Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 51


__ADS_3

"aku melihatmu beberapa kali berinteraksi bersama Kaila makanya aku lega melepaskan Kaila pergi dengan orang yang jauh lebih tepat setelah aku mengetahui bahwa kamu juga dapat menjaga Kaila dengan baik selama kamu ada dia hanya menurut padamu Pram. entah kamu melakukan dengan paksaan atau tidak tapi dia memperlakukanmu berbeda dari aku, Davi, Kris ataupun Arden. kami dekat tapi tidak bisa melewati batas yang digaris oleh Kaila kamu mengerti kan" pandang Arga menatap Pram sebagai sesama pria. Pram mengangguk pelan mengerti apa itu garis yang dikatakan Arga dia juga merasakan garis itu saat mendekati Kaila, garis yang Kaila pegang teguh saat ada laki-laki yang mendekatinya.


"kami hanya saling membutuhkan saat itu Pram ia membutuhkanku sebagai pelindung agar mereka tidak mengikutinya lagi dan aku membutuhkan seseorang yang spesial dihari-hari tertentu hanya itu tidak lebih" tegas Arga. Pram tersenyum dan mengangguk "aku mengerti dan paham Ga, Kaila juga mengatakannya padaku aku percaya padanya dan terimakasih kamu telah menjaganya seperti kakaknya sendiri waktu itu" tepuk bahu Pram pelan. "aku tidak menyalahkan mu sama sekali semua yang terjadi itu jalannya Tuhan untuk aku dan Kaila bertemu aku malah berterimakasih padamu dan Kalai jika kalian tidak bertemu waktu itu dicafe mungkin masih panjang bagiku untuk melewati garis itu" tawa Pram mengingat Kaila yang keras kepala.


"kalian mempermudah jalanku untuk mendekati Kaila melalui cerita kalian, aku ada disaat dia membutuhkanku hatinya sebenarnya merelakan kamu pergi tapi sebagian dirinya tidak mau sendirian" senyum Pram, Arga memandang Pram. "kita tidak saling punya dendam Ga tidak ada yang salah disini kita jadi lebih dewasa menyikapi setiap masalah itu aja" kata Pram, Arga mengangguk. "terimakasih, aku sudah merasa lega menceritakan semuanya padamu aku tidak ingin membuatmu salah paham nanti karena kita sama-sama memiliki pasangan masing-masing dan kebetulan mereka kembar" jawab Arga tersenyum, Pram pun tersenyum.


"baiklah karena sudah selesai, ayo kita ketemu ayah setelah sadar nanti dikira kita menantu yang tidak bertanggung jawab membiarkan anak gadisnya ditinggal suaminya semua" kata Pram beranjak dari tempat duduknya. "sebenarnya bukan gadis lagi kan Pram" tawa Arga, Pram tergelak mendengar jawaban Arga yang benar adanya


Kaila sedang merapikan beberapa pakaiannya dan Pram menjadi satu didalam koper dan memilah yang mau dibawa pulang. "by, dimana pakaian kotorku tadi" toleh Kaila melihat Arga dan Pram masuk kamar Pram memperlihatkan paperbag yang dibawanya dan menyerahkannya pada Kaila. "kamu mau bersihin badan nggak" tanya Kaila, Pram mengangguk. Kaila mengeluarkan pakaian ganti untuk Pram yang sama dengannya, celana joger dan t-shirt warna grey. Kaila beranjak dari duduknya "aku tungguin didepan kamar mandi" kata Kaila mengikuti Pram dari belakang.


"ayah tidur lagi" tanya Arga, Kalai mengangguk "tadi sempat bangun dan bicara pelan habis itu tidur lagi mungkin pengaruh obatnya" jawab kalai. Arga duduk disofa panjang yang ada didalam ruangan. Kaila memberikan satu-satu perlengkapan mandi untuk Pram mengambil baju kotor Pram untuk dijadikan satu dengan bajunya yang kotor tadi di paperbag.


"kak bawa sandal nggak" tanya Kaila. Arga menepuk keningnya. "ada dimobil sayang" ingatkan Kalai "oh iya.... tadi sudah kamu ingatkan ya.... maaf...." sadar Arga kelupaan. Kaila mengangguk "nanti biar kak Pram dan aku yang ngambil" jawab Kaila mengerti, Pram keluar dari kamar mandi. "by, kak Arga dan Kalai tadi bawa sandal tapi ketinggalan dimobil mau ngambil sekarang nggak" tanya Kaila mendongak menatap Pram. "baiklah apa ada yang ketinggalan lagi" tanya Pram sebelum keluar dari kamar inap Ayah.

__ADS_1


"ah iya.... kelupaan kan.... tadi aku membawa cover bed kamar Kaila, kelupaan bawa masih di bagasi maklum terburu-buru" kata Kalai nyengir. "it's oke Kal" senyum Kaila beranjak pergi. "mobilnya diparkir dimana" toleh Pram "didepan rumah sakit, karena sudah malam jadi parkirannya sepi" jawab Arga, Pram mengangguk menyusul istrinya yang sudah berjalan keluar.


"kalian disini saja aku hanya ke parkiran sebentar" pandang Pram para penjaga mengangguk hormat Pram menggenggam jemari Kaila dan berjalan pelan, Kaila meraih genggaman mereka dan melingkarkan melewati bahunya Pram mencium kening Kaila. "sepi ya by" kata Kaila, Pram tersenyum, "enak ya kalo sepi sunyi" pandang Pram Kaila mengangguk menghirup udara yang sedikit lembab "jam berapa ini" tanya Kaila. "hampir jam satu malam" lihat waktu Pram


"by" panggil Kaila, Pram menoleh "bisakah sementara kita tinggal dirumah ayah apa kamu keberatan" tanya Kaila Pram menggeleng dan mengecup rambut Kaila gemas. "tentu saja tidak kenapa aku harus keberatan, honey. aku yang malah akan mengajakmu untuk menemani ayah agar cepat pulih jika kamu tidak ngomong barusan" geleng Pram. Kaila mencium tangan Pram yang dekat dengan bahunya. "terimakasih by" senyum Kaila. Pram tersenyum.


"mau makan nggak, yang" pandang Pram, Kaila mengangguk semangat "kalo makan semangat banget sih istriku" kecup rambut Pram Kaila tergelak. "hust....." tutup mulut Pram takut mengganggu yang lainnya. "ini rumah sakit Kai dikira hantu kuntilanak tau nggak" senyum Pram geli Kaila mengangguk pelan Pram melepaskan tangannya dari mulut istrinya, mereka keluar dari rumah sakit.


"aku kira para penjaga mu tuh serem-serem by, kayak cerita mafia di noveltoon seperti yang aku baca online" tatap Kaila, Pram tersenyum. "ada sih yang kayak gitu emang kamu mau" tanya Pram Kaila menggeleng "nggak, gitu malah lebih asyik nggak kerasa kalo dijagain kayak temen kuliah" geleng Kaila. "maksudmu aku sudah tua gitu" tatap Pram kesal Kaila tertawa lebar. "dirimu yang terbaik segalanya buatku, yang. disaat aku jatuh hanya kamu yang ada di dekatku itu membuatmu selalu menjadi yang terbaik diantara yang lain kecuali daddy dan ayah" jelas Kaila menatap Pram lembut. "honey, kita tidur di hotel aja ya.... aku nggak kuat kalo gini" pandang Pram. Kaila mengerucutkan mulutnya "kita nunggu ayah, yang" pandang Kaila kesal mereka masuk ke tenda mie Jawa.


"saya pesen mie rebus satu, teh tawar dan yang manis satu" kata Kaila. "kalian pesan menu apa saja dan berapa porsi sendiri sesuai kesukaan kalian jangan merasa sungkan jika tidak aku tidak mau melihat wajah kalian lagi di sekitarku nikmati yang kalian inginkan ingat harus kenyang" senyum Kaila sedikit mengancam tetapi tidak mungkin beneran. Pram menyunggingkan senyum mendengar ultimatum Kaila kepada para penjaganya Pram mengangguk pelan agar mereka mematuhi istrinya para pengawal mengangguk pelan dan memesan sendiri masakan apa yang mereka inginkan.


Pram menulis pesan diponselnya tak lama jawaban diterimanya. "Kalai mau mie goreng katanya" tatap Pram, Kaila mengangguk tak lama pesanan Kaila datang dimana aroma mie rebus Jawa menggelitik hidungnya untuk segera memakannya Pram mulai menyuapi Kaila pelan-pelan karena panas. "wah.... Daebak" senyum Kaila merasakan mie rebus yang nikmat. "kenapa honey" kerut Pram "rasanya enak dan seger by, saking lamanya cuman makan roti, spaghetti, sup yang creamy but my taste is Indonesian food jadi kangen Kris kalo gini malem-malem nyari tukang mie Jawa atau kalo nggak warung Indomie rebus" bayangin Kaila sambil menerima suapan Pram.

__ADS_1


"makan yang bener nggak usah bayangin cowok lain" pandang Pram tidak rela, "iiisshhh.... kamu nih, orang kalo ke proyek juga sama dia doang yang seumuran ya jelas banyak keluar sama dia kalo sama kak Arden mah banyak rambu-rambunya 'dek itu nggak higienis tau..... banyak yang terbuka makanannya, dek itu kotor tempatnya nggak bersih lihat tuh tempat cuci piringnya, itu terlalu jauh yang dekat aja nyarinya' pusing kadang ndengerin nya" cerita Kaila. Pram tertawa mendengar cerita Kaila, para penjaganya menatap sekilas Pram yang baru kali ini tidak berwajah dingin ternyata jika bersama istrinya dia bersikap berbeda pikir mereka.


"Arden sampai segitunya" tanya Pram, Kaila mengangguk "ikut ayah itu dari Kai sekolah kelas tiga, dia masih kuliah awal semester tapi direkrut ayah karena anaknya tekun dan pintar tidak neko-neko" kata Kaila. "saking seringnya kerumah jadi kayak anak laki-lakinya momi 'Den, tolong anter adikmu ke toko bahan kue, Den tolongin Kalai bikin tugas, Den anterin Kaila ketempat temennya ini sudah malam' kadang kita tuh kayak nggak ada malu-malu nya sama kak Arden kalo minta sesuatu" senyum Kaila. "kalo Kris" tanya Pram sambil bergantian makan dengan Kaila yang mencoba mengingat Kris yang seumuran dengannya, "nggak banyak sih by, cuman dia direkrut kak Arden untuk membantunya saat proyek aja satu-satunya yang seumuran jadi asyik diajak ngapain aja waktu di proyek. jarang kerumah kalo dia mungkin karena masih sungkan sama kita saat dia kuliah semester dua baru masuk ke proyek" ingat Kaila.


"anaknya asik lebih dekat denganku daripada Kalai karena sering nemenin ayah walau hanya sekedar disuruh beli kopi, makan, cemilan ato apapun ituaku merasa dihargai mereka nggak melihat aku anak siapa tapi apa yang aku lakukan untuk mereka. just Snack kecil by, mereka dari ujung desa sampai ujung sana yang diinget cuman aku doang, ayah dan yang lain nggak begitu digubris" senyum lebar Kaila, Pram tertawa melihat ekspresi Kaila yang tidak sedih. ternyata memang benar, jika sudah menemukan tulang rusuknya yang hilang semuanya akan mengalir dengan sendirinya hanya dengan makan biasa aja bisa bikin Kaila merasa bahagia tidak perlu kemewahan terus-terusan.


"Icha" pandang Pram. "the best, the only one" senyum Kaila mengembang "selalu menjadi yang terdepan dan ter gokil tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, she is my another sister bagiku" jawab Kaila, Pram mengangguk. "mau nambah lagi nggak, yang. habis nih" perlihatkan piring Pram "nggak, udah kenyang" kata Kaila menggeleng. "berarti tinggal pesenin mie goreng Jawa untuk Kalai ya....." tatap Kaila, Pram mengangguk. "kalian selesain makannya nggak usah buru-buru jika ingin beli apapun belilah. kalau mau merokok silahkan.... kami kembali keruang ayah dulu" kata Kaila meraih uang diletakkan diatas meja tempat mereka makan. "nitip bayarin sekalian ya" senyum nyengir Kaila, mereka mengangguk tersenyum. Pram menoleh setelah mengambil pesanan mie goreng Kalai dan meraih jemari tangan Kaila para penjaga mengangguk sopan pada Pram.


"by udah menghubungi mom dan dad belum" pandang Kaila. Pram mengangguk. "syukurlah, aku lupa memberitahu sesaat lupa juga punya mertua saat nunggu ayah" tawa Kaila, Pram mengacak rambut Kaila hangat "lupa juga kalo dah punya suami" tanya Pram Kaila mengangguk tersenyum nyengir. "lupa sesaat aku mengira kita masih dalam tahap pendekatan" angguk Kaila Pram menciumi rambut Kaila gemas kaila tertawa geli.


hai.... hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa... karya pertama ku. luv.... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak.....


thanks a lot pisang sekebon.....

__ADS_1


__ADS_2