
setelah kejadian itu tidak terasa seminggu lebih waktu telah berlalu, semenjak itu pula Kaila selalu berusaha untuk tidak bertemu dengan Pram diluar jam kelas kuliah, sebisa mungkin ia menghindar untuk tidak berhubungan dengan Pram, jika saat kelas yang dibimbing Pram selesai dengan segera Kaila bergegas meninggalkan kelas, tidak lagi memperdulikan teriakan Icha atau sahutan teman-temannya yang lain, dengan setengah berlari Kaila selalu selangkah lebih cepat agar Pram tidak memanggilnya untuk berbagai alasan yang membuatnya harus membantu pekerjaan Pram jika sudah begitu maka Pram hanya dapat memandang kaila dengan perasaan campur aduk, hatinya terasa sakit dan resah saat melihat Kaila yang seperti menjaga jarak dan berusaha menjauh dari dirinya belakangan ini, chat yang dia kirimkan sama sekali tidak Kaila balas, apalagi dibalas, dibaca pun tidak dilakukannya.
hari telah berganti hari, dimana telah tiba saatnya Kalai akan melangsungkan acara menuju langkah yang serius dengan Arga, sudah jauh-jauh hari rumah keluarga ditata dengan nuansa yang elegan dan mewah oleh EO yang dipilih keluarga Kalai dan Kaila. sudah sejak pagi buta keadaan rumah keluarga Kaila dan Kalai terlihat lebih ramai dari biasanya, beberapa orang tampak sibuk mempersiapkan acara yang akan berlangsung pagi hari nanti, tidak terkecuali Kaila yang sudah sejak pagi mengikuti instruksi yang diberikan pihak EO yang mengatur acara dengan baik, saat ini pun dirinya tengah duduk dengan tenang sedang di touch oleh stylist yang kemayu, "aahhh.... sudah terlihat cantik kak" senyum laki-laki stylist yang kemayu menatap kaca cermin besar yang memperlihatkan riasan Kaila yang flawless. "terima kasih kak" angguk Kaila tersenyum memberi finger heart mengapresiasi pekerjaan stylist kemayu itu yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati, ia tersenyum lebar menganggukkan kepalanya senang.
"kembar yaa... dengan pengantin" tanya stylist menatap Zivannya dari kaca kembali. "kelihatan kah" kata Kaila tersenyum ceria menaik turunkan alis matanya menggoda stylist yang kemayu tersebut, stylist tertawa lebar manja mendengar candaan Kaila yang ternyata gokil juga anaknya. "sebelas dua belas cin" tawanya menggerakkan tangannya manja. "keduanya terlihat cantik, sangat beruntung laki-laki yang memiliki kalian berdua" senyum mbak yang merapikan jarik yang dikenakan Kaila sebelum memakai kebayanya ikutan nimbrung. "iya... ya... jadi penasaran nih aku.... seperti apa pasangan kalian" kata stylist laki-laki yang kemayu tersebut, Kaila hanya tersenyum tipis menoleh menatap stylist yang sedang melihatnya memakai bagian-bagian kebaya yang dipakainya. "Kal" dekati Kaila setelah menyelesaikan semuanya. Kalai membuka matanya tersenyum lebar menatap kaca cermin besar yang ada didepannya melihat Kaila yang tampak cantik memakai kebaya yang dipilihkan untuknya. "kamu terlihat sangat cantik Kai" tatap Kalai dari kaca cermin.
"you are the star today my Kal, you look more beautiful" senyum lebar Kaila menyentuh bahu dan menatap saudara kembarnya yang juga terlihat sangat cantik. "Hope you the same Kai" angguk Kalai tersenyum menyentuh punggung tangan Kaila yang berada dipundaknya,
Kaila tetap tersenyum dan memberi tanda finger heart ala Korea menatap cermin besar yang ada didepan mereka, Kalai tertawa melihat tingkah Kaila yang membuatnya bahagia. "aku berharap momi melihat kita saat ini Kai" pandang cermin Kalai menatap Kaila, "pasti, momi akan sangat bahagia melihat kita berdua bahagia" usap bahu Kaila tersenyum lebar.
"gimana keadaan putri ayah dua-duanya" lihat ayah dipintu kamar dengan memakai pakaian adat yang sangat menawan. "wow..... ayah terlihat sangat tampan" balik badan Kaila menatap ayahnya yang bergaya seperti fotomodel, mereka tertawa lebar bersama-sama, ayah menghampiri keduanya memeluk Kaila lembut dan mengusap bahu Kalai memberikan kekuatan. "kalian terlihat sangat cantik seperti momi kalian" senyum ayah memandang kedua putrinya yang terlihat berbeda hari ini dan sudah tumbuh besar, Kaila menatap ayahnya tersenyum mengangguk mengusap punggung ayahnya berulang kali.
" are U ready dad, we all ready" kata Kalai menatap keduanya. "let's begin" senyum lebar ayah menaik turunkan alis mata nya tersenyum lebar. Kaila mengangguk dan memeluk ayahnya dari samping, Kalai yang melihat Kaila dan ayah berpelukan hanya menyatukan tangan didadanya merasa bahagia dan terharu memberi tanda finger heart untuk keduanya. "terimakasih yah, atas segalanya. terimakasih telah mencurahkan rasa sayangmu kepadaku" ucap Kalai tiba-tiba menatap keduanya dengan penuh cinta. "terimakasih Kai, kau sudah melakukan banyak sekali kebaikan yang terkadang aku sendiri tidak mampu membalasnya" ucap Kalai menatap Kaila, "kamu juga" senyum Kaila menggenggam jemari tangan Kalai erat.
"semuanya agar segera bersiap-siap untuk kedepan yaa.... acaranya sebentar lagi akan segera dimulai" beritahu staf EO yang berada di dekat mereka dari tadi, mereka bertiga segera menganggukkan kepalanya mengerti.
"rileks Kal, kamu pasti bisa melaluinya dengan baik" hirup udara Kaila melalui hidung kemudian melepaskan lewat mulut agar diikuti Kalai yang sedang gugup, "aku merasa gugup Kai" pegang tangan Kalai yang terasa dingin dan berair. "aku juga sama Kal padahal bukan aku ya.." cekikikan Kaila menetralisir keadaan agar tidak terlalu cemas, "ish... sama aja kita" hembus nafas Kalai tersenyum menatap satu sama lain. mereka segera berjalan menuju kearah depan rumah dengan dikawal oleh staff EO. setibanya ditempat acara, semua pasang mata tertuju menatap mereka yang berjalan pelan menuju tempat yang telah disediakan, Kaila membawa Kalai menuju ketempat yang telah ditentukan, setelahnya ia segera berjalan menuju tempat duduknya yang tidak terlalu jauh dari tempat kedua calon pengantin.
__ADS_1
Kaila tersenyum melihat mereka yang terlihat sangat bahagia dan berbeda sehingga tidak menyadari ada seorang laki-laki tampan dan gagah duduk disampingnya secara diam-diam dari tadi mengenakan pakaian adat yang sama dengan keluarga lainnya. banyak dari tamu undangan yang hadir sedang berbisik melihat mereka berdua yang serasi dan cocok satu sama lain saat mereka duduk berdampingan saat itu.
Kaila yang mendengar nya hanya bersikap biasa saja dan tampak tidak begitu peduli dengan yang dibicarakan orang lain, dia hanya fokus melihat prosesi acara saudara kembarnya Kalai dan Arga yang sedang melangsungkan acara sakral untuk kehidupan masa depan mereka berdua. Pram yang tepat duduk disamping Kaila, sama sekali tidak dilihat oleh Kaila karena Kaila hanya fokus melihat kedepan, Pram hanya bisa menarik nafasnya panjang menatap Kaila "Kai" bisik Pram di telinga kiri Kaila yang segera menoleh kaget melihat Pram yang duduk disampingnya dengan memakai pakaian yang sama dengan ayah, ia seketika terdiam sesaat menatap Pram yang tersenyum lebar menatap nya balik, Kaila kembali memfokuskan penglihatannya ke tempat pengantin berada, hingga akhirnya kemudian terdengar kata dari penghulu yang menikahkan mereka meminta persetujuan dari para tamu undangan yang hadir.
"sah" ucap penghulu lantang, "saaahhh...." kompak para tamu undangan yang menghadiri acara pernikahan Kalai dan Arga. "Alhamdulillah" doa penghulu segera setelah prosesi sakral pengantin selesai. Kaila tersenyum lebar menyaksikan pernikahan Kalai, saudara kembarnya berjalan dengan lancar dan sakral. Pram segera menautkan jemari Kaila dengan lembut. Kaila hanya menoleh sebentar tanpa ekspresi menatap Pram. "aku akan menemanimu" pandang Pram tersenyum, membuang jauh-jauh sifatnya yang dingin dan datar jika bersama Kaila.
"Selamat yaa... Kal, semoga samawa" peluk Kaila erat setelah diperbolehkan oleh pihak EO mendekati saudara kembarnya, "terimakasih banyak Kai. aku harap kamu juga akan selalu bahagia bersama pilihanmu" elus punggung Kalai, Kaila menganggukkan kepala tersenyum. "ayah" peluk Kaila saat melihat ayahnya yang berkaca-kaca sesaat setelah Kalai resmi menjadi istri Arga, ayah mengelus punggung Kaila berulangkali, "be stronger than another my lil" daughter" kecup kening ayah melihat Kaila yang mengangguk pelan sambil matanya berkaca-kaca mengerti maksud perkataan ayahnya saat ini.
"selamat Kal dan Arga, dari dasar hati yang terdalam aku mengucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga kalian selalu bahagia" jabat Pram tulus sambil tersenyum. "makasih Pram, semoga segera menyusul bersama Kai, aku juga mendoakan kalian agar segera menyusul kami" senyum Kalai tulus menerima jabatan tangan Pram. "semoga, doain aja segera" mantap Pram mengamini doa Kalai, Kalai dan Arga terkekeh pelan mengangguk. "selamat om" salam Pram menyalami hormat ayah Kaila yang berdiri disisi Kaila.
"makasih banyak Pram.... sudah membantu ayah. titip Kaila bentar yaa.... ayah tidak bisa mengawasinya saat ini jadi jangan terlalu jauh dari sisinya" tepuk-tepuk bahu ayah pelan.
"selamat berjuang jangan sampai kalah" semangati ayah menepuk pundak Pram. "siap, asal dikasih restu pasti tidak akan menyerah" senyum Pram mengangguk. "pasti, jangan sampai mundur menyerah" tepuk bahu ayah, "tidak akan pernah om" Pram mengangguk mantap.
"yah, Kai duduk dulu disana" isyarat Kaila tidak mau mendengar perkataan ayahnya dan Pram yang membuatnya kesal. Ayah mengangguk pelan mengelus punggung Kaila. Pram segera mengikuti langkah Kaila dan membantunya melangkah dengan baik karena memakai heels yang lumayan tinggi. "haus kak" duduk Kaila yang berjalan tidak jauh dari ayahnya, sudah tidak kuat berjalan. "tunggu sebentar disini, jangan kemana-mana" anjak Pram melihat sekitar sebelum meninggalkan Kaila untuk mengambilkan air minum. "teh panas Kai" sodor gelas Pram kedepan Kaila yang segera menerimanya dan meminumnya sampai habis, "aahhh..... lega banget" hela nafas Kaila, "makannya Kai" suap Pram menyodorkannya didepan mulut Kaila, "kenyang kak" geleng Kaila menjauhkan sendok dengan tangannya kanannya.
"ini udah jam 11 siang lho Kai, dari kemarin kamu belum makan" sodor Pram kembali, "aku udah kenyang kak" geleng Kaila menghela nafasnya menolak Pram kembali. "mau makan nggak, kalo nggak makan aku cium disini" ancam Pram menatap Kaila dengan serius, Kaila menatap Pram tidak berdaya dan segera menerima suapan Pram. "kamu terlihat cantik banget Kai hingga membuatku nggak rela kamu diliatin cowok lain kayak gini" tatap Pram menyuapi Kaila, "kakak juga ganteng dan gagah, tuh banyak yang liat juga. makanya jangan dekat-dekat aku biar mereka ada kesempatan untuk kenalan dengan mu kak" liat Kaila ke sekitar mereka. "makan" sodor Pram tersenyum, kaila menerimanya dengan cepat.
__ADS_1
"kamu nggak rela juga aku diliatin banyak gadis lain" senyum Pram menaik turunkan alis matanya menggoda Kaila, " ish... ngelantur lagi kan ngomongnya" geleng Kaila mengerucutkan bibirnya pasrah melihat Pram. "mau aku cium itu mulut dimonyongin gitu" sodor makanan Pram. Kaila menggeleng cepat, hanya diam mengunyah makanan. "udah kenyang kak" geleng Kaila menolak makanan yang disodorkan Pram kembali, "minum air putih" sodor Pram, Kaila meminum setengah.
"kenapa kamu menghindar dariku Kai" tatap Pram mengunyah makanan yang masih ada, "masa sih kak... perasaan nggak deh kak... aku hanya lagi pingin sendiri, jadi jangan ganggu aku. jika waktunya aku bersama seseorang pasti aku akan bersama yang lain" geleng Kaila pelan. ayah terlihat memberi isyarat mata agar mereka berdua mendekat. "ayah manggil kak" toleh Kaila berdiri, Pram melangkah bersama. "ada apa yah" tanya Kaila setelah berada didekat ayahnya, "kita mengabadikan moment bersama lagi" genggam tangan ayah menyuruh Kaila berdiri disisinya. Kaila mengangguk menuruti kata ayahnya, dengan melakukan beberapa sesi pengabadian moments. karena ini pernikahan bertema outdoor maka jadi terasa nyaman.
"Pram sini" lambai ayah melihat Pram yang segera menjauh saat mereka mengabadikan moment satu keluarga. Pram mengangguk kembali mendekat. "kalian berdua ya" kata ayah tersenyum. "yah" rengek Kaila berusaha menolak secara halus, ayah tersenyum lebar menggelengkan kepalanya, "Kai" lambai Kalai, Kaila mengangguk mendekat dan berdiri disamping Kalai. fotografer segera memotret beberapa sesi moments yang hanya ada mereka berempat dari yang sederhana hingga kehebohan yang mereka ciptakan bersama-sama. "capek kak" toleh Kaila melihat Pram yang sudah mulai mengeluarkan peluh. "lumayan, menguras energi, untung ada kamu disini jadi nggak ngerasa capek" senyum Pram mengelus pipi Kaila yang terlihat menggoda, kaila tersenyum lebar. "baiklah jagoan, ayo kita duduk dulu kakiku sudah mulai pegal" isyarat Kaila memegang lengan Pram untuk menyeimbangkan langkahnya, Pram segera memeluk pinggang Kaila yang ramping. "aku pijit sebentar Kai" kata Pram melepas tali high heels yang dipakai Kaila.
"nggak usah kak, nggak enak diliatin masih banyak tamu, masih banyak orang yang memberi ucapan selamat" geleng Kaila. Pram meraih kepala Kaila agar bersandar dibahunya, Kaila menghela nafasnya menuruti Pram dan menautkan jemari mereka, "capek Kai" toleh Pram mengecup kening Kaila sekilas. Kaila memejamkan mata, "hmmmm.... hati dan raga" gumam Kaila pelan. "mau aku bawa kabur ke apartement sekarang" tanya Pram menggoda Kaila. "tidak.... aku bisa mencari sendiri tempat yang jauh dari keramaian, ditempat yang sepi" buka mata Kaila cepat. "di apartement ada ranjang yang empuk menggoda untuk ditiduri, aku peluk semalaman kalo mau. pasti asyik tuh Kai" senyum-senyum Pram membayangkan jika itu terjadi. "jangan mulai yang nggak-nggak kak, aku udah nggak punya tenaga untuk bertengkar" hembus nafas Kaila menatap Pram lelah.
hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..
selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.
dukung yaaa... karya pertama ku.
love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...
__ADS_1
stay healthy all