Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 26


__ADS_3

Kaila berjalan menuju kamarnya setelah selesai menghubungi Icha. "Dav" ketuk pintu Kaila, "apa" tanya Davi yang sedang memakai t-shirt nya. "kita mau berangkat nih" buk pintu Kaila sembari mengambil ranselnya. "kita belum makan lho ini" kata Bram menatap mereka berdua. "anak-anak dah nunggu didepan" isyarat dagu Kaila menaikkan ransel ke punggungnya. "kita dah dapat carteran ke Jogja" tanya Soni. "belum, tadi masih dicariin, kita tanya saat ketemu dengan yang lain, aku tadi baru chat ama Icha, Eka ngasih tahu sambil lalu" keluar Kaila, mereka keluar kamar dengan membawa ransel gunungnya masing-masing. "berapa sharing nya" tanya Soni. "bentar, ini baru dihitung total semua kamar" jawab Bram. Kaila menyelipkan uang sharing nya kepada Davi kemudian menjauh dari kerumunan.


"hallo Kai" sapa Pram.


"ini baru mau keluar dari penginapan bareng temen-temen" sandar Kaila di ransel gunungnya.


"naik apa ke Jogja" tanya Pram.


"belum tau nunggu keputusan anak-anak yang lain" usap wajah Kaila memejamkan matanya karena kelelahan.


"capek Kai" senyum Pram melihatnya dari kejauhan


"lumayan kak, tadi tidur dari jam 3 pagi sampai sore. tapi sebanding dengan apa yang kita lihat dan rasakan" angguk Kaila tersenyum


Pram segera mengarahkan kamera belakang, memperlihatkan kerumunan anak-anak yang sedang mau keluar dari penginapan, terlihat juga Kaila agak jauh sedang duduk di tanah bersandarkan tas gunungnya. Kaila mengerutkan keningnya, nggak mengerti maksud Pram tapi tidak asing dengan situasi yang diperlihatkan pram dilayar ponselnya, Kaila membelalakkan matanya menyadari Pram sedang berdiri diseberang sana dengan gagah sambil tertawa. Kaila berdiri berjalan pelan mendekati Pram yang agak jauh dari keberadaan anak-anak yang lain.


Pram membuka tangannya lebar saat Kaila sudah dekat, membiarkan Kaila untuk masuk kedalam pelukannya. "Miss U baby" rengkuh Pram erat mengangkat badan Kaila sedikit keatas. "hhmmm...." senyum Kaila. "lingkar panda kelihatan banget" usap mata Pram. "tidak tidur selama dua hari, karena tiba-tiba ada hujan badai diatas" senyum Kaila. Pram terdiam, membeku sesaat setelah mendengar perkataan Kaila. "mau ketemu sama yang lain dulu atau mau disini aja" tanya Kaila menatap Pram. "ikut aja, sekalian pamitan sama mereka" kata Pram mengangguk. "cincinnya mana" tanya Pram teringat, Kaila menunjukkan jari manis kirinya, Pram tersenyum mengangguk.


"Kai" seru Soni mencari keberadaan Kaila, Kaila melambaikan tangan mendekat. "dah selesai, Son" dekati Kaila. "dah, kita tinggal nunggu angkutan" angguk Soni menunjuk anak-anak yang lain yang sedang duduk dimana aja.

__ADS_1


"baiklah, oh ya kak. kenalin ini Soni, kak Pram, dia anak teknik, kita berempat satu kampus dan yang lainnya dari Surabaya, ketemu disini" pandang Kaila, mereka bersalaman. "lho mas Pram disini juga" terkejut Davi saat menghampiri Kaila, Pram mengangguk. "mau jemput Kaila, ada acara keluarga didekat sini, Icha sudah dengan yang lain" kata Pram menatap Kaila. "acara keluarga, kenapa ayah nggak ngasih tau sebelumnya. kan nggak mungkin mendadak gini juga" terkejut Kaila menatap Pram menyelidik.


"berarti kita berpisah disini Kai" senyum Davi menatap keduanya tanpa bisa berkata-kata lagi, Kaila menatap Pram dan Davi bergantian menghela nafasnya berat. "baiklah, kalo gitu sampai ketemu dirumah Dav" Salam khas Kaila. "sampai ketemu dikampus bro" senyum Kaila pada Bram dan Soni. mereka mengangguk tersenyum. "sampai jumpa dilain kesempatan Lang, terimakasih sudah menjadi leader kali ini" senyum lebar Kaila. "sama-sama. kapan-kapan kita naik bareng lagi" senyum Erlangga. "pasti" angguk Kaila tersenyum lebar. "cepet sembuh Wen, semoga tambah banyak temen cewek yang ikutan naik" senyum Kaila, Weni tersenyum mengangguk. "terimakasih atas segalanya dikesempatan kali ini teman-teman. semoga kita dipertemukan untuk naik berikutnya" salam Kaila segan.


"kami pamit duluan. terima kasih sudah menjaga Kaila" pamit Pram sopan. mereka mengangguk, Kaila dan Pram segera berjalan menjauh. "sering naik dengan mereka" tanya Pram mengambil alih ransel gunung Kaila. "baru kali ini" geleng Kaila, "saat kita turun kemarin, Weni tergelincir hingga kakinya agak bengkak, kita berjalan lebih pelan jadi kita sampai bawah malam hari. dini hari baru sampai ke penginapan" jawab Kaila masuk mobil. "mau kemana sih kak" tanya Kaila. "mau makan dulu nggak" tanya Pram balik. "nanti aja,kalo dah sampai" geleng Kaila merebahkan punggungnya. "seharian nggak makan kan" tanya Pram melihat Kaila yang akan tertidur. "abis turun tadi malam makan mie kuah dobel" jawab Kaila. "besuk ranselmu biar di paketin kerumah" kata Pram menatap Kaila. "hmmm" dehem Kaila.


"Kai" elus pipi Pram, Kaila membuka matanya pelan, "dah sampai" kerjap mata Kaila. Pram mengangguk, mereka keluar dari mobil.


"selamat datang di resort kami" salam penjaga, Pram mengangguk menautkan jemari tangan Kaila.


"mari silahkan kami akan mengantar" senyum sopan penjaga, Pram dan Kaila mengikuti langkah penjaga yang mengantar mereka.


"trus ngapain kita kesini, kakak nggak kerja, nggak ngajar juga" tanya Kaila berhenti sesaat.


"menjemputmu" senyum Pram menarik Kaila untuk berjalan kembali mengikuti penjaga resort.


"silahkan" berhenti petugas dipintu.


"makasih mas, maaf merepotkan malam-malam" senyum Kaila.

__ADS_1


"sama-sama. kewajiban kami membuat anda nyaman" senyum penjaga ramah, Pram dan Kaila segera masuk kedalam.


"antarkan makanan sekalian" kata Pram sebelum menutup pintu kepada penjaga tadi yang mengangguk hormat.


"aku mandi kak" kata Kaila melepas sepatu gunungnya, "ini jam 12 malam, yang" pandang Pram, "better than sticky" geleng Kaila melepas ikatan rambutnya. "Kai, ini sudah hampir satu jam. makanannya dingin nanti" ketuk Pram dipintu bathroom. "bentar" seru Kaila, tak lama pintu bathroom terbuka, "emang kakak pesan makanan" tanya Kaila memakai bathrobe. "he em. laper" angguk Pram menuju meja makan. "bajumu ada di koper itu honey" tunjuk Pram. "siapa yang menatanya" toleh Kaila cepat. "mommy, she's really worried about you" minum Pram menatap Kaila yang sedang memakai t-shirt dan jogger nya.


"terima kasih mom" hela nafas Kaila lega dan duduk disamping Pram. Kaila membuka mulutnya menerima suapan Pram. "bisakah mengurangi untuk membuatku khawatir honey" pandang Pram, Kaila menganggukkan kepalanya. "I Will try my best" jawab Kaila sambil makan, "aku bisa makan sendiri" kata Kaila menatap Pram. "tidak, aku yang akan melakukannya untukmu" geleng Pram, "besuk aku kabari ayah, biar tidak kuatir" makan Kaila. "ayah tidak mungkin kuatir karena aku yang menyusul mu" makan Pram bergantian dengan Kaila. "ishhh, memang kenapa kalo kakak yang jemput, bisa aja kan aku dibawa lari, ayah nggak tau" pandang Kaila. Pram tersenyum lebar, "terimakasih untuk kembali dengan utuh dan selamat honey" elus pipi Pram, Kaila menahan tangan Pram.


"nggak usah macam-macam kak" pandang Kaila, Pram tertawa lebar. "hhhmmmm, makanannya sangat lezat" kata Kaila saat sesudah makan. "karena kita kelaparan" tawa Pram. "tidak juga, makanannya memang benar-benar enak" geleng Kaila merentangkan tangannya keatas. "tidak mengantuk honey" tanya Pram selesai makan. "bisakah kita lihat matahari terbit dari sini, tinggal beberapa jam lagi" pinta Kaila menatap wajah Pram. "tentu" kecup kening Pram menuju kursi lebar untuk bersantai. "pemandangannya indah banget" rebahan Kaila dikursi malas. "iya, padahal kamu baru aja naik kesana" temani Pram merapatkan tubuhnya disamping Kaila. "heem" senyum Kaila lebar.


"kamu terlihat bahagia banget honey" toleh Pram. "banget, disana mengingatkan aku untuk selalu bersyukur" tunjuk Kaila tersenyum lebar. "mau kembali kesana" tanya Pram. "tentu saja, jika Tuhan mengijinkan" angguk Kaila. Pram tersenyum mengelus rambut Kaila yang hitam panjang, "untuk sementara waktu, kayaknya belum bisa naik lagi Kai" pandang Pram, "hhhmmmm, mungkin sebulan lagi bisa naik. jika badan tidak meminta untuk istirahat maka mau naik berapa kali pun bisa dilakukan" senyum Kaila menatap gunung yang menjulang tinggi dari kejauhan. "apa kamu tidak mau bersamaku aja Kai" bisik Pram, Kaila tertawa pelan, "nggak, kak. sendirian lebih menenangkan jiwa, kalo kakak mau mencari perempuan yang lebih baik, masih ada yang lebih dariku" kata Kaila menjauhkan Wajah Pram dari sisinya.


"aku hanya mau kamu, Kai" tahan tangan Pram. "dua hari ini aku tidak bisa konsentrasi karena tidak bisa melihatmu" kata Pram, Kaila tertawa terbahak-bahak mendengar Pram. "kenapa" acak rambut Pram. "kenapa jadi gampang ngerayu gini sih kak. nggak cocok dengan penampilanmu yang cool gitu" pandang Kaila. Pram meraih tengkuk Kaila, mencium bibirnya intens. "itu karena kamu Kai, aku tidak bisa berpaling melihat gadis lain" tatap Pram. Kaila menutup bibirnya menatap Pram. "hanya kamu, jadi jangan menyarankan untuk melihat gadis lain yang melihatnya pun aku tidak mau. jika ada kamu maka aku tidak akan melihat yang lain" jawab Pram, Kaila menggelengkan kepalanya tidak mau. Pram tertawa meraih tubuh Kaila dan membawanya keatas tubuhnya memeluknya erat. "Pramudya Bagaskara" lihat Kaila kesal. Pram menatap paras Kaila dari jarak yang sangat dekat. "menikahlah denganku Kaila Dara Prayoga" tatap Pram berkabut asmara, Kaila menggelengkan kepalanya, Pram menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Kaila, "menikahlah denganku Kaila Dara Prayoga" ulang Pram, Kaila menggeleng pelan, Pram meraih tengkuk Kaila dan kembali menciumnya dengan lembut dan intens.


"menikahlah denganku Kaila Dara Prayoga" ulang Pram kembali. Kaila membuka matanya menatap Pram, "aku tidak ingin menikah denganmu atau dengan siapapun untuk saat ini kak" hela nafas Kaila. Pram membawa kepala Kaila kedalam pelukannya. "jangan melakukan ini padaku kak, aku sudah sangat letih" tangis Kaila, Pram mengecupi rambut Kaila yang basah terurai bebas. Kaila menangis dengan memeluk Pram hingga tertidur. Pram menghela nafasnya berat, melirik Kaila memastikannya benar-benar tidur untuk membawanya kedalam ranjang agar tidur dengan benar.


hai..... hai..... hai..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku, terimakasih banyak atas dukungannya.


luv....luv....luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak atas semua nya.

__ADS_1


stay healthy all


__ADS_2