangkat pelan tangan Pram agar dia bisa kebathroom. Pram merasakan pergerakan Kaila "dah bangun honey" kata Pram mengangkat tangannya dari perut Kaila yang segera menuju bathroom untuk buang air kecil. "ahhh.... lega" duduk Kaila di toilet. Kaila melihat sekelilingnya ada bathtub bundar untuk berendam. Kaila melangkahkan kaki untuk berendam pagi, ia segera mengisi dengan air hangat dan aroma Lily. sambil menunggu bathtub penuh, kaila melihat-lihat interior bathroom yang elegan dan sangat mewah setelah dirasa cukup untuk berendam ia menanggalkan semua bajunya masuk kedalam bathtub tersenyum sambil memejamkan matanya merasakan sensasi berendam yang menyejukkan, suasana hening dan sunyi menambah kenikmatan yang ia rasakan dan tanpa sadar dia kembali tertidur.
Pram mencari-cari keberadaan istrinya diranjang yang tak kunjung kembali, ia segera membuka mata dan melihat sekeliling, bergegas membuka pintu bathroom dia tersenyum melihat Kaila yang tertidur didalam bathtub, Pram melepas semua pakaiannya dan ikut masuk duduk didepan Kaila tanpa Kaila sadari, Pram bergerak maju menyibakkan kaki Kaila agar terbuka dan menyentuh benda kenyal kesukaannya dibawah busa sabun, Kaila mendesah pelan merasakan sensasi yang membuatnya menginginkan lebih, seketika matanya terbuka lebar menyadari ada yang salah dengan sesi berendam paginya. "kakak" seru Kaila kaget, Pram tersenyum memandang Kaila dengan mata sayu menahan hasratnya, ia bergerak lebih maju hingga Kaila duduk diatas pahanya refleks Kaila melingkarkan lengannya ke atas bahu Pram dan sedikit menunduk menatap Pram lekat, Pram menekan wajah Kaila dan mencium lembut bibirnya lama kelamaan menjadi semakin bertambah intensitasnya. Kaila merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana.
Pram tersenyum mengangkat tubuh Kaila seperti bayi koala, membersihkan tubuh mereka dengan air shower tanpa berganti posisi, Kaila merasa lemas karena Pram mencumbunya terus menerus kaki Kaila dililitkan melingkar diperut Pram agar tidak bergerak turun tangan Pram menahan pantat Kaila dan membawanya kembali ke ranjang tidur mereka, tempat tidur menjadi basah akibat air yang menetes dari tubuh mereka. Pram menatap istrinya dengan keinginan yang sangat besar.
__ADS_1
"bolehkah, yang" pandang Pram meminta ijin menyatukan hidung mereka. Kaila membuka matanya yang sayu dan mengangguk. Pram tersenyum dan mulai mencium bibir Kaila mengabsen setiap inchi mulutnya bergerak turun keleher Kaila dan memberi satu tanda cintanya bergerak semakin turun memberikan tanda yang begitu banyak sehingga Kaila melenguh tanpa sadar. Pram mengulum benda kenyal kesukaannya secara bergantian meninggalkan bekas kemerahan yang begitu banyak disana, Kaila dibuat melayang karena sentuhan Pram yang membuatnya lupa, Pram berhenti memandang Kaila yang terlihat cantik, Kaila membuka matanya dengan nafas terengah-engah.
Pram meraih tangan Kaila untuk menyentuh sesuatu yang mengeras dibawah sana. Kaila membelalakkan matanya menatap Pram yang mengangguk menuntun tangan Kaila. Pram memejamkan matanya dan mendesis nikmat menikmati sentuhan tangan Kaila yang meremas lembut miliknya. Pram memainkan benda kenyal kesukaannya, bergerak turun menyentuh area sensitif Kaila yang memekik pelan merasakan sentuhan Pram di areanya. "kak" pandang Kaila sayu, Pram tersenyum dan mencium pipi Kaila.
"honey" rajuk Kaila tidak dapat menahan hasratnya. Pram bergerak pelan memberikan kenikmatan dunia kepada istrinya, "aahhhh.... sakit honey" erang Kaila merasakan sakit saat Pram mencoba menerobos masuk kedalam, Pram mencium Kaila lembut mengaitkan jemari mereka satu sama lain menyalurkan kehangatan yang membuat Kaila merasa rileks dan tenang, Pram kembali melakukan penyatuan. satu kali tidak berhasil, kedua kalinya Pram sedikit menekan sehingga Kaila menjerit tertahan merasakan sakit saat Pram menghujam masuk kedalam. Pram merasakan seperti menusuk sesuatu dan seketika pecah miliknya berdenyut untuk meminta lebih hingga mereka saling memompa merasakan kenikmatan surgawi untuk pertama kalinya
Kaila beberapa kali menikmati permainan Pram yang selalu membuatnya mendesah berulang kali secara tidak sadar. Pram mengusap wajah Kaila yang dipenuhi peluh akibat penyatuan mereka yang memakan waktu lama. Pram menutupi tubuh istrinya yang tidak memakai pakaian sehelai benangpun mengecup bahu Kaila dan memeluknya dari belakang tidur kembali bersama Kaila yang kelelahan. ruangan yang sunyi dan sepi membuat mereka tidur sampai malam hari. Kaila merasakan perutnya lapar hingga menimbulkan bunyi. Pram mengerjapkan matanya dan mendapati Kaila yang bangun memegang perutnya. "kenapa sweetie" elus perut Pram. "aku lapar kak" ujar Kaila merintih menahan perutnya yang minta di isi, Pram membuka matanya cepat.
"besuk pagi aja, ini udah malam aku juga belum makan seharian. nanti kedinginan" geleng Kaila lemas, Pram
meraih sabun untuk mencuci area sensitif Kaila yang hanya pasrah melihat Pram mencuci area sensitifnya, dia hanya duduk bersandar lemas mengelus rambut Pram, Pram membersihkan dengan lembut dan cekatan memastikan area sensitif Kaila bersih dilihatnya tubuh Kaila yang penuh dengan hasil karya buatannya.
"udah kak" buka mata Kaila, Pram mengangguk mengangkat tubuh Kaila kembali ketempat tidur "ada yang mengetuk pintu, yang. mungkin makanan yang datang" pandang Pram, Kaila mengangguk melihat suaminya melangkah ke pintu utama. penjaga nya datang memberikan beberapa paperbag yang berisi makanan dan baju untuk mereka ganti, Pram segera menutup pintu setelah penjaga itu mengundurkan diri.
__ADS_1
"makan honey" siapin Pram membuka beberapa paper bag diatas meja, Kaila membuka mata menatap Pram yang duduk disebelahnya. Pram menyuapi Kaila yang segera menerima suapan Pram. "minum kak" pandang Kaila, Pram membuka tutup botol kaca air mineral, Kaila meneguk hingga setengahnya. Pram kembali menyuapi Kaila, Kaila menunjuk cover bed yang terkena noda darahnya. Pram menoleh dan tersenyum. "nanti akan dibersihkan" kata Pram, Kaila menggeleng. "jangan kak minta alas baru itu tidak baik jika orang lain membersihkannya" ucap Kaila, Pram menganggukkan kepalanya. "kakak tidak makan" pandang Kaila, Pram menyuapi dirinya dan Kaila. "masih sakit Kai" tanya Pram melihat Kaila mengelus rambutnya yang acak-acakan. Kaila menggeleng pelan, "tidak begitu sakit lagi cuman terasa kurang nyaman ketika berjalan" pandang Kaila. "terimakasih telah menjaganya untuk ku Kai dan maaf karena membuatmu kesakitan" elus pipi Pram, Kaila menganggukkan kepalanya dan tersenyum memejamkan matanya. "dan satu lagi, jangan memanggilku kakak" pandang Pram tidak suka, Kaila tertawa pelan. "baiklah, jika dikampus aku tetap memanggil mu seperti yang lainnya. karena tidak ada yang tahu jika kita menikah" angguk Kaila sepakat, Pram menghela nafasnya panjang. "kita itu sudah menikah lho, yang. kenapa harus peduli dengan pendapat orang lain" tatap Pram. "ayo makan lagi habis itu tidur agar badanmu segar besuk" suapi Pram, Kaila mengangguk dan mengunyah makanannya.
"apa aku boleh memintanya lagi setelah makan honey" senyum Pram menaik turunkan alisnya menatap istrinya yang terlihat tambah cantik. Kaila memejamkan matanya menggeleng, "kayaknya cukup untuk hari ini kak takutnya aku malah nggak bisa jalan karena kesakitan, apakah alasan itu cukup untuk membuatmu memikirkan hal itu untuk sekarang" tanya Kaila, "tentu, yang. aku akan selalu membuatmu nyaman dan bahagia" senyum Pram, Kaila tersenyum menepuk-nepuk punggung tangan suaminya. "makasih kak, jika sudah tidak terasa nyeri mungkin kita akan lebih menikmatinya lagi" pandang Kaila menutupi parasnya karena malu, Pram tertawa tergelak melihat tingkah Kaila yang terlihat memerah karena malu. ia memeluk tubuh istrinya mencium kedua pipi dan bibirnya lama. "aaahhh.... lepas.... nanti keterusan" dorong dada Kaila agar Pram menghentikan perbuatannya, Pram tertawa lebar "biarin, terus juga ayo aja" jawab Pram cepat. "Pramudya Bagaskara" teriak Kaila meronta. Pram tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan istrinya.
hai.... hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak.
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
dukung yaaa... karya pertama ku.
luv..... luv.... luv.... all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...
__ADS_1