
Pram menatap Kaila yang terlihat sedang menikmati cemilannya, bumil satu itu tidak peduli dengan keadaan yang terlihat sangat ramai, mereka saling berbincang sambil menikmati minuman yang baru saja datang. "sebentar lagi meeting akan dimulai pak Bagaskara" ingatkan Tio asisten Saka dan Pram, mereka berdua mengangguk dan segera beranjak dari tempat duduknya. Pram menghampiri Kaila dan membantunya berdiri, Kaila tersenyum memegang pipi Pram menatapnya dalam.
"luv you honey" senyum Kaila memperlihatkan deretan gigi putihnya. "luv U more, yang" ujar Pram mencium bibir istrinya, memandangnya lama. paras yang membuatnya tidak bisa berpaling menatap gadis lain, ia menggenggam erat jemari Kaila melangkah keluar dari ruangan Saka.
"kenapa semakin kesini mereka malah semakin bucin sih" gerutu Davi. "karena hati mereka sudah terkunci satu sama lainnya Dav, begitupun dengan Icha yang juga begitu. mau dia lari sejauh apapun juga akhirnya balik lagi kerumahnya yaitu aku" tepuk bahu Saka.
"iisshh, lupa gue kalo ada makhluk satu ini yang bucin juga" putar bola mata Davi jengah. Saka tak menampakkan ekspresi apapun, berlalu berjalan lurus mengikuti langkah dua saudara sepupunya itu.
"dimana kita meeting kali ini Yo" tanya Pram melihat Kaila yang sedang menatap sesuatu di seberang jalan. "seharusnya di ruangan meeting kantor ini pak" jawab Tio cepat, Kaila berhenti dan memandang Tio dengan seksama. seketika mereka semua berhenti mengikuti pergerakan Kaila. "apakah tamunya sudah sampai, kak" tanya Kaila. Tio mengangguk dan memperlihatkan beberapa orang sedang menunggu mereka diruang tunggu, Kaila menatap dengan seksama rekan kerja mereka yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaan Bagaskara corp saat ini. dilihatnya ada Erlangga disana, dia menoleh kearah Davi yang tersenyum seperti mengerti tatapan Kaila. mereka semakin mendekat kearah beberapa orang yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Bagaskara.
"selamat siang tuan-tuan, perkenalkan saya asisten pak Pramudya Bagaskara, Kaila Dara. bagaimana kalau pertemuan pertama ini kita bicarakan sambil ngopi di cafe depan gedung ini, kebetulan saya dan asisten Davi adalah teman baik dari pak Erlangga" senyum manis Kaila saat menyapa mereka, pemimpin mereka tersenyum dan mengangguk mengiyakan permintaan Kaila yang terlihat tulus dan sopan.
"tidak apa-apa nona Kaila, kami senang jika anda menganggap adik saya sebagai teman baik. perkenalkan nama saya Mahendra Wicaksana kakak dari Erlangga Wicaksana" salam Mahendra, Davi menyalami Mahendra mewakili Kaila yang hanya tersenyum.
"mari, kita ngopi sambil membahas dan membicarakan hal yang menguntungkan untuk kedua perusahaan" persilahkan Davi sambil tersenyum melangkah mendahului mereka. Kaila berjalan paling belakang disamping Pram yang hanya menatapnya dari tadi, Kaila tersenyum dan menggenggam jemari Pram yang melihatnya. "jangan terlalu excited honey, nanti triplet akan lebih gerak dengan antusias. pada akhirnya kamu akan kesakitan saat mereka bergerak" pandang Pram mengelus perut Kaila yang mengangguk mengerti kekhawatiran suaminya.
mereka tiba didepan tempat yang mereka tuju berada diseberang kantor perusahaan, mereka mengambil tempat yang berada dipojok ruangan yang sangat nyaman untuk berdiskusi. Davi dan Tio mewakili Pram dan Saka mendiskusikan beberapa points penting dalam kerjasama yang akan mereka lakukan, Mahendra dan Erlangga juga memberikan beberapa keputusan yang dapat dijadikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dan sesekali Kaila ikut memberikan pendapat yang membantu kelancaran kerjasama mereka. Saka dan Pram hanya sesekali mengangguk dan membenarkan perkataan para asistennya yang sudah bisa menghandle sendiri pekerjaan yang diberikan kepada mereka. Icha tampak masuk kedalam cafe tempat Kaila dan yang lainnya meeting, Saka yang melihatnya memberi isyarat untuknya agar mendekat. Icha duduk disebelah Kaila yang memeluknya erat sesaat, mereka melanjutkan diskusi dan Icha yang hanya ikut mendengarkan saja.
__ADS_1
"kapan kita akan melihat pabriknya di Surabaya" antusias Mahendra karena pembicaraan kerjasamanya dnegan Bagaskara corp berjalan dengan baik dan lancar.
"secepatnya pak Mahendra, saya dan mas Tio yang akan mewakili kunjungan nantinya sedangkan pak Saka akan menyusul jika urusan beliau sudah selesai. kami akan segera mengabari perusahaan anda jika tim sudah menentukan waktu yang cocok untuk kami kesana" senyum Davi menjawab pertanyaan Mahendra.
"oh, begitu. baiklah kapan aja pabrik kami akan siap menerima kunjungan anda di Surabaya" tawa kecil Mahendra menatap Davi.
Erlangga menatap Kaila yang yang sedang serius melihat beberapa lembar paper draft kerjasama yang akan mereka lakukan, Pram menunjuk beberapa points penting kepada Kaila yang beberapa kali mengangguk mendengar perkataan Pram. Saka hanya mendengarkan dengan seksama pembicaraan mereka yang ada disebelahnya. Kaila memandang Saka dan meminta persetujuannya, Saka tersenyum mengangguk, Kaila menutup lembaran kerjasama mereka dengan perusahaan Wicaksana. Tio melihat anggukan Kaila dan memberikan jawaban kepada Mahendra jika mereka akan menyetujui proposal kerjasama mereka. Mahendra tersenyum lebar dan menjabat tangan Davi dan Tio karena kerjasama pertama berhasil dilakukan.
"saya harap kerjasama kita akan berlangsung di bidang yang lainnya tidak hanya kali ini saja pak Pramudya" senyum Mahendra. Pram mengangguk dan tersenyum tipis "tentu saja pak Mahendra, saya dan Saka akan menantikan kerjasama lagi dengan perusahaan anda. asalkan tidak ada yang merugikan satu sama lain" angguk Pram dingin. Mahendra mengangguk menyetujui ucapan Pram.
"lama tidak melihatmu Lang, bagaimana kabarnya" tanya Davi memulai percakapan yang tidak formal kepada Erlangga. "baik Dav, aku tidak tahu jika kamu juga bekerja bersama Kaila" senyum Erlangga. Davi tertawa lepas "keseringan hangout sama mereka berdua jadi kangen kalo nggak kerja bareng" tunjuk Davi pada Icha dan Kaila.
"kalau yang selain Kaila siapa" tanya Erlangga. Davi menoleh menatap dua perempuan didepannya "namanya Icha, dia kekasih dari Saka Bagaskara, sahabat baik Kaila dan aku" jawab Davi. "tidak pernah melihatnya naik gunung" pandang Erlangga. "tidak, dia cuma penggembira aja. jika kita naik gunung dia akan ikut Kaila selama di penginapan, pulang pergi mereka selalu berdua, terkadang aku balik duluan ke Jakarta" senyum Davi.
"Kaila punya kembaran, kamu nggak tau kan" pandang Davi. Erlangga menggeleng, "memang punya" tanya Erlangga tidak tahu, "punya, namanya Kalai, parasnya sebelas dua belas sama dengan Kaila, kalau Kalai ada tahi lalat di keningnya hanya itu yang membedakan mereka" angguk Davi.
"sudah menikah juga" tanya Erlangga, Davi tersenyum "sayangnya sudah, belum lama sebelum Kaila, aku aja nggak dikasih tau karena memang hanya keluarga inti saja tapi sampai sekarang belum dikaruniai baby dan suaminya adalah Arga Bimantara" kata Davi, Erlangga sedikit membuka matanya lebar. Davi mengangguk mengerti maksud Erlangga. "iya, Bimantara group. nggak main-main kan tiga perempuan itu memilih suami" tawa Davi, Erlangga hanya terdiam menatap Kaila yang tertawa mendengar ucapan Davi.
__ADS_1
"nggak juga Lang, karena kebetulan ketemu jodoh lebih cepat dari yang lain sih sebenarnya karena ketemunya dengan mereka duluan jadi nggak ada pilihan lain" geleng Kaila menimpali perkataan Davi. "iisshh apaan, pilihan lain mah banyak kali nggak satu dua, yang antri banyak" kibas tangan Davi. "karena Kaila cewek yang berbeda" jawab Erlangga. Davi dan Kaila tertawa, "bisa jadi Lang, jarang kan cewek cantik mau mendaki gunung. biasanya kan hangout di mall lha ini ini naik gunung dan sering nge trip bareng" kata Davi. "sayangnya kita nggak ketemu lebih awal ya" hembus nafas Erlangga pelan.
Davi menepuk pundak Erlangga pelan. "jika kamu kenal dengannya sebelum menikah juga nggak akan dijadikan lebih dari seorang teman Lang, banyak yang patah hati, nggak sedikit mau jadi kekasihnya tapi tetep aja nggak ada yang diterima. sebelum dengan mas Pram, dia sudah lama berteman juga dengan Arga Bimantara suami kembarannya, jadi jangan harap lebih" geleng Davi. Erlangga mengerutkan keningnya sesaat. "maksudnya Dav" tanya Erlangga tidak paham arah pembicaraan Davi. "Arga juga lama dekat dengan Kaila sejak sekolah tapi hanya Pram yang bisa menaklukkan Kaila yang cenderung tomboi" pandang Davi, Kaila tertawa lebar mendengar Davi yang membicarakan dirinya. "gini nih Lang kalo punya sahabat yang selalu ada saat kita butuh" senyum Kaila. "nggak ada yang berani deketin, jadi kayak kita dipingit nggak boleh pacaran, tau-tau udah nikah aja" kata Kaila, Davi tertawa lebar menyeruput kopinya.
"iya, sampai nggak sempat pulang ke Indonesia habis dari naik gunung terakhir kita bersama" angguk Davi. "jadi setelah kita naik gunung waktu itu, Kaila langsung menikah" tanya Erlangga, Kaila mengangguk. "nggak nyangka juga karena pada main rahasia, tau-tau udah sah aja" tawa Kaila kecil. Davi menyesap kopi hitamnya kembali, "Icha juga ikut serta" tunjuk Davi, Icha nyengir. "sama aja, kalian berdua kalo ngasih kejutan nggak tanggung-tanggung. main tancap gas aja" pandang Kaila kesal, Icha memeluk Kaila.
"maaf Kai, tau sendiri kan gimana penjaga mu yang selalu mengawasi 24 jam, mana kita berani ngelawan yang ada malah babak belur" angkat tangan Davi. Kaila menjulurkan lidahnya mengejek Davi, Erlangga tersenyum melihat kekonyolan mereka bertiga.
"ini meeting terakhir sebelum Kaila cuti panjang" kata Davi, Erlangga menoleh menatap Kaila. "kenapa, berarti nanti tidak akan bertemu Kaila lama karena cuti" tanya Erlangga cepat. "dia mengambil cuti untuk mengurus tiga bayinya yang jika dia berjalan jauh mulai kecapekan. untungnya kamu yang terakhir bertemu membahas kerjasama jadi dia bisa sambil nongkrong nih dicafe depan kantor" kata Davi.
"iya, jadi nggak merasa bersalah kalo sedikit memanfaatkan keadaan untuk kepentingan diri sendiri melihat yang bening-bening kalo bukan perusahaan mu yang kami temui tadi. mungkin kita dikelilingi dinding ruang kantor, kalo kayak gini kan jadi lebih nyaman dan menyenangkan" angguk Kaila membenarkan perkataan Davi. Pram memperlihatkan panggilan dari seseorang kepada Kaila yang mengangguk dan Pram segera menjauh.
"berapa lama ku sudah menikah Kai" tanya Erlangga. "hmmm kurang lebih 2 tahun" jawab Kaila.
"dan nggak ada yang tahu jika dia sudah menikah selama kuliah, baru saat wisuda kemarin dia dipaksa mengumumkan pernikahannya" angguk Davi. "sampai segitunya" tanya Erlangga tidak percaya, Davi tersenyum "iya sampai segitunya dia sembunyikan agar orang lain tidak membuatnya menjadi perhatian" gumam Davi
hai ..... hai ..... hai ..... all readers, luv U all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak. selamat menikmati cerita pertama kalang di sini, jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat. dukung ya .... karya pertama ku.
__ADS_1
luv ...... luv ...... luv .... U all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..
thanks a lot pisang sekebon...😘