
"hallo by" salam Kaila.
"kenapa honey" tatap Pram dilayar ponselnya
"ayah baru aja keluar dari ruang rawat inap kita masih di rumah sakit tapi mau mampir ke makam momi dulu nanti dalam perjalanan pulang" perlihatkan Kaila kesemua orang.
"baiklah tidak apa-apa aku akan menyusul nanti, mereka akan menemanimu kemana saja" angguk Pram tersenyum menatap istrinya.
"baik see U" tutup Kaila mereka masuk kedalam box ajaib dimana salah seorang penjaga Kaila ikut masuk sedangkan yang tiga berada di box ajaib di sebelah. "siapa nanti yang akan mengendarai kendaraan" tanya Kaila "ada sendiri nona" tunduk penjaganya hormat Kaila menghela nafas "it's too much by" gumam Kaila pelan.
"Kaila" sapa seseorang, Kaila menoleh "Bram" senyum Kaila melihat temannya Bram mendekat.
"Kalai duluan sama ayah aja nanti aku menyusul dengan mereka" angguk Kaila, Kalai mengangguk tersenyum seorang penjaga Kaila tidak terlalu jauh menunggunya sedang dua lainnya membawa barang dan menuju mobil satu orang masuk kedalam mobil mewah yang membawa ayah dan Kalai pergi meninggalkan rumah sakit.
"siapa yang sakit" tanya Bram melihat ayah Kaila yang didorong dengan kursi roda. "ayah habis kecelakaan saat perjalanan pulang ke rumah tapi sudah jauh lebih baik" senyum Kaila "aaahhh...... aku turut sedih Kai" empati Bram. "makasih Bram ngomong-ngomong kamu sendiri ngapain kesini" tanya Kaila mengangguk. "ada saudara yang sakit, jadi disuruh ibu buat menjenguk sekalian jemput ibuku pulang" senyum Bram "semoga saudaramu cepat sembuh ya..... Bram dan segera diangkat penyakitnya" pinta Kaila mendoakan yang terbaik "amin apa kamu langsung pulang" tanya Bram melihat laki-laki yang memandang mereka berdua sesekali. "tidak aku dan yang lain mau ke makam momi ku karena ayah ingin mengunjunginya setelah keluar dari rumah sakit" geleng Kaila tersenyum "kalau begitu maafkan aku menghambat mu menemui momi mu" kata Bram merasa tidak enak Kaila tersenyum dan menggeleng.
"kami masih bisa menyusul kesana Bram jangan begitu" tawa Kaila Bram tersenyum menatap Kaila yang terlihat cantik saat tertawa, pemandangan yang jarang terlihat jika tidak bersama icha atau Davi. "kalau begitu aku masuk dulu sampai ketemu dikampus nanti Kai" salam Bram "sampai jumpa Bram" lambai tangan Kaila, penjaganya segera mendekat kearah Kaila dan menunjukkan mobil yang sudah siap untuk berangkat. "maaf membuat kalian menunggu bisakah menghubungi teman kalian agar berhenti sebentar jika kita sudah dekat dengan mobil mereka, aku akan berpindah kesana" pinta Kaila saat masuk mobil para penjaganya. "baik nona" angguk penjaganya melajukan mobilnya agak cepat. penjaga yang dibelakangnya menghubungi temannya yang ada dimobil Kalai dan Ayah.
"hallo by" salam Kaila.
__ADS_1
"udah berangkat, yang" tanya Pram
"hhhhmmm....." Kaila mengangguk. "barusan aku berpapasan dengan Bram temen kuliah didepan rumah sakit ayah dan Kalai aku suruh duluan aja daripada nanti kelamaan sekarang aku ikut dengan mobil mereka aku meminta salah seorang untuk menghubungi teman mereka yang ada di mobil ayah untuk menepi sebentar ketika kami dapat menyusul mereka aku akan pindah" jelas Kaila memperlihatkan mereka yang satu mobil
"baiklah tidak apa-apa" tatap Pram melihat mereka didalam mobil.
"Ok" Kaila mengangguk dan mematikan panggilan.
Kaila turun dari mobil membantu ayahnya untuk turun dari mobil Kalai menyusul dibelakang. "masih pagi jadi segar udaranya" hirup udara ayah panjang Kaila melebarkan pandangannya kearah pemakaman umum yang terawat dengan baik. "ayah bisa jalan sendiri Kai" tawa ayah yang melihat putri bungsunya memegang lengannya seperti dia tidak bisa jalan dengan benar Kaila tersenyum kemudian memilih berjalan mendahului ayah dan Kalai. "anak itu" geleng kepala ayah Kalai tersenyum lebar.
"dia yang paling semangat untuk ketemu momi, yah" lihat Kalai yang melihat Kaila cekatan melintasi area pemakaman namun sopan. Kaila duduk disamping batu nisan dan membersihkan beberapa daun yang jatuh diatas pusara momi nya menundukkan kepala berdoa ayah dan Kalai mendekat dan berada disisi lain pusara penjaganya segera memberikan taburan bunga yang dibeli disekitar makam. Kaila segera menerimanya membuka plastik bening berisi taburan bunga dan menaruhnya dibagian bawah pusara mereka melanjutkan berdoa kembali menaburkan bunga sepanjang pusara.
"ayah sudah kembali sehat mom jangan kuatir kedua anakmu ini menjaga ayah dengan baik" kata ayah mengelus nama istrinya "menantu ayah nggak disebut nih kita juga ikutan menjaga ayah lho...." kata Pram tiba-tiba mereka menoleh kebelakang karena terkejut dengan kemunculan dua lelaki yang menjadi pasangan anak-anaknya, ayah tertawa lebar menerima salam dari Pram dan Arga yang membawa mawar putih untuk momi.
"hallo salam kenal mom saya Pramudya Bagaskara suami dari si tengil Kaila walau tengil saya jatuh cinta padanya mom mohon restunya" duduk Pram disamping Kaila yang memukul bahu Pram agak keras Pram tertawa meraih kepala Kaila untuk mencium keningnya.
"kalian nggak kerja" pandang ayah ke arah Arga dan Pram "kerja yah tapi ada orang lain yang bisa mengerjakan dengan lebih kompeten" tawa Pram, Arga dan ayah tersenyum "anak ini...." pandang Kaila kesal Pram mengerucutkan bibirnya kearah Kaila "yah abis ini kita kemana" jauh Kaila dari Pram yang tertawa renyah melihat sikap istrinya "kita ambil moments dulu Kai mumpung formasi lengkap" ambil ponsel Kalai, seorang penjaga segera mendekat untuk menerima ponsel Kalai dan mengambil gambar mereka berlima dalam berbagai gaya.
"makasih" senyum Kalai menerima kembali ponselnya penjaga itu mengangguk dan melangkah tidak jauh dari mereka. "ayah ingin makan bubur kacang ijo di pengkolan dekat rumah" tatap Kaila sambil berdiri Pram menepuk pantat Kaila membersihkan tanah yang menempel sehabis duduk tadi, Kaila tersenyum. "baiklah, kita kesana sekarang" angguk Pram kembali memakai kacamata hitamnya mereka beriringan meninggalkan area pemakaman.
__ADS_1
"honey, aku tadi diantar supir" kata Pram menoleh kearah Kaila yang memandang suaminya dari atas hingga kebawah. "iiiddiihh..... seorang CEO tajir dosen di universitas terkemuka mau numpang mobil orang" cibir Kaila didepan pintu mobil Pram tertawa renyah meraih bahu Kaila dan memiting kepalanya lembut. "numpang sebentar pake mobil istrinya" kecup rambut Pram gemas Kaila tertawa ngakak mendengar perkataan Pram. "iya.... iya.... jangan lupa transfer yang banyak untuk pembayarannya jangan lupa juga tagihan pajaknya" kekeh Kaila, "jangan keras-keras kalo ngomong perihal uang nanti ada jatah premannya nih yang denger" senyum Kalai.
"tenang Kal nanti 10% dari pajak" tawa Kaila mengangkat tangan untuk hi-five dengan Kalai mereka tertawa lebar ayah jadi ikut tertawa melihat kekonyolan sikap mereka yang tidak berubah walau sudah punya suami tajir semua. "kak Arga nanti jangan lupa transfer 10% pajak ke rekening Kalai" toleh Kaila. "udah semua dikasihkan Kai sama bunga-bunga nya sekalian" angguk Arga.
Kalai dan kaila tertawa sampai mengeluarkan air mata "iiisshhh..... anak-anak ini nggak punya malu didepan ayah minta duit suami sampai segitunya" kata yah tertawa."kayak Dejavu nggak sih yah.... dulu waktu momi masih ada kita minta duit ke ayah trus di lempar ke momi. momi bilang ke ayah aja tau nggak jawabannya ayah apa" hapus airmata bahagia Kaila menatap ayahnya.
"mom, kan udah ayah kasih semua mom tinggal gesek aja lagi ayah nggak ada duit cash lagi....." tiru Kalai tertawa, mereka tertawa lebar. ayah tertawa mengingat kenangan indah itu "ayah lupa kalo pernah gitu juga apa itu sindrom cowok bucin ke pasangannya ya....." tawa ayah, Kaila dan Kalai malah tertawa semakin keras saking nggak kuat mendengar perkataan ayah. "ayo ah.... jangan lama-lama ketawanya" dorong Pram dibahu Kaila agar masuk kedalam mobil "kita dimana nih" kata Pram. "belakang aja dari yang tua tengah yang agak tua kita yang muda dibelakang aja" kata Kaila. "iiisshhh.... mereka yang setengah tua tau kita yang paling muda disini" ajak Kalai masuk kebelakang. "ayo udah laper" pandang Kaila menatap Pram dan Arga.
"kalian ini" geleng-geleng kepala ayah yang duduk disamping sopir sedang Pram dan Arga duduk ditengah.
"itu disebelah sana aja parkirnya biar agak lapang" seru Kalai dari belakang. "iya sabar Kal" seru Ayah.
"pesen apa Kai" tanya Pram. "bubur kacang ijo lengkap satu" kata Kaila menaikkan jari telunjuknya keatas "disana ada yang jual kelapa muda Kal" tunjuk Kaila ke sebelah kanan. "nanti aja kalo yang ini udah dimakan" kata Kalai. "siip....." angguk Kaila menaikkan jemari keatas tanda setuju.
hai.... hai.... hai... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa..... karya pertama ku.
luv..... luv.... luv..... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak....
thanks a lot pisang sekebon.....
__ADS_1