Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 109


__ADS_3

"momi akan berkeliling dengan popi. apa kalian baik-baik saja jika bersama grand kalian" tanya Pram menyejajarkan tubuhnya dengan kedua anak laki-laki nya. "tentu pop, apa kalian akan riding" senyum Wilaga, Pram tersenyum mengangguk.


"iya, momi sudah lama tidak keluar malam bukan, kali ini ia ingin menjelajahi bagian timur" angguk Pram mengusap bahu Wilaga dan Pramana.


"ingat, untuk memberitahu apapun kepada grand dan kakek. penjaga kalian dua kali lipat banyaknya jika disini. So, don't let them worry about where ever U are"senyum Pram memberi penjelasan kepada kedua anak laki-laki nya, Pramana dan Wilaga mengangguk pelan.


"tentu pop, kita akan memberitahu mereka dimana kita. Kirana dan Wijaya juga sudah tahu harus apa" angguk Pramana. Pram tersenyum memeluk kedua putra tertuanya.


"thank you my son, popi akan melihat momi apakah sudah selesai atau belum" angguk Pram meraih jemari tangan kedua anak laki-lakinya menuju ruang tengah yang lebar dan hanya beralaskan alas tebal agar keempat anak Pram dan Kaila tidak terluka. "kami akan berkeliling mom dan mereka sudah mengerti harus bagaimana" senyum Pram, mommy tersenyum melihat kedua grandsonnya melangkah bersama popinya.


"by" panggil Kaila ketika sampai diruang tengah. "wow, this is very beautiful mom, let's we all sleep together tonight" senyum lebar Kaila melihat penataan ruang tengah seperti ranjang besar, mommy tertawa.


"no, sweetie. mom sudah mempersiapkan bedroom mereka sendiri. jika mereka ingin bermain maka ini area bermain mereka" geleng mommy, Kirana berguling kesana kemari bersama Wilaga. Kaila tertawa bahagia melihat mereka ceria.


"apa kalian akan berangkat sekarang sweetie" tanya daddy, "iya dad. ini sudah jam 8 malam, mereka mungkin masih menyesuaikan dengan waktu disini jadi mungkin agak malam mereka tidur. jika sudah terbiasa mereka akan tidur pukul 8 malam" angguk Kaila menaikkan zipper jaket kulitnya agar angin malam tidak menusuk masuk kekulitnya. daddy mengangguk melambaikan tangannya sebelum merangkak dengan Kirana untuk merayap bermain bersama Pramana. Kaila tersenyum lebar melihat pemandangan yang membuatnya speechless.


Pram menggenggam erat jemarinya, Kaila menoleh dan memeluk Pram erat. "luv U much, by. thank you for making me a very happy woman seeing them happy" kecup pipi Kaila, Pram mengusap punggung istrinya. "luv U more, honey. you also make me happier man" senyum Pram mengecup kening istrinya, mereka tertawa pelan melangkah keluar rumah dengan perasaan yang bahagia.


"berapa orang yang menjaga" tanya Kaila, "6" jawab Pram memakaikan helmet Kaila, ia segera naik. motor melaju dengan sedikit kencang membelah dinginnya malam jalanan kota London, beberapa kali mereka berhenti untuk sekedar menikmati minuman ataupun makanan yang Kaila inginkan.


"yang, kita bermalam disini saja. waktu sudah menunjukkan tengah malam, mungkin anak-anak sudah tidur. kita juga harus istirahat untuk perjalanan besuk pagi" tatap Pram, Kaila mengangguk melepas helmet nya, mengikat rambutnya model bun dan menggerakkan badannya agar sedikit rileks.


"apa kamu mau massage" tanya Pram, Kaila menggeleng melangkah masuk kedalam hotel yang terlihat nyaman.


Pram menerima kartu hotel dari penjaganya dan segera menuju box ajaib untuk membawa mereka ketempat mereka akan beristirahat malam ini.


"honey, jaketmu" pandang Pram, Zivannya membuka Zipper dan menyerahkan jaketnya kepada Pram, Kaila segera melangkah ke bathroom yang sangat mewah, merendam tubuhnya dengan kehangatan dan aroma boom yang menenangkan pikiran dan tubuhnya. Pram membersihkan dirinya menggunakan air shower agar ia tidak mengganggu me time istrinya yang sedang merilekskan otot dan sendinya. ia segera keluar dan melihat pekerjaan yang telah menunggunya melalui gadgetnya, Pram memeriksa beberapa paper elektronik yang dikirim asistennya.


Kaila keluar dengan badan yang lebih segar, segera meminum air mineral dan mengeringkan rambutnya. Pram berjalan mendekat dan menggantikan istrinya untuk mengeringkan rambutnya, Kaila menatap kaca cermin besar dan tersenyum melihat Pram yang selalu mengeringkan rambutnya selama ini. "terimakasih sayangku" tatap Kaila dari arah kaca cermin besar. Pram tersenyum menatap paras istrinya yang mempesona.

__ADS_1


"apa aku boleh melakukannya malam ini" tanya Pram mengecup bahu kiri istrinya, Kaila tertawa terbahak-bahak melihat suaminya yang selalu mudah tergoda. "tentu, honey. kapan pun kamu mau aku akan selalu siap" goda Kaila, Pram menatap istrinya dengan tatapan mendamba. ia segera mengangkat tubuh Kaila yang hanya memakai bathrobe, membuat istrinya itu berteriak saking terkejutnya karena tidak ada tanda-tanda dari Pram. refleks Kaila melingkarkan tangannya di leher Pram agar tidak jatuh.


"kamu terlihat semakin mempesona, yang. semakin kesini kamu semakin terlihat sangat menawan" kecup kening Pram.


"benarkah, aku kira biasa saja. setelah mereka berempat keluar, aku tidak terlalu memperhatikan bagaimana penampilan ku. karena mereka lebih memerlukan ku" kerut Kaila merasa tidak begitu. Pram menggeleng meletakkan tubuh istrinya pelan diatas king bed, "no, honey. you look so charming that I'm not willing to take U out and see other men looking at U with adoring eyes" hela nafas Pram, Kaila tersenyum menangkup kedua pipi suaminya Pram dengan lembut. "kamu juga begitu lho, sayang. melihatmu sangat tampan hingga tidak sedikit perempuan yang melirik mu dan ingin memilikimu membuatku juga merasakan hal yang sama. so, we equals. right" tatap Kaila, Pram tersenyum.


"jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku, Kai" tatap Pram teduh. Kaila menggeleng. "tidak, by. aku akan selalu mengikuti langkahmu dimanapun kamu berada. ada our baby yang menunggu kita untuk membuat mereka bahagia memiliki kita berdua yang akan selalu ada buat mereka" senyum Kaila. Pram mencium bibir istrinya dengan lembut dan menuntut, dengan hasrat yang membara dan menggelora, mereka melakukan dengan penuh kesadaran, tubuh yang saling mendamba dan memuja, saling bertautan satu sama lain, saling menyecap rasa dan raga yang beradu dalam kenikmatan duniawi milik mereka berdua.


pagi hari


ketukan di pintu kamar membangunkan tidur panjang mereka, Kaila bergerak pelan saat mendengar suara dari arah pintu, ia mengernyit pelan melihat waktu dari ponselnya. segera memakai bathrobe yang tergeletak disamping dan melangkah menuju pintu, "maafkan saya nona, ini pakaian ganti yang sudah disiapkan. saya meminta maaf jika membangunkan nona dan ini lunch yang baru saja diantar" tunduk penjaga Pram tidak berani melihat Kaila.


"it's Ok, keep your head up when you talk to me and my kids so we can see who we're talking to" senyum Kaila mengerti tentang tugas yang berat seorang penjaga Pram. penjaga itu segera berdiri dengan tegak dan melakukan kontak mata dengan Kaila segera, setelahnya meminta ijin agar pekerja hotel untuk membawa masuk makanan yang disiapkan untuk mereka berdua, Kaila mengangguk dan membuka pintu lebih lebar agar pekerja hotel dapat membawa masuk box makanan kedalam dan segera keluar mengikuti langkah penjaga Kaila tanpa berani melihat sekeliling kamar dimana Pram masih berisitirahat dengan nyenyak.


"tunggu kita" kata Kaila sebelum menutup pintu, penjaganya mengangguk mengerti. "baik, nona" jawabnya pelan.


Kaila membersihkan dirinya dan segera memakan makan siangnya dan membiarkan Pram untuk beristirahat lebih lama.


"siapkan makanan kembali" buka pintu Kaila dan mendapati seorang penjaganya di pintu, ia mengangguk dengan patuh dan bergegas meminta yang lain menyiapkan makanan untuk mereka.


Kaila menunggu Pram keluar dari bathroom, "makanan sebentar lagi akan datang, yang. pakaianmu sudah siap" kata Kaila, Pram mengangguk mengusap rambutnya yang basah dan segera memakai pakaian yang disediakan oleh istrinya.


"kita terlihat seperti sepasang kekasih bukan. jika tidak ada keempat baby" senyum Pram meraih pinggang istrinya dan mengecup pelan bibirnya.


"tentu, ada dan tidak ada mereka kita adalah sepasang kekasih halal, by" tatap Kaila menaruh tangan kirinya di dada suaminya, Pram tergelak pelan merengkuh tubuh istrinya erat.


"luv U momi empat jagoan" kata Pram mengecup ubun-ubun rambut Kaila, "luv U more popi empat jagoan" benam kepala Kaila di dada suaminya merasa nyaman.


suara ketukan membuat mereka saling mengurai pelukan, Pram melangkah pelan membuka pintu kamar sehingga pekerja hotel dapat membawa masuk kembali box makanan dan mengeluarkan box yang sudah selesai di santap oleh Kaila tadi.

__ADS_1


Kaila menghampiri suaminya dan duduk menemaninya mengisi perut dengan berbagai makanan.


"kita akan kemana lagi, by" tanya Kaila antusias. Pram mengunyah makanannya dengan tenang, "kita akan melihat daerah timur lebih banyak" jawab Pram. Kaila menyandarkan tubuhnya.


"apakah kita nanti bisa pulang, aku tidak bisa meninggalkan mereka lama-lama. suasana sepi terasa aneh bagiku sekarang, by. jika tidak mendengar suara mereka atau melihat mereka yang seringkali melakukan hal-hal yang baru membuatku merasa kehilangan" tatap Kaila, Pram tersenyum menatap istrinya yang cantik.


"tentu, kita akan pulang malam ini dan melihat mereka baik-baik saja" angguk Pram, Kaila tersenyum. mereka segera melakukan perjalanan disisa hari itu dan kembali dengan tenang.


"apa mereka baik-baik saja, yah" bisik Kaila setelah memasuki rumah. ayah menoleh dan tersenyum melihat anak perempuannya sudah kembali.


"mereka baik-baik saja, seharian mereka berkeliling dan pesta di taman depan. sama seperti di rumah, mereka mempunyai penjaga yang sangat baik hingga membuat mereka melakukan banyak hal hari ini" tawa ayah mengingat mereka berempat yang senang sekali memporak-poranda taman depan grandmom nya yang hanya bisa tertawa bahagia melihat mereka membuat tamannya berantakan.


Kaila melebarkan matanya mendengar cerita ayahnya mengenai kelakuan ke empat buah hatinya.


"apa mommy baik-baik saja" tanya Kaila tidak tahu harus berkata apa, mommy tertawa pelan. "tidak apa-apa sweetie, mereka memeluk mommy dengan perasaan hangat setelah itu" geleng mommy, Kaila memeluk mommy. "Kai minta maaf mom" tatap Kaila. mommy menggeleng mengusap bahu Kaila.


"no, sweetie. mereka anak yang sangat luar biasa, mommy bangga dan bahagia melihat mereka tumbuh dengan baik. Wijaya punya tangan yang luar biasa saat memegang sesuatu, tanaman mommy terlihat lebih indah saat dia menyentuhnya dan yang paling mommy tidak percaya adalah saat dia menjelaskan tanaman yang dia tahu ditaman belakang" kata mommy, Kaila tersenyum mengangguk. "Wijaya sangat menyukai tanaman mom dan biasanya Kirana akan menemaninya dengan memporak-poranda apa yang disentuh Wijaya" jelaskan Kaila, mommy tergelak menganggukkan kepalanya "dan dalam sekejap keempatnya sudah bermain tanah dengan badan yang penuh dengan jejak tanah" ingat mommy hingga mereka tertawa bersama.


"apa mereka terbangun, by" toleh Kaila melihat kedatangan Pram dari kamar masing-masing putranya. Pram menggeleng dan duduk disamping istrinya, "mereka tidur dengan nyenyak. apa mereka bersenang-senang hari ini, honey" tanya Pram. "sangat, hingga kebun mommy mereka tata ulang. sama dengan saat dirumah" angguk-angguk Kaila, Pram tersenyum lebar.


"pasti mommy ikutan main" kata Pram, mommy tertawa mengangguk. "sudah lama tidak terdengar tawa yang menyenangkan dirumah, sejak mom dan dad kembali kesini, rumah seperti tidak ada kehidupan. beda saat di Indonesia, disana pasti ada aja yang membuat kita senang" kata mommy, Kaila memeluk mommy.


"jika liburan mommy selesai disini, pulang kerumah mom. kita akan selalu menanti mommy. antar sekolah mereka kembali seperti biasanya mom" senyum Kaila, mommy mengangguk.


"tentu, sweetie. mommy ingin berkumpul bersama yang lain, apalagi Kalai juga akan punya baby lucu sebentar lagi. tambah rame lagi rumah, itu akan sangat menyenangkan" senyum mommy. Kaila dan Pram tersenyum menatap mommy, ayah tersenyum melihat kebahagiaan anak bungsunya yang sudah memiliki keluarga kecilnya yang membuatnya bangga.


"yah, ayo istirahat. ini sudah malam, besuk pagi kita akan melihat kehebohan apalagi yang mereka buat" raih lengan Kaila, ayah tergelak beranjak dari tempat duduknya bersama Kaila. "ayah tidak bisa membayangkan mereka dapat darimana energi sebanyak itu seharian" kata ayah, Kaila menggumamkan sesuatu yang membuat ayah tertawa lebar. "kekuatan Bagaskara memang beda ya, Kai" senyum ayah, Kaila mengangguk tersenyum.


Hai..... Hai.... Hai.... all readers terimakasih telah mengunjungi karyaku ini.

__ADS_1


Luv.... Luv.... Luv..... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.


stay healthy all


__ADS_2