Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 47


__ADS_3

"sudah sampai duluan" peluk ayah, Kaila membalas pelukan ayahnya erat menempel ketubuh ayahnya tidak mau lepas sambil berkaca-kaca "jaga diri baik-baik Kai kamu bukan hanya anak ayah lagi tapi juga mommy dan daddy jaga nama mereka baik-baik" elus rambut ayah, Kaila mengangguk menatap ayahnya. "jika mau pulang kabari ayah biar ayah jemput dibandara ayah juga pingin jemput anaknya yang pulang honeymoon jangan hanya pulang naik gunung ato traveling terus" tawa ayah melihat Kaila tertawa pelan.


"Kai pasti kangen banget sama ayah" kata Kaila menahan air matanya, ayah memeluk Kaila "ayah juga akan merindukanmu Kai selalu jaga kesehatan jangan sakit sebelum pulang" acak rambut ayah tertawa, Kaila tersenyum sambil meneteskan air mata tanpa disadari.


"jangan cengeng Kai ayah hanya duluan pulang ke Indonesia, kita akan ketemu lagi dirumah" kata ayah tersenyum mengelus punggung Kaila, Kalai mendekat memeluk mereka erat, Icha juga memeluk mereka, Arga, Pram, Saka, Arden, Davi dan Kris juga ikutan berpelukan. "ish..... ngapain sih pada ikutan" seru Icha pengap, mereka segera mengurai pelukannya. "pengap tau" ambil nafas Icha, Kaila dan Kalai banyak-banyak.


"kan ikutan terharu Cha" bela Kris, Icha membelalakkan matanya bulat-bulat. "cewek aja yang terharu kenapa kalian jadi ikutan sih" atur nafas Icha. Kaila yang semula tidak berhenti meneteskan airmata malah ketawa ngakak melihat kekonyolan teman-teman dekatnya.


"sadar nggak sih kita kayak anak TK yang selalu berebut apapun habis itu berpelukan rame-rame" kata Kaila duduk sambil menahan perutnya yang tidak berhenti tertawa. mereka saling memandang satu sama lain dan tertawa menyadari kekonyolan mereka yang beberapa hari ini selalu bersama dan sering berbuat konyol akibat terbiasa bersama.


"terimakasih teman-teman, karena mau meluangkan waktu berharga kalian untuk menghadiri hari penting aku dan kak Pram, terimakasih atas segalanya. sampai ketemu di liburan yang akan datang dengan lebih banyak personilnya kuharap begitu biar nggak ada yang jomblo lagi" senyum Kaila merentangkan tangannya, Kalai dan Icha mendekat memeluk Kaila erat. Pram, Arga dan Saka memeluk dibelakang pasangan mereka masing-masing. Davi, Arden dan Kris berada di lapisan terluar saling merentangkan tangannya dibahu kawannya. "selamat tinggal London, semoga kita bisa ke negara yang lain untuk travelling" ucap Davi senang. "kita udah mau berangkat anak-anak" kata ayah mengabadikan moment mereka tanpa mereka sadari. "sampai jumpa di Indonesia, Kai" lambai Icha, Kaila tersenyum "tentu, sampai jumpa" lambai Kaila pada semuanya. Pram memeluk bahu Kaila memandang kepergian keluarga besarnya.


"dad, mom. Pram pamit untuk berkeliling London dengan Kaila" dekat Pram. "langsung berangkat son" pandang daddy, Pram mengangguk. "just visit some place dad" jawab Pram tersenyum, Kaila memeluk mommy dan daddy. "hati-hati dijalan Kai bilang suamimu jika lelah berhenti dulu istirahat" kata mommy. "tentu mom, akan aku ingatkan nanti" jawab Kaila menganggukkan kepalanya. "kita pergi dulu mom, dad" peluk Pram. daddy menepuk punggung anak laki-lakinya, Pram memakai kembali kacamata hitam dan topinya kembali meraih jemari Kaila dan melangkah keluar lounge menyusuri lorong yang agak ramai dilalui orang beberapa penjaga berada didalam jangkauan namun tidak menimbulkan kecurigaan. "apakah di Indonesia juga seperti ini, yang" pandang Kaila dibalik kaca matanya,

__ADS_1


"tidak terlalu banyak tapi ada beberapa karena disana kita tidak dikenal seperti disini dan masih bisa untuk diatasi sendiri" senyum Pram. "berapa penjaga ku" tanya Kaila penasaran. "hanya dua" jawab Pram cepat, "jika tidak genting" tambah Pram. "sampai berapa" lihat sekeliling Kaila. "5-6 orang tergantung situasinya, Saka selalu dengan mudah menemukan orang yang handal" kata Pram. "berapa penjaga mu sendiri kak" tanya Kaila lagi. "sama denganmu, yang jika di Indonesia itupun dari kejauhan agar tidak mencolok. kalo dikota ini ada 7-8" jawab Pram berbelok ke kanan.


"sepenting apa dirimu honey" berhenti Kaila tepat didepan motor, Pram tersenyum memakaikan helmet Kaila setelah melepas kacamata dan topinya, seorang penjaga mendekat untuk memegang kedua benda itu.


"tidak dapat kamu bayangkan honey, karena aku satu-satunya keturunan Bagaskara sekarang dan kamu juga sama akan lebih diperlakukan istimewa oleh dad, apalagi jika kamu membawa grandson didalam perut nanti" ujar Pram menarik resleting jaket kulit Kaila keatas. Pram membuka topi dan kacamata hitamnya, memberikan kepada penjaganya tadi memakai helmetnya menutup rapat jaketnya segera menaiki motor diikuti Kaila dibelakang.


"ready honey" toleh Pram, Kaila memberi isyarat dengan jemarinya tanda Ok, Pram mulai melajukan motor dengan pelan sesuai petunjuk keluar beberapa pengawal juga memakai motor mengikuti mereka. Pram bergerak menjauhi kota London menuju pinggiran kota yang sejuk dan tidak terlihat hiruk pikuk Pram berhenti ditujuan pertama. "kita menginap disini malam ini, yang. besuk pagi kita lanjut lagi" turun Pram, Kaila mengangguk, Pram meraih jemari Kaila untuk masuk ke dalam. seseorang menyambut mengangguk hormat Pram melangkah menuju kedalam mengikuti seorang yang membawa mereka kelantai tempat mereka menginap, mereka naik lift menuju kelantai 5.


"terimakasih" angguk Kaila masuk, Pram melangkah masuk dan menutup pintu setelah staff penginapan mengundurkan diri. Kaila menuju bathroom untuk membersihkan dirinya, Pram menunjukkan tas ransel berisi beberapa pakaian, bergantian dengan Kaila memakai bathroom. Kaila segera memakai t-shirt dan celana jogger Pram untuk tidur dan merebahkan dirinya diranjang besar tertidur. Pram yang keluar dari bathroom tersenyum melihat istrinya sudah nyenyak tertidur, celana boxer sudah disiapkan istrinya, dia lebih nyaman tidak memakai t-shirt saat tidur, Pram memeluk Kaila dari belakang dan mengecup tengkuk istrinya memejamkan matanya menemaninya tidur


keesokan pagi


"honey" goyang tangan Kaila pelan, Pram membuka matanya sedikit "kenapa honey" tanya Pram. Kaila melihat Pram yang tertidur kembali. "ini udah jam 8 pagi katanya kita mau riding aku udah lapar" elus kepala Kaila. "hmmmmm......" dehem Pram. "aku kebawah dulu cari sarapan" kecup Kaila di rambut Pram dan beranjak dari tepi ranjang, Pram kembali tidur dengan nyenyak. Kaila turun kebawah dan bertanya pada resepsionis dimana kedai makanan terdekat, Kaila melangkahkan kaki keluar dan dari kejauhan tampak sebuah cafe kecil, ia segera berjalan mendekat dan masuk untuk memesan sarapan untuknya, Kaila memakan sarapannya dengan ditemani secangkir coklat hangat disekitarnya terlihat sepi dan sunyi membuat Kaila merasa nyaman, selama satu jam Kaila menikmati sarapannya hingga ponselnya bergetar ada panggilan dari Pram.

__ADS_1


"masih di kedai depan, honey" pandang Pram menatap Kaila dari kejauhan, Kaila melihat kekanan kirinya mencari keberadaan Pram. "masih by" jawab Kaila Pram tersenyum melihat Kaila yang terlihat mempesona, ia membuka pintu kedai dan berjalan kearah Kaila yang sedang duduk menikmati coklat panasnya, Pram mengecup ubun-ubun kepala Kaila. "morning" senyum Pram duduk didepan Kaila yang tersenyum, melambaikan tangan untuk memesan sarapan untuk Pram dan secangkir coklat hangat lagi. "kenapa tidak menungguku untuk sarapan" minum Pram. "aku tidak tega melihatmu masih lelah tapi perutku minta diisi" senyum Kaila, pesanan mereka datang. "aku sudah sarapan tadi, mau aku suapin by" pandang Kaila, Pram menggeleng pelan. "tugasku yang menyuapi mu honey" makan Pram, Kaila mengangguk dan menyesap minuman coklat hangatnya.


"kita langsung berangkat by" tanya Kaila pelan, Pram mengangguk menikmati sarapannya. "aku tadi sudah membereskan pakaian didalam ruangan kita langsung berangkat" jawab Pram, Kaila mengangguk pelan. selama 3 hari 4 malam mereka berpindah dari satu tempat ketempat yang lain untuk dikunjungi memakai motor. Kaila banyak menemukan spot-spot tempat untuk mengabadikan moment mereka berdua. ketika mereka kembali kekediaman Bagaskara hanya mommy yang berada dirumah sedangkan daddy sedang pergi ke negara bagian X.


"berapa hari disana mom" tanya Kaila duduk dimeja makan. "2 hingga 3 hari sweetie" jawab mommy, "apakah kalian akan langsung honeymoon ke Maldives" pandang mommy, Kaila menggeleng pelan "istirahat 2 hari dirumah mom, badan Kaila remuk berpindah-pindah hanya bisa duduk di jok motor" jawab Kaila memakan roti selai yang dibuat mommy untuknya. "benar sweetie, istirahat dulu Pram mungkin juga capek setelah melakukan perjalanan jauh" angguk mommy mengerti. "setelah honeymoon apakah kalian langsung pulang ke Indonesia" tanya mommy. "mungkin mom karena libur kuliah Kaila hanya satu bulan, berarti seminggu lagi lebih kurang kuliah sudah dimulai" jawab Kaila. "Kaila ikut kak Pram aja gimana ngatur jadwalnya karena dia yang lebih sibuk mengatur jadwalnya" genggam tangan Kaila, mommy tersenyum dan mengelus punggung tangan Kaila mengerti. "tentu, mommy mengerti. mommy hanya berharap kalian akan tinggal disini menemani kami" pandang mommy, "tentu mom, pasti kita nanti akan menemani dad dan mom disini" senyum Kaila. "semoga kalian segera memberi kami bayi-bayi yang lucu, jika kembar mommy pasti lebih senang melihat kalian dengan banyak anak" tawa mommy, Kaila tersenyum lebar. "doa mommy adalah yang terbaik mom. terimakasih selalu memberikan yang terbaik untuk Kaila" peluk Kaila mengecup kedua pipi mommy nya. "kamu adalah anak perempuan mommy Kai, jadi mommy akan selalu memberikan yang terbaik untuk mu sweetie " elus punggung mommy.


hai....hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak.


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung yaaa... karya pertama ku.


luv..... luv..... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...

__ADS_1


__ADS_2