
"kak Mita, kita pamit dulu" peluk Kaila, Kalai dan Icha. "terimakasih kalian mau mampir kemari" balas Mita, mereka tersenyum manis. "kak Arden, kita balik ya" salam Kaila sebelum masuk kedalam kendaraan. "hati-hati dijalan, Kai" lambai tangan Arden, mobil beriringan pergi meninggalkan rumah Arden. Kaila memejamkan mata tertidur, pram tersenyum mengusap rambut Kaila yang sudah tertidur dengan nyenyak. "Kai" usap pipi Pram, Kaila menggeliat pelan. "hmmm...." kerjap mata Kaila. "ini dimana kak" tanya Kaila melihat sekitar. "apartement" jawab Pram membenarkan kaftan Kaila yang turun dari mobil. Pram menautkan jemari tangannya, "kenapa kesini" tanya Kaila mengikuti langkah Pram. "pingin ngajak riding" senyum Pram menekan tombol di box ajaib yang akan membawa mereka ke unit apartementnya. "kemana" tanya Kaila masih tidak mengerti, "keliling" jawab Pram, "mending dirumah nonton Drakor" kata Kaila menyandarkan punggungnya didinding box ajaib.
Pram membuka ponselnya. "cantik nggak" liatin layar Pram, Kaila melihat gambar dirinya memakai kaftan tertawa dari jauh. "ish... nyuri fotoku nih" pandang Kaila cepat. "darimana nyuri, orang yang difoto tau gini" acak rambut Pram tersenyum, "ada berapa" pandang Kaila, Pram segera menyerahkan ponselnya ke Kaila, ia segera melihatnya. "lumayan banyak kak" lihat Kaila. Pram meraih bahu Kaila untuk keluar dari box ajaib. "aku suka ini kak" perlihatkan Kaila. "kenapa yang itu" kerut Pram, "karena ada kakak disitu" senyum Kaila. Pram tersenyum dan mengecup rambutnya. "mau ku kenalkan pada mommy" pandang Pram, "sekarang, kemana" kaget Kaila menatap Pram cepat, "lewat Skype honey" rengkuh bahu Pram erat.
"honey, mana telapak tanganmu" raih Pram membawanya untuk finger print. "sekarang kamu bisa masuk dengan jarimu" buka pintu Pram. "aku membawa kuncinya" pegang kartu Pram. "kenapa aku nggak itu aja" masuk Kaila, "lebih mudah bagimu masuk" geleng Pram, Kaila langsung ke pantry untuk minum, "aku mandi dulu kak" jalan Kaila menuju kamar, Pram menghidupkan gadget nya dan memesan makanan lewat aplikasi, menunggu Kaila bergantian untuk mandi. "udah kak" kata Kaila melangkah menuju Pram, Pram bergegas masuk untuk segera membersihkan dirinya.
"delivery makanan" seru seseorang sembari membunyikan dering apartement, Kaila melihat dari layar pintu. "sudah dibayar" tanya Kaila menerima pesanan Pram. "sudah kak, terimakasih" senyum pengantar, "ahh..... ini untuk sekedar membeli minuman" serah Kaila. "terimakasih kakak, selamat menikmati" senyum ceria pengantar, Kaila tersenyum dan menutup pintu.
"siapa Kai" keluar Pram setelah selesai membersihkan dirinya, "delivery makanan" keluarkan paperbag Kaila dimeja pantry. "kakak yang pesan" tanya Kaila, Pram mengangguk mendekat ke arah meja. "hai mom" lambai Pram ke arah layar TV yang menghubungkan keduanya lewat udara. "hai kak, kenapa lama tidak mengabari mommy. Miss U" senyum mommy.
"Miss U too mom" senyum Pram mengambil makanan yang ada di meja.
"mom, aku ingin mengenalkan seseorang" kata Pram menarik bahu Kaila untuk menghadap layar. "hallo tante" salam Kaila melambaikan tangannya tersenyum.
"ooo..... my..... finally..... My sweetie Kaila....." senyum lebar mommy melihat Kaila dilayar, "honey, cepat kesini. ada Kaila bersama Pram" panggil mommy ke daddy.
"hai... Kaila" senyum Daddy bergegas melihat dilayar.
"hallo om" senyum Kaila sedikit menunduk kepalanya sopan.
"you look prettier than the posted photo Pram, Kaila" puji Daddy melihat paras Kaila. Kaila tersenyum malu-malu.
"Dad, no..... no...... she is mine" geleng kepala Pram melingkarkan tangannya keleher Kaila.
"oh... Gosh.... anak ini menurun Daddy nya banget" kesal mommy menaruh kedua tangannya didada, mereka tertawa.
"kapan kalian akan ke London" tanya Daddy melihat Pram. Pram tengah dibantu Kaila menyiapkan makanannya. mommy dan daddy saling berpandangan tersenyum melihat perlakuan Kaila kepada Pram.
"baru tinggal disini enam bulan penuh Dad" makan Pram.
"hhmmm..... apalagi disana ada Kaila yang menemanimu, semakin betah kamu di Indonesia" goda Daddy, Pram tertawa mengunyah makanan yang disiapkan Kaila.
"anak ini semenjak bersama Kaila selalu ceria" pandang mommy. "dia sudah menemukan separuh jiwanya dear" kecup kening Daddy.
__ADS_1
"aku juga bisa melakukannya, Dad" kecup Pram di pipi Kaila.
"ishh.... kakak nggak sopan" ujar Kaila menghapus jejak Pram di pipinya, mereka tertawa melihat perbuatan Kaila yang sangat manis.
"oohh.... she so sweet...." senyum mommy gemas melihat kelakuan Kaila yang tidak dilihatnya di London.
"kapan Dad and mom balik ke Indonesia ngelamar Kaila" tanya Pram serius. "kalo ngomong suka nggak jelas sih kak" pukul Kaila di lengan Pram keras, "aku ngomong yang sebenarnya honey" pandang Pram tersenyum, "tapi nggak sekarang juga ngomongnya" geregetan Kaila menatap Pram kesal. "aku pingin secepatnya honey" cubit pipi Pram. "ish..... emang kapan kita jadian, kapan aku bilang mau... bikin Kai malu tau" pergi Kaila menuju kamar meninggalkan Pram sendirian. "honey" panggil Pram, orang tuanya tertawa melihat ekspresi Pram.
"Dad, Mom. aku keluar dulu" matikan Skype Pram.
"Kai" buka pintu kamar Pram, ia melihat Kaila di ranjang dengan cover bed menutupi seluruh tubuhnya. "ayolah, kenapa kamu marah" dekati Pram. "bodo" balas Kaila tanpa melihat Pram. "c"mon baby" kata Pram mencoba membuka cover Kaila.
"aku mau pulang aja" buka cover Kaila cepat beranjak.
"don't, kita selesaikan ini dulu" geleng Pram menarik tangan Kaila.
"ahh... " seru kaila tertarik dan terjatuh terlentang. Pram segera mengukung tubuh Kaila dengan cepat agar tidak pergi. "aku mencintaimu Kaila Dara Prayoga jangan ragukan hal itu" pandang Pram tajam, Kaila membuang mukanya kearah samping. Pram menggeram pelan melihat sikap Kaila.
"jangan membuatku merasa sakit, Kai. aku tau kamu menyembunyikan banyak luka di hatimu" desah nafas Pram. "kamu mengerti apa yang aku katakan kan Kai" pandang Pram sayu, Kaila terdiam. Pram mengelus pipi Kaila, mengecup pelan bibir Kaila hingga menciumnya dengan lembut. "ingat untuk bernafas Kai" usap bibir Pram menghapus jejak mereka, Kaila mengambil oksigen dengan cepat. "kamu selalu membuatku candu" cium bibir Pram lebih intens, Kaila mendorong tubuh Pram agar menyingkir. Pram berbaring di sisi Kaila, sembari mengusap rambutnya. "pulang kak" toleh Kaila.
"huft.... bentar, biarkan aku mengambil nafas dulu" hembus nafas Pram berat,
Kaila memiringkan tubuhnya menghadap Pram, "kekamar mandi gih, solo karir" goda Kaila, Pram membuka matanya menoleh menatap Kaila, "aahhh.... Kai...." peluk Pram menduselkan kepalanya di leher Kaila, kaila tertawa lebar sambil mengusap-usap rambut Pram yang terlihat kesal. "kak, apa kau pernah berhubungan sebelumnya dengan gadis lain seperti ini" tanya Kaila pelan, Pram segera menatap manik mata Kaila.
"never..... aku belum pernah sedekat ini dengan perempuan manapun, selain dirimu" jawab Pram cepat, Kaila mengangguk tersenyum.
"jika kita berjodoh, maukah hanya pernikahan sederhana, menungguku hingga selesai kuliah" tanya Kaila pelan.
"aku tidak ingin ada gosip yang membuatku kesulitan untuk menyelesaikan kuliah dengan damai, kak" senyum Kaila, Pram seketika duduk dan menatap Kaila terkejut. "kamu benar-benar mau menikah denganku" pandang Pram lekat, "jika kita berjodoh kak, jika...." geleng Kaila. "tidak ada kata jika, Kai. tapi bukannya bagus ya, kalo semua orang tau kamu sudah menikah denganku" kerut Pram.
"ishhh..... aku nyesel mbahas hal ini sama kakak kalo nggak ndengerin" kerucut mulut Kaila kesal. Pram mencapit mulut Kaila yang maju kedepan, Kaila memukul bahu Pram keras yang membuat Pram tertawa lebar.
"isn't that simple kak. Kalai baru saja menikah, jika aku juga segera menikah maka ayah akan sendirian. aku tidak mau ayah merasa kehilangan kedua anak gadisnya bersamaan, ayah dan mom membesarkan kami penuh kasih sayang sekarang ayah sendirian, jika kami pergi, ayah akan sendirian" geleng Kaila duduk.
__ADS_1
"saat ini aku baru semester 4, masih sekitar 2 tahun lagi aku selesai, aku hanya ingin kuliah dengan damai, tenang. kalo kampus heboh kayak kemarin mengenai kita, gimana aku menjalani hari-hari dikampus nantinya, bisa-bisa aku tidak bisa cepat selesai " jelas Kaila.
"Pramudya Bagaskara" panggil Kaila, Pram menatap Kaila lekat. "aku bukan gadis bodoh yang tidak tahu siapa dirimu kak, keluargaku yang memberitahu belum lama ini aku tidak mau membuat negeri ini heboh" geleng Kaila menghembuskan nafasnya.
"dari awal, aku tidak tahu dan tidak mau tahu siapa dirimu. as simple as that. I don't care, because you are nothing. bukan siapa-siapa bagiku" ungkap Kaila.
"ketika kejadian Arga bersama Kalai, aku pun tidak mempunyai pikiran yang aneh-aneh untuk mengenal, apalagi dekat denganmu karena aku bukan tipe gadis yang mudah suka dengan lawan jenis" lanjut Kaila, "jika temen-temen tahu aku putus dengan Arga, mereka akan terang-terangan mengejar ku kak, karena sebenarnya aku merasa bersalah sedikit memanfaatkan Arga agar aku tidak merasa bersalah jika menolak mereka" senyum Kaila. Pram memeluk Kaila dan mengusap punggungnya.
"jangan membuatku kelihatan merana kak" dorong Kaila, Pram tersenyum, "aku mencintaimu, akan selalu kukatakan kepadamu" kecup bibir Pram berulang kali. "duniamu jauh berbeda denganku Pramudya Bagaskara" pandang Kaila serius. Pram menatap Kaila lembut. "jadi jika kamu bisa bersama gadis lain yang lebih pantas, aku akan pergi jauh" senyum Kaila.
"no... no..., jangan lakukan itu" peluk erat Pram mengguncangkan badan Kaila kekiri dan kekanan "aku ingin bersamamu Kai, jangan tinggalkan aku" ucap Pram."tapi aku hanya gadis biasa kak" lepas Kaila. "tidak, kamu adalah gadis luar biasa yang aku kenal. hanya denganmu aku merasa takut kehilangan" dekap Pram, "kamu baru saja dekat denganku kak, masih banyak waktu untukmu melihat dan menemukan gadis lain diluar sana, duniamu lebih luas daripada aku" pandang Kaila. "are you throw me away sweetie" kerut Pram. "bukan begitu, it's just make me uncomfortable" desah nafas Kaila. Pram memeluk Kaila mengecup rambutnya berulang kali.
"aku senang kamu mengungkapkan apa yang kau rasa padaku Kai, itu pasti sulit sekali. membuatku tambah bucin padamu" pandang Pram, Kaila tertawa pelan. "kakak dapat darimana kata bucin" tawa Kaila ditahan.
"di sosmed, digrup chat kampus" garuk-garuk kepala Pram, Kaila tertawa melihat tingkah konyol Pram, Pram menggelitiki perut Kaila. "ampun kak" geli Kaila. "Kai" panggil Pram, Kaila menoleh.
"aku tidak melihat status sosial seseorang hanya kamu orang yang aku cintai saat kita bertemu, hanya itu yang aku perdulikan" tatap Pram, Kaila tersenyum dan mengangguk. Pram bergerak maju untuk mencium bibir Kaila dan **********, Kaila membalas ciuman Pram. ciuman yang semula hangat berubah menjadi ******* dan erangan diantara keduanya. "nafas Kai...." geram Pram mengusap benda kenyal Kaila. "aaahhh...."desah nafas Kaila pelan, Pram mencium Kaila lembut. Kaila mencengkeram punggung Pram yang memainkan benda kenyal kesukaannya. Kaila mendesah pelan merasakan sensasi yang diberikan Pram kepadanya yang membuat tanda cinta banyak disekitar tubuhnya. Pram meraih tangan Kaila untuk memegang sesuatu dibalik celana jogernya, Kaila membelalakkan matanya lebar. Pram tersenyum mengusap bibir Kaila. "sebelum aku melakukan solo karir, kamu harus membuatnya tenang dulu" cium Pram lembut.
Pram bergegas menuju bathroom dan terdengar erangan panjang dari dalam, Kaila tertawa pelan mendengarnya, berjalan keluar dari kamar untuk meminum air mineral. Kaila memasukkan makanan yang dibeli Pram ke dalam box pendingin. Kaila duduk menonton Drakor sambil memakan makanan ringan menunggu Pram selesai.
panas... panas...panas euy.....
hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...
dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1