
para orang tua yang didatangi Kaila dan Pram untuk meminta restu merasakan perasaan haru yang membahagiakan, mommy menitikkan air mata melihat prosesi yang dilakukan Pram tadi. dirinya merasa bahagia dimana anaknya telah menemukan gadis yang baik dan tepat untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama. daddy memeluk mommy dan mengusap-usap punggungnya untuk menyalurkan kekuatan, Pram memeluk mommy nya erat sambil mencium setiap inci wajah mommy nya yang terlihat bahagia dan lega Pram sudah menikah dengan gadis pilihannya.
"mommy bahagia karena kamu sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang" senyum mommy mengelus wajah Pram yang berkaca-kaca, Pram mengangguk memeluk mommy erat,
daddy memeluk mereka berdua. ayah memeluk Kaila dan mengusap-usap punggungnya. "jadi istri yang taat pada suami Kai" cium kening ayah, Kaila mengangguk memeluk ayahnya erat yang menitikkan air mata memeluk putri bungsunya itu lama. Kalai memeluk mereka berdua ikut menangis karena bahagia. "udah nanti jadi jelek, nggak bagus buat kenang kenangan anaknya nanti, masak kayak hantu pas diliat" lepas pelukan ayah biar mereka tidak berlarut-larut. salah satu kru team EO segera menyodorkan tissue. mereka semua segera mengambilnya dan menghapus airmata yang turun tak tau tempat. sedangkan seorang kru team yang lain segera melihat riasan Kaila dan Kalai menatanya ulang.
"udah cantik kok nangis sih Kai, Kal..... nanti laki-lakinya diambil orang mau....." goda stylist. Kaila dan Kalai tertawa mendengar candaan stylist satu itu yang kemayu itu "kakak mau, tuh kalo mau ngambil" goda Kaila balik. "yang mana, punyamu ato punya Kal" tanya stylist gemes, Kalai tertawa keras.
"sayang, ada yang mau kenalan nih" lambai Kalai ke Arga suaminya. Arga mendekat dan menatap Kalai, "siapa" kerut Arga merasa mengenal setiap tamu karena semuanya adalah saudara dekat. Kalai meraih pinggang Arga dan memberi isyarat laki-laki didepannya yang mau kenalan sedangkan Pram mendekati Kaila memeluk bahunya. "nih malah dua-duanya datang untuk kenalan kak" tawa Kalai. Kaila hanya tersenyum menatap stylist yang merapikan touch nya.
"duh..... nggak kuat kalo gini dua-duanya ganteng dan tampan, cucok kalo buatku boleh dua-duanya nggak" senyum stylist menahan bibirnya, Kalai dan Kaila tertawa lebar mendengar pengakuan stylist itu saat menatap Pram dan Arga bergantian. "boleh kak ambil aja dua-duanya tuh masih banyak stok yang mau sama kita" angguk Kalai, Kaila mengangguk mengiyakan.
"waahhh..... anak ini semena-mena" sentil kening Arga dan Pram di kening istrinya masing-masing, Kaila mengusap keningnya dan memajukan bibirnya. stylist tertawa dan mengundurkan diri tidak jauh dari mereka. "jangan suka menawarkan suaminya ke orang lain" pandang Pram, Kaila mengangguk menurut.
"kamu juga sama" pandang Arga, Kalai mengangguk tersenyum mengajak Arga untuk duduk bergabung dengan yang lainnya. "ayah" peluk Pram erat, ayah menepuk-nepuk punggung Pram.
"semoga selalu bahagia nak" senyum ayah. "terimakasih yah" angguk Pram hormat, Pram mengajak Kaila ke mommy dan daddynya. "mom" peluk Kaila lembut, mommy tersenyum mengusap pipi Kaila. "selalu bahagia Kai" cium pipi mommy, Kaila mengangguk berkaca-kaca, daddy mengusap punggung tangan Kaila dan memeluknya hangat. Pram dan Kaila meminta doa dan restu orang tua lainnya.
setelah selesai, mereka menuju ke meja teman-teman menantinya. "selamat mas Pram semoga bahagia" peluk Kris bergantian dengan Davi dan Arden ala cowok, "terimakasih" senyum Pram lebar. "Kaila, kamu kelihatan cantik. selamat atas pernikahannya" genggam tangan Arden. "terimakasih kasih kak, hallo kak Mita, terimakasih maaf kak Arden jauh dari kak Mita sekarang" kata Kaila menyapa Mita dilayar ponsel Arden. Mita tertawa "selamat ya Kai, atas pernikahannya dengan Pram, dia lelaki yang baik dan semoga kalian samawa ya..... kita tunggu kalian nanti di Indonesia" salam Mita, Kaila mengangguk tersenyum melambaikan tangan.
__ADS_1
"aaahhhh.... Kai kamu sungguh sangat cantik" tatap Davi terpana melihat penampilan Kaila yang memakai kebaya sehingga terlihat anggun. Kaila tertawa memukul bahu Davi pelan, "iya, karena kalian lebih sering melihatku memakai jeans belel dan kemeja" kata Kaila memberi alasan yang masuk akal. "nggak salah kan kalo banyak yang suka padaku" naik turunkan alis Kaila menggoda sambil meletakkan kedua tangannya didepan dadanya. "iya..... percaya..... kalo udah gitu nggak kliatan anggun lagi dah kayak preman lagi" cibir Kris, Kaila tertawa dibalik punggung Pram. "belain istrinya dong kak" pukul bahu Kaila pelan. "cie..... cie..... yang udah ngaku jadi istri....." goda Davi, Kris, Saka dan Arden serempak menggoda Kaila yang mukanya memerah akibat ucapan nya sendiri barusan, Pram tertawa terbahak-bahak "baiklah istriku" goda Pram mengerling genit. Kaila memutar bola matanya malas dan beranjak untuk duduk di kursi dekat Kalai, Icha segera memeluk Kaila sahabatnya, "congrats sis, have happier life" ucap Icha memberikan selamat atas pernikahannya barusan, Kaila membalas pelukan Icha erat.
"makasih Cha, kita tunggu undangan berikutnya, jangan lama-lama dengan kak Saka" seru Kaila agar Saka mendengarnya. "sekarang pun bisa mumpung masih ada dekor dan penghulunya. masih lengkap semuanya" dekati Saka mencuri cium pipi Icha dan berlalu pergi, Icha mengomel tiada habis akibat perilaku Saka yang membuatnya kesal, mereka tertawa melihat kelakuan Icha.
"kalian mau lihat siaran kemarin malam nggak" datang Saka kembali membawa ponsel nya dan meletakkan ditengah meja mereka kemudian mendekat penasaran untuk melihat kejadian di malam barbeque an saat Kaila dan Pram begadang. "woooaaa...." tepuk tangan Kris dan Arden terbahak-bahak melihat kelakuan Pram dan Kaila malam itu, mereka tertawa melihat kejadian yang tak mereka sangka akan melihat keagresifan dan kemarahan Kaila secara bersamaan terhadap Pram. Pram mengelus leher belakangnya sambil nyengir dan Kaila yang semakin memerah wajahnya mengingat perbuatannya malam itu.
"hebat kamu Kai..... menaklukkan CEO dingin dan dosen datar" tawa Arden melihat Kaila yang tumben meluapkan emosinya. "ndengerin orang dengan nada tinggi aja udah takut loe... Kai.... lha ini masih bisa mukul segala. fix nih, kalo punya anak pasti jago berantem dan bela diri" pandang Davi memberi isyarat dengan jemarinya.
"Pram kan sabuk hitam taekwondo" celutuk Saka santai sambil makan, mereka menoleh cepat. "mas Pram, sabuk hitam" tak percaya Kris menatap Saka yang nyengir menganggukkan kepala. "Saka juga, dia partner tanding yang paling handal dibanding dengan Tigor dan Junot" duduk Pram sambil mengambil air minum mineral. Pram memberi tanda pada paman Din meminta kopi seperti biasa, paman Din mengerti kode Pram dan bergegas pergi.
semua pekerja yang berada dirumah keluarga Bagaskara hanya berjaga dipinggir karena semuanya diatur oleh wedding organizer yang dipekerjakan Pram untuk mengurusi semua perihal pernikahan. para pekerja dibiarkan istirahat oleh mommy dan ikut menyaksikan pernikahan Pram dan Kaila. tak lama paman Din membawa secangkir kopi hitam kesukaan Pram, beberapa fotografer dengan sigap mengambil moment-moment pernikahan kali ini yang mengabadikan prosesi adat timur yang jarang terlihat di negara Eropa.
"woooiiii...... ingat banyak yang jomblo nih....." lempar serbet Kris dan Davi, mereka tertawa bersama. "nasi dan cumi aja ya.... kak" pandang Kaila, Pram mengangguk, Kaila mengambil nasi dan cumi pedas, Pram mengambil alih piring yang diambil Kaila. "tidak kak, biarkan aku melakukan kewajiban ku yang pertama" geleng Kaila, Pram tersenyum menganggukkan kepalanya. Kaila menyuapi Pram untuk pertama kalinya sebagai seorang istri, Pram mengucapkan doa sebelum dia memakan makanan dari tangan Kaila.
"kapan kita pulang ke Indonesia udah seminggu kita di sini jadi kangen Indonesia kan gue....." kata Davi menatap Saka. "kan masih lama kita liburan semesternya. lumayan lho satu bulan nggak kuliah" pandang Icha. "dia kangen dengan suasana sumpek Jakarta" kata Kaila. "dia kangen Bram yang selalu mengganggunya" timpal Icha yang kepedesan, Saka segera menyodorkan segelas air mineral Icha segera meminumnya. "dia kangen sama kamarnya yang bau apek" tebak Arden melihat Davi yang nyengir.
"aaahhhh....... iya..... kost an kamu selalu the best Dav" ucap Kaila dan Icha memberikan isyarat dengan jemarinya tanda setuju. Pram dan Saka segera menoleh cepat menatap pasangan mereka masing-masing. "kalian sering kesana" tanya Saka tepat menatap manik mata Icha. "apa..... memangnya kenapa" tantang Icha menautkan kedua alisnya, Saka tersenyum menggelengkan kepala tanda menyerah tanpa syarat.
"kita bersahabat sejak sekolah, kadang seperti saudara, kadang seperti musuh, kadang seperti teman jika kalian merasa berhak memiliki kami, bagaimana dengan orang tua kami yang dari kecil menjaga dan melindungi kami, bagaimana dengan sahabat kami yang menemani saat kami ingin sendiri, saat kami ingin berbagi. keegoisan kalian membuat kami kadang setengah nafas mengimbangi, sadar nggak setengah perjalanan hidup kami itu bukan dengan kalian" kata Icha pedas melihat para lelaki yang ada didepannya. "wooaaaa..... Icha is the best" seru Kaila dan Kalai memeluk Icha mereka tertawa ceria. "kamu adalah speak up yang mumpuni" senyum Kalai memuji sikap Icha yang tegas disaat-saat krusial.
__ADS_1
"Icha gitu lho..... kadang kesel juga liat para cowok itu dikit-dikit cemburu, dikit-dikit melarang, memang kita nggak cemburu apa liat mereka digilai banyak cewek lha kita dilirik dikit aja sama cowok lain udah kebakaran jenggot. mereka mikir nggak gimana perasaan kita pas mereka digilai cewek sampai kayak gitu" terang Icha panjang kali lebar, Kaila tertawa lebar memandang Icha memberi isyarat dengan jemarinya tanda mengiyakan.
"jadi terharu aku Cha.... ternyata kamu memang sahabat terbaikku" isyarat tangan Davi membentuk tanda cinta ala Korea. "itu juga berlaku untukmu Dav dan Kris ketika kalian memiliki pasangan bukan hanya mereka berempat aja" kata Icha. Davi manggut-manggut mengerti. "dah Cha, makan lagi yuk bentar lagi sesi kita mengabadikan moments jangan sampai kecantikan kita luntur, ntar kita post di media sosial keseruan kita hari ini, tentu tanpa mereka, it just our day" kata Kaila mengingatkan, Icha menghembuskan nafas panjang.
"hampir lupa, ayolah kita ke venue sana, kita harus tampil maksimal kan" senyum Icha berdiri menarik tangan Kalai dan Kaila. "hampir lupa, kalo cewek itu singa betina" pandang Arga. "iya.... apalagi kalo Mita ada disini saat ini maka dia akan dengan senang hati bergabung dan menyerahkan kedua anak kami untuk bersamaku dulu" angguk Arden. "apa salah ya.... kita sedikit posesif" toleh Saka. "kita yang takut istri atau istri yang memegang kendali sih" tanya Pram, mereka memandang satu sama lain tanpa tahu jawabannya kemudian tertawa garing.
"mungkin jika kita sudah menemukan rusuk yang hilang itu kita takut kehilangan" makan Davi sambil memandang mereka. mereka manggut-manggut setuju karena benar apa yang dikatakan Davi, mereka takut kehilangan orang yang mereka sayangi.
para gadis mengabadikan momen-momen yang tidak setiap hari mereka dapatkan, selain mereka bertiga para mommy juga ikutan berfoto bersama mereka. kegiatan seru yang membuat mereka diliput perasaan bahagia hingga para daddy akhirnya juga bergabung mengabadikan moment seru bersama. "kalian nggak ikut, ayo" seru mommy tertawa lebar. Pram yang sudah lama tidak melihat mommy yang gembira seperti itu tersenyum ceria. mereka segera mendekat dan ikutan mengabadikan beberapa moment yang diarahkan oleh penata gaya. seru-seruan bareng membuat moment yang tak terlupakan bagi mereka hari itu.
akhirnya sampai juga di part wedding nya Kaila dan Pram, nggak nyangka juga bikin episode yang panjang...
hai.... hai..... hai..... all readers, all sekebon pisang selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
dukung terus karya pertama ku.
luv.... luv...... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘
__ADS_1