
Menjelang minggu-minggu kelahiran baby Kaila dan Pram, rumah keluarga Bagaskara terlihat semarak dan ceria, ayah dan Kalai telah datang untuk menemani Kaila hingga menuju hari H nanti tiba, ayah sudah tidak sabar untuk segera menyusul Kaila di minggu-minggu terakhir perkiraan kelahiran ke empat baby anak bungsunya.
Mereka tengah berada diruang tengah menikmati suasana malam yang menyenangkan di musim gugur dimana angin sedikit lebih banyak, Kaila memeluk Pram yang berada disampingnya sambil mengelus perutnya.
"Yah, mom, dad. Kaila mau minta maaf atas segala kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja selama ini. Kaila mohon maaf sebesar-besarnya, terkadang Kaila selalu keras kepala dan membuat ayah, mommy dan daddy merasa kesal dan sakit hati. Kaila minta maaf" senyum Kaila menundukkan kepala dan beranjak memeluk mommy, daddy dan ayahnya bergantian.
"ayah juga minta maaf Kai, jika terkadang ayah tidak seperti yang kamu harapkan" usap pipi ayah. Kaila tersenyum memeluk ayahnya erat kembali.
"Kal, aku minta maaf jika terkadang membuatmu marah dan sedih" senyum Kaila memeluk Kalai saudara kembarnya. "aku juga, maafkan jika aku selalu membuatmu merasa begitu juga" senyum Kalai, Kaila memeluk Kalai erat.
"dan untukmu suamiku, maafkan sikapku yang selalu menang sendiri, salah dan khilafku selama ini. Keras kepalaku yang membuatmu frustasi" senyum Kaila, Pram beranjak memeluk istrinya dan mengecupi seluruh parasnya.
"Maafkan aku juga honey, aku selalu membuatmu tidak punya pilihan hanya menuruti ku, terkadang aku takut kamu akan jauh dan meninggalkanku. Makanya aku selalu ingin kamu berada di dekatku" ucap Pram menekan kedua pipi Kaila,
"aku akan memaafkannya jika kamu berjanji tidak akan meninggalkan ku" tatap Pram lekat, Kaila menganggukkan kepalanya berulang kali.
"aku memaafkan mu istriku, cintaku, sayangku, belahan jiwaku, tulang rusukku yang telah ketemu, honey bunny ku" senyum Pram. Kaila menepuk bahu Pram keras.
"sakit by, aahh" pegang pipi Kaila, Pram tergelak mengusap-usap pipi istrinya lembut.
"pipimu tambah tembem, jadi makin sayang" peluk Pram kekanan dan kekiri. Kaila menepuk punggung Pram berulang kali.
"yah, apa kak Arden sukarela bertambah kerjaannya" tanya Kaila, ayah tersenyum lebar. "mau gimana, tidak ada pilihan lain. Untung Kris dan anak baru itu mau ikut merasakan kerja lembur" tawa ayah. Kaila tertawa mendengar jawaban dari ayah, namun seketika berubah meringis kesakitan saat merasakan pergerakan baby yang keras dan kencang sehingga dia tidak dapat menahan rasa sakitnya itu.
"yang, kenapa" terkejut Pram melihat istrinya yang kesakitan.
"kayaknya mereka akan keluar, by" ringis Kaila merasakan sakit di bagian punggung bawah. Mereka semua terkejut tidak menyangka bahwa akan lahir lebih cepat dari perkiraan.
"oh gosh" panik Pram seketika tidak bisa berpikir apa-apa melihat Kaila yang menggeram kesakitan seperti itu.
Mereka mulai segera melakukan hal yang membantu Kaila agar tidak kenapa-kenapa, Pram tidak beranjak dari samping Kaila hingga semua orang disekitarnya menyiapkan segala keperluan yang harus mereka bawa.
__ADS_1
"yang" usap-usap punggung bawah Pram menatap Kaila yang sangat kesakitan. Kaila mencengkeram jemari tangan Pram kuat-kuat untuk menyalurkan rasa sakit yang saat ini tengah dia rasakan.
mobil sudah siap menuju rumah sakit, Pram mengangkat pelan tubuh istrinya masuk kedalam kendaraan, mereka bergegas menuju rumah sakit yang sudah menangani kehamilan Kaila dari awal. Pram mengelus punggung Kaila yang merasakan nyeri hebat. Beberapa kali Kaila meringis dan mengatur nafasnya agar selalu terjaga. Pram ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Kaila, ia mengusap-usap punggung istrinya untuk meredakan kesakitan yang dirasakannya.
"honey, minum" tanya Pram tidak tega melihat kesakitan yang dirasakan Kaila, ia menggeleng mengatur nafasnya yang semakin berat merasakan sakit.
Ayah, daddy, mommy dan Kalai menunggu dengan cemas melihat Kaila yang sudah memperlihatkan tanda-tanda akan melahirkan baby nya.
Pram selalu menempel di tubuh istrinya saat ini. Beberapa kali Kaila meringis dan berseru menahan rasa sakit di daerah pinggangnya.
seorang tenaga medis masuk kedalam ruangan dan mengecek keadaan Kaila sebelum dibawa kedalam ruang penanganan. Ia berbicara sebentar dengan Pram dan segera menyiapkan peralatan yang akan diperlukan saat persalinan nanti. Pram mendudukkan Kaila di kursi roda dan membawanya menuju keruangan persalinan, semua keluarga mengikuti dari belakang tanpa bersuara, keadaan sangat tegang dan sunyi melihat Kaila yang menahan rasa sakitnya.
Mereka menunggu dengan cemas dibalik pintu ruang penanganan Kaila, hanya Pram yang menunggu Kaila didalam, sesekali Kaila menggeram kesakitan yang teramat sangat karena rasa nyeri. Setiap kali rasa nyeri datang secara refleks Kaila mencengkeram erat tangan, bahu ataupun pinggang Pram.
Setiap saat Pram membisikkan kata-kata yang menenangkan Kaila agar tidak kehabisan tenaga dan berakibat tidak baik untuk dia dan baby-nya walau dengan tubuh yang dicengkeram Kaila saat nyeri melanda. Beberapa saat Kaila mendesis dan menggeram bersamaan akibat rasa nyeri yang tidak berhenti dan berjeda, seorang pekerja medis dengan cekatan mendekat dan menuntun Kaila untuk mengikuti arahannya karena baby akan bergerak keluar.
Tiba saatnya Kaila untuk mengeluarkan tenaganya agar baby keluar dengan selamat, Pram memberi kekuatan agar Kaila tidak berhenti berusahaagar baby keluar dengan selamat. Hingga satu persatu baby Kaila dan Pram keluar secara berurutan dan segera ditangani oleh para pekerja kesehatan yang membantunya dalam persalinannya saat ini. Kaila seperti merasakan perasaan lega yang teramat sangat setelah anak-anaknya keluar dengan selamat, tangisan baby saling bersahutan hingga memenuhi ruangan, para pekerja tertawa dan gembira karena ke empat baby yang mereka bantu keluar dalam keadaan yang sehat dan sempurna.
Pram mengecup kening istrinya beberapa kali saking senang dan bahagia melihat kelima orang yang disayangi nya itu selamat. Ia menyeka air mata yang keluar dari sudut mata Kaila dan dirinya sendiri karena merasa takjub dan tidak menyangka akan anugerah yang baru saja mereka rasakan. Pram tersenyum menatap paras Kaila yang terlihat lelah setelah melahirkan ke empat baby-nya.
"kamu melakukannya dengan baik, sayangku, cintaku. semua baby dalam keadaan sehat dan sempurna. Mereka dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut" kecup kening Pram. Kaila mengangguk pelan. Ia segera diberikan penanganan pasca melahirkan.
Ruangan penanganan Kaila terbuka lebar, mereka segera berdiri mendekat untuk mengetahui apakah mereka semua baik-baik saja, para baby diletakkan dalam satu box untuk dibawa kedalam ruangan khusus baby, mereka berjejer melihat dari dekat ke empat baby yang kecil dan lucu dibawa keluar. daddy dan ayah mengikuti langkah tenaga medis membawa ke empat cucu mereka, mommy dan Kalai menunggu dengan cemas bagaimana keadaan Kaila sekarang yang masih dalam penanganan tenaga medis. Pram menggenggam erat tangan istrinya memberi kekuatan agar tetap terjaga.
"honey, apa kamu ingin minum" bisik Pram , Kaila mengangguk lemas. Pram segera bertanya kepada petugas medis apakah istrinya boleh untuk minum dan memakan sesuatu.
"selamat sweetie, kamu melakukannya dengan sangat hebat, mommy sangat bangga dan bersyukur kalian selamat. Mommy tidak tau harus berkata apa-apa lagi" peluk mommy menitikkan air mata.
"makasih mom, terimakasih atas segalanya" angguk Kaila mengusap punggung mommy merasa senang dan bahagia.
"mereka sebentar lagi akan dibawa kemari untuk diberi ASI" tatap mommy, Kaila mengangguk mengerti.
__ADS_1
"yang, aku akan melihat baby abcd" kata Pram tersenyum ceria. Kaila mengangguk pelan.
Kalai menyuapi Kaila dengan makanan yang telah disiapkan. "selamat Kai, kamu sudah menjadi momi empat baby yang lucu, aku sangat senang dan bahagia melihatmu sekarang" senyum Kalai, Kaila tersenyum dan menggenggam jemari tangan saudara kembarnya itu erat. "terimakasih Kal, kamu menemaniku disini" kata Kaila.
"tentu saja, aku kan bunda mereka yang selalu sedia menemani" angguk Kalai mengusap ujung hidungnya dengan bangga. Mommy tertawa melihat mereka berdua.
"dan grandmom yang selalu ikut berjaga" usap bahu mommy, mereka tertawa lebar. "jangan terlalu kuatir dengan keadaan babymu sweetie, akan banyak orang yang membantu mereka, kamu harus memulihkan badan sehabis mengeluarkan mereka, cukup istirahat dan makan yang banyak maka babymu akan merasa bahagia dan segera pulang" senyum mommy, Kaila mengangguk mengunyah makanannya dengan lahap.
"Kai" buka pintu ayah, Kaila menoleh dan tersenyum menerima pelukan ayahnya. "apa kamu sudah merasa lebih baik Kai" usap-usap punggung ayah, Kaila mengangguk.
"mommy akan melihat ke empat baby dulu. Tidak sabar membawa mereka pulang segera" senyum ceria mommy. Kaila tersenyum lebar.
"terimakasih pada Tuhan, kalian semua selamat. ayah merasa tegang saat kamu diruang penanganan tadi, Kalai juga merasakan hal yang sama terkadang dia meringis menahan sakit diperut saat kamu didalam tadi" usap kepala ayah, Kaila membuka matanya lebar-lebar mendengar ucapan ayahnya.
"benarkah, aku malah tidak berpikir sampai kesana, yah. Terimakasih Kal, aku tidak tahu harus berkata apa" pandang Kaila, Kalai tersenyum manis menepuk punggung tangan Kaila.
"tidak apa, kamu juga sudah hebat berjuang" jawab Kalai mengusap bahu Kaila pelan dan kembali menyuapi saudaranya itu.
Ayah memeluk kedua putrinya lembut "terimakasih kalian adalah anak gadis ayah yang luar biasa" pandang ayah. "ayah lupa, kita bukan gadis lagi. Udah punya cucu yah" pandang Kaila. Ayah menatap mereka berdua dan tertawa lebar bersama.
"honey" masuk Pram membawa box baby mereka. Kalai seketika berdiri meletakkan mangkuk ditempatnya kembali dan segera menghampiri box baby Kaila.
"aahhh, kecil banget. Apa mereka tidak apa-apa" tanya Kalai menatap Pram.
"untuk ukuran kembar mereka normal Kal, mereka sehat dan baik-baik saja" senyum Pram.
Mommy meletakkan satu persatu baby Kaila dikedua tangan dan kaki bagian atas Kaila.
"rasakan sensasi nya untuk pertama kali mempunyai baby, sweetie. Biarkan mereka merasakan sentuhan dengan momi mereka untuk pertama kalinya" senyum mommy. Kaila mengangguk meneteskan air mata. Pram mengabadikan moment yang mereka lakukan.
Hai .... Hai .... Hai ..... All readers, terimakasih telah berkunjung ke karyaku ini.
__ADS_1
Luv ..... Luv .... Luv ..... U all readers sekebon pisang goreng. Terimakasih banyak semuanya.
Stay healthy all