Bos CEO Bucin

Bos CEO Bucin
bagian 31


__ADS_3

Pram masuk kedalam kamarnya, tersenyum melihat Kaila sudah rapi mengenakan gaun yang sangat cantik dan semakin membuat Kaila terlihat cantik, ia mendekati Kaila dan mengecup rambutnya dari depan, "hai honey, you looks so beautiful" senyum Pram, Kaila mendongak menatap manik mata Pram yang selalu lembut padanya, "kak" senyum Kaila, Pram mengecup kedua bola mata Kaila turun ke pucuk hidung nya yang mancung berakhir dibibir yang membuatnya candu, Kaila memejamkan matanya merasakan ciuman Pram yang lembut dan menuntut. Kaila membuka mulutnya sedikit. lidah Pram bergerak menguasai penuh bibir Kaila membuat tubuhnya semakin lama semakin merasa lemas, Pram menopang tubuh Kaila memberi jeda agar Kaila dapat bernafas sebentar kemudian kembali mencium bibir Kaila penuh hasrat, memainkan benda kenyal kesukaannya yang dibalut gaun.


"kak" geleng Kaila saat Pram ingin membuka gaunnya agar turun kebawah, nafas Pram memburu dengan cepat, detak jantungnya berjalan dengan cepat, Pram membuka matanya menautkan keningnya dengan kening Kaila sambil mengusap bibir Kaila yang agak bengkak dan penuh dengan jejak mereka berdua "maafkan aku Kai, aku selalu tidak tahan jika berhadapan denganmu" usap pipi Pram dengan ibu jarinya. "ayo kita harus melakukan sesuatu bukan selama disini" kata Pram setelah dapat menguasai hasrat yang menggelora ketika dekat dengan Kaila. Kaila merapikan kembali gaunnya dan rambutnya yang sedikit berantakan akibat ulahnya dengan Pram tadi. "kak, aku pingin kesuatu tempat dari dulu aku ingin mencobanya tapi tidak berani" pandang Kaila menahan langkah Pram. "kalo begitu ayo, hari semakin beranjak malam" angguk Pram menggenggam tangan Kaila, mereka keluar bersamaan.


"kalian mau kemana sore ini" tanya daddy, Kaila menoleh cepat mendengar suara daddy. "daddy ada disini juga, aku kira masih di jakarta" dekat Kaila memberi salam dan memeluk daddy Pram erat. "tidak mungkin aku meninggalkan istri dan anak gadisku ini sendirian di London" kecup kening daddy. Kaila tersenyum lebar "aku tidak tahu kalo daddy se bucin ini sama mommy, pantas kak Pram juga bisa bucin parah" kata Kaila, daddy tergelak mendengar ungkapan Kaila yang mengatainya. "apa itu bucin sweetie" kerut daddy tidak tahu dengan ungkapan Kaila. "itu artinya benar-benar cinta dad, so much in love 'till crazy" jelas Pram duduk sambil minum kopi. "aahh.... begitu rupanya" mengerti daddy akan ungkapan arti perkataan Kaila. "mommy kemana" tanya Kaila tidak melihat keberadaan mommy nya disebelah daddy.


"baru siap-siap dikamar karena ada acara ramah tamah dengan pebisnis lainnya sesama orang Indonesia" jawab daddy. "dimana letak kamarnya kak, aku ingin melihat mommy" pandang Kaila mendekati Pram yang segera beranjak dari sofa tempatnya duduk dan meraih jemari Kaila menuju ke kamar orang tuanya yang letaknya tidak jauh dari mereka berada, "kenapa nggak nunjuk aja, kalo cuma disini" pandang Kaila mengetuk pintu merasa di kadali. "masuk" pinta mommy dari dalam, mereka berdua segera masuk. "mom" panggil Kaila celingukan mencari mommy Pram. "mom disini sweetie" seru mommy menyuruh Kaila ke walk closet, ia melangkahkan kaki masuk.


"what's wrong mom" lihat Kaila pada mommy yang termenung duduk melihat pakaian yang akan dikenakannya. "apa kamu merasa ini terlalu berlebihan sayang, bagaimana menurutmu" perlihatkan pakaian mommy pada Kaila. "bagaimana acaranya mom, apakah setengah resmi atau resmi" tanya Kaila. "mom kira agak tidak resmi sweetie, hanya acara ramah tamah dengan sesama pengusaha yang ada di London" kata mommy, "bagaimana dengan ini mom, you look elegan tapi tidak terlalu berlebihan" ambil Kaila dan menyerahkannya pada mommy. mommy mengambilnya dari tangan Kaila. "aahh.... benar dear, ini dan sepatu ini kan" atur mommy, Kaila mengangguk cepat. "apakah clutch nya harus sama warnanya mom" tanya Kaila, "putih aja sweetie" pakai gaun mommy. Kaila mengambil salah satu koleksi tas mommy yang terpajang dengan rapi dan elegan.


"mommy terlihat mengagumkan" peluk Kaila ringan, mommy mengusap punggung Kaila. "akhirnya keluar juga dari memilih baju" toleh Pram tiduran di ranjang mommy nya sambil melihat ponsel nya. "lho aku kira kakak udah keluar tadi, ternyata masih disini" kata Kaila keluar walk closet mengikuti mommy. "kan aku tidak bisa lepas darimu honey, bisa-bisa kamu malah diajak mom untuk menemaninya ke acara itu" jawab Pram mengekori langkah Kaila dan mommy nya. "Kalian mau kemana" tanya daddy melihat mereka bertiga keluar, "aku ingin pergi ke tempat malam dad" jawab Kaila menatap daddy, Pram tersedak saat meminum kopinya dan terbatuk-batuk mendengar permintaan Kaila. "kamu sedang bercanda kan Kai" ulang Pram tidak suka atas permintaan Kaila.


"aku serius kak, aku ingin tahu gimana suasana tempat malam. di Jakarta aku beberapa kali diajak teman-teman tapi aku tidak berani, entah mengapa aku tidak berani melangkahkan kaki kesana padahal mau ditemani Arga dan Davi lho" pinta Kaila dengan merajuk. daddy tertawa "tidak apa sweetie, kamu harus mencoba sesekali tidak ada salah asal kamu bisa menjaga diri" elus rambut daddy, Kaila mengangguk dan tersenyum senang seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah coklat untuk pertama kalinya, Pram memandang Kaila dan daddy nya tajam. "boleh ya kak... yaaa.... yaa....." kata Kaila merajuk dan merayu Pram agar mau pergi membawanya kesana. "kemana aja honey, asal jangan kesana kamu masih dibawah umur" geleng Pram kuatir. "baiklah..... umurku 20 tahun mau ke 21, jika aku dibawah umur berarti kamu tidak boleh menikah denganku" angguk Kaila mendengar penolakan Pram, daddy dan mommy saling pandang senyum-senyum mendengar Kaila yang merajuk.

__ADS_1


"mom, dad bolehkan Kaila ke tempat malam. Kai hanya penasaran saja, pasti disini lebih besar tempatnya" pandang Kaila menatap mom dan daddy Pram, "tentu sweetie, mom dulu juga kadangkala pergi kesana, itu tidak terlalu buruk. merasakan pengalaman lain membuatmu kaya akan pengalaman" angguk mommy mengiyakan. "atau aku ikut ke acara mom dan dad dulu aja, terus Kaila diantar dad, gimana" tanya Kaila berharap. "aahhh..... aku ingat kan ada kak Saka, biar Kaila minta antar dia aja gimana mom" ingat Kaila segera meraih ponsel nya untuk menelepon Saka, Pram membulatkan matanya kesal. "Kaila Dara Prayoga berhenti di situ" seru Pram, mereka semua menoleh kearah Pram. "kenapa mesti teriak, kita masih bisa tetap mendengar jika kakak bicara pelan juga" kata Kaila menghubungi Saka. Pram mengambil ponsel Kaila dengan menariknya keatas kepala Kaila yang terlena dengan sikap Pram barusan.


"hallo Kai, ada apa..." tanya Saka dari seberang, Pram menghela nafasnya kesal.


"datang ke klub X" putus Pram sepihak, Kaila menerima ponselnya saat Pram memberikannya dan tersenyum lebar. "kalo begitu mom dan dad berangkat dulu, hati-hati jika disana" kata daddy tertawa. "siap dad, Kaila akan jaga diri" lambai Kaila senang. "siap-siap menjadi sugar daddy son" tepuk-tepuk bahu daddy tertawa lebar mengejek Pram yang terlihat kesal digoda daddy nya begitu.


"aku nggak setua itu dad" geram Pram, mommy nya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang suka bercanda. "kita berangkat dulu Kai" lambai mommy, "bye mom" kata Kaila membalas melambaikan tangannya. "honey aku siap-siap sebentar. kau jangan kemana-mana" pergi Pram ke kamarnya untuk berganti pakaian. "apakah aku juga harus berganti pakaian kak" tanya Kaila saat Pram kembali dari kamarnya memakai pakaian kasual mengimbangi penampilan Kaila yang terlihat seperti anak sekolah. "tidak, kamu sudah terlihat sangat cantik, aku tidak suka melihatmu dilihat oleh lelaki lain" jawab Pram tidak suka ketika Kaila ditatap oleh lelaki lain dengan tatapan memuja.


"ayo kita segera berangkat Kai, Saka menunggu lama nanti" senyum Pram, Kaila mengikuti langkah Pram keluar rumah. mereka turun ke garasi yang ada dilantai basement. "mau pake yang mana, yang" tanya Pram saat telah tiba di garasi. "terserah, tidak ada pengaruhnya buatku memakai apapun" angkat bahu Kaila, Pram memilih salah satu koleksi mobil, Kaila masuk kedalam. Pram segera melajukan mobilnya keluar dari rumah. "apakah jauh dari sini kak" tanya Kaila antusias. "tidak lebih dari satu jam perjalanan, sambil kita nikmati kota London" jawab Pram menggeleng. "apa kakak besar di London, selain 2 tahun kurang berada di Bandung tentu saja" tanya Kaila memulai percakapan, "tidak, dad dan mom beberapa kali tinggal dibeberapa kota besar" geleng Pram. "paling lama menetap dimana" tanya Kaila penasaran. "saat kuliah, di Inggris hingga setahun lalu pindah lagi ke Indonesia, saat kuliahku sudah selesai, mau tidak mau harus kembali ke Indonesia" jawab Pram. "apa maksudnya mau tidak mau" tanya Kaila penasaran, Pram menoleh sekilas menatap Kaila.


"kami kehilangan adik perempuan ku saat aku sekolah di Indonesia, dia suka mengendarai motor, suatu hari dia mau menyalip kendaraan yang ada di depannya tapi sayangnya ada sebuah truk yang melaju berlawanan arah dengan kecepatan tinggi, stang motor mengenai badan truk membuat dia kehilangan keseimbangan dan mobil yang akan di dahului juga mengenai motornya, badannya terlempar masuk kedalam truk dan meninggalkan seketika" cengkeram kuat Pram di kemudi mobilnya, Kaila mengelus punggung tangan Pram.


"aku turut berduka cita, kapan kejadiannya" tanya Kaila, "tiga tahun yang lalu dalam perjalanan ke Bandung" jawab Pram. Kaila mengerutkan keningnya kenapa kejadiannya sama dengan kecelakaan yang dialami momi nya tiga tahun yang lalu namun dia tidak berani mengungkit lebih dalam pada Pram, belum waktunya dia menanyakan lebih detail kejadian kecelakaan adiknya, mobil Pram memasuki pelataran parkir di tempat malam. Pram membuka pintu mobil, Kaila juga keluar bersamaan dengan Pram. "honey kenapa keluar dulu, biarkan aku membuka pintu mu lebih dulu pandang Pram yang melihat Kaila berjalan mendekatinya dan menggenggam jemari Pram. "kelamaan kak, nggak usah lebay aku bukan perempuan yang harus dibukakan pintunya dengan menggenggam tanganmu seperti ini sudah memberi kekuatan yang besar buatku" senyum Kaila, Pram tersenyum lebar mengangguk. mereka masuk kedalam, seketika disambut dengan lampu yang semarak, dentuman musik yang membuat jantung berdentum lebih cepat, Kaila memegang dadanya yang tidak kuat mendengar dentuman musik yang kencang. Pram memeluk Kaila merapatkan tubuhnya.

__ADS_1


nggantung banget sih ceritanya... emang... hehehehe... biar penisirin...


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita pertama kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya pertama ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘

__ADS_1


__ADS_2