Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 66


__ADS_3

"honey bangun" tepuk pipi Pram Kaila menggeliat membuka matanya pelan "jam 5 ya...." duduk Kaila meregangkan semua ototnya turun dari ranjang untuk menuju bathroom "Kaila sudah bangun Pram" tanya ayah meregangkan tubuhnya dihalaman depan "udah yah, masih dikamar" angguk Pram mengikuti gerakan ayah "mau nge-gym bareng yah" tanya Pram pemanasan "lah dirumah dah lengkap tuh kalian keranjingan olahraga" geleng ayah, Pram tertawa pelan.


"jaga kesehatan yah, nggak lucu juga kalo jalan sama anak ayah perut pada gembul semua" kata Pram ayah tertawa dan mengangguk pelan mereka lari-lari kecil dihalaman depan "by" datang Kaila. Pram menoleh kebelakang "ada apa" tanya Pram "aku mau beli makanan kecil sama bik Sum kedepan kompleks" kata Kaila"ya mau diantar" tanya Pram Kaila menggeleng nyengir.


"ini non kunci motornya" datang bik Sum membawa tas keranjang dan kunci motornya Pram menatap tajam Kaila hanya tersenyum manis dan mengecup pipi Pram yang menghela nafas panjang.


"ya udah, hati-hati dijalan jangan lama-lama" angguk Pram akhirnya mengalah Kaila lompat-lompat kecil saking senangnya mengambil sepeda motor digaransi. "Kai, jalan yang benar" seru Pram Kaila berjalan pelan. "ayo bik, kita pergi" senyum Kaila mengendarai motor "hati-hati Kai" pandang ayah Kaila mengangguk senang mereka pergi meninggalkan halaman depan, Pram memberi isyarat salah satu penjaganya mengikuti Kaila mereka bergerak dengan cepat.


"dasar anak itu" geleng kepala ayah Pram berlari dari ujung ke ujung beberapa kali baru Kaila pulang bersama bik Sum "yah, by sarapan dulu" lambai Kaila masuk kerumah. "udah jam 7. 30 by" pandang Kaila melihat mereka masuk Pram mengangguk duduk meminum air mineralnya sampai habis "bentar lagi aku bersih-bersih badan setelah keringat agak berkurang" kata Pram, Kaila mengambilkan makanan kecil untuk mereka "ayah ikut nggak liat Kaila sidang" tanya Kaila melihat ayahnya "nanti ayah liat situasi dulu Kai, ini kan hari kerja" senyum ayah Kaila mengangguk mengerti.


"kamu sudah menyiapkan semua paper nya" tanya pram Kaila mengangguk "dah siap dari kemarin-kemarin aku kok deg-degan ya.... nervous banget by" pegang tangan Kaila, Pram mengajari Kaila untuk mengatur nafasnya dengan mengeluarkan dan menghirup udara secara teratur. "nggak usah tegang yang kamu hadapi adalah suamimu sendiri nggak akan terjadi apa-apa kamu nanti boleh minta apapun yang kamu mau kalo sudah selesai sidang, cuman kayak ngobrol biasa aja Kai tidak ada yang spesial." pandang Pram menangkup kedua pipi Kaila agar fokus padanya Kaila mengangguk-anggukkan kepalanya tanda semangat.


"aku mandi bentar habis itu kita langsung berangkat nggak usah mikir yang aneh-aneh kamu pasti lulus dengan nilai mu selama ini kamu bukan gadis yang dibawah rata-rata" goda Pram, Kaila mendengus pelan memukul bahu Pram "nggak liat apa otak segede gini di kepala" tunjuk Kaila tertawa ayah tersenyum melihat Pram yang menenangkan Kaila dengan mengajaknya bercanda "kamu ganti baju nggak masak pake joger sama t-shirt butut gitu" isyarat ayah "iya yah, ini juga mau ganti" kata Kaila mengerucutkan bibirnya ayah tertawa melihat ekspresi Kaila yang kesal.


"honey, mana bajuku" tanya Pram keluar dari bathroom "disini by" seru Kaila di walk closet Pram melangkah menuju pintu ajaibnya.


"rapi nggak by" tanya Kaila memperlihatkan pakaiannya kepada Pram memakai gaun putih berlengan pendek selutut blazer hitam yang dilipat sampai dibawah siku, rambut panjang diikat ekor kuda dan sneakers hitam Pram memberi isyarat dengan jemarinya tanda Ok, Kaila menunjuk setelan jas warna biru muda cerah. "nanti biar nggak ganti lagi waktu pertemuan di pabrik" pandang Kaila, Pram mengangguk dan memakainya cepat. "yah, kita berangkat dulu doain Kaila lancar sidangnya" pamit Kaila menyalami ayah disusul Pram juga melakukannya.


"iya.... setiap ayah melakukan kewajiban lima waktu dan lainnya ayah selalu berdoa yang terbaik untuk anak-anak ayah" kecup rambut ayah Kaila mengangguk memeluk ayahnya erat. Pram meraih jemari Kaila keluar dari rumah mobil keluar dari rumah diikuti dua motor Kaila mulai menggigit bibirnya berulang kali, Pram melihatnya menjadi gemas sendiri "honey, don't" geleng Pram. Kaila mengatur nafasnya seperti yang Pram ajarkan tadi Pram ikut mengatur nafasnya melihat istrinya yang merasa nervous, tiba di pelataran parkir Pram keluar dulu untuk membantu istrinya keluar mobil membuka pintu dan membuka seat belt istrinya.


"honey, let's get up" senyum pram. Kaila menoleh dan mengangguk keluar dari dalam mobil menghela nafas panjang dan berjalan disamping Pram yang melingkarkan tangannya diperutnya Kaila mengenakan kacamata hitamnya mereka menuju ruang sidang yang ada dilantai dua. Pram menggenggam erat tangan Kaila menyalurkan kehangatan untuk meredam kecemasan Kaila didepan pintu ruangan telah menunggu Icha dan Davi mereka tersenyum dan memeluk Kaila erat


"semangat Kai, kamu yang terbaik dari kita bertiga pasti kamu bisa jangan kuatir pukul keras bahu mas Pram jika kamu dipojokkan olehnya" semangat Icha Pram mengetuk rambut Icha dengan kacamatanya Icha memanyunkan bibirnya Kaila tertawa lebar "makasih Cha, Dav. semangat" ucap Kaila tertawa Icha menggenggam tangannya dan menaikkan keatas Davi memperagakan tanda cinta dengan kedua tangannya diatas kepalanya Kaila membalas dengan finger heart ala Korea "kalian kayak anak sekolah tau nggak" tatap Pram dengan muka datar. "kita memang anak sekolah by, namanya mahasiswa kan sekolah juga" pandang Kaila mengecup pipi Pram yang menggelengkan kepalanya "mau masuk sekarang apa nanti" pandang Pram Kaila nyengir dan melambaikan tangan kearah kedua sahabatnya. "kami tunggu disini" seru Icha Kaila memberi simbol tangan Ok.


"pagi Kai" senyum Bu Ratna melihat Kaila dan Pram memasuki ruangan sidang.


"pagi bu Ratna, anda terlihat cantik dan lebih segar hari ini" senyum Kaila mendekat untuk memberi salam kepada bu Ratna.


"ah..... kamu bisa aja kamu malah kayak anak sekolah aja tiap hari" tawa bu Ratna Kaila tersenyum lebar.


"pagi mas Ari tambah kece aja hari ini" salam Kaila beralih ke mas Ari.


"masa sih.... tiap hari aku kan begini Kai, kamu aja yang nggak pernah melirikku makanya hanya tau aku cakep hari ini" goda mas Ari melihat Pram mereka tertawa kecil.

__ADS_1


"pagi kak Pram sudah sarapan belum jangan lupa senyum" salam Kaila. Pram menyentil kening Kaila yang mengusap-usap dahinya kemudian duduk didepan ketiga dosen pengujinya.


"bisa kita mulai Kai" tawa mas Ari melihat Kaila yang nervous Kaila mengangguk mengiyakan, beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh dosen penguji mampu dijawab Kaila dengan tenang diselingi dengan beberapa candaan yang membuat suasana seperti diskusi saat dikelas. Pram menatap Kaila tersenyum bangga karena jawaban yang diberikan Kaila mampu membuat dosen pengujinya puas dengan materi yang dibahas oleh Kaila di tugas akhirnya, selama satu jam mereka berdiskusi membahas tugas akhir Kaila.


"Ok Kai, presentasimu is good aku puas kamu dapat menjabarkan apa yang kamu mau dan kami lihat di papermu" angguk mas Ari.


"makasih mas saya sangat berterimakasih atas bimbingannya" senyum Kaila lebar.


"nggak usah revisi banyak tulisanmu dan presentasi mu tidak ada yang tidak bagus, bener kata mas Ari all is good" pandang bu Ratna.


"makasih bu atas bimbingannya selama ini" angguk Kaila tersenyum lebar.


"ada yang mau ditambahkan nggak Pram" toleh Ari tersenyum memandang Pram yang menggeleng tersenyum


"you looks great Kai" kata Pram sambil memakai simbol finger heart ala Korea kepada Kaila mereka tertawa lebar melihat reaksi Pram yang jarang menampilkan perasaannya.


"berani nggak kamu Pram berbuat begitu dengan mahasiswi lain yang tugas akhirnya sebagus Kaila" pandang mas Ari menatap Pram yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal mereka tertawa lebar.


"tau nggak mbak Kaila baru hamil lho kembar tiga lagi" kata mas Ari.


"Kaila tuh kembar mbak makanya dia bisa hamil kembar tiga" kata mas Ari. "wah, pantesan langsung dapat tiga ternyata mama nya aja kembar juga. identik ngga" tanya bu Ratna.


"sama bu" angguk Kaila tersenyum.


"bibit unggul lho Ri, nggak kenalan kamu" tanya bu Ratna kepada mas Ari. mas Ari tertawa kecil "udah punya suami juga mbak nggak tanggung-tanggung juga suaminya sebelas dua belas kayak Pram" geleng mas Ari, bu Ratna memandang mas Ari menunggu penjelasan lebih lanjut.


"suami kembarannya Kaila itu Arga Bimantara" ujar mas Ari, bu Ratna melongo mendengar perkataan Ari.


"Bimantara yang itu sama dong kayak Bagaskara" pandang Bu Ratna tak percaya. mas Ari menganggukkan kepalanya.


"see..... mbak Ratna aja nggak percaya kan kalo dua kembar ini dapat pewaris kelas atas" topang dagu mas Ari dimeja bu Ratna menggelengkan kepalanya.


"nggak nyangka ya... pilihan kalian bisa tajir melintir" geleng-geleng kepala bu Ratna, Kaila dan Pram tersenyum lebar "berarti dia menunggu diluar nih" tanya bu Ratna.

__ADS_1


"kemarin ada acara dirumah suaminya bu saya nggak tau hari ini sudah selesai atau belum" geleng Kaila tidak yakin "udah kelar belum nih sesi sidangnya" pandang Pram menatap mereka bertiga."ya elah nih anak kembali ke mode awalnya nggak ada ekspresinya lagi" dehem mas Ari bangkit dari kursinya.


"makasih mas Ari, bu Ratna, kak Pram atas waktunya hari ini" tunduk Kaila berdiri.


"sama-sama Kai, jangan lupa dengan kami ya" senyum bu Ratna Kaila mengangguk dan tersenyum mereka keluar bersamaan, Pram mengelus kepala Kaila dan tersenyum saat mereka bersamaan keluar


"selamat Kai" seru mereka yang berada diluar ruangan mereka berempat berhenti sesaat untuk melihat keseruan team cheers Kaila yang menyambut mereka diluar ruangan, Kaila tertawa bahagia karena melihat semuanya datang dan lengkap menyemangati Kaila.


"terimakasih dosen penguji saya Prayoga ayahnya Kaila Dara Prayoga" salam ayah kepada mas Ari dan bu Ratna mereka membalas salam dari ayah.


"ini pasti kembarannya Kaila ternyata memang sama-sama mempesona nyesel nggak dekat denganmu dari dulu Kai" senyum mas Ari memuji paras Kaila dan Kalai mereka tertawa renyah.


"terimakasih mas atas pujiannya kami begini karena ayah kami" senyum Kalai menatap ayah


"ini temennya Kaila yang kemarin nganter paper nya Kaila kan ke saya" tatap mas Ari melihat Icha "iya mas ini Icha sahabatnya Kaila tapi dia kekasih Saka Bagaskara sepupuku mas" angguk Pram menatap mas Ari yang geleng-geleng kepala.


"keluarga kalian selalu mengincar cewek diatas rata-rata dengan mode senyap ya... tau-tau udah dapet aja nggak nyisain buat kami para jomblo" kata mas Ari tertawa mereka tertawa mendengar gurauan mas Ari.


"oh ya mas Ari dan bu Ratna ini tanda terimakasih kami karena telah berkenan membimbing Kaila di tugas akhirnya" kata ayah tersenyum menyerahkan goodie bag kepada bu Ratna dan mas Ari.


"waduh malah jadi nggak enak nih pak Prayoga. makasih saya terima ya" angguk bu Ratna tersenyum ayah tersenyum mengangguk.


"kalo begitu kami permisi dulu pak Prayoga silahkan meneruskan keseruan kelulusan Kaila" pamit mas Ari dan Bu Ratna.


"silahkan terimakasih sebelumnya" angguk ayah mempersilahkan mereka berdua untuk meneruskan langkah, Kalai dan Icha memeluk Kaila erat sampai berguncang kekiri dan kekanan. "aahhhh..... Kai..... akhirnya lulus juga selamat yaa....." seru mereka berdua Kaila tertawa lebar. "terimakasih kalian sudah mau datang dan menyemangati ku" tangis Kaila mereka berpelukan lama Davi memberi setangkai mawar putih. "aaahhh...... terimakasih Dav kamu memang tau mawar putih mahal jadi hanya memberiku satu tangkai" senyum Kaila menghapus air matanya Davi tertawa kecil "tau aja bu boss" goda Davi memberi salam kepada Kaila.


"terimakasih yah, sudah datang aku tau ayah tidak akan tega meninggalkanku" peluk Kaila erat ayah mengelus punggung Kaila "udah merasa lega kan" senyum ayah Kaila mengangguk dan menangis. "iisshh..... anak ini menangis lagi kasihan triplet didalam" hapus airmata ayah Kaila mengangguk meraih tissue dari dalam tasnya.


"aku kira kamu nggak datang Kal hanya Davi dan Icha yang nungguin" pandang Kaila duduk dikursi yang ada disepanjang koridor kelas "nggak mungkinlah aku nggak datang" senyum Kalai mereka tertawa bahagia. "besuk kalo aku sidang kalian harus datang ya" pandang Icha, Kaila dan Kalai mengangguk "jangan lama-lama Cha keburu anakku gede diperut aku susah jalannya" pandang Kaila Icha mengangguk dan tertawa.


hai.... hai.... hai..... all readers luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat dukung yaaa..... karya pertama ku.


luv.... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2