
"ayah akan baik-baik saja disini Kai, ada Kalai dan Arga" peluk ayah mengusap punggung badan Kaila lembut, Kaila menghapus airmatanya yang turun terus menerus ketika berpamitan dengan semuanya.
"anak ini, Pram nanti marahin kita kalau buat kamu nangis" lihat Arden mengusap kepala Kaila, Kaila tertawa menangis mendengar perkataan Arden.
"titip ayah, kak. lama ini Kaila perginya" pandang Kaila. "iya, tau. nggak usah kuatir, ntar dua anak itu sering kerumah sambil ngerjain tugas" isyarat dagu Arden melihat Kris dan seorang pemuda yang masih baru bergabung dengan mereka. Kaila mengangguk.
Icha tersenyum melihat Kaila yang baru mengharu biru, "ntar kakak cantik segera menyusul triplet disana biar dapat cowok bule" usap-usap perut Icha. "banyak pegawai dad yang bule disana, mau coba" tanya Saka garang, Icha nyengir mengangguk pelan.
"ntar aku kirim kamu ke kutub, mungkin kamu bisa dengan mudah dapat karena populasi disana yang tidak begitu besar" tatap Saka, Davi tertawa lebar melihat Icha yang mati kutu saat mendengar ucapan Saka.
"awas kamu Dav, senang banget kalo aku nggak bisa berkutik gini sama kak Saka. kalo kamu punya cewek, aku kerjain dia habis-habisan" tatap Icha membuka matanya lebar-lebar.
"Cha, jangan dong. nanti dia nggak mau sama aku, teman baikmu jomblo lama nanti" rajuk Davi agar Icha lebih kalem.
"bodo amat, biar dia tau lebih awal" julurkan lidah Icha bersembunyi dibelakang tubuh Saka, Davi seketika berhenti di depan Saka saat mengejar Icha.
"kebiasaan kamu Cha, ilang Kaila sekarang ada bos" hela nafas Davi mencoba meraih tubuh Icha, Icha menghindar menjulurkan lidahnya mengejek Davi. Saka menyentil kening Icha yang bercanda dengan Davi. Icha mengerucutkan mulutnya mengusap dahinya, "kebiasaan kalian berdua" pandang Saka memeluk Icha mengusap dahi Icha yang langsung merah. Kaila tertawa kecil.
"udah ah, aku mau berangkat nih. jangan suka berantem, nggak baik untuk kesehatan dahi" kata Kaila memeluk kedua sahabatnya.
"siapin budget buat kita kesana nanti" bisik Davi, Kaila memberi isyarat beres dengan jemarinya.
"ditanggung hanya bawa badan aja, setelah membayar dengan satu tahun gaji nanti" jawab Kaila, yang membuat mereka bertiga tertawa lebar
Pram meraih jemari Kaila dan melambaikan tangan ke arah keluarga istrinya sebelum mereka berjalan menjauh.
"ready, yang" tatap Pram, Kaila mengangguk dan tersenyum menatap suaminya. mereka segera menuju pesawat pribadi yang akan membawa mereka menuju kediaman Bagaskara.
ayah menghela nafasnya menatap kepergian putri bungsunya untuk tinggal di negara lain selama beberapa tahun, Kalai memeluk ayah dari samping. "ayah akan sering kesana nanti, jadi jangan merasa seperti ini. jaga kesehatan agar ayah segera kesana segera, tiga bulan lagi mereka akan lahir jadi ayah akan segera bertemu" kata Kalai, ayah tersenyum mengangguk melangkahkan kaki bersama dengan keluarga yang bertambah besar hingga dia tidak lagi merasa kesepian.
Kaila duduk dengan nyaman selama beberapa jam, "yang, mau jalan dulu disepanjang ini agar tidak bengkak kakinya" sentuh kepala Pram melihat Kaila yang memandang keluar jendela beberapa lama. "hhmm" gumam Kaila menurunkan kakinya sesaat kemudian berdiri untuk menggerakkan kakinya selama beberapa lama.
"mau makan dulu, yang" kata Pram, Kaila mengangguk berlalu menuju toilet. Pram memberi isyarat kepada awak kabin untuk menyiapkan makanan untuk istrinya saja.
"kita makan apa nih triplets" kata Kaila kembali duduk, awak kabin segera menyiapkan makanan untuk ibu hamil tersebut.
"ini daging lembu, nyonya. apakah sesuai dengan selera nyonya. kami menyiapkan dengan bumbu negara Turki yang nyonya inginkan beberapa waktu ini" jelaskan awak kabin itu sopan.
"terimakasih, ini sangat lembut" angguk Kaila.
"ini coklat dingin kesukaan nyonya, mungkin agak sedikit berbeda dari buatan bik Sum dirumah nyonya yang ngangenin. tapi semoga nyonya suka" senyum pramugari itu segan. Kaila tertawa kecil mengangguk.
"terimakasih banyak atas perhatiannya, rasanya pas" jawab Kaila, Pram mengamati istrinya yang terlihat nyaman.
__ADS_1
Pram memejamkan matanya saat Kaila mengobrol dengan awak kabin tersebut. Kaila meminta selimut kepada awak kabin untuk suaminya, ia mengangguk dan segera beranjak untuk mengambilkan permintaan Kaila.
"ini nyonya" serahkan awak kabin kepada Kaila, yang segera menyelimuti badan suaminya agar lebih nyaman.
"berapa kru yang bertugas" tanya Kaila, "empat nyonya, dua disini, co pilot dan pilot" jawabnya.
"perempuan juga" tanya Kaila.
"iya, nyonya. dia sedang bergantian dengan saya untuk menjaga nyonya, karena perjalanan yang ditempuh lebih dari 20 jam. maka kami berinisiatif untuk bergantian menemani nyonya selama penerbangan" senyumnya ramah, Kaila mengangguk mengerti.
"dia juga sedang menyiapkan cemilan untuk nyonya kapanpun nyonya merasa ingin ngemil" katanya, Kaila tertawa kecil mengangguk.
"bentar lagi saja, jika kita di darat maka akan dengan senang hati untuk makan apapun yang ada, tapi saat di atas seperti ini hanya ingin segera sampai saja" kata Kaila, awak kabin itu mengangguk mengerti.
"jika nyonya membutuhkan apapun jangan sungkan untuk menghubungi kami berdua disini" kata nya, Kaila tersenyum mengangguk.
"kita transit dulu" tanya Kaila keluar dari pesawat. Pram mengangguk membantu Kaila untuk turun dari tangga, mereka berjalan keluar dari hangar dibawa dengan mobil untuk kedalam bandara, menunggu pengisian bahan bakar jet pribadi Bagaskara.
"honey, mau melihat apa" tanya Pram saat mereka berada di dalam bandara yang memiliki desain menawan.
"jalan aja by, jika nanti ada yang menarik akan aku beritahu. badanku serasa pegal kalo hanya duduk dan tiduran" senyum Kaila, Pram mengangguk meraih jemari istrinya untuk berjalan pelan melihat beberapa pusat keramaian yang ada didalam bandara.
"honey" toleh Pram, Kaila menoleh dan menghentikan langkahnya saat melihat Pram yang tertarik sesuatu.
seorang penjaga toko menghampiri mereka dan menanyakan apakah ada yang bisa dia bantu, Kaila menanyakan koleksi celana rumahan yang ada di gantungan sesuai dengan badannya, penjaga toko itu mengangguk dan segera mengambil beberapa celana dengan ukuran yang agak besar. Pram duduk disamping Kaila sambil memperhatikan sekitar.
penjaga toko itu memperlihatkan beberapa koleksi celana pendek untuknya, "apakah mau dicoba dulu, apakah merasa nyaman atau tidak nantinya" senyumnya mengingatkan. Kaila mengangguk dan beranjak kedalam ruangan kecil untuk mencobanya, Pram membantu istrinya untuk mencobanya.
"ini lebih nyaman, by. karena tidak terlalu lebar bawahnya dan perut ku tidak merasa sakit" angguk Kaila setelah mencoba beberapa model, pram mengangguk dan melepas gaun yang dipakai Kaila untuk berganti dengan t-shirt nyaman.
"perfect" senyum Pram melihat istrinya yang seperti anak sekolah. Pram juga mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sama dengan istrinya. Kaila tertawa kecil melihat tingkah Pram.
"jadi yang sebenarnya pingin ganti itu dirimu, by" tatap Kaila, Pram tersenyum mengecup kening istrinya.
"kita masih setengah perjalanan, honey dan nanti pasti akan membuatmu tidak nyaman jika memakai gaun itu terus" kata Pram.
"tadi kan juga membawa baju ganti di paperbag yang ada di kabin" jawab Kaila, Pram melakukan pembayaran dan membawa paperbag berisi pakaian mereka tadi. "kita kemana lagi nih" tanya Pram setelah di luar boot pakaian tadi.
"hhmm, jalan lagi aja. tidak usah beli apapun lagi" ingatkan Kaila, Pram tertawa mengangguk. "kenapa disana rame, by" tunjuk Kaila sedikit penasaran.
"kita lihat aja kalau begitu" jawab Pram seraya berjalan mendekat, Kaila melihat makanan yang menggugah selera. "memang enak, by" ujar Kaila menyodorkan makanan kemulut suaminya, Pram menggigitnya pelan menganggukkan kepalanya.
"jika lelah, maukah memakai kursi roda" tanya Pram, Kaila menggeleng.
__ADS_1
"aku masih bisa berjalan dengan semangat by, dari tadi kan hanya duduk dan tidur aja kerjaannya jadi ini healing terbaikku untuk saat ini" senyum Kaila, Pram mengecup punggung tangan istrinya mengerti.
"apakah penjagaku juga ikut disini, by" tanya Kaila, Pram mengangguk.
"mereka mengikuti kita dari tadi, memantau dari jauh agar tidak ada yang mengganggu" angguk Pram.
"berapa orang" tanya Kaila, "just two, mereka yang selalu ada di dekatmu saat aku tidak bisa disamping mu" senyum Pram, Kaila mengangguk.
"apakah mereka masih sendirian" tanya Kaila, Pram mengangguk.
"aku mempertimbangkan semuanya, apakah dia cakap atau tidak, punya anak atau tidak, punya orang tua atau tidak dan tentu saja kedekatannya denganmu saat mereka bertugas" kata Pram.
"apakah kamu sendiri yang menyeleksi mereka" tanya Kaila ingin tahu.
"tidak sepenuhnya, karena Tigor yang memiliki peran besar merekrut semua penjaga itu. usaha dia di bidang pengawalan, honey" kata Pram, Kaila tertawa.
"aku tidak mau melihatmu kuatir jika aku membawa orang yang mempunyai keluarga" kata Pram, Kaila mengangguk.
"apapun bisa kamu lakukan, honey. jika kamu ingin mengganti siapapun yang membuatmu merasa nyaman, katakan saja kepada mereka atau kepada Tigor. dia benar-benar akan menghargainya jika kamu mengatakan apa yang kamu mau" kata Pram.
"anything" ulang Kaila, Pram mengangguk. "anything honey, just tell them" senyum Pram.
"tapi, pasti ada tapinya dong, masak enggak" tanya Kaila menatap suaminya, Pram tertawa lebar.
"jangan menghilang dari jangkauanku" senyum Pram, Kaila memutar bola matanya jengah. "sama aja, kak" kata Kaila, "kamu adalah yang terpenting bagiku honey, jika mereka lahir maka akan menjadi empat orang penting dalam hidupku, aku tidak tahu jika kalian menghilang bagaimana kehidupanku" kata Pram menatap Kaila.
"aish, kita akan membiarkan anak-anak memilih jalannya masing-masing. jangan bebani mereka dengan tanggung jawab yang membuat mereka akan berkurang masa mainnya" ingatkan Kaila. Pram tersenyum
penjaga mereka mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Pram, "yang, pesawat sudah siap kembali. apakah kamu mau naik sekarang atau nanti" tanya Pram.
"sekarang aja, semakin cepat kita berangkat maka mom dan dad tidak akan kuatir" angguk Zivannya melangkah mengikuti suaminya yang selalu menggenggam erat jemari tangannya.
hai.... hai.... hai.... all readers, terimakasih banyak atas dukungannya selama ini.
luv..... luv.... luv..... U all sekebon pisang goreng.
jangan lupa untuk membaca novel karyaku juga "jika aku milikmu maka akan menjadi jodohmu"
seru banget ceritanya, tidak kalah dengan bos CEO bucin. jangan lupa....
terimakasih banyak semuanya.
stay healthy all
__ADS_1