Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 104


__ADS_3

Kaila terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk dibawa selama perjalanan, beberapa pekerja rumah membantunya untuk menata beberapa pakaian baby untuk dipakai dalam perjalanan. mommy sudah mengatakan berkali-kali agar tidak membawa pakaian mereka banyak-banyak karena nanti pasti akan membeli yang baru, usia para baby semakin besar maka baju mereka juga akan cepat berganti. mereka bersiap-siap untuk pergi berlibur ke Indonesia.


Pram melihat kesibukan istrinya menyiapkan perlengkapan ke empat baby nya sedikit mengerutkan keningnya. "honey mau kemana" dekati Pram memeluk Kaila dan mengecup rambutnya beberapa kali. "kita akan long trip liburan, kak" tatap Kaila melihat ekspresi Pram yang datar.


"maksudnya, kalian berlima akan berlibur" ulang Pram, Kaila mengangguk menepuk pipi suaminya lembut.


"tentu, kita berlima" kecup bibir Kaila, beberapa pekerja hanya tersenyum melihat keromantisan mereka berdua. karena sudah terbiasa melihat mereka menunjukkan sisi yang berbeda saat berdua namun akan berbanding terbalik jika berhadapan dengan orang lain jangan harap melihat sedikit senyuman dari tuan mudanya.


"apakah aku tidak ikut" tatap Pram mengiba, Kaila menggeleng. "kamu kan harus kerja, yang. agar kami dapat berlibur lama" kata Kaila tenang.


"masih banyak honey, beberapa kali kalian menginginkan liburan kemana aja uangnya tidak akan habis, aku ikut ya" pinta Pram. Kaila menggeleng.


"honey, kamu tega meninggalkan ku sendiri, apa aku begitu tidak berarti" tanya Pram, Kaila menghela nafasnya panjang memberi isyarat agar para pekerja rumah untuk keluar terlebih dahulu. Kaila meraih tangan suaminya dan tersenyum, duduk ditepian ranjang besar mereka. "yang, kamu sangat-sangat berarti bagiku, tidak ada yang lebih penting daripada anak-anak dan dirimu. selain ayah, mom dan dad" tatap Kaila.


"honey" rajuk Pram tidak suka, Kaila tersenyum memeluk Pram. "kamu juga ikut, aku sudah mempersiapkan semua kebutuhanmu. tapi tidak ada protes ataupun keberatan selama kamu ikut, jika aku mendengar sesuatu maka akan aku pulangkan kamu kembali kesini" kata Kaila, Pram mengangguk beberapa kali tanda patuh. dia tahu Kaila selalu memberi pilihan kepadanya dalam berumah tangga agar tidak hanya dia saja yang memikirkan semuanya, ketika anak-anak sudah bisa diajak komunikasi, Kaila selalu memberi pengertian kepada mereka dengan santun.


"udah mempersiapkan semua surat-surat perjalanan, honey" tanya Pram, "sudah. ke empat baby juga sudah selesai surat-surat untuk bepergian, semua diurus oleh penjaga jauh hari sebelumnya agar tidak terburu-buru" angguk Kaila duduk dipangkuan Pram. "honey, kamu tau kelanjutannya kan kalo begini" pandang Pram berharap lebih.


"tidak, aku harus menyelesaikan malam ini juga karena besuk kita sudah harus berangkat" kata Kaila mengecup pipi kiri Pram, Pram hanya bisa mengangguk setelah Kaila menyelesaikan kalimatnya dan berdiri untuk mengecek bawaan sebelum ditutup oleh para pekerja nanti.


pintu dibuka oleh Pram agar para pekerja kembali untuk membantu Kaila. "yang" panggil Kaila, Pram menoleh menatap istrinya itu.


"udah makan belum" tanya Kaila teringat. Pram menggeleng, Kaila berjalan mendekat kearah suaminya dan meminta tolong kepada para pekerja rumah untuk menutup box dan segera membawanya ke depan agar bisa diangkut bersama dengan yang lain, para pekerja mengerti dan segera melaksanakan permintaan nona mudanya itu.


"honey, aku mau itu" lihat menu Pram yang ada dimeja, Kaila segera mengambilkan dan meletakkannya didepan Pram.


"aku buatin coklat hangat untukmu sebentar, yang" sentuh bahu Kaila. Pram mengangguk mengerti dengan perlakuan istrinya setiap saat, Kaila segera menyiapkan coklat hangat untuk suaminya.

__ADS_1


"baby sudah dikamar mereka" tanya Kaila, Pram mengangguk karena sebelum menemui istrinya dia sudah mengecek ke empat baby nya yang baru saja tidur. "mereka baru saja tertidur setelah bermain dengan penuh semangat kemana-mana" senyum Pram, Kaila tertawa pelan.


"tidak terasa hampir satu tahun, mereka sangat-sangat aktif" topang dagu Kaila. Pram menyodorkan makanannya ke istrinya, Kaila segera mengunyahnya perlahan-lahan.


"apa kamu sudah merencanakan ini jauh-jauh hari sebelumnya, yang" tanya Pram pelan. Kaila menggeleng "rencana untuk pulang memang sudah lama diinginkan oleh mommy, by. daddy meminta waktu untuk menyelesaikan segala urusannya disini dulu sebelum mereka pindah kembali ke Indonesia. baru tiga hari yang lalu mommy memberitahu jika minggu-minggu ini akan pulang. tapi tidak tahu jika besuk itu akan berangkat" angguk Kaila, Pram mengusap kepala istrinya lembut.


"apa baby akan baik-baik saja nanti selama perjalanan" tanya Pram. "aku sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter yang biasa menangani kesehatan mereka berempat, by. mereka baik-baik saja selama perjalanan dibuat nyaman dan menyenangkan. makanya kita akan beberapa kali transit dan menikmati pemandangan disana" jawab Kaila.


"apa kamu senang akan kembali kesana" senyum Pram, Kaila tersenyum lebar.


"apa kamu tidak melihat deretan gigiku yang sempurna ini jika aku tersenyum terus sepanjang hari" goda Kaila. Pram tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi imut istrinya.


"berarti ketenangan ku melihatmu tidak digoda laki-laki lain akan segera berakhir, honey" kata Pram, Kaila mengernyitkan alisnya. "digoda" ulang Kaila. Pram mengangguk mengunyah makanannya cepat.


"pasti akan banyak laki-laki yang mengira kamu masih sendiri, bukan momi empat orang anak dan istri dari seorang Pramudya Bagaskara" tatap Pram, Kaila menepuk punggung tangan suaminya.


"berarti kamu berhasil membuat istrimu dan anak-anak mu bahagia sehingga orang lain tidak melihat kejelekan dari kami berlima, dan biar orang lain tahu bahwa kita bahagia dengan kehidupan kita sendiri" tatap Kaila. Pram tersenyum lebar mengangguk mendengar Kaila menyayangi dirinya.


"karena daddy kemarin-kemarin hanya meminta untuk menyelesaikan segala yang urgent didalam perusahaan. ada banyak asisten yang menghandle banyak pekerjaan sesuai arahan Max" angguk Pram. kaila mengangguk mengerti.


"ayah dan yang lain akan sangat-sangat senang mendengar kita pulang" kata Pram, "ayah dan yang lain belum tahu jika kita pulang. hanya penjaga yang memberitahu pekerja rumah untuk membersihkan dan mengganti hal-hal yang harus dibersihkan saat kita pulang nanti" jawab Kaila.


"kenapa kamu tidak memberitahuku jika kita akan pulang" kata Pram meminum coklat hangatnya. "aku juga baru mempersiapkan kemarin siang, by. karena belum ada kejelasan kapan kita berangkat, mommy menunggu Daddy bilang iya dan kapan. makanya mommy memberitahuku langsung dan segera meminta para pekerja memasukkan keperluan baby selama dalam perjalanan. kita tidak diperbolehkan membawa semua barang-barang" jawab Kaila, Pram tersenyum.


"kenapa jadi aku yang panik sekarang, honey. apakah mereka akan baik-baik saja nanti, barang kesukaan mereka dibawa tidak agar mereka tidak rewel" kata Pram, Kaila menghela nafasnya panjang.


"udah semua, para pekerja sedang memasukkan empat box untuk dibawa. pakaian kita satu box dan mereka tiga box, apakah kamu puas" tatap Kaila, Pram tergelak mengusap pipi istrinya, "ya, sangat puas. kamu sudah memberikan yang terbaik kepada kami semua jadi jangan mencari laki-laki lain" kata Pram mengusap bibir Kaila.

__ADS_1


"apa masih ada yang mau dengan momi empat anak yang banyak mau nya" sungut Kaila, Pram mengangguk beberapa kali, "banyak, honey. mereka akan melihatmu dengan pandangan lapar" jawab Pram.


"maka, aku akan membuang mereka ke lautan piranha kalau mereka lapar" anjak Kaila merapikan piring Pram. Pram tersenyum lebar melihat tingkah Kaila.


"sweetie, apakah mereka sudah tidur" datang daddy, Kaila mengangguk menghampiri daddy-nya. "kata kak Pram mereka baru saja memejamkan mata dad, setelah bermain dengan semangat 45" jawab Kaila. Daddy tergelak mendengar ucapan anak perempuan satu-satunya itu.


"tidurlah, kita berangkat pagi-pagi sekali saat mereka masih tidur agar tidak memakan waktu lama perjalanan" kata daddy.


"apa tidak berangkat malam ini aja dad, jika mereka tidur akan lebih tenang selama perjalanan" kata Pram, daddy menjentikkan jemarinya tanda terlupa akan hal itu.


"hubungi Max atau John untuk transportasi sekarang. daddy akan memberitahu mommy" kata daddy cepat. Kaila membuka matanya lebar-lebar mendengar ide yang tiba-tiba muncul dari suaminya. Pram nyengir memberi tanda peace dengan jemarinya.


Kaila segera bergegas memanggil para pekerja untuk menyiapkan ke empat baby kedalam box baby mereka. Pram segera menghubungi Max dan John untuk keberangkatan mereka malam ini juga dan bergegas mengikuti langkah istrinya dengan cepat mengganti pakaian yang lebih tebal karena cuaca dingin. "pakai syal mu honey" rapikan Pram, Kaila mengangguk memakai sarung tangan kulit sintetis agar tidak kedinginan. mommy keluar dari kamar dan menuju kamar keempat grandson nya, dilihatnya mereka sudah terbungkus dengan selimut tebal didalam box baby yang akan diangkat oleh masing-masing penjaga mereka.


daddy mengangguk memberi isyarat agar mereka segera berangkat, waktu menunjukkan tengah malam saat mereka meninggalkan kediaman Bagaskara menuju bandara, iringan mobil pengawal membawa mereka masuk kedalam dan segera berpindah kedalam pesawat pribadi mereka, Max terlihat memberi salam kepada Daddy, mommy, Pram dan terakhir Kaila saat akan memasuki pesawat. udara dingin membuat Kaila menggigil kedinginan sesaat sebelum masuk kedalam kabin.


"kamu kedinginan, honey" peluk Pram, Kaila mengangguk menyusupkan kepalanya di dada suaminya. keempat baby diletakkan didekat mereka duduk dan tetap didalam box baby, pesawat segera lepas landas menuju negara tujuan. Kaila bergerak pelan saat salah satu baby bergerak gelisah, diangkatnya dengan pelan anak laki-laki ketiganya itu dan mendekapnya dengan hangat memberi kalimat doa-doa yang menenangkan ke empat baby nya. Pram memicingkan matanya menyadari Kaila tidak ada dalam pelukannya, dilihatnya ia sedang menenangkan keempat baby mereka. Kaila meletakkan kembali baby ketiganya kedalam box, ia mengecup kening keempat baby yang terlihat nyenyak didalam alam mimpi. Pram memeluk Kaila kembali setelah mendekat.


"kita transit disini" keluar mommy melihat cuaca yang jauh lebih nyaman dengan sinar mentari menghangatkan badan, Daddy mengangguk membantu istrinya untuk turun dari pesawat, mereka segera dibawa dengan buggy car menuju hotel terdekat.


Kaila membersihkan tubuh keempat baby setelah selesai makan pagi ala mereka berempat, "done, baby. sekarang momi mau membersihkan badan dulu. kalian bisa bermain diluar" kecup pipi Kaila sebelum beranjak menuju bathroom hotel.


"nona, bolehkah melihat taman di hotel" tanya penjaga baby mereka. Kaila melihat Pram yang segera mengangguk. "akan ada penjaga yang tetap melihat mereka dari dekat" kata Pram mengerti. "boleh" kata Kaila melihat penjaga baby nya. mereka segera keluar membawa ke empat baby dengan stroller.


Kaila bergegas ke dalam bathroom untuk membersihkan dirinya, Pram tersenyum mengikuti langkah istrinya kedalam bathroom. "kak, ngapain" terkejut Kaila mendapati suaminya ikut masuk ke dalam. "membersihkan diri bersamamu" lepas pakaian Pram dan mulai menyiram badannya dibawah shower, Kaila menghela nafasnya melihat kelakuan suaminya yang hanya modus untuk melakukan serangan pagi, ia segera melepaskan pakaiannya dan membersihkan giginya terlebih dahulu.


Hai .... Hai ..... Hai .... all readers, terimakasih telah setia menunggu kelanjutan keluarga Pramudya dan Kaila.

__ADS_1


Luv.... Luv .... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.


stay healthy all


__ADS_2