
Kaila dan Pram duduk dibangku yang berada di bahu jalan, lalu lalang orang masih terlihat padat disepanjang jalan legendaris itu dari utara hingga ke selatan, "semakin malam semakin rame ya, by" hirup udara Kaila melihat sekitar sambil memakan buah-buahan yang dibelinya tadi. "kamu mau berjalan-jalan sebentar, yang" tanya Pram melihat keadaan sekitar yang tidak lagi terlalu padat. "tentu, kelihatan agak longgar jalannya dan udara juga tidak begitu sesak" senyum Kaila merentangkan tangannya keatas, Pram meraih kedua jemari Kaila untuk membantunya berdiri.
"jika kita ke London, jalan-jalan juga bisa kan honey" tanya Pram melingkarkan tangannya dipinggang Kaila mengelus perutnya yang membuncit. "suasananya beda by, orang-orang yang ada disekitarnya. disana teratur dan tertib nggak ada suasana kayak gini yang ngangenin" senyum Kaila melihat sekitar. "jika triplet sudah bisa pergi sendiri maka mereka harus menjelajah Indonesia biar melihat keindahan negaranya" kata Kaila.
"mungkin mereka akan lebih nyaman sekolah di sana honey, karena bisa mengembangkan karakter mereka sendiri. jika sesekali kesini mungkin akan lebih baik" jawab Pram, Kaila terdiam sedikit merasa kosong dihatinya ketika mendengar suaminya. "let's see how they create their own life" senyum Kaila menatap Pram sesaat. "jika kita di London bagaimana dengan penjagaku by" tanya Kaila lirih "they stay with us" jawab Pram cepat, Kaila mengangguk senang. "kemanapun kamu pergi mereka akan selalu menemanimu" tambah Pram, Kaila tersenyum. "walau nanti ketika disana bukan hanya mereka aja yang akan menjagamu" tatap Pram, Kaila tertawa kecil dan menganggukkan kepala menyadari betapa posesifnya keluarga Bagaskara kepadanya.
"kamu hanya ingin disini aja selama di Jogja" tanya Pram. "eh em ..... kangen gunung sebenarnya, it's really missing in my life" senyum kecil Kaila mengingat semua memori saat menaiki puncak gunung dengan teman-teman baru yang datang silih berganti menemani langkahnya menyusuri jalan setapak menuju puncak tertinggi gunung dan menikmati ketenangan, kedamaian, keindahan alam ciptaan Tuhan yang maha besar. "kamu akan punya kesempatan lagi honey, it's just time" angkat bahu Pram menenangkan Kaila. Kaila menggelengkan kepalanya sesaat tersenyum karena saat itu mungkin akan sangat lama baru bisa dilakukannya lagi.
"jika kita kembali, kita harus touring motor lagi by" kata Kaila menatap mata suaminya. "kamu udah berapa kali jatuh saat mencoba naik motor sendiri, I don't wanna let you ride again" geleng Pram. "itu karena terlalu excited by, awal naik motor terlalu senang jadi agak tidak terkendali" pandang Kaila tidak mau disalahkan, Pram menghela nafas dalam.
"aku lebih sayang dirimu dari pada motornya honey, don't like this. if you wanna ride hanya bersamaku" kata Pram. Kaila mengangkat bahunya acuh karena mendengar perkataan Pram yang menurutnya tidak berdasar, Pram meraih jemari Kaila yang berjalan menjauh. "don't be angry honey, aku tidak bisa berkata tidak padamu tapi demi keselamatanmu aku tidak mau mengambil resiko yang membahayakan dirimu" hela nafas Pram berat karena reaksi Kaila yang membuatnya takut kehilangan. Kaila tertawa tanpa suara mengangguk mengerti sikap Pram yang selalu melindunginya.
"honey, mau duduk sebentar disitu nggak" tanya Pram melihat ada beberapa bangku yang kosong disepanjang jalan. Kaila menggeleng, "nanggung by masih kuat jalan" jawab Kaila, Pram mengangguk pelan. "tidak terasa kita sudah mau jadi orangtua, apa aku bisa ya by. terkadang aku ngerasa takut tidak bisa menjadi momi yang membuat mereka bahagia" kata Kaila menerawang kedepan. "kamu pasti akan jadi momi yang hebat buat mereka. mereka akan sangat bahagia mempunyai momi sepertimu" kecup Pram di ubun-ubun kepala Kaila sambil mengusap bahu Kaila. Kaila tersenyum mendengar perkataan Pram.
"pada usil nggak ya saat mereka beranjak remaja" tawa Kaila menyadari sikapnya yang selalu seenaknya. Pram tertawa tanpa suara mendengar pengakuan Kaila. "atau malah cenderung dingin karena daddy nya kayak gunung es" tatap Kaila kearah Pram yang tersenyum lebar. "masih seperti Dejavu, ketemu saat kuliah, menikah saat kuliah, mau selesai kuliah punya triplets. padahal dulu itu jauh dari angan" senyum Kaila. "everything is so amazing to me, sampai sekarang. aku masih nggak percaya bisa melewati fase hidup yang tidak bisa kubayangkan sebelumnya" hela nafas Kaila.
"sama honey, aku harus melewati batas yang tidak aku duga sebelumnya, melihatmu membuat duniaku berubah menjadi lebih baik. kamu yang selalu membuatku tidak bisa menjauh. membuatku merasa tidak mempunyai jiwa jika tidak melihatmu" kata Pram. Kaila tertawa lebar mendengar ucapan Pram yang menggodanya. "pesona seorang pramudya Bagaskara masak nggak berguna, berapa kali coba cewek cantik menghampiri dan menggoda" angkat alis Kaila. Pram menatap Kaila lembut.
"jangan lupa kebaikan seorang Kaila dara Prayoga yang membuat para cowok ngantri sampai terkadang ingin menghajar laki-laki yang mencoba mendekatimu. walau saat itu kamu belum jadi milikku" dengus Pram tidak suka dengan kenyataan itu. Kaila tertawa lebar melihat ekspresi wajah Pram yang tidak enak untuk dipandang. "mereka merasa tidak enak padaku by, karena mereka tau ada sosok mu dibelakang ku. jika ada apa-apa denganku maka mereka akan berhadapan denganmu" geleng Kaila cepat. "baguslah jika mereka tahu diri, jika mengganggumu akan berhadapan denganku" sungging senyum Pram. Kaila memutar bola matanya jengah.
__ADS_1
"by, jika triplets lahir apakah kita akan punya anak lagi" toleh Kaila. Pram menatap balik Kaila tepat dimatanya. "it's your body honey, aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman. bagiku triplet sudah membuatku sangat bahagia, karena aku tahu perjuangan kamu selama ini membawa mereka. it's up to you" geleng Pram. Kaila mengangguk dan menatap sekitar yang terlihat masih ramai orang menikmati malam yang indah dan tenang. mereka menikmati malam panjang hingga dua dinihari. beranjak kembali ke hotel tempat mereka menginap untuk beristirahat seharian karena telah begadang menikmati malam Jogja yang tiada pernah habis untuk dirindukan. orang-orang nya yang selalu tertawa bahagia, suasananya yang membuat hati merasa tenang, keindahan kota yang tak lekang oleh waktu. Kaila dan Pram menikmati perjalanan mereka berdua selama dua hari di kota Jogja yang terkenal dengan makanan gudegnya. menikmati kebersamaan yang mereka jalin kemanapun mereka melangkahkan kaki ke berbagai daerah di Nusantara.
"apa ada yang ketinggalan by" tanya Kaila mengecek beberapa baju yang sudah kotor untuk dimasukkan kedalam tas jinjing. "kayaknya nggak honey, semua baju sudah masuk, ponsel sudah, dompet" perlihatkan Pram. "tiket pesawat sudahkah" tanya Kaila teringat. Pram mengangguk.
terdengar pintu kamar diketuk seseorang, Pram membukanya dan menyuruh mereka untuk masuk. "aaahhh... sudah siap kak, mari kita pulang ke Jakarta" sapa Kaila melihat kehadiran dua penjaga yang selalu menemaninya. mereka mengangguk dan meraih tas jinjing yang tadi dipegang Kaila. "makasih kak, selalu merepotkan" senyum Kaila menatap wajah dua penjaganya.
Pram meraih jemari Kaila dan membawanya keluar dari kamar menuju box ajaib yang akan membawa mereka kedepan hotel dimana mobil yang menjemput mereka kebandara sudah menunggu. salah satu penjaga Kaila segera membereskan urusan dengan hotel tempat mereka menginap.
setiba dibandara jogjakarta, mereka menunggu keberangkatan yang agak lama karena pesawat mengalami keterlambatan. Kaila melihat-lihat bandara baru yang letaknya jauh dari kota Jogja. "honey, kenapa tidak duduk saja nanti kamu kecapekan" pinta Pram melihat Kaila yang terlihat kesana kemari memperhatikan bandara baru. Kaila menggeleng, ditemani seorang penjaganya yang selalu mengikuti langkah Kaila kemana saja.
"kak, kita kesana" isyarat dagu Kaila melihat jajanan Jogja. mereka mendekat kearah stand yang berada lumayan jauh dari tempat mereka duduk tadi. Kaila tersenyum melihat beberapa makanan didisplay yang menggunggah seleranya hingga akhirnya bergerak memilih beberapa dan segera membayarnya. "coklat dingin non" sodor penjaganya segera. Kaila meraihnya dan segera meminumnya. "ahh seger kak, hampir lupa tadi. untung diingetin makasih banyak" kata Kaila merasa lega karena ada yang mengingatkan minumannya.
"masih lama by" duduk Kaila disamping Pram menyodorkan coklat dinginnya. Pram segera meminumnya sampai habis. "masih setengah jam lagi" pandang Pram. ponsel Pram berdering pelan. Pram menatap layarnya sejenak dan berbicara seperlunya. Kaila menyodorkan paperbag kepada kedua penjaganya untuk mengambil sarapan yang belum mereka lakukan tadi karena penerbangan pagi yang mereka ambil. kedua penjaga segera mengambil apa yang mereka inginkan. karena mengetahui sifat nona nya yang tidak bisa mendengar kata tidak untuk segala permintaannya.
Pram tersenyum menatap Kaila yang terlihat ceria, walau dengan perut yang membuncit. Kaila mengunyah rotinya dengan perlahan sambil menatap suasana bandara yang mulai agak padat mengingat jadwal keberangkatan pagi. terlihat tidak jauh dari tempatnya duduk, dua orang tua yang sebaya dengan mertuanya juga menunggu dikursi tunggu. Kaila tersenyum menatap mereka yang terlihat bahagia walau hanya berdua saja. Pram mengelus jemari Kaila yang bebas. Kaila menoleh dan menyodorkan roti panggang nya kearah mulut Pram yang segera menggigitnya.
"saka yang menghubungi besuk Senin ada rapat koordinasi dengan partner baru" terang Pram menatap Kaila. "jam berapa by" tanya Kaila, menyodorkan roti panggang baru dari paperbag karena punyanya sudah habis. "sekitar jam 10, karena mereka dari Surabaya" jawab Pram. Kaila menyeruput kotak coklat dingin favoritnya. Pram menyuapi roti panggang setelah Kaila selesai minum.
"apa kamu mau ikut menemani" tanya Pram hati-hati. Kaila menganggukkan kepalanya tanda setuju. "kita lihat nanti aja by, tapi sebisa mungkin aku ikut, nyaman bersama aja" jawab Kaila. Pram tersenyum, menyadari bahwa memang benar adanya apa yang diucapkan Kaila. selama mereka berdua bekerja bersama membuat mereka saling merasa ketergantungan yang bahkan mereka sendiri tidak sadar.
__ADS_1
tak lama pengumuman keberangkatan pesawat yang akan mereka tumpangi telah terdengar. Kaila segera membereskan apa yang mereka makan tadi. menyerahkan kepada penjaganya agar dibuang ditempat sampah. Pram membantu Kaila untuk beranjak dari duduknya. mereka melangkah ringan menuju lorong kearah pesawat.
sejam kemudian mereka sampai dibandara Jakarta. mobil yang menjemput mereka telah menunggu kedatangan mereka dipintu keluar. "mau mampir nggak Kai" toleh Pram. "mampir ke pengkolan gang aja kulineran" cengir Kaila. Pram tersenyum mengangguk. "yah, dimana" tanya Kaila sesaat setelah tersambung dengan wajah ayahnya. "dirumah dong Kai, masak di pasar" pandang Ayah menyeruput teh panas manisnya. Kaila terkekeh mendengar jawaban Ayahnya.
"Kai bentar lagi sampai pengkolan gang, mau makan disitu. Ayah mau nyamperin nggak" tanya Kaila. "kamu udah sampai Jakarta, Ayah selalu siap aja, bentar ayah panggil Kalai dulu. kita ketemu disana aja" kata Ayah beranjak dari duduknya.
"siap, nanti Kai tunggu disana. jangan lupa bawa duit yang banyak, Kai makannya banyak." goda Kaila. ayah tertawa "iya, ayah tau. dari dulu kalo makan kamu paling banyak. tapi nggak gemuk-gemuk juga. kadang ayah penasaran duit ayah buat ngasih makan kamu selama ini larinya kemana ya, kok nggak kliatan wujudnya" goda Ayah balik. Kaila tertawa lebar. "larinya ke triplets yah, nggak nyangka perut bisa buncit gini" usap Kaila memperlihatkan perutnya. "ck..... itu karena sponsor nya Pramudya Bagaskara. Ayah mah nggak bisa protes kalo sudah gitu" jawab Ayah asal.
Kaila tertawa terbahak-bahak mendengar banyolan Ayahnya yang selalu membuatnya gembira. Pram tersenyum tertahan mendengar ayah mertuanya yang selalu melontarkan candaan dengan Kaila tanpa sungkan. "mau berhenti dimana Kai" tanya Pram melihat jejeran penjaga makanan yang berbaris rapi saat weekend. "berhenti ditepi jalan aja by, trus mobilnya suruh pulang. kak penjaga pulang dulu juga nggak papa, nanti kita bawain makanan kalo kita selesai" kata Kaila. mereka mengangguk mengerti.
hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...
dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
__ADS_1
thanks a lot pisang sekebon...😘