Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 48


__ADS_3

"Kai" teriak Pram dari lantai atas, mommy dan Kaila menoleh melihat Pram yang berlari menuruni anak tangga. "ada apa by" tanya Kaila dan mommy yang tergesa-gesa dari ruang makan mendengar suara Pram yang tidak biasa. "kita pulang ke Indonesia sekarang ayah mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang dari proyek" kata Pram berusaha menangkap tubuh istrinya yang seketika lemas dan ambruk. "Kai" raih Pram sebelum Kaila jatuh ke lantai anak tangga paling bawah.


"mom, tolong Pram untuk hubungi daddy agar Sam mengatur kepulangan Pram ke Indonesia sekarang dan minta seseorang untuk mengemasi semua baju Kaila" pandang Pram mengangkat Kaila kedalam kamar. mommy mengangguk cepat melakukan permintaan Pram. beberapa pekerja segera diperintah paman Din untuk mengemasi segala keperluan Pram dan Kaila untuk kembali ke Indonesia dalam satu koper.


Kaila dibawa Pram setengah berlari ke bathroom yang ada dikamar mereka "Kai, sadar bukan waktunya untuk begini kamu harus kuat, ayah membutuhkan kita di sana. jika kamu sakit atau tidak kuat begini maka kita tidak bisa segera kesana" buka baju Pram membantu Kaila untuk membersihkan dirinya, Kaila memandang Pram mengangguk pelan. "kita harus segera terbang, jika kamu begini maka kita akan terlambat untuk bertemu ayah" pandang Pram, Kaila mengangguk melakukan semua dengan sadar dan cepat agar mereka segera kembali ke Indonesia. Pram bergantian membersihkan dirinya dengan istrinya, Pram mengenakan bathrobe untuk Kaila dan dirinya, karena istrinya sedikit gemetar, ia segera menuntun Kaila keluar dari bathroom sedang mommy menunggu ditepi ranjang meraih bahu Kaila untuk duduk dan menyodorkan teh panas kesukaannya agar sedikit tenang. Pram memakai pakaiannya kasualnya dengan cepat dan mengambil pakaian kasual Kaila.


"makasih mom" angguk Kaila memberikan cangkir teh kembali ke mommy, Pram meletakkan pakaian Kaila diranjang semua pekerja sudah keluar dari kamar saat mereka sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Pram membantu Kaila memakai underwear nya terlebih dahulu mommy melepas bathrobe Kaila agar Pram mudah memakaikan semua pakaian Kaila, mommy mengelus punggung Kaila lembut Kaila menatap mommy dan memeluknya erat.


"maafkan Kaila, mom" tangisnya pecah. mommy ikut menangis merasakan kesedihan Kaila. "it's oke sweetie, ayahmu akan baik-baik saja jangan membuatnya tambah sedih jika kamu panik begini, dia akan merasakannya dan malah membuatnya tidak cepat pulih" elus-elus mommy dipunggung Kaila.


"tentu mom, Kai akan melakukan yang terbaik" angguk Kaila melepas pelukannya dan mengusap air matanya dengan punggung tangan. "hati-hati dijalan, percayalah ayahmu akan baik-baik saja dia pria yang kuat* elus pipi mommy, Kaila mengangguk dan tersenyum tipis. Pram menyodorkan minuman teh kembali ke Kaila, ia segera menghabiskannya agar dadanya merasa lapang, tak berapa lama kemudian mereka keluar dari rumah, helikopter telah menanti di helipad rumah.


"mom, kami berangkat dulu maafkan karena kami tiba-tiba pulang ke Indonesia" peluk Pram mencium kedua pipi mommy nya. mommy mengelus punggung Pram, Kaila mencium kedua pipi mommy untuk pamit. "yang kuat ya.... sweetie, mom and dad mendoakan dari sini" elus tangan mommy, Kaila hanya mengangguk patuh. Pram menggenggam tangan Kaila dan melambaikan tangan masuk kedalam heli menuju bandara. seperempat jam kemudian heli mendarat di hanggar, beberapa petugas mengambil koper dan membawa mereka menggunakan mobil buggy ke hanggar jet pribadi keluarga Bagaskara, Kaila memakai topi dan kacamata seperti halnya Pram.


Pram tidak melepaskan genggaman tangan istrinya sedikitpun sejak mereka meninggalkan kediaman Bagaskara, mereka segera menaiki tangga untuk masuk kedalam jet pribadinya yang segera lepas landas sesaat setelah mereka masuk untuk menuju Indonesia, Pram memeluk Kaila sepanjang waktu karena Kaila menolak untuk beristirahat sepanjang perjalanan yang lama diranjang, kadangkala mereka berdiri untuk meregangkan otot yang kelamaan berbaring ataupun duduk hingga seringnya Kaila berjalan mondar-mandir untuk meredakan ketegangan yang menyelimuti perasaannya, sesekali ia memeluk Pram menyandarkan kepalanya didada Pram sambil melihat arak-arakan awan. Pram mengecup rambut istrinya, mengusap-usap bahu Kaila memberi ketenangan dan kedamaian tanpa mengeluarkan bersuara. selama kurang lebih 13 jam Kaila dan Pram melakukan perjalanan dengan jet pribadi.

__ADS_1


tiba dibandara internasional Jakarta, Saka sudah menunggu mereka di hanggar, dua orang penjaga segera mendekat dan membawa koper Pram kedalam mobil Saka, Pram dan Kaila berpindah ke hanggar heli kecil dengan menggunakan mobil buggy mereka segera masuk untuk langsung menuju rumah sakit tempat ayah dirawat. Saka berdiri tegak menatap mereka sampai bergerak menjauh dibalik kacamata hitamnya.


Pram memeluk bahu Kaila menyalurkan kekuatan, Kaila menatap jalanan kota Jakarta yang penuh sesak dibawah sana yang memang sedang padat-padatnya karena hari kerja, mereka telah sampai dan mendarat di atap gedung rumah sakit yang memiliki fasilitas helipad, mereka segera turun agar heli terbang pulang ke hanggar. Arga menjemput mereka diatas, memeluk Pram ala laki-laki membawa Kaila dan Pram menuju ruang ICU tempat ayah dirawat.


Kalai menunggu dengan tenang di sofa di lorong depan ruangan ayah, dia segera menoleh ketika mendengar derap langkah beberapa kaki menapaki lorong rumah sakit yang tergolong sepi. dia melihat saudara kembarnya dan suaminya sedang berjalan kearahnya. Kalai segera berdiri dan setengah berlari memeluk Kaila yang juga melakukan hal yang sama seketika tangis mereka pecah dan sesenggukan berdua hingga mereka terduduk berdua dengan posisi sambil berpelukan tanpa berkata apa-apa hanya tangisan yang terdengar diantara mereka.


Pram membiarkan Kaila dan Kalai saling menumpahkan kesedihannya dan menguatkan satu sama lainnya, se pelik apapun masalah yang mereka hadapi karena Arga dulu tidak membuat mereka harus saling membenci satu sama lain. Pram melakukan panggilan di ponsel nya menanyakan keberadaan pengawalnya dan memintanya untuk membeli beberapa minuman dan roti ketika sampai dirumah sakit. Pram dan Arga mulai mengangkat tubuh istri mereka masingmasing karena terlalu lama berada di lantai. mereka mendudukkan pasangannya disofa panjang yang ada di salah satu sisi lorong rumah sakit.


"honey, kamu sudah janji untuk tegar dan kuat jika kamu sakit kamu tidak akan bisa menunggu ayah disini" pandang Pram menangkup kedua pipi Kaila untuk memandang kedua matanya. Kaila mengangguk dengan cepat dan mengusap kedua matanya dengan tissue yang disodorkan Arga, ia beranjak dari sofa dan berjalan menuju kaca besar dimana dia bisa melihat ayahnya dengan beberapa alat medis di badannya. tubuh Kaila terlihat bergetar karena menangis tak bersuara melihat ayahnya tak bergerak sama sekali, Pram dengan cepat menopang bahu Kaila, ia menoleh dan menatap Pram dengan airmata yang bercucuran tiada henti.


"ayah sudah ditangani oleh dokter terbaik di bidangnya kita hanya harus mendoakan ayah agar kembali kepada kita dan berkumpul kembali" rengkuh Pram erat tanpa mereka sadari dua orang pengawal Pram berdiri tidak jauh dari mereka dengan menenteng beberapa paperbag berisi makanan dan minuman kemudian meletakkannya disofa yang tidak diduduki Kalai, mereka mengangguk sopan ketika Arga mengangguk menatap mereka kemudian bergeser dan duduk tidak jauh dari keluarga Prayoga.


Pram menoleh dan melihat beberapa paperbag berisi pesanannya dan membawa Kaila untuk duduk menyodorkan teh manis hangat untuknya, Kaila mengambilnya dan menyesapnya sedikit demi sedikit. Pram memberi isyarat pada Arga untuk mengambil apapun di paperbag. Arga mengangguk dan mendekat untuk meraih coklat panas untuk Kalai, Kaila yang duduk disebelahnya tidak menghiraukan keberadaan Arga karena pandangannya lurus kedepan menuju ruangan ayah, secara refleks Arga menyentuh pundak Kaila memberi kekuatan dan mengatakan ayah akan baik-baik saja.


Kaila seketika terkejut memandang tangan yang menyentuh bahunya pelan dan mendongak menatap Arga yang tersenyum kepadanya, Kaila mengangguk mengerti arti yang dilakukan Arga untuknya. Arga segera berlalu dan berlutut didepan Kalai menyodorkan coklat hangat untuk Kalai yang tersenyum menatap interaksi Kaila dan Arga yang sudah mulai mencair kembali selayaknya sebagai saudara. Pram tersenyum menatap Kaila dan mengangguk mengerti bahwa Arga memberi kekuatan pada Kaila sebagai sesama saudara bukan seorang laki-laki yang memendam rasa kepadanya.

__ADS_1


Pram menoleh untuk memberi isyarat pada penjaganya untuk mendekat, seorang penjaga berjalan mendekat kearah Pram yang memberi isyarat agar mengambil yang mereka inginkan untuk dimakan didalam paperbag, penjaga menggeleng dan memberi isyarat sudah memisahkan makanan dan minuman untuk mereka sendiri. Pram mengangguk mengerti, penjaganya segera menunduk untuk kembali ketempat duduknya bersama rekannya tadi.


selama perjalanan dari London sampai Jakarta Kaila lebih banyak diam dan sedikit berbicara hanya dengan isyarat saja dia sudah bisa menyampaikan maksudnya tanpa banyak bicara. hari telah beranjak petang. Pram menyentuh tangan Kaila yang segera memandang suaminya untuk menanyakan ada apa. "yang, ini sudah lebih dari sehari kamu belum makan dan istirahat kita keluar sebentar untuk mencari makan, badanmu akan tumbang jika kau tidak makan, kita nanti akan balik lagi kemari jika sudah selesai" tatap Pram. Kaila mengangguk karena dia yakin jika tidak makan maka justru akan sakit dan berakibat tidak dapat menemani ayah disini.


"Kal, ayo kita makan dulu ada mereka yang menunggu ayah disini jika ada apa-apa dengan ayah mereka akan segera menghubungi kita" toleh Pram. Kalai melihat Kaila yang beranjak dari tempat duduknya mengangguk tanda setuju kemudian beranjak mengikuti langkah mereka berdua ditemani Arga yang menggenggam erat dan sesekali mencium tangannya memberikan kekuatan kepada istrinya. "ayah akan baik-baik saja, Kal" pandang Arga, Kalai tersenyum tipis mengangguk dan menatap kedepan tepat dipunggung saudara kembar yang berjalan didepannya, punggung yang sama dengan milik ayah dan momi nya. satu-satunya saudara yang berbagi beban dengannya saat ini.


sedikit part sedih ya gengs.... karena nggak melulu bahagia kan.....


semoga menyadarkan kita bahwa orangtua adalah yang paling berharga bagi anak-anaknya.


hai..... hai..... hai...... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat


dukung yaaa...... karya pertama ku


luv..... luv...... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...


__ADS_2