Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 77


__ADS_3

Kaila diletakkan Pram dikursi penumpang segera melajukan mobil ke restoran terdekat agar Kaila segera memakan sesuatu, seorang penjaga membuka pintu Kaila memudahkan Pram mengangkat Kaila kedalam cafe mendudukkan Kaila dikursi yang lain menaruh coklat dingin dimeja Kaila meraih coklat dingin dan meminumnya penjaga lain mengambil makanan untuk Kaila agar Pram segera menyuapinya Kaila mengunyah dengan cepat menelannya sesaat mengangguk, membuat ketiga orang itu bernafas lega berarti Kaila dapat memakan makanan yang ada dan itu membuatnya lebih memiliki energi Pram menyuapi Kaila kembali


"duduk kak" pandang Kaila menyuruh dua penjaganya untuk duduk di kursi mereka segera duduk semeja dengan Pram dan Kaila karena suasana cafe yang sudah mulai ramai, Pram menatap Kaila yang memakan makanannya dengan cepat "by, aku minta itu" kata Kaila menunjuk makanan yang berbeda, penjaga segera memesannya setelah Pram memberi isyarat Kaila meminum coklat dinginnya penjaga segera menyerahkan pesanan Kaila Pram mencobanya terlebih dahulu agar Kaila mau memakannya Pram mengangguk dan segera menyuapi Kaila.


"aku minta jangan ada yang ikut campur dan tahu masalah ini dikeluarga Bagaskara atau Prayoga bahkan Bimantara sekalipun" kata Kaila kepada mereka bertiga tanpa kecuali "dia tidak sepenuhnya salah aku sedang berbincang dengan temannya dan kebetulan itu adalah jalan untuk mengambil makanan jadi aku otomatis menghalangi dia mengambil makanan kan" cerita Kaila "dia hanya mendorongku pelan mungkin karena aku belum makan jadi langsung ambruk kebelakang" kata Kaila, Pram hanya mendengarkan Kaila tanpa mengatakan apapun. ponsel Kaila dan Pram berbunyi bersamaan, Pram memperlihatkan pada Kaila siapa yang menghubunginya Kaila menghela nafasnya panjang dan menyerahkan ponselnya ke Pram agar dia saja yang menjawab panggilan kedua orang tuanya Pram agak menjauh dari tempat Kaila. Kaila memandang penjaganya meminta dipesankan coklat dingin lagi salah seorang penjaga memesankan minuman Kaila tak berapa lama Pram kembali.


"daddy akan segera pulang ke Indonesia mengumumkan pernikahan kita kamu tidak bisa menolak lagi" pandang Pram Kaila mengumpat pelan menghadapi situasi yang membuatnya susah untuk mengelak, Kaila kembali makan karena memang dia benar-benar kelaparan "habis ini pulang jangan kemana-mana" kata Kaila memakan dengan cepat makanan didepannya Pram meminum coklat dingin Kaila yang baru saja diantar penjaganya "ayah akan segera pulang setelah menyelesaikan urusan Kalai" kata Pram "Saka dan Icha akan membuat perhitungan dengan wanita tadi." terang Pram


"wanita itu tidak akan dipenjara tetapi akan di block oleh Bagaskara, Bimantara dan Dirgantara group" kata Pram menjelaskan semuanya se simple mungkin agar Kaila tidak sedih "bukan aku yang bertindak honey tapi mereka yang dibelakang mu mereka yang menyayangimu dalam keadaan apapun" kata Pram Kaila menitikkan airmata yang turun sendiri tanpa henti hingga mengusapnya beberapa kali sambil terus memakan makanannya, dia tidak peduli kalau kafe itu suasananya sangat ramai dan banyak orang yang melihatnya penuh dengan tanda tanya mengenai situasinya saat ini.


"aku mau pulang" kata Kaila cepat dan segera menjauh dari Pram berjalan masuk kedalam mobil, Pram memberi sejumlah uang kepada penjaga Kaila untuk membayarkan makanan yang Kaila pesan tadi dan bergegas menyusul Kaila yang sudah masuk dimobil Pram menjalankan Bumblebee Kaila dengan kecepatan sedang, hal-hal seperti ini yang membuatnya harus extra menjaga Kaila agar tidak berdampak pada triplets "you want to go somewhere else baby" tanya Pram Kaila hanya memandang luar dari jendela kaca tanpa mau menjawab Pram tersenyum dan membiarkan Kaila sendiri tak lama Kaila tertidur karena kelelahan.


"hallo Ka" sapa Pram.


"dia baik-baik saja tertidur kami mau pulang" jawab Pram.

__ADS_1


"sudah selesai baiklah. biarkan saja Kai tidak ingin dia diapa-apakan" kata Pram.


"Daddy akan pulang saat Kai wisuda tidak bisa secepat itu meninggalkan London biarkan saja dia, bebaskan Kaila akan menanyakannya nanti jika aku tidak menepati janjiku" potong Pram cepat membelok menuju jalan masuk rumah.


Kaila terbangun dan membuka pintu mobil Pram memandang Kaila yang berjalan menjauh darinya "cepetan by, jalannya" kata Kaila tanpa menoleh Pram mengikuti langkah Kaila masuk melalui box ajaib Kaila melingkarkan tangannya diperut Pram menyandarkan kepalanya dipunggung Pram tiba dilantai dua Pram berjalan keluar box ajaib dengan Kaila yang tetap menempel padanya, Pram membuka pintu kamar dan langsung menuju bathroom "honey, buka baju dulu dan bersihkan badanmu" toleh Pram kebelakang Kaila melepaskan tangannya dan segera membuka pakaiannya membersihkan dirinya Pram memakaikan t-shirt kepada istrinya membawanya ketempat tidur ponsel Kaila dan Pram sudah dimatikan agar Kaila merasa tenang, Kaila menonton drama Korea untuk mengusir kebosanannya Pram memeluk tubuh Kaila yang menempel padanya.


"bagaimana dengan wanita itu by" tanya Kaila akhirnya "dia sudah diberhentikan dari perusahaan selama ini tingkah lakunya memang cukup arogan diantara teman-temannya hanya karena memiliki kedudukan yang lebih tinggi, banyak orang yang mengeluh tentang kelakuannya kepada yang lain puncaknya saat dia memperlakukanmu seperti itu tadi jadi itu bukan hanya semata karena perlakuannya padamu tapi karena akumulasi kelakuannya sendiri yang menyakiti orang melalui kekuasaannya" jawab Pram


Kaila menatap Pram "benarkah by, apa hanya untuk menghiburku saja" kerut Kaila. Pram menggeleng "tidak begitu setelah kita pergi teman-temannya membelamu karyawan yang lain yang melihat kejadian itupun membelamu karena tidak seharusnya dia berbuat se kasar itu diam mu memberikan banyak kebaikan bagi dirimu sendiri untungnya kamu benar-benar lapar jika tidak maka dia akan habis saat itu juga aku terlalu jauh darimu makanya tidak sampai tepat waktu menolong mu jika telat sedikit saja penjaga mu datang maka semuanya akan menyesal terutama dirimu sendiri kalo terjadi sesuatu dengan triplets, apa yang akan terjadi padamu dan mereka jika terjadi apa-apa" kata Pram menjelaskan segala sesuatu dengan gamblang agar Kaila juga menyadari situasi sebenarnya tadi menurut sudut pandangnya sebagai suaminya


malam menjelang


Kaila terbangun karena perutnya merasa lapar, waktu menunjukkan pukul 1 dinihari Kaila meraih joger pant Pram dan berjalan keluar dari kamar menuju dapur rumah ayah, ia menyalakan lampu agar keadaan terlihat terang membuka box pendingin menemukan beberapa makanan dan meletakkannya dimeja, meminum coklat dingin yang ada box pendingin, mengoles selai coklat ke roti tawar membawanya keluar teras sambil melihat bintang diatas angin berhembus lumayan kencang membuat Kaila merasa nyaman.


"kenapa bangun non" sapa Han, Kaila menoleh melihat Han yang menghampirinya "laper mas, ronda" tanya Kaila Han mengangguk "banyak yang ronda mas" senyum Kaila berjalan kedepan. Han mengikutinya "lumayan non karena ada 3 orang dari rumah sini makanan yang dibawa juga banyak jadi pas giliran kita jaga banyak yang nemenin" senyum Han menjawab Kaila "ada yang masih jualan nggak jam segini mas kita beli yuk laper nih" kata Kaila Han menggaruk kepalanya

__ADS_1


"nggak papa non kalo jalan kedepan saya takut kenapa-kenapa non" kata Han takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tadi siang di kantor Pram, orang-orang yang bekerja dirumah sudah tahu dari penjaga Kaila yang pulang bersama tuan dan nona nya.


Kaila mengangguk "ada berapa orang yang masih terjaga kita barengan aja biar aman" jawab Kaila Han terdiam sesaat "didepan kompleks ada yang jual mie tok-tok non" kata Han hati-hati "ya udah mas ayo kita beli kayaknya enak nih malem gini makan mie tok-tok depan gang" senyum Kaila membayangkan mie kuah tok-tok yang menggugah selera Han menghela nafas panjang.


"saya beliin aja ya.... non, non Kai tunggu sini aja saya takut dimarahin den Pram non" kata Han membujuk Kaila, gantian Kaila yang menghela nafas melihat Han yang sudah mengganti majikannya dari ayah menjadi Pram jika mengenai Kaila "nggak papa mas, kita makan disana saja" datang Pram dibelakang Kaila mereka menoleh cepat "bangun by" lihat Kaila "aku merasa sendirian mencari mu kemana aja tidak ketemu ternyata disini kelaperan" kata Pram Kaila tertawa lebar.


"laper banget makan roti nggak kenyang" geleng Kaila Pram menyuruh Han untuk mengambil motor kecil agar bisa membawa Kaila kedepan kompleks, Han segera menuju garasi datang dengan dua orang yang masih terjaga mereka naik motor bersama-sama tiba didepan gang kompleks mie tok-tok masih buka, Pram memesan untuk Kaila dan dirinya sedang yang lain memesan sesuai selera


"wuihh, aromanya enak banget" hirup Kaila mecoba sesendok mie kuahnya "mantep kan by" pandang Kaila melihat Pram juga mencoba mie tok-tok nya Pram mengangguk dan memakannya perlahan mereka menikmati mie kuah dini hari didepan kompleks terkadang keluar dari rutinitas dan zona nyaman membuat kita bisa melihat sekeliling dengan lebih jelas dan nyata.


hai..... hai..... hai..... all readers luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa... karya pertama ku.


luv..... luv.... luv.... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘

__ADS_1


__ADS_2