Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 95


__ADS_3

mereka bertiga berjalan keluar dari perpustakaan kampus, "udah jam berapa, kenapa penjaganya tambah banyak" tanya Icha heran melihat beberapa orang yang bergerombol seperti menanti seseorang untuk keluar, Kalai keluar dari pintu dan menatap Icha, "kebanyakan main sama kak Saka sih Cha. jadi ngliat semua orang seperti penjaga aja" kata Kalai melangkah pelan, Kaila melangkah mengikuti saudaranya. "ayok ah, keburu sore ini. biar kita pulang cepet" senyum Kalai, mereka segera menuju parkiran kampus.


"non, sudah selesai" buka pintu penjaga Kaila cepat, "sudah kak, ayo kita pulang. mereka membawa kendaraan sendiri" angguk Kaila masuk dan menyandarkan tubuhnya pelan. "kak, aku tidur dulu jika nanti sampai rumah, bangunin aja" pejam mata Kaila, "baik non" angguk penjaga Kaila segera melajukan mobilnya pelan. Kaila tertidur dengan cepat. "kenapa berhenti lama" buka mata Kaila, ada kecelakaan beruntun didepan non, baru di kondisikan keadaannya" toleh penjaga Kaila cepat, Kaila segera meminum air mineral yang ada di sampingnya.


"ada dimana, honey" sapa Pram melihat paras istrinya. "jalan pulang tapi ada kecelakaan beruntun. aku tidur" jawab Kaila pelan. "di ruas jalan apa" tanya Pram, "bentar, aku tanya dulu" kata Kaila. "jalan X non, dekat pintu masuk tol X" beritahu penjaga Kaila cepat. "hmmm, aku kesitu bentar lagi, yang" tutup panggilan Pram, Kaila menghembuskan nafasnya pelan. "alamat lama nih kak, pasti sampai rumahnya" kata Kaila pelan. penjaganya segera mengangguk, "cari jalan lain bisa nggak kak" tanya Kaila, "kita berada ditengah non, kendaraan sudah tidak bisa bergerak lagi" geleng penjaga nya pelan, "iya kak, benar. aku hanya merasa lelah" angguk Kaila menghembuskan nafasnya, ia segera membuka ponselnya dan menonton drama Turki.


Pram datang sejam kemudian, "honey, mau jalan sebentar kita pindah kendaraan" tanya Pram, Kaila menoleh mengangguk. bergeser duduk untuk segera keluar, Pram membantu istrinya untuk keluar dari mobil ia meraih pinggang istrinya dan berjalan pelan diantara mobil-mobil yang terjebak kemacetan. beberapa penjaga Pram menanti di tepi lajur kendaraan Kaila, "honey, kita naik itu" perlihatkan Pram, Kaila tertawa kecil memeluk suaminya yang segera memakaikan jaket untuk melindungi dirinya. "karena darurat, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa" hela nafas Pram mengusap perut istrinya, Kaila mengangguk kesenangan karena akan naik motor. Pram naik terlebih dahulu, Kaila naik dengan semangat.


"tenang, yang. nanti triplets bergerak lebih aktif" usap-usap perut Pram, Kaila tersenyum lebar. "jalan, by. keburu sore" tepuk bahu Kaila, Pram tersenyum melajukan motornya pelan "aduh by, yang bener aja. masak bawa motor pelan gini sih, kapan nyampai rumah" kata Kaila. "ini udah termasuk cepat, yang" bela diri Pram, "aku aja yang bawa kalo begitu, kamu yang duduk dibelakang" tepuk bahu Kaila kembali. Pram tergelak mendengar istrinya kesal, segera melajukan motor dengan sedikit lebih cepat.


"honey, langsung pulang ya" kata Pram. "iya" jawab Kaila cepat sambil melihat jalanan yang mereka lalui. "kak, bisakah kita pulang saat Kalai wisuda" tanya Kaila, "tentu honey, kita lihat bagaimana kondisimu dan triplet nantinya. mereka akan mengerti" angguk Pram, "masih lama Kai, setahun lebih mungkin. Icha malah yang akan sebentar lagi. mungkin setengah tahun lagi" kata Pram. "oh iya aku lupa, Icha dan Davi juga akan selesai nggak lama lagi ya" kata Kaila. Pram tertawa kecil, "takutnya aku tidak bisa mengijinkan mu untuk ada disini, honey. karena kalian baru dalam masa pemulihan bukan" kata Pram mengusap pelan punggung tangan Kaila yang melingkar erat diperutnya.

__ADS_1


"hhmm benar, by. aku juga tahu itu" jawab Kaila pelan, "tidak apa. nanti kita akan ketemu dirumah, mereka akan menjenguk mu setelah menyelesaikan semuanya. kita akan berkumpul kembali nanti" kata Pram. "hhmm" gumam Kaila.


motor memasuki halaman rumah, Kaila turun. Pram melepas helmet istrinya, Kaila menyerahkan jaketnya. "ayo kita naik honey. kamu butuh istirahat cukup untuk nanti malam bukan" kata Pram meraih bahu Kaila membawanya ke box ajaib untuk segera beristirahat. seorang pekerja rumah tangga mendekat membawakan segelas coklat dingin untuk Kaila, sebelum box ajaib menutup. "makasih mbak" angguk Kaila meraih gelas dan meminumnya, "apa kamu lelah, yang" peluk Pram, Kaila menggeleng. "tidak terlalu by, mungkin karena banyak jalan sehingga badanku tidak kaku dan tidak banyak berpikir terlalu berat" geleng Kaila. Pram tersenyum mengecup rambut istrinya. Kaila segera membersihkan dirinya dan tidur dengan nyenyak. Pram yang melihat Kaila terlelap tersenyum dan ikut merebahkan dirinya disamping istrinya karena nanti malam akan ada acara di rumah.


"jam berapa" geliat badan Kaila saat Pram membangunkannya. "jam 8" jawab Pram. Kaila membuka matanya pelan. "apa mereka sudah datang" tanya Kaila, "iya. mereka baru saja datang" angguk Pram mengelus rambut Kaila yang berantakan. "kakak turun aja, nanti aku menyusul" pandang Kaila, "aku tunggu aja" geleng Pram beranjak duduk di sofa menunggu Kaila untuk membersihkan dirinya dulu. Pram memeriksa semua pekerjaan yang belum diselesaikannya.


Kaila melaksanakan kewajibannya dulu sebelum keluar menemui orang-orang terdekatnya, Pram memberi kecupan di kening Kaila sesaat sebelum mereka keluar ruangan pribadinya, "have fun, yang" senyum Pram, Kaila mengangguk memeluk Pram pelan. "terimakasih by, selalu membuatku merasa bahagia" pandang Kaila, Pram mengecup bibir istrinya lembut. "jadi pingin ngunci kamu disini aja daripada keluar" pandang Pram, Kaila menepuk dada Pram pelan melangkah keluar ruangan. Kaila melambaikan tangan setelah melihat orang-orang terdekatnya berkumpul bersama sekarang. "dah bangun" pandang ayah, Kaila mengangguk mendekat ke arah ayah yang sedang asyik membakar jagung.


Icha memeluk erat Kaila dari samping, karena perut Kaila yang terlalu menonjol kedepan. "mau makan apa Kai" tanya Davi, "nanti aja Dav, kalian makan dulu" geleng Kaila. "Kal" seru Kalai, Kaila menoleh menatap Kalai Yang terlihat mendekat membawa salad buah. mereka duduk bertiga seraya memakan salad buah yang dibawa Kalai dari dalam. "kenapa belum kelihatan Kris yaa" pandang Kaila, "dia baru otewe, terjebak macet katanya" jawab Icha, Kaila menatap sekitar, rumah terlihat lebih ramai dan banyak lampu yang menerangi halaman "ada konser lagi kah" pandang Kaila, Kalai dan Icha menoleh dengan cepat, "ada lagi kah" semangat Icha duduk dengan tegak" Kaila tertawa menatap Icha. "tanya gih sama kak Saka, hanya dia yang bisa mengatur segalanya" kata Kaila, Icha manggut-manggut mantap segera menghubungi Saka. "bentar deh, kenapa jadi aku yang harus menghubungi kak Saka, tanya suami kalian aja kan beres" kata Icha mengerutkan keningnya sebelum memencet nomer ponsel Saka, Kaila tertawa lebar. "kan biasanya kak Saka yang menghubungi mereka" naik turunkan alis mata Kaila meraih bahu Icha.


"Davi, adakah mereka mengatakan sesuatu tentang mengenai acara hari ini" tanya Icha menatap Davi dengan penuh selidik, Davi memutar bola matanya jengah "tuh mereka udah datang" kata Davi memberi isyarat dengan dagunya melihat kearah jalan masuk rumah keluarga Prayoga, semua orang memandang kearah jalan masuk. beberapa mobil berhenti ditempat yang sudah diatur. beberapa orang keluar dengan mengeluarkan beberapa peralatan musik, Icha berdiri dengan cepat untuk mengamati siapa kali ini yang mereka datangkan untuk menemani malam ini.

__ADS_1


"memang, benar-benar deh. sungguh mantap" senyum lebar Icha menatap Kaila dan Kalai. "yang, jangan terlalu banyak jingkrak-jingkrak kali ini, kamu punya tiga jagoan didalam yang akan bergerak sesuai dengan mood mu" dekati Pram mengelus perut Kaila, Kaila menoleh menatap Pram ingin tahu, "mereka bapak-bapak dari Jogja" kata Pram, Kaila mengerutkan kedua alisnya berpikir sebentar. "aahh, Duta" teriak Kalai, Kaila menoleh melihat kedua perempuan itu berdiri melangkah dengan cepat mendekati mereka yang akan segera tampil.


"honey" tatap Pram kuatir, Kaila mengangguk tertawa lebar memeluk suaminya lembut. "aku tidak lupa, by. aku akan jaga diri, sediakan alas untukku duduk agar tidak terlalu lama berdiri" elus pipi Kaila menatap suaminya hangat, Pram mengangguk membantu Kaila untuk beranjak dari duduknya dan mengikuti langkahnya mendekat kearah band itu akan menampilkan kebolehan mereka. mereka semua menikmati malam sambil menikmati musik yang disuguhkan oleh band kenamaan Indonesia itu. semua pekerja rumah keluarga Prayoga juga keluar dan turut menyaksikan penampilan konser mini yang tidak mereka sangka akan mereka saksikan sekarang dengan mata kepala mereka sendiri dari dekat tanpa membeli tiket, sungguh pengalaman yang berharga bagi mereka.


ketiga perempuan muda pemilik segala kemewahan rumah Prayoga bersuamikan pria-pria tampan kaya raya, yang ada sudah berjingkrak-jingkrak mengikuti irama, yang lain segera mendekat setelah Kaila dan Kalai meminta para pekerja perempuan mendekat untuk menikmati penampilan band tersebut. rumah tampak lebih sumringah dan ceria, semua larut dalam ke histerisan dan nyanyian bersama perempuan-perempuan hebat yang terhanyut akan indah nya lirik lagu band asal Jogja tersebut. segala yang terjadi hari ini dan kebelakang akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan.


"bersenang-senang lah karena hari ini akan kita rindukan.


dihari nanti.


sebuah kisah klasik untuk masa depan"

__ADS_1


stay healthy all readers.


__ADS_2