Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 80


__ADS_3

setelah menyelesaikan urusan dengan jajaran kampus daddy menyusul mommy menemui mereka didepan aula "ayo kita semua berangkat ke restoran yang sudah di book keluarga" kata daddy mereka semua berteriak kegirangan karena akan berkumpul kembali, ayah segera menghubungi Arden dan keluarganya Davi menghubungi Kris agar secepatnya datang mobil beriringan menuju restoran yang telah di reservasi keluarga Bagaskara, pengamanan terselubung telah diaktifkan oleh keluarga Bagaskara karena keluarga inti berkumpul menjadi satu.


"kenapa kita nggak ganti baju dulu gerah kalo kelamaan" kata Kaila pelan menatap Pram mommy menyodorkan paper bag berisi pakaian ganti Kaila tersenyum lebar berterimakasih kepada mommy yang telah mengerti, Kaila beranjak membawa paperbag nya dan menuju kamar mandi yang ada didalam Kaila merasa kesusahan melepas kebayanya, Kalai menyusulnya kekamar mandi "untung kamu kesini Kal" kata Kaila bernafas lega "tentu saja sekarang lebih enakan kan" senyum Kalai.


"hidup kita akan jauh berbeda Kai kita harus terbiasa dengan segala rutinitas nanti"pandang Kalai dari kaca Kaila mengerutkan alisnya "suami kita adalah seorang pebisnis jadi kita mau tidak mau mengikuti aturan yang berlaku suka atau tidak kita tidak dapat menghindar tapi kita adalah kita yang mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah seberat apapun itu dan percayalah aku akan selalu berdiri dibelakang mu membantu dan berbagi denganmu" peluk bahu Kalai, Kaila mengangguk mantap.


"terimakasih Kal aku juga akan berada disamping mu kita akan selalu saling mendukung satu sama lain" pandang Kaila mereka saling berpelukan menguatkan satu sama lain


"kebaya nya gimana Kal" tanya Kaila kebingungan,Kalai merapikannya Kaila segera membuka pintu kamar mandi disamping pintu sudah berdiri penjaga Kaila. ia menyerahkan paper bag itu kepada penjaganya "kak, tolong Kaila ya.... taruh ini di bagasi, makasih" senyum Kaila menyerahkan kebaya dalam paperbag penjaga segera mengambilnya dan berjalan menjauh setelah memastikan Kaila dan Kalai kembali kedalam bersama yang lain, keluarga Arden dan Kris sudah bergabung bersama mereka, kedua anak Arden juga ikut sehingga menambah suasana menjadi ramai, Kaila duduk dekat anak Arden yang paling kecil dan selalu menempel kemana Kaila berjalan.


Mita tersenyum melihat mereka "anakmu kayaknya laki-laki semua Kai, karena anak kecil akan tertarik dengan aura yang ada di bumil" kata Mita Kaila menatap Mita "benarkah kak semua orang memanggil triplets dengan sebutan boys" tawa Kaila Mita tersenyum lebar, aura Kaila semakin membuatnya terlihat cantik dan mempesona Pram tidak salah pilih memilih Kaila menjadi istrinya dan ia bersyukur karena Tuhan mempertemukan dirinya dengan Pram kembali sebagai sahabat.


"Kal, lihat tuh yang mojok" bisik Kaila, Kalai menoleh melihat Saka dan Icha sedang mengobrol berdua "ehem..... ehem....." dehem Kalai, Icha nyengir menoleh menatap mereka berdua "baru ngobrol bisa nggak jadi asisten kak Saka" alasan Icha agar tidak diberondong dengan pertanyaan mereka berdua, Kaila memajukan bibirnya tak percaya "honey, coba ini" suap Pram, Kaila memakannya perlahan "apa ini" tanya Kaila, Pram menaik turunkan alisnya."it's kaviar kamu beberapa kali mencobanya saat kita keluar, jika kita pulang nanti akan aku bawa ke pelabuhannya untuk menikmatinya kembali" bisik Pram Kaila mengangguk.

__ADS_1


"mom..... apakah akan menetap di Indonesia kali ini" tanya Kaila menatap mommy "daddy belum bisa untuk sekarang sweetie setelah semuanya siap pasti akan menetap di sini" angguk mommy "jangan kuatir dad and mom akan bermain dengan triplets nanti ketika mereka lahir" kata daddy mendengar pembicaraan mereka Kaila tersenyum. "Kai tunggu dad kita berkumpul dirumah bersama ayah dan papa mama kak Arga agar semua merasakan kegembiraan saat berkumpul bersama" ujar Kaila, daddy mengangguk senang karena menantunya menginginkan mereka bersama-sama dihari tuanya.


"sweetie seminggu lagi kita akan mengadakan pesta pernikahan kalian untuk mengenalkan mu kepada rekan bisnis kami tidak akan lama karena hanya bersifat private" pandang daddy Kaila mengangguk mengerti "are U fine honey" tanya Pram menatap Kaila "tentu saja by, tidak apa karena memang seharusnya harus begitu kan" geleng Kaila mengerti "daddy akan bermalam dirumah aja kan" tanya Kaila "tentu sweetie kita akan berkumpul selama kami disini" angguk daddy mengerti, Kaila tertawa lebar mereka bercerita dan tertawa bersama dengan bahagia, moments yang kembali terjadi dengan suasana yang berbeda tanpa kehadiran orang tua Arga berkumpul bersama membuat hati merasa bahagia hal ini yang terkadang dilupakan orang yang sibuk mengejar dunia tanpa menyadari arti kehadiran orang lain.


malam hari


rumah ayah terlihat lebih ramai karena orang tua Pram akan tinggal disana selama seminggu ini bertambahnya orang membuat semuanya menjadi lebih bersemangat ayah dan daddy bermain catur sedangkan yang lain berbincang-bincang dan menonton TV Kaila tiduran beralaskan kaki bagian atas Pram yang mengusap perut Kaila yang sudah agak membuncit "kapan kalian akan memeriksa triplets lagi" tanya mommy "harusnya lusa mom kita sudah check antrian kemarin" kata Pram mommy melihat Kaila yang sudah tertidur "apakah dia selama hamil selalu tidur lebih awal" senyum mommy mengelus rambut Kaila Pram mengangguk "perubahan apa saja yang terjadi selama dia hamil" tanya mommy memandang Pram


"lebih cengeng mom lebih manja, tidur di jam segini mau dimana pun pasti langsung bisa tidur" tawa Pram kecil sambil menatap Kaila yang tidak terusik dengan obrolan mereka berdua "sekarang kalo minum bukan lagi teh tapi coklat dingin ato kopi hitam mom" kata Pram memandang mommynya "sama seperti mom memilikimu dulu" kata mommy Pram menatap mommy nya lekat. "benarkah mom, apakah mom merasa tidak nyaman juga" tanya Pram mommy menggeleng "tidak, karena itu memang Tuhan kasih agar kita menyadari bahwa dibalik kebahagiaan ada kesedihan dan kesakitan yang memang harus dilalui" elus tangan mommy "sayangi dan cintai istrimu karena dia yang akan menemanimu saat tua seperti mommy dan daddy, ketika anaknya sudah dewasa dan mencari hidupnya sendiri maka hanya tinggal berdua lagi" kata mommy.


"10, ayah dan daddy masih main catur mommy juga sudah istirahat dikamarnya." kata Pram membenarkan alas tidur kepala Kaila yang hanya berdehem dan kembali tidur, Pram mencium kening istrinya dan ikut tertidur.


seminggu kemudian

__ADS_1


"sweetie kita harus menuju hotel saat ini sudah siapkah" lihat mommy dikamar Kaila, Kaila keluar dari walk closet "sudah mom, apakah yang lain akan berangkat nanti" tanya Kaila memakai alas kaki sneakers nya mommy mengangguk "mereka akan menyusul sebentar lagi acara akan dimulai setelah jam 7 malam ini baru jam 3 mereka akan tiba setelah menyelesaikan pekerjaannya, kita agak awal karena kamu harus istirahat dan di touch dulu" kata mommy, Kaila meraih ponselnya yang ada diatas nakas


"hallo by" salam Kaila melihat Pram


"berangkat with mommy sekarang" lihat Pram dilayar ponsel


"ehem" angguk Kaila berjalan keluar dari kamar memperlihatkan mommy yang menunggunya diluar kamar.


"kenapa" tanya mommy Pram menggeleng tertawa "just check mom apakah sudah berangkat ato belum" pandang Pram, Kaila meraih tangan mommy untuk masuk ke box ajaib tiba dilantai dasar Kaila melihat mobil yang sudah disiapkan oleh pengawal mommy, mereka berdua segera masuk dan mobil meninggalkan pelataran teras membelah keramaian ibu kota Jakarta. Kaila mengobrol dengan mommy didalam mobil tidak terasa telah sampai di hotel yang mereka tuju "Kai, kita berenang dulu yuk" lihat mom menatap kearah jendela kaca "jam 4 mom, keburu tidak" toleh Kaila, mommy menggeleng "besuk aja setelah acara kita akan punya banyak waktu longgar" kata mommy, Kaila tersenyum dan memeluk mommynya "kalo begitu kita makan dulu mom, laper lagi" kata Kaila. mommy tertawa pelan dan mengajak Kaila ke restoran didepan hotel, pengawal mengikuti langkah mommy kemanapun lebih protektif ketimbang penjaga Kaila.


"apakah mommy tidak terganggu dengan kehadiran mereka" tanya Kaila memakan makanan yang telah disajikan mom menggeleng "mereka seperti saudara dan pelindung bagi mom dan kamu juga harus bisa seperti itu terutama bagi anak-anak kalian kelak, daddy pasti akan lebih protektif terhadap mereka" senyum mommy minum "I see mom" angguk Kaila mengerti. ia sudah bisa membayangkan bagaimana anak-anak nya kelak dengan para penjaganya yang ada dimana-mana. sekarang aja dia sudah merasakannya dengan beberapa penjaga yang ada disekitarnya, tidak dia bayangkan bagaimana nanti triplet akan menyikapi hal itu nantinya.


hai.... hai.... hai..... all readers, luv U all sekebon pisang biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat, dukung yaaa..... karya pertama ku.

__ADS_1


luv..... luv..... luv..... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2